
Tak lama Feng Xia bangun dan ia langsung bangun.
"Anakku, anakku ayo bangun," ucap Feng Xia menangis.
"Feng Xia, biarkan dia beristirahat, dia akan bangun nanti," ucap Tai Long memegang pundak Feng Xia.
"Semoga saja begitu," ucap Feng Xia menyeka air matanya.
"Hm... Feng Xia mari kita mengobrol di sana, jangan ganggu Feng Lias biarkan dia tidur sebentar lagi," ucap Tai Long mengangkat Feng Xia agar menjauh lalu membawanya duduk di meja makan.
"Makanlah, ini makannya baru saja selesai di masak agar kau punya energi lagi," ucap Tai Long.
"Terima kasih," ucap Feng Xia melihat ke arah anaknya.
"Makanlah, bagian untuknya sudah aku siapkan yang khusus aku beri obat, lukanya tidak terlalu parah, hanya saja dia belum cukup kuat melawan yang lebih kuat darinya, tapi dia bisa bertahan dari serangan yang kuat, itu sudah sangat bagus dia pasti akan bisa berkembang dengan pesat," puji Tai Long dan menenagkan Feng Xia yangbsedang khawatir dengan anaknya.
Feng Xia mengangguk dan melahap makanannya hingga habis, karena kelehan ia menjadi lapar.
Tak lama kemudian Feng Lias bangun dan membuka matanya.
"Auauauauau," celoteh Momo yang dari tadi menjaganya.
"Astaga! kenapa tubuhku sangat berat," ucap Feng Lias berusaha bergerak.
"Feng Lias," ucap ibu melihat Feng Lias tangannya bergerak dan berlari mendekati Feng Lias dan memeluknya.
"Ibu," lirih Feng Lias.
"Anakku, kau akhirnya sadar juga," ucap Ibu senang.
"Syukurlah jika kamu sudah bangun, Biar saya bantu bangunkan," ucap Tai Long menopang tubuh Feng Lias untuk mendudukkannya.
"Minumlah obat ini dulu, ini akan membantu memulihkan tenagamu," ucap Tai Long.
__ADS_1
Feng Xia mengambil obat dari tangan Tai Long lalu memberikan kepada Feng Lias dan Feng Lias menelannya. dan Tai Long memberinya minum.
Beberapa saat kemudian obat itu beraksi dan membuat tubuh Feng Lias perlahan membaik.
"Bagaimana efek obatnya?" tanya Tai Long.
"Ini sangat bagus, Apa paman seorang alkemis?" tanya Feng Lias.
"Iya, saya Alkemis tahap ll," angguk Tai Long.
"Wah obat-obat pamat pasti sangat mahal, kami belum tentu bisa membayarnya, jadi paman minta apa sebagai bayarannya?" tanya Feng Lias.
"Saya tidak meminta apa pun sebagai bayarannya, mungkin kalian bisa mengambilku sebagai keluarga kalian," ucap Tai Long menawarkan diri.
"Oh iya, aku ingat sesuatu, aku pergi dulu," ucap Feng Lias yang langsung menghilang dari pandangan.
"Tunggu! lukanya belum terlalu sembuh, jangan bergerak sembarangan," ucap Tai Long namun Feng Lias sudah sangat jauh.
"Haish... anak itu," ucap Ibu tersenyum lega melihat anaknya aktiv kembali.
"Hm... itu... bolehkah aku menikah denganmu untuk menjagamu," ucap Tai Long dengan suara pelan.
"Hm... aku rasa tanyakan dulu kepada Feng Lias, aku akan mendengar keputusannya dulu sebelum memutuskannya sendiri," ucap Feng Xia menundukkan kepala.
Momo diam-diam melarikan diri dari pada menjadi umpan nyamuk.
"Momo, mau kemana?" tanya Ibu tiba-tiba. Seketika Momo berhenti dan gagal melarikan diri.
"Auauauauau," celotehnya.
Beberapa menit kemudian Feng Lias datang membawa gerobak yang berisi genteng.
"Kamu baru saja sembuh kenapa sudah mengangkat berat?" tanya Ibu berjalan ke arah Feng Lias.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja ibu," jawab Feng Lias meletakkan gerobaknya sambil mengecek gentengnya.
"Mari masuk, kamu harus makan yang bernutrisi agar penyembuhanmu secara merata," ajak Tai Long.
"Baiklah Paman," angguk Feng Lias dan mereka masuk ke dalam rumah Tai Long.
Tai Long menyiapkan makanannya di atas meja.
"Makanlah, ini Paman khusus buatmu," ucap Tai Long.
Tanpa pikir panjang lagi, ia menyantap habis makanannya. Sedangkan Momo Tai Long memberinya daging burung merak.
"Terima kasih atas makanannya," ucap Feng Lias.
Tai Long tersenyum.
Feng Xia menyenggol Tai Long.
"Ah iya, paman ingin berbicara denganmu, paman rasa ini waktu yang tepat untuk membicarakannya," ucap Tai Long melihat ke arah Feng Xia.
"Apa yang mau paman bicarakannya?" tanya Feng Lias.
"Apa boleh Paman menikahi ibumu?" tanya Tai Long.
"Asalkan paman berjanji tidak menyakitinya dan menjaganya mengantikanku, aku akan setuju, dan juga tak lama lagi aku akan masuk akademi, jika ibu sendirian, tidak ada yang melindunginya, paman adalah Alkemis, setidaknya Ibu tetap aman bila bersama Paman," ucap Feng Lias setuju.
"Terima kasih, paman akhirnya merasa lega sekarang, kamu juga jangan segan-segan jika meminta apa pun pada paman," ucap Tai Long.
"Baiklah, upacara pernikahannya kapan akan di mulai?" tanya Feng Lias.
"Apa seburu itu?" tanya Ibu.
"Ibu, kita nggak punya waktu lagi, jika aku sudah ke akademi, ibu tidak ada yang menjaganya, dan jangan lupa berikan aku adik yang lucu," ucap Feng Lias tertawa.
__ADS_1
"Kamu ya, sudah berani nakal," ucap ibu mencubit perut Feng Lias. Dan mereka pun tertawa bahagia.
Bersambung.