System Super Kultivasi

System Super Kultivasi
BAB 75


__ADS_3

"Jika aku bilang aku tak memerlukan tempat latihan itu apa kau percaya?" tanya Feng Lias.


"Entahlah, karena semua orang butuh tempat latihan itu untuk berlatih, karena energi di dalam sana sangat kuat untuk memperkuat pondasi dan jika beruntung akan mendapat pencerahan, tapi aku tetap percaya apa yang kau lakukan pasti itu juga terbaik untukmu," ucap Shi Ling menepuk pundak Feng Lias.


"Ayo kita pergi makan," ajak Jin Chan.


"Malam ini biar aku yang traktir," ucap Shi Ling.


"Tidak perlu, aku akan bayar makananku sendiri," tolak Feng Lias.


"Tapi Feng Lias, bagaimana aku membayar obat berhargamu itu?" tanya Jin Chan tak enak hati.


"Tidak usah di bayar, itu hanya bantuan kecil saja," jawab Feng Lias.


"Obatmu itu adalah level 2, kau memberikan kepada kami secara cuma-cuma, maka biarkan aku mengraktirmu kali ini saja," pinta Shi Ling memohon.


"Hm… baiklah," angguk Feng Lias pasrah.


Mereka pun menuju kantin akademi.


"Nona aku pesan sup iga dan ramen 3 mangkok," pesan Shi Ling.


"Baik tunggu sebentar ya," ucap Pelayan tersebut.


Beberapa orang murid masuk ke dalam kantin tersebut lalu mendekati Feng Lias.


"Feng Lias, aku tidak tau kau benaran baik apa bodoh, kenapa malah memberikan ruang latihan itu kepada temanmu?" tanya Salah satu murid khusus yang tidak jauh tinggal dari tempat tinggalnya.


"Mau aku bodoh atau baik Itu bukan urusanku, bukan urusanmu," ucap Feng Lias.


"Dia punya pertimbangan sendiri, tidak perlu kalian komen masalah dia," sahut Shi Ling.


Mereka menggelengkan kepalanya lalu pergi duduk di tempat lain.


"Makanannya sudah sampai, silakan di makan," ucap pelayan itu.


"Terima kasih Nona cantik," ucap Shi Libg tersenyum ke arah pelayan itu.

__ADS_1


"Sama-sama Tuan," ucap pelayan itu malu-malu.


Feng Lias dan dua temannya menyantap makanannya hingga habis.


"Aku sudah selesai makan, aku pergi dulu," ucap Feng Lias.


"Baiklah, aku masih di sini mau lihat pelayannya yang cantik itu," ucap Shi Ling tersenyum.


Saat perjalanan pulang melewati pasar Feng Lias membeli sebuah gelang.


"Ini berapa Tuan?" tanya Feng Lias mengambil sebuah gelang.


"Oh itu 25 batu permata level 7," ucap Penjual tersebut.


"Kenapa mahal sekali?" tanya Feng Lias.


"Karena gelang ini terbuat dari batu intan yang di ambil di dasar laut dan di lebur bersama mutiara kerang 500 tahun," jelas penjual itu.


"Apa khasiatnya?" tanya Feng Lias sambil menerawangnya.


"Selain untuk mendamaikan perasaan, gelang ini juga cantik dan juga bisa membuat tidur nyenyak, membuat awet muda dan melancarkan peredaran darah," jelas penjual itu lagi.


Feng Lias mengelurakan batu permata yang ia dapatkan tadi dan memberikan kepada penjual itu.


"Terima kasih Tuan, Anda membelikan sesuatu untuk orang spesial tidak tanggung-tanggung ya, semoga dia suka," ucap penjual itu.


Feng Lias hanya mengangguk tersenyum dan ia pun pergi.


"Semoga guru suka," ucap Feng Lias tersenyum lalu menyimpannya di salam cincin penyimpanannya.


Feng Lias pun pergi menuju lapangan besar yang ada danaunya.


"Saat malam tiba, aku akan menyelam danau ini untuk mengambil batu itu lagi," ucap Feng Lias dalam hati.


"Feng Lias!" teriak Xier Ming dari jauh.


Feng Lias membalikkan badannya. "Guru," lirih Feng Lias melihat Xier Ming mendekatinya sambil ngos-ngosan.

__ADS_1


"Huftt… huft… huft…" Xier Ming duduk sambil mengatur nafasnya.


"Ada apa Guru?" tanya Feng Lias berjongkok di hadapan Xier Ming.


"Sangat dekat," ucap Xier Ming membelalakan matanya dengan pipi memerah.


"Kenapa pipi guru memerah?" tanya Feng Lias mengangkat alisnya.


"Eh tidak ada apa-apa," jawab Xier Ming membuang wajahnya ke samping kemudian ia berdiri.


"Hm… itu Feng Lias, guru dengar jika kau memberikan ruang latihan itu untuk Song Chen, kau pasti punya alasan sendiri melakukan itu yak kan?" tanya Xier Ming.


Feng Lias berdiri di samping Xier Ming sambil melihat ke danau dan di tiup angin malam.


"Iya, aku nggak mau Song Chen latihannya tertinggal dariku, aku punya caraku sendiri untuk latihan, bagiku mau latihan di ruangan atau di tempat terbuka itu sama saja asalkan kita rajin dan punya tekad yang kuat," ucap Feng Lias.


"Guru sangat bangga padamu, bahkan 1000x lipat lebih bangga dari murid guru yang sebelumnya, kau mengorbankan tempat latihanmu demi temanmu, tapi guru juga berharap agar kau juga tidak ketinggalan latihanmu dan bisa menyamai dengan orang latihan di dalam ruangan, guru percaya dengan kecepatan latihanmu kau akan menjadi orang hebat," ucap Xier Ming tersenyum.


"Terima kasih guru," angguk Feng Lias.


"Kenapa kau ke sini?" tanya Xier Ming penasaran.


"Hm tidak apa-apa, hm… apa boleh kita berendam di danau ini saat tidak sedang latihan?" tanya Feng Lias.


"Boleh asalakan sesudah latihan," angguk Xier Ming.


Feng Lias mengangguk sambil melihat danau.


"Kenapa? Jangan bilang kau ingin berendam di malam yang dingin seperti ini?" tebak Xier Ming.


"Apa boleh malam berendam di sini?" tanya Feng Lias.


"Tentu saja boleh, tapi siapa yang akan berendam malam dingin seperti ini, mereka lebih baik tidur menghangatkan badan dan melanjutakan latihan besok," jawab Xier ming.


"Benar juga," angguk Feng Lias tersenyum menyengir.


bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2