Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
08. Mafia Chen Xio


__ADS_3

Yoga tidak sabar untuk segera sampai di kota Roma, dia ingin membalas kelompok mafia yang menyerang Antonio. Dia kerahkan semua anak buahnya yang ada di kota Roma untuk segera membantu Gilbert dan Antonio.


Tapi sialnya, semua jalanan di kunci oleh kelompok itu. Yoga pun terkejut, kenapa mereka sangat rapi sekali untuk menutup bahkan menghalangi anak buah Yoga membantu Antonio.


Tuuut.


Yoga menghubungi Gilbert, asisten Antonio. Belum di angkat, mungkin sedang menghadapi kelompok mafia yang belum Yoga tahu siapa mereka itu.


"Ck, kenapa paman Gilbert belum mengangkat teleponku." ucap Yoga dengan kesal.


Perjalanan menunu kota Roma dengan helikopter tidaklah lama, dia memerintahkan juga untuk segera mendekat ke jalanan kota dan di sebelah mana mereka menyerang Antonio.


"Di mana mereka?" tanya Yoga pada sang pilot. Mencari titik di mana keberadaan penyerangan terhadap Antonio itu.


"Tuan Antonio berada di jalan Apia, yaitu jalan tertua dari Roma menuju Brindisi Apulia tuan. Di sana jalan tertua di Roma, dan kelompok itu menutup setiap jalan menuju pantai di Tarracina." kata pilot.


"Lalu, kita akan mendarat di mana?" tanya Yoga.


"Kita ikuti saja dari atas tuan. Kemana mereka pergi dan menyerang dari atas saja." kata pilot mengusulkan.


"Oke, yang lain. Kalian siapkan senjata dan serang mereka" ucap Yoga memerintahkan pada anak buahnya yang ikut dalam helikopter.


Yoga sudah bersiap untuk menembakkan senjatannya. Semua sudah bersiap, tampak dari atas mobil yang di kenali Yoga sedang di berondong peluru dan juga beberapa motor sedang mengawalnya. Bukan mengawal, tapi mengunci agar tidak bisa keluar dari jalurnya.


"Dekatkan pesawatnya." kata Yoga.


"Baik tuan!"


Helikopter pun melandai dan Yoga bersiap menembaki para pemotor itu, di ikuti anak buahnya. Iringan motor yang mengunci mobil Antonio itu pun kewalahan di tembaki dari atas. Beberapa motor oleng dan menabrak pembatas jalan, ada juga yang membalas tembakan helikopter.


Satu peluru melesat ke arah pesawat helikopter itu, pilot pun segera menyingkir dari tempatnya dan menghindar dari serangan musuh.


"Kenapa naik?" tanya Yoga.

__ADS_1


"Ada peluru yang mengarah pada kita tuan, bisa-bisa kita akan meledak jika tidak menghindar." kata pilot itu.


Yoga diam, dia pun melihat ke bawah. Ternyata bersamaan dengan peluru yang menyasar ke pesawatnya, satunya menyasar ke arah mobil Antonio.


Meledaklah mobil itu, membuat Yoga pun kaget.


"Tidaaaak! Tuan Antonioo!!"


Yoga menjerit di dalam helikopter itu, dia mengambil senjata altileri dan menembakkan ke segala penjuru di mana motor dan mobil mengejar mobil Antonio itu. Banyak yang meledak dan beberapa pergi melarikan diri.


Yoga benar-benar marah sekali, dia menembaki secara membabi buta. Hingga semuanya banyak yang mati dan motor juga banyak yang meledak.


"Turunkan helikopternya!" ucap Yoga memerintah pilot.


"Tidak bisa sembarangan mendarat tuan, kita harus cari landasan agar bisa turun ke bawah." kata pilot.


"Cari cepat! Jangan banyak bicara!" ucap Yoga dengan marah.


Sang pilot pun bergegas mencari landasan yang cukun untuk turun ke bawah, dia pun lalu mencari jalan besar dan segera menurunkan Yoga untuk menemui Antonio.


_


Haru pemakaman Antonio dan istrinya Anastasya membuat semua terpukul, Antonio di bunuh boleh kelompok mafia dari Tiongkok bernama Chen Xio. Musuh bebuyutan Antonio.


"Jadi dia kelompok Chen Xio? Kenapa dia datang kemari?" tanya Yoga.


"Dulu tuan Antonio pernah menyerang markasnya di negaranya itu, karena dia menyabotase senjata yang mau di kirim ke negara Kamboja. Ada sekelompok sparatis di saja membeli senjata pada tuan Antonio, tapi di sabotase dan di rampas sebelum senjata itu sampai pada kelompok separatis itu. Akhirnya beberapa minggu, tuan Antonio pun menyerang markas Chen Xio dan mereka pun kalah." kata Mark.


"Jadi begitu, di mana paman Gilbert?" tanