
"Silakan menuju kantin," ucap Feng Lias memberi jalan.
"Iya, kami akan membayarnya," ucap mereka berjalan sambil menunduk.
Mereka pun masuk ke dalam kantin yang hampir hancur itu.
"Berapa semuanya?" tanyanya sambil ketakutan kepada pemilik kantin.
"Kau bisa membayarnya 200 keping emas, atau 100 batu permata level 5, atau 80 batu permata level 6, atau 70 batu permata level 7, atau 50 batu permata level 8, atau 40 batu permata level 9, atau 30 batu permata level 10, dan tau 20 batu permata tahap l kemurnian," ucap pemilik kantin memberi tawaran.
"kau punya batu permata level berapa?" tanya temannya.
"Aku hanya punya 5 batu permata level 9, 20 batu permata level 6, koin emas 50 keping dan 9 batu permata level 7," ucap temannya.
"Haish... kenapa kau sangat miskin, kita berikan yang ada saja, nanti setelah dia bangun, kita minta perhitungan padanya," ucap temannya geram.
Mereka pun mengeluarkan harta bendanya dan semua masih kurang.
"Apa kalian tidak punya barang berharga lagi? Kalian adalah petinggi di suatu daerah," ucap pemilik kantin.
"Jika begitu aku akan mengambilnya," ucap temannya berlari ke arah pria yang pingsan tersebut lalu mengambil cincin penyimpanannya.
"Ini Tuan cincinnya, semoga semua barang yang ada di dalam cukup untuk membayarnya ke rugiannya," ucap teman pria itu menyerahkan kepada pemilik kantin.
"Naiklah jika begitu, aku terima cincinnya," ucap Pemilik kantin tersebut.
Mereka berdua pun lari dan tak lupa membopong pria yang pingsan itu pergi dari sana.
"Maaf ya para Tuan dan Nona, hari ini kalian tidak bisa makan di sini, mungkin besok baru bisa karena hari ini kami akan memperbaikinya dulu," ucap pemilik kantin.
Mereka semua pun pergi mencari tempat makan lainnya meskipun dengan rasa kecewa.
"Tuan!" panggil pemilik kantin mendekati Feng Lias yang hendak pergi.
"Ada apa?" tanya Feng Lias.
"Ini ada 10 batu permata level 9 untuk tuan, terima kasih atas bantuannya, aku jadi untung banyak," ucap pemilik warung dengan hati yang amat senang.
__ADS_1
"Tidak usah, aku juga sudah merusak tempat Tuan," tolak Feng Lias.
"Udah terima aja, anggap saja ini tanda terima kasih karena menyuruh mereka untuk ganti rugi," ucap Pemilik kantin.
"Iya, kau terima saja, nggak bagus nolak rezeki?" ucap Song Chen.
"Hm... baiklah, tapi berikan pada guruku, karena aku berhutang dengannya," ucap Feng Lias.
"Ini nona Xier Ming, batu permatanya," ucap Pemilik kantin menyerahkan kepada Xier Ming.
"Terima kasih Tuan Sho Tong," ucap Xier Ming menerimanya dengan senang hati.
"Iya sama-sama," angguk pemilik kantin dan kembali ke kantinnya.
Karena mereka Gagal sarapan di sana, mereka pun mencari tempat yang lain.
"Ayo kita sarapan di sini saja," ajak Xier Ming.
Mereka pun masuk ke dalam, dan di lantin sudah ramai.
"Apa pun yang terjadi kalian tetap diam saja ya, karena di sini tempat perkumpulan orang-orang kuat, asal kalian tidak melakukan kesalahan kalian tidak akan di ganggu," pesan Xier Ming.
"Ini kantin terdekat, dan guru tak mau kalian kelaparan," ucap Xier Ming.
"Terima kasih guru," ucap mereka berdua.
Xier Ming terdahulu masuk dan langsung memesan makanannya.
Setelah dapat, mereka mencari tempat duduk yang paling sudut agar tidak mencolok.
"Ayo kita duduk di sini, dan cepat habisi makan kalian," ucap Xier Ming pelan.
Feng Lias langsung menuangkan semua makanan ke dalam mulutnya dan ia sudah selesai memakanannya.
Song Chen juga secepatnya menghabisinya. Setelah selesai mereka pun langsung pergi.
"Hey kalian bertiga!" panggil seseorang.
__ADS_1
Mereka berhenti dan balik badan.
"Ada apa?" tanya Xier Ming.
"Kalian setelah makan kenapa tidak membayarnya?" tanya pria itu.
"Mereka sudah membayarnya," ucap pemilik kantin.
Pria itu pun terdiam.
"Hufftt... selamat" ucap Xier Ming lega, mereka pun menuju di latihan air terjun.
Di sana sudah ramai para murid berkumpul, kali ini gabungan dengan murid biasa karena air terjunnya hanya ada satu namun itu sangat besar.
"Silakan untuk murid khusus yang maju ke depan," perintah Xuan Xia.
"Untuk para murid biasa, kalian lihatlah dan pelajari setiap murid khusus melakukannya agar bisa bertahan lama di air terjun ini," ucap Xuan Xia.
"Baik pengurus murid," jawab mereka serempak.
"Baiklah, untuk murid khusus silakan masuk ke dalam air terjunnya," ucap Xuan Xia.
Mereka pun semua masuk ke dalam air terjun tersebut dan duduk di atas batu.
Air terjun itu mempunyai energi khusus dari alam yang membuat tubuh terisi energi, namun air itu semakin lama semakin berat dan semakin menyakitkan, yang tidak tahan mereka boleh menyudahinya.
Feng Lias masih duduk dengan mata tertutup.
Sudah satu di dalam air, para murid yang tidak sanggup lagi, mereka menerjunkan diri ke dalam air dan berenang ketepian.
"Astaga! Aku bahkan mengeluarkan keringat saat di guyur air," ucap Song Chen menahan berat dan sakit menusuk di tubuhnya.
"Sepertinya Feng Lias pemecah rekor lagi, dia bahkan tak merasakan apa-apa," ucap Song Chen melihat ke arah Feng Lias dengan wajah datarnya.
Feng Lias memperkuat tubuhnya dengan asap hitam dan ia sambil berlatih mengendalikan pikirannya agar rasa berat dan sakit menusuk itu tidak ia rasakan.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih