System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 37


__ADS_3

"Tapi buku jurus itu tidak boleh di sentuh," ucap Feng Lias.


"Tidak bisa di sentuh jika mereka yang tidak bisa menguasainya, jika kamu bisa menguasainya itu tidak apa-apa," ucap Naga emas.


"Baiklah, aku akan mengambilnya," ucap Feng Lias setuju.


Ia pun mengambil buku tersebut.


"Eh panas banget," ucap Feng Lias menarik kembali tangannya.


"Hm... jurusmu api semua, kenapa tidak kau gunakan jurusmu untuk menekan panasnya api buku jurus itu," saran Naga tersebut.


"Baiklah," jawab Feng Lias sambil melirik kiri dan kanan.


Jurus Api Murni


Bommmm!


Tratak! Tratak!


Besi untuk mengikat buku jurus itu terlepas dan buku itu mengambang dan Feng Lias mengambilnya.


"Eh, kamu ngambil buku itu?" tanya Song Chen yang tiba-tiba nongol.


"Ssstttttt... kamu udah dapat belum buku jurusmu?" tanya Feng Lias.

__ADS_1


"Sudah," angguk Song Chen.


Feng Lias meletakkan buku jurus yang ia mabil secara acak dan memasang kembali ke tempat buku jurus itu.


"Ayo kita pergi sebelum ada yang lihat," ajal Feng Lias.


Benar saja, seseorang sudah sampai tapi ia dalam keadaan yang sangat lemas, sesampainya ia pun langsung terbaring.


"Ayo," ajak Feng Lias.


Feng Lias menarik tangan Song Chen dan membawanya pergi.


Mereka pun pergi dan keluar dari pintu belakang dan kembali ke pintu depan untuk melihat namanya.


Peringkat pertama adalah Nama Feng Lias.


"Peringkat itu di nilai berdasarkan apa?" tanya Feng Lias tak mengerti.


"Berdasarkan seberapa kuat kamu bisa menahan beban tekanan itu," jawab Xier Ming yang datang menghampiri Feng Lias.


"Oh begitu ya," angguk Feng Lias kembali melihat namanya di peringkat atas.


"Ku rasa papan nama itu pasti rusak, mana mungkin peserta bisa jadi peringakat pertama dan bisa mengalahkan senior," jawab Salah satu junior di akademi tersebut.


"Benar, aku rasa juga begitu, mana mungkin peserta yang belum di latih bisa mengalahkan Kak Choi Meng orang nomor satu di akademi ini," ucap Temannya.

__ADS_1


"Aku yang sudah lama berlatih saja 3 hari baru lolos, itu pun dengan susah payah," jawabnya lagi.


"Kalian dari pada berisik lebih baik berlatih sana biar cepat berkembang, atau bagaimana jika berlatih denganku," ucap Xier Ming.


"Baik...baik mentor," ucap mereka ketakutan dan berlari terbirit-birit.


"Berhubungan kamu peringat teratas, ayo ikut aku, mungkin kamu bisa masuk di jalur murid khusus," ucap Xier Ming.


"Tidak, biarkan aku tetap di jalur murid biasa saja," ucap Feng Lias menolaknya.


"Jika aku tidak membawamu, maka aku yang akan di salahkan karena sudah menyia-nyiakan murid berbakat," ucap Xier Ming.


"Baiklah jika begitu," angguk Feng Lias setuju.


Feng Lias di bawa ke hadapan kepala akademi.


"Hormat kepada kepala akademi," ucap Xier Ming memberi hormat.


"Ada apa kau datang ke sini?" tanya kepala akademi yang bernama Shing Hujo yang sudah berada di tahap lll kekosongan.


"Saya membawa salah satu peserta yang melewati ruangan untuk peserta mengambil jurus, dia berada di peringkat pertama," jawab Xier Ming.


"Apa! Bagaimana mungkin seorang peserta bisa menjadi peringkat pertama?" tanya Kepala akademi.


Bersambung

__ADS_1


140


__ADS_2