
Tak lama kemudian batu itu memperlihatkan retakkannya hingga ke ujung batu.
"Astaga! Apa yang terjadi!" tanya mereka terkejut.
"Eh... perasaan tadi aku hanya mengunakan sedikit kekuatanku, mungkin memang batunya yang rusak," ucap Feng Lias pura-pura tak merasa bersalah.
"Kenapa dengan batu ini? Apa mungkin batu rusak. Baiklah semuanya hari ini hentikan dulu pemilihan muridnya, besok akan di lanjutkan lagi setelah batunya selesai di perbaiki, siswa yang sudah terpilih silakan ke akademi untuk mengikuti tes selanjutnya," ucap Xier Ming.
"Baiklah, untuk mu yang bernama Feng Lias, kamu lulus karena tidak tahu level tinjuanmu, maka kamu masuk ke murid biasa," ucap Xier Ming.
"Terima kasih mentor," ucap Feng Lias.
Sekitar 120 orang sudah di tes di bawa ke akademi Ukira.
"Kepala akademi, ini adalah murid yang sudah kami tes," ucap Tang Noer dan Xier Ming menyerahkan catatannya.
"Kenapa murid tahun ini sedikit sekali?" tanya kepala akademi.
"Ini juga bukan ingin kami, tapi batu pengetes level tinjuan retak dan rusak, jadi tidak bisa mengetes untuk murid yang selanjutnya," ucap Xier Ming.
Kepala akademi menerima batu tersebut dan kemudian memberikan kepada petinggi akademi khusus yang memeriksa batu tersebut yaitu wakil akademi sendiri.
Ia menerimanya dan melihat batu tersebut.
"Batu ini tidak rusak, hanya saja dia seperti terbentur dari kekuatan yang aneh seperti bukan dari dunia ini, lalu kekuatan dari manakah ini?" tanya wakil akademi heran.
__ADS_1
"Kekuatan seperti apa?" tanya Kepala akademi.
"Entahlah, yang pasti itu pasti sangat kuat, batu ini sudah turun temurun dari kepala aademi terdahulu dan belum pernah rusak, baiklah aku akan memperbaikinya," ucap wakil akademi.
"Baiklah semuanya, yang lulus hari ini mari ikut saya," ucap Xier Ming.
Mereka pun mengikuti mentor ke sebuah ruangan.
Setelah pintu di buka, ruangan itu seperti jalan yang lurus namun terlihat tanpa ujung.
"Ingat ruangan ini akan menekan kekuatan kalian, jika kalian bisa mencapai ujung batas maka dia akan lolos dan bisa mengambil buku jurus, jika kalian tidak sampai, maka kalian tidak akan mendapat buku jurus dan akan mengulang kembali besok, sampai kalian bisa berjalan melewati tekanan tersebut dan bisa mengambil buku jurusnya, dan juga di atas pintu ini papan yang otomatis akan tercatat nama kalian yang bisa melewati ruangan ini," ucap Xier Ming menunjuk ke arah papan di atas pintu masuk tersebut.
"Baiklah, kalian bisa masuk ke dalam," ucap Tang Noer.
para peserta pun masuk ke dalam dan berjalan bagaikan melawan arus karena semakin lama semakin berat langkah mereka.
"Merasakan apa?" tanya Feng Lias bingung.
"Merasakan seperti ada yang menarik kita kembali," jawab Sing Chen yang mulai berkeringat.
"Hm... tidak," jawab Feng Lias yang tidak merasakan apa-apa.
"Serius? Kau lihatlah mereka bahkan ada yang pingsan, kita bagaikan melawan arus air yang deras, aku sudah hampir lelah, jika kau masih kuat, kau terus saja maju, tidak usah pedulikan aku," ucap Song Chen.
"Pegang tanganku, aku akan membawamu," ucap Feng Lias mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Baiklah, bawa aku yang kau bisa, jika kau tak sanggup tinggalkan saja aku," ucap Song Chen semakin lelah.
Feng Lias melihat para peserta mulai lelah namun ada juga yang masih bertahan dan terus maju.
"Kenapa aku tidak merasakan apa-apa? Apa kerena kekuatan dari system?" tanya Feng Lias heran.
Semakin lama semakin berat langkahnya, Song Chen terjatuh karena ia tak sanggup lagi untuk berjalan.
"Jika kau bisa lanjut, lanjut saja, aku tak bisa lanjut lagi, kau pergilah," ucap Song Chen dengan suara lemah.
Feng Lias tidak mungkin meninggalkan Song Chen dan ia pun mengendong Song Chen yang sudah pingsan.
"Astaga! Dia sangat berat," ucap Feng Lias menaikan tubuh Song Chen di atas punggungnya.
para peserta yang lain bersusah payah untuk sampai tujuannya, sedangkan Feng Lias terasa seperti tidak ada tekanan apa pun.
Sesampainya di ujung dan tempat yang tidak ada tekanan lagi, Feng Lias menurunkan Song Chen dan ia pun kembali sadar.
"Eh, di mana ini?" tanya Song Chen melihat kiri kanan.
"Cepat pilih buku jurusmu sebelum keburu di ambil orang," ucap Feng Lias memilih buku jurus.
"Eh... eh iya," angguk Song Chen meskipun ia merasa heran.
Mereka pun memilih buku jurus tersebut.
__ADS_1
"Feng Lias, kamu ambil buku jurus yang di segel itu, jika kau bisa menguasai energi hitam, jika kau bisa mengendalikannya energi hitam itu maka kekuatan yang kau punya bisa di gunakan tanpa batas," ucap Naga emas.
Bersambung.