System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 83


__ADS_3

Xier memasukkan obat itu dengan hati-hati ke dalam wadah.


"Feng Lias, ini ada 7 butir obatnya dan ini berkualitas tinggi," ucap Xier Ming.


"Guru, coba berikan kepada Momo," pinta Feng Lias.


"Baiklah," ucap Xier Ming memasukkan obat tersebut ke dalam mulut Momo.


Momo di letakkan di lantai yang beralasan kain untuk memastikan jika obat tersebut bekerja.


Beberapa menit kemudian Momo membuka matanya dan ia kembali segar bugar.


"Momo, akhirnya kamu sadar juga," ucap Xier Ming lega.


"Ak... ak..." celoteh Momo.


"Momo jangan banyak bergerak, kamu masih lemah," ucap Xier Ming merasa kasihan.


"Ini ada 6 butir lagi, ini satu butir untukmu dan satu butir untuk guru dan satunya untuk Momo agar dia cepat sembuh, dan sisanya aku akan menjualnya untuk membeli bahan obat lagi," ucap Feng Lias.


"Apa tidak apa-apa kau memberikan kepada kami, kau juga membutuhkannya," ucap Xier Ming.


"Tidak apa-apa guru, aku bisa membuatnya lagi," ucap Feng Lias.


"Baiklah, sebagai gantinya guru akan membelikan bahan obat untukmu, kalian pergilah tidur dan beristirahat besok kalian harus kembali latihan," ucap Xier Ming.


"Baik guru," angguk Feng Lias.


Xier Ming pun pergi meninggalkan tempat tinggalnya.


"Feng Lias, terima kasih atas obatmu, jika begitu aku juga akan pergi untuk istirahat," ucap Jin Chan.


"Baiklah," angguk Feng Lias.


Feng Lias terbaring di tempat tidurnya dengan tangan di belakang kepalanya sambil menatap langit-langit.


Kemudian ia pun bangun lalu mengeluarkan buku jurus hitam itu dari cincin penyimpanannya.


"Aku harus mempelajari semua jurus yang ada di dalam buku ini," ucap Feng Lias.


Ia membuka buku itu lalu mempelajari seluruh jurus di dalam sana.


Gunakan poin untuk mempelajari seluruh jurus


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


30%…


60%…


90%…


100%…


120%…

__ADS_1


150%…


170%…


200%…


260%…


290%…


300%…


320%…


370%…


390%…


410%…


450%…


470%…


500%…


520%…


560%…


590%…


630%…


680%…


700%…


720%…


750%…


770%…


800%…


830%…


860%…


890%…


900%…


920%…


950%…


980%…


990%…

__ADS_1


1000%…


Selesai


Poin Anda di potong 2.500 poin


Sisa poin Anda 3.300


"Ini sangat hebat, aku bisa memakai jurus sesukaku," ucap Feng Lias tersenyum.


Feng Lias kembali menyimpan buku jurusnya dan ia kembali berbaring lalu menarik nafas.


tak lama kemudian ia kembali duduk.


"Aku harus ke danau itu untuk mengambil batu, aku akan menghidupkan kembali kau naga, berkat api legendarismu aku bisa membuat obat," ucap Feng Lias berdiri dan kemudian ia pun menuju danau itu lagi.


Saat menuju ke danau.


"Itu bukannya Feng Lias? Heheheh… kesempatan datang, aku akan membunuhnya," ucap Choi Meng mengikuti Feng Lias.


"Apa dia ingin ke danau malam begini, apa dia sudah tak waras. Ini adalah keberuntunganku, aku akan membunuhnya di danau, lagian juga tidak ada yang melihatnya jika aku membunuhnya di sana," ucap Choi Meng menyeringai.


Feng Lias terjun ke dalam danau tersebut dan langsung menebus penghalang itu.


Choi Meng juga masuk ke dalam tapi ia bingung karena danau itu kosong.


"Ke mana dia?" tanya Choi Meng heran. Ia kembali menyelam dan mencari-cari Feng Lias, namun tetap tidak ia temukan.


"Apa dia menghilang? Atau dia sudah tahu jika aku datang dan bersembunyi?" tanya Choi Meng.


Karena tidak mendapati Feng Lias di dalam danau, Choi Meng keluar dari danau dan bersembunyi.


"Aku lebih baik bersembunyi dan menunggu dia keluar dari dalam danau itu," ucap Choi Meng.


Sedangkan Feng Lias mengeluarkan jurusnya untuk mengambil bongkahan batu tersebut dan kemudian menyerapkannya masuk ke dalam pedangnya.


"Segini saja dulu cukup, aku tak bisa berlama-lama di sini," ucap Feng Lias dan ia pun keluar dari danau tersebut.


Sebuah cahaya tiba-tiba mengarah padanya, dengan sigap Feng Lias mengeluarkan jurus pelindungnya.


JURUS PELINDUNG PERISAI ES.


Duuuuaaaarrrr!!


"Kau menyerangku diam-diam, apa kau di sebut pria?" tanya Feng Lias naik ke darat.


"Itu karena kau sudah mempermaikanku," ucap Choi Meng.


"Siapa suruh kau berurusan denganku," jawab Feng Lias.


"Kau sudah mempermalukanku karena sudah mengeser namaku," ujar Choi Meng geram.


"Ruangan itu tidak bisa di bohongi, dia melihat setiap orang yang berpotensi. Kau egois jika orang lain tidak boleh mengeser namamu, justru kau belajar lebih giat lagi agar namamu tidak di geser, bukan membunuh orang itu agar kau bisa kembali naik namamu," ucap Feng Lias.


"Jangan banyak omong kosong, aku tidak perlu kau nasehati, pergi mati saja kau!" teriaknya.


Ia berlari ke depan dan mengangkat tangannya mengumpulkan seluruh energi.


JURUS PENGHANCUR UDARA


Duuuaaaarrrr!!!!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2