System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 27


__ADS_3

"Hahaha... kau pikir aku akan membuat kau hidup tenang," ucap Feng Xio yang datang bersama Feng Ling.


"Kurang ajar! Kami tidak pernah menganggumu, kenapa kau terus menganggu kami!" ucap Feng Lias marah.


"Aku tidak suka saat Feng Miao perhatian denganmu, apa lagi kau menghubunginya masuk lewat jalur belakang, dan juga sejak kau pindah kalian bukan lagi keluarga kerajaan," ucap Feng Xio dengan sombongnya.


"Jika aku bisa memilih, aku dan ibu tidak ingin terlahir dari keluarga kerajaan, menjadi orang biasa adalah pilihan yang terbaik, terbebas dari peraturan-peraturan yang buat," ucap Feng Lias.


"Tapi tetap ingin terus menganggumu, sampai kau ingin hidup pun tak mau lagi," ucapnya.


"Heh! Ku rasa kau minta di pukul sampai cacat, jika begitu dengan senang hati aku akan memukulnya," ucap Feng Lias mematahkan ruas-ruas jari tangannya.


"Jika kau berani memukulku, maka aku akan mengadu dengan kakek jika kau sudah membunuh paman Feng Jion dan kau punya Naga Emas legendaris, dan saat itu kau akan di buru," ucap Feng Xio mengancam Feng Lias.


"Kau tidak punya bukti untuk mengatakan kepada mereka," ucap Feng Lias.


"Punya bukti atau tidak, ketika mereka mendengar kau punya hewan legendaris mereka akan berusaha mencarinya dan bahkan tidak segan-segan membunuhmu untuk membuktikannya bahwa Naga itu bersamamu," ucap Feng Xio merasa menang.


"Sialan! Kau ingin mengancamku, jika begitu aku akan menutup mulutmu," ucap Feng Lias geram.


"Jika kau berani membunuhku, maka mereka semua akan datang mencarimu dan membuktikan bahwa jika kau memang punya Naga emas," ucap Feng Xio.


Feng Lias menahan tangannya untuk mengeluarkan jurusnya, yang ia pikirkan jika 2 hari lagi ibunya akan menikah, ia tak ingin merusak acara pernikahan dengan pertempuran yang tak ada habisnya nanti, jika ibunya sudah menikah, maka ia akan tenang meninggalkan ibunya kepada Tai Long.

__ADS_1


"Ayo Feng Ling, kita lihat saja malam ini para gelandangan ini akan tidur mana," ucap Feng Xio tertawa penuh kemenangan.


Feng Xio dan Feng Ling pun pergi meninggalkan mereka.


"Lihat saja nanti kalian, aku akan membalasnya berkali lipat," ucap Feng Lias geram.


"Sudahlah, mari kita betulkan kembali rumahnya untuk tidur malam ini," ucap ibu tersenyum meakipun jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat merasa sakit hati.


" Baik Ibu," angguk Feng Lias kembali memberdirikan tiang kayunya dan meletakkan dedaunan sebagai alasnya.


"Nak, sepertinya makanan kita habis di makan mereka, apa kita kembali kepasar untuk mencari makanannya?" tanya ibu memperlihatkan bakul penyimpanan makan mereka yang sudah kosong.


"Tidak perlu ibu, biar aku mencari hewan yang lain untuk menghemat uang kita," ucap Feng Lias.


"Ayo ibu ikut aku juga, aku takut mereka akan datang lagi dan menyakiti ibu," ucap Feng Lias.


"Baiklah, ibu akan bawakan api dan alat panggang biar kita nanti masak di sana saja," ucap Ibu.


"Kau! Tinggal di rumah," ucap Feng Lias kepada Momo.


"Auauauau..." celoteh momo marah.


"Hahahaha... kau sangat imut jika sedang marah," ucap Feng lias tertawa sambil mengodanya.

__ADS_1


Pipi kelinci itu merona.


"Hey kau hanya hewan, kenapa wajahmu memerah?" tanya Feng Lias.


Momo berlari kebelakang ibu.


"Ya sudah, kita naik kereta kudanya, ibu sudah bersiap," ucap Ibu.


Mereka pun naik kereta kudanya dan menuju hutan larangan atas permintaan Feng Lias.


Feng Lias dan Momo duduk saling berhadapan.


"Kau sebenarnya hewan apa? hewan atau manusia, atau kau jelmaan atau jangan-jangan kau siluman?" tanya Feng Lias membelalakkan matanya.


"Auauauaua," celoteh kelinci itu lalu mengulung tubuhnya dan tidur.


"Naga apa kah melihat seauatu pada tubuh kelinci itu?" tanya Syafiq.


"Aku hanya bisa meihat sedikir dari tubuhnya yang aneh, tulang punggungnya memang sedikit menyerupai tulang manusia, dan sepertinya ia menutup dirinya, ada bagaikan batasan agar orang lain tidak melihat yang ada pada tubuhnya, atau memang dia tak punya kekuatan apa pun. Biasanya yang bisa menutup batasan dirinya itu adalah mulai dari tahap l kekosongan - tahap lll kekosongan, legendaris dan tubuh suci," jelas naga itu.


"Apa jangan-jangan kelinci kecil ini memang tak biasa? Aku pernah 2 kali melihat hal aneh pada tubuhnya, yang pertama matanya menyerupai manusia dan tiba-tiba mayanya kembali semula dan kedua, sekilas aku melihat telinganya yang menyerupai telinganya manusia dan saat ku lihat lagi telinganya berubah ke asalnya, apa aku yang terlalu banyak berpikir jika hewan di sini sangat aneh," ucap Feng Lias.


"Di mananya yang aneh, hewan itu memang seperti itu lah bentuknya," ucap Naga emas itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2