
Bela pergi dari rumahnya malam ini meninggalkan Yoga di kamarnya yang sedang tidur. Dia bertemu dengan kekasihnya Alvin, yaitu anak dari klien Arman. Mereka bekerja sama dalam bisnis ekspor impor, tapi dengan cara ilegal.
Yoga tahu kemana Bela pergi, dan pastinya dia akan pergi menemui Alvin. Karena sejak kemarin sudah janji menemuinya.
"Halo Alvin sayang." sapa Bela ketika mereka bertemu di sebuah restoran mahal.
"Sayangku Bela, kamu kesini tanpa sepengetahuan suamimu?" tanya Alvin.
"Ya, tapi aku tidak peduli jika dia tahu juga. Bagiku kamulah segalanya." kata Bela dengan wajah menggoda Alvin.
"Hahah, aku sudah katakan sama kamu. Ceraikan saja dia, kenapa kamu masih bertahan sama laki-laki hina itu." kata Alvin.
"Aku sudah memintanya, tapi dia tidak mau menceraikan aku." kata Bela mendengus kesal mengingat permintaannya semalam pada Yoga.
"Kenapa kamu ajukan saja ke kantor agama, kamu bisa ajukan melalui pengacaraku. Nanti tinggal kirim saja surat perceraiannya dan dia suruh tanda tangan." kata Alvin.
"Benar seperti itu, mama juga mengatakan hal yang sama. Tapi aku minta kembali padanya, dia mengatakan meskipun aku bersujud di kakinya dia tidak mau menceraikan aku. Menyebalkan sekali." kata Bela.
"Ya sudah, jangan pikirkan itu. Kita sebaiknya bersenang-senang di atas penderitaan suamimu. Biar dia sendiri yang akan pergi sendiri darimu." kata Alvin.
"Baiklah, aku akan menuruti apa yang kamu katakan sayang." kata Bela dengan senyum manjanya.
Alvin tersenyum, mereka pun memanggil pelayan restoran. Mereka tidak tahu kalau restoran itu adalah milik Yoga, di mana Yoga yang juga bekerja sebagai pelayan di sana.
Steve memberitahu Yoga kalau istrinya ada di restoran itu. Dengan cepat Yoga pun segera menggantikan pelayan lain yang akan melayani Bela dan Alvin.
"Anda yakin akan melayani mereka tuan Yoga?" tanya Steve berbisik ketika keduanya menatap meja di mana Alvin dan Bela sedang bicara dan tertawa.
"Ya, tujuanku adalah merusak ketenangan dan kesenangan mereka." kata Yoga dengan senyum smiriknya.
Pelayan lain tampak aneh dan merasa iri melihat Yoga begitu dekat dengan Steve. Tapi mereka tidak bisa membantah perintah Steve jika Yoga yang akan melayani Alvin dan Bela di depan.
Ada beberapa karyawan restoran itu tahu kalau Yogalah pemilik asli restoran, jadi mereka diam saja ketika Yoga melakukan apa pun yang dia suka. Tentu saja semua karyawan yang mengetahui dirinya harus tutup mulut dan tidak boleh menggunjingkan sang pemilik restoran.
Yoga mendekati meja Bela dan Alvin, dia berjalan dengan tenang ke arah meja keduanya sambil membawa buku katalog menu. Dia pun berhenti dan berdiri di depan keduanya.
__ADS_1
"Selamat siang tuan dan nyo .... Oh, sayang. Kamu di sini? Makan di tempat kerjaku?!" ucap Yoga tampak berpura-pura senang melihat istrinya makan di restoran mahal dan sedang naik daun itu.
Baik Alvin dan Bela menoleh ke arah Yoga. Keduanya terkejut melihat Yoga dengan penampilan pelayan berdiri dan menyapa Bela, apa lagi dia memanggil Bela dengan sebutan sayang.
"Bela sayang, kalau mau makan di sini seharusnya kamu bilang sama aku. Aku akan reservasi tempat ini dan kita bisa makan siang bersama. Bukan dengan laki-laki selain suamimu ini." kata Yoga.
Membuat Bela malu dan geram dengan ucapan Yoga itu. Dia menunduk dan menutupi wajahnya dari tatapan para pengunjung yang lain di sana.
