
"Jadi kapan Ibu dan paman siap?" tanya Feng Lias.
"Apa 5 hari cukup untuk kalian?" tanya Tai Long.
"Ah lama, 2 hari aku akan bantu mempersiapkan acara pernikahan kalian," ucap Feng Lias yakin.
"Baiklah, jika begitu," jawab Tai Long setuju. "Jika ibumu sudah menikah denganku, kalian tinggal di rumah ini, rumahku adalah rumah kalian juga," sambungnya.
"Tapi kami harus pulang untuk mempersiapkannya dulu," ucap Feng Lias.
"Baiklah jika begitu besok aku akan datang untuk mengantarkan mas kawin ke rumah kalian dan membawa beberapa orang, dan besoknya kereta kudaku akan menjemput ibumu," ucap Tai Long.
"Terima kasih Paman, jika begitu kami pamit pulang," ucap Feng Lias.
"Bagaimana jika aku antar agar kalian selamat di jalan," tawar Tai Long.
"Tidak apa-apa, ini hanya jalan pulang saja," sahut Feng Lias.
Feng Lias dan ibunya pun pulang menaiki kereta kuda yang mereka dapatkan tadi.
"Biarkan ibu yang bawa, kau duduklah di dalam," ucap Ibu.
"Apa ibu tidak apa-apa?" tanya Feng Lias ragu.
"Iya, ibu sudah kuat kembali, kau yang terlukan parah, jadi duduklah dengan tenang," ucap Ibu menaiki kudanya.
__ADS_1
Feng Lias dan Momo masuk ke dalam kereta.
"Hey kelinci kecil yang busuk! Saat ibuku di tangkap penjahat kenapa kau tidak memberi tahuku?" tanya Feng Lias.
"Auauauaua..." celoteh Momo.
"Mana aku mengerti bahasamu," ucap Feng Lias dengan wajah kesal.
Feng Lias melirik ke arah kelinci itu sekilas dan perasaannya ada yang janggal dan ia melihat kembali tapi tidak ada lagi.
"Eh! Apa ada yang salah dengan tubuhmu, apa dengan mataku?" tanya Feng Lias menarik-narik telinga Kelinci itu.
"Auuauauauaau," celoteh Momo marah.
Feng Lias membolak balikkan telinga kelinci itu dan membuat kelinci itu risih dan ia pun berlari keluar dan melompat ke tubuh kuda lalu duduk di belakang Feng Xia.
"Auauauaua..." celoteh Momo.
"Kau pasti bertengkar lagi dengannya ya," ucap Ibu tersenyum.
"Auauaauau...." celotehnya.
"Ya sudahlah jika begitu," ucap Ibu.
"Kenapa kau membantuku?" tanya Feng Lias kepada Naga itu.
__ADS_1
"Aku sudah membantumu," ucap Naga itu enteng.
"Ya membantuku di saat aku hampir mati," jawab Feng Lias.
"Jika tidak begitu kau tidak akan bertambah kuat, semakin kau menebus batas kemampuanmu, kau semakin kuat dari dalam, jika sudah begitu, level bukanlah lagi panduanmu untuk terus maju, kau akan bisa mengalahkan orang yang lebih tinggi level darimu, aku justru berbaik hati membiarkanmu berkembang," ucap Naga itu menjelaskan.
"Oh begitu ya, terima kasih, aku dapat pencerahan darimu, lain kali aku akan bertarung dengan kekuatan penuh dan tidak menganggap remeh lawan, aku akan terus mengandalkan diriku terus untuk bertarung, agar aku bertambah kuat untuk melundungi orang di sekitarku," ucap Feng Lias mengengam tangannya dengan erat dan penuh keyakinan.
"Pulang ini aku harus ke hutan larangan lagi, aku akan terus berlatih karena masuk akademi tak lama lagi, aku harus menjadi kuat agar tak di tindas oleh siswa yang lain," ucap Feng Lias.
Setelah sampai di rumahnya, ternyata rumahnya roboh
"Feng Lias, apa yang terjadi dengan rumah kita?" tanya ibu kaget dan ia segera turun dari kudanya.
Feng Lias menongolkan kepanya dan mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah.
"Kurang ajar! Ini pasti salah satu dari mereka yang menghancurkan tempat tinggal kita!" ucap Feng Lias geram.
"Aku akan ke tempat tinggal kerajaan untuk meminta pertanggung jawabannya," ucap Feng Lias berlari ingin menuju kediaman kerajaan.
"Tidak Nak. Biarkan saja tidak apa-apa, kita bisa membuatnya lagi, jika kamu ingin membalas dendam mereka akan membalasnya lagi yang lebih parah, saat ini kau terluka, lebih baik beristirahat saja, sepertiya malam ini tidak hujan, jadi kita tidak perlu kerepotan membetulkannya," ucap Ibu.
"Haish... baiklah jika begitu," angguk Feng Lias menurut.
"Hahaha... bagaimana? Apa kamu sangat senang dengan hancurnya rumahmu," ujar seseorang keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
"Bangsat! Kau rupanya!" ucap Feng Lias marah besar.
Bersambung