System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 82


__ADS_3

"Baik, Anda ingin berapa Tuan?" tanya penjual itu.


"Aku ingin masing-masih 2 saja," ucap Feng Lias.


"Baiklah," ucap penjual itu mengambil bahan obat itu lalu memasukkan ke dalam sebuah kertas dan melipat kertas itu dengan rapi.


"Berapa harganya Tuan?" tanya Feng Lias.


"Semuanya 20 batu permata," ucap penjual itu.


Feng Lias memberikan batu permatanya lalu menyimpan bahan obatnya.


"Jika aku membuatnya, ini akan dapat berapa butir ya?" tanya Feng Lias. Ia kembali ke tempat Shi Ling dan Terlihat Shi Ling sedang berdiri sambil menari bersama penari wanita.


Sedangkan Jin Chan duduk sambil makan makanan yang terhidang di atas meja.


"Ini sudah malam, ayo pulang," ajak Feng Lias.


"Shi Ling masih menari, atau jangan-jangan dia kesurupan?" tebak Jin Chan.


"Kesurupan apa'an? panggil dia, nanti kita di cari oleh guru kita," ucap Feng Lias.


"Iya," angguk Jin Chan berdiri lalu menghampiri Shi Ling.


"Ayo pulang, Feng Lias mengajak pulang," ucap Jin Chan menepuk pundak Shi Ling.


"Kalian pulang saja dulu, aku masih mau di sini," ucap Shi Ling yang tidak berhenti menarik.


Jin Chan mengangkat bahunya lalu pergi ke arah Feng Lias.


"Ayo pulang," ajak Jin Chan.


"Shi Ling?" tanya Feng Lias menunjuk ke arag Shi Ling.


"Biarkan saja, dia masih ingin di sana menari dengan para wanita itu, yang penting perutku kenyang sekarang," ucap Jin Chan memegang perutnya.

__ADS_1


"Baiklah," angguk Feng Lias.


Saat di perjalanan.


"Ini makan, aku membawakan sedikit makanan yang ku bungkus tadi," ucap Jin Chan mengeluarkan makanan yang di tempat tarian tadi.


Feng Lias tersenyum. "Kau sangat pintar ya," ucap Feng Lias mengambil makanannya dan memakannya.


"Lumayanlah, setidaknya aku bisa irit batu permataku untuk makan malam ini," ucap Jin Chan.


Feng Lias tersenyum.


"Malam ini kau ada kegiatan?" tanya Feng Lias.


"Hm… sepertinya tidak ada, paling aku tidur saja," ucap Jin Chan mengangkat alisnya.


"Ikut denganku saja malam ini," ajak Feng Lias.


"Kemana?" tanya Jin Chan penasaran.


"Wah… apa kau seorang alkemis?" tanya Jin Chan membelalakkan matanya.


"Hm… apa aku terlihat seperti itu? tapi lihat saja nanti, aku juga akan membawa guruku," ucap Feng Lias.


Mereka pun terus berjalan dan akhirnya sampai di akademi.


"Feng Lias," panggil Xier Ming.


"Eh guru," ujar Feng Lias memberi hormat. Jin Chan juga melakukan hal yang sama.


"Ke mana saja kalian?" tanya Xier Ming.


"Kami hanya berjalan-jalan saja guru," jawab Feng Lias.


"Pantas saja kamu tidak ada di tempat tinggalmu," ucap Xier Ming lega.

__ADS_1


"Ada apa guru?"


"Tidak apa-apa, hanya memastikan kamu saja, tapi guru ingin mencari obat untuk Momo, ia seperti lelah, guru takut mungkin dia berhadapan dengan hewan buas tadi siang, atau mungkin dia di pijak atau di lukai oleh hewan yang mengila tadi," ucap Xier Ming mengendong Momo yang tertidur di pelukan Xier Ming.


"Kebetulan sekali, aku ingin membuat obat, ayo ke tempat tinggalku," ajak Feng Lias.


"Kau sekarang bisa membuat obat? Sejak kapan kau belajar?" tanya Xier Ming penasaran.


"Sejak tadi sore," jawab Feng Lias.


"Astag!! Tadi Siang? Dia benar-benar murid berbakat sejati, baru saja tadi sore belajar dan sekarang ia sudah bisa membuat obat, apa jangan-jangan dia dari dunia lain? Kecepatan belajarnya sangat tidak normal, orang berbakatpun tapi tidak ada secepat dia," ucap Xier Ming dalam hati sambil melihat punggung Feng Lias.


Feng Lias berhenti dan Xier Ming malah menabrak punggung Feng Lias.


"Aduhh!" ucap Xier Ming memegang keningnya.


"Guru melamun?" tanya Feng Lias.


"Tubuhmu terbuat dari apa? Kenapa keras sekali?" tanya Xier Ming meringgis sakit.


"Ayo kita masuk," ajak Feng Lias.


Mereka pun masuk ke dalam tempat tinggal Feng Lias.


"Guru, obat apa yang di perlukan oleh Momo?" tanya Feng Lias.


"Obat penambahan energi," jawab Xier Ming.


"Baiklah, kira-kira bahan obat ini apa bisa membuatnya?" tanya Feng Lias.


"Hm… guru tidak tahu, karena guru bukan alkemis," ucap Xier Ming mengeleng.


"Hm… baiklah aku akan mencobanya," ucap Feng Lias menghidupkan dengan api legendaris lalu memasukkan ke dalam tungku, tidak lupa Feng Lias juga memasuk bahan obat ke dalam tungku dan dengan iseng, ia memasukkan batu kristal merah dengan pecahan kecil tiba-tiba saja dari dalam mulut tungku keluar dengan semburan berwarna merah, namun Feng Lias tetap menstabilkan apinya agar obarnya menyatu dan memadat.


Tak lama kemudian beberapa obat keluar dari mulut tungku dan Mereka pun mengambilnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2