"Diam kamu! Jangan katakan apa pun, aku malu!" ucap Bela dengan suara pelan masih menundukkan wajahnya.
"Hei! Aku suamimu, kenapa kamu harus malu? Bukankah seharusnya kamu bangga dengan suamimu bekerja di restoran mahal ini?" kata Yoga lagi.
Alvin yang sejak tadi diam saja dan geram dengan ucapan Yoga sejak tadi.
Bug!
Tiba-tiba Alvin memukul keras pipi Yoga hingga laki-laki itu terhuyung ke samping sambil memegangi pipinya.
"Jangan mengganggu kekasihku, brengsek!" ucap Alvin dengan menatap tajam dan bersiap memukul Yoga kembali.
Banyak beberapa orang melihat kejadian itu, ada yang berbisik tentang Bela yang telah berselingkuh. Banyak juga yang mencibir Yoga karena dia sebagai pelayan restoran dari Bela yang cantik dan muda.
"Jangan mimpi kamu! Dia tidak punya suami, dia kekasihku. Aku panggilkan manajermu sekarang juga!" kata Alvin dengan sombongnya dan tatapan tajam menghujam Yoga.
"Heh, memanggil manajer? Siapa yang salah saat ini? Kamu memukul pelayan, di restoran ini pengunjung tidak boleh menganiaya pelayan!" ucap Yoga dengan lantang juga.
Alvin menatap tajam pada Yoga, tiba-tiba datang sang manajer untul melerai perseteruan pelayan restoran Yoga dan Alvin pengunjung restoran itu.
"Maaf tuan, jangan membuat keributan di tempat makan ini. Mengganggu kenyamanan pengunjung lain." kata sang manajer tanpa menyalahkan sedikitpun Yoga.
"Apa kamu bilang? Dia yang lebih dulu mengganggu kekasihku!" ucap Alvin tidak mau di salahkan.
Bela menatap kesal pasa Yoga, dia lalu bangkit dari duduknya dan menarik lengan Alvin.
"Alvin, lebih baik kita cari restoran lain saja. Pelayanannya buruk di tempat ini, pengunjung yang di salahkan. Tapi pelayan sampah di bela, benar-benar membuat citra buruk restoran ini. Aku yakin tidak ada orang yang mau lagi datang ke restoran ini." kata Bela menatap manajer lalu beralih pada Yoga.
__ADS_1
Alvin pun menurut, dia menatap tajam pada Yoga lalu tersenyum sinis padanya. Mereka pun pergi dengan di tatapi dingin dari Yoga. Dia pun tersenyum kecut, lalu menatap sekeliling restoran.
Diia mengambil ponselnya dan mengubungi asistennya, Mark.
"Halo Mark?"
"Ya tuan Yoga?"
"Kamu sudah dapatkan data mengenai Alvin?"
"Sudah tuan, dia sedang melakukan kerja sama dengan Arman serta ayahnya juga dalam perdagangan ekspor impor tuan. Dan juga mereka sedang mencari investor untuk modal tambahan dari usaha mereka itu." kata Mark.
"Kamu tarik mereka untuk kerja sama dengan perusahaan tuan Antonio di Italia." kata Yoga.
"Baik tuan, apakah anda yang akan maju memghadapi mereka?"
"Tidak, cari orang lain lagi. Kamu tinggal beri dia arahan saja agar bisa terhubung denganku." kata Yoga lagi.
"Baik tuan, segera saya laksanakan." kata Mark.
"Hubungi aku jika semuanya sudah bisa bekerja sama dengan Alvin."
"Oke tuan."
Klik!
Yoga menutup sambungan telepon dengan asistennya. Dia pun menemui Steve agar bisa menghandle kejadian tadi dengan Alvin dengannya. Agar tidak ada berita miring masalah restoran.
Kali ini, Yoga akan menghancurkan bisnis Alvin lebih dulu. Sebelum dia menghancurkan bisnis Arman, dia akan terus mengawasi Bela istrinya yang sangat membencinya itu.
"Tunggulah sayang, kamu akan dapat kejutan dariku. Kekasihmu itu akan jatuh miskin dan kamu akan meninggalkannya." ucap Yoga dengan senyum penuh misteri.
_
_
__ADS_1
*****************