System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 74


__ADS_3

Mereka keluar tepat waktu.


Dari kejauhan terlihat Choi Meng membawa sesuatu yang di bungkus.


"Hehehe… aku sangat senang karena bisa memenggal kepala Feng Lias, akan aku persembahkan di makam kakek buyutku," ucap Choi Meng menyeringai.


"Choi Meng, apa yang kamu bawa itu?" tanya Xuan Xia.


"Hormat kepada pembimbing murid, Ini hanya kepala Kambing yang saya ambil untuk saya buat sup," ucap Choi Meng berbohong.


"Benarkah? Boleh aku memeriksanya?" tanya Xuan Xia curiga.


"Eh… benar pembimbing murid," angguk Choi Meng yang langsung memasukkan kepala itu ke dalam cincin penyimpanannya.


"Kau tidak berbohongkan?" Xuan Xia lagi.


"Tentu saja tidak pembimbing murid, ini benar hanya kepala kambing," jawabnya berusaha menyakinkan.


Xuan Xia melihat seluruh murid yang ada di sini teruma ia mencari wajah Feng Lias, Karena Feng Lias masih ada Xuan Xia pun lega.


"Sepertinya dia baik-baik saja," ucap Xuan Xia.


"Baiklah kalian semua silakan setor batu permata kalian," ucap Long Meng.


Mereka semua menyetornya dan yang paling banyak adalah Feng Lias.


"Semua saya akan mengumumkan pemenang pertama adalah Feng Lias dengan jumlah batu permata level 5 sebanyak 40 batu permata, level 6 sebanyak 47 batu permata, level 7 sebanyak 39 batu permata, level 8 sebanyak 41 batu permata dan level 9 sebanyak 35 batu permata, dan hampir level 10 sebanyak 2 batu permata, total semuanya 204 batu permata," ucap Xuan Xia.


"Apa!! Sebanyak itu? Dia benar-benar monster," ucap para murid itu.

__ADS_1


"Apa!! Feng Lias masih hidup!! Lalu kepala apa yang aku bawakan ini?" tanya Choi Meng terkejut.


Ia mengeluarkan bingkisannya tadi lalu membukanya ternyata benar itu adalah kepala kambing.


"Sialan!" teriaknya geram. Ia menendang kepala kambing itu keras, ia merasa sangat sakit hati, tubuhnya terluka saat bertarung, dan ternyata dia hanya bertarung dengan seekor kambing.


"Kurang ajar! Lihat saja kau Feng Lias, aku akan balas dendam ini," ucap Choi Meng mengengam erat tangannya lalu pergi dari keramaian tersebut.


"Pemenang kedua yaitu Lintang Shon Hun. level 5 sebanyak 30 batu permata, level 6 sebanyak 22 batu permata, level 7 sebanyak 12 batu permata, level 8 sebanyak 9 batu permata dan level 9 sebanyak 2 batu permata. Total semuanya adalah 75 batu permata."


"Pemenang yang ketiga yaitu Kim Ling Ling. Level 5 sebanyak 19 batu permata, level 6 sebanyak 10 batu permata, level 7 sebanyak 15 batu permata, level 8 sebanyak 10 batu permata dan level 9 sebanyak 4 batu permata. Total semunya 58 batu permata."


"Untuk kalian bertiga, kalian bisa menggunakan ruang latihan selama 3 hari, memakai ruang latihan bisa meningkatkan kekuatan kalian, jadi pergunakan sebaik mungkin," uvap Long Meng.


"Hormat kepada pembimbing murid, bolehkah aku meminta satu hal?" tanya Feng Lias memberi hormat.


"Oh kau ingin minta apa Feng Lias? Apa pun permintaanmu aku pasti akan memberikan kepadamu," goda Xuan Xia mencolek pipi Feng Lias. Feng Lias berusaha untuk menghindarnya.


"Apa maksudmu memberikan kepada temanmu? Kau tidak menginginkan ruang latihan itu?" tanya Xuan Xia.


"Aku membutuhkannya, tapi masih ada yang lebih membutuhkannya dariku, dia temanku, aku harap pembimbing murid menyetujuinya," ucap Feng Lias.


"Haish... kau benar-benar murid yang sangat setia kawan dan lebih mementingkan teman dari pada diri sendiri, bukannya seharusnya kau yang berlatih akan semakin kuat, dan kau memberikan kepada orang lain, kenapa kau melakukan itu?" tanya Xuan Xia terharu.


"Aku tidak apa-apa pembimbing murid, semua orang ingin menjadi kuat, aku punya caraku sendiri untuk berlatih, asalkan temanku bisa menyusulku dan setara denganku aku tak masalah," ucap Feng Lias.


"Kau sangat mengaggumkan Feng Lias, sangat jarang orang sepertimu ada di dunia ini, pertahankan terus sifatmu yang belas kasihan ini tapi ingat! Jangan beri ampun orang yang mengkhianatimu suatu saat nanti," pesan Xuan Xia.


"Baik Pembimbing murid," angguk Feng Lias.

__ADS_1


"Baiklah, siapa yang akan mengantikanmu?" tanya Xuan Xia.


"Dia, Song Chen temanku," ucap Feng Lias memegang pundak Song Chen membawanya ke hadapan.


"Hm? Aku?" tanya Song Chen tak percaya.


"Iya kamu," angguk Feng Lias.


"Baiklah, sekarang kalian ikut aku sekarang, kalian langsung latihan, setelah 3 hari kalian baru keluar," ucap Xuan Xia.


"Feng Lias, kenapa kau lakukan ini untukku?" tanya Song Chen.


"Tidak apa-apa, kau cepatlah pergi nanti ketinggalan," ucap Feng Lias mendorong tubuh Song Chen agar cepat pergi.


Song Chen mengikuti Xuan Xia dan pergi bersama.


"Untuk kamu Song Chen, jangan pernah kamu khianati temanmu itu, dia sudah memberikan untukmu apa yang menurutnya terbaik, pontensinya tiada batas, mungkin jika dia yang masuk ia akan bertambah kuat dan bisa naik tingkat, gunakan waktu latihanmu sebaik mungkin, jangan mengecewakan dia," ucap Xuan Xia.


"Baik Pembimbing murid," ucap Song Chen memberi hormat.


"Kenapa kau memberikan kepadanya?" tanya Shi Ling.


"Karena dia temanku," jawab Feng Lias singkat.


"Kau sangat berbeda dari manusia biasa lainya, seharusnya kau tahu jika kau berlatih di dalam ruangan itu kekuatan tambah kuat, tapi tidak kau lakukan," ucap Shi Ling.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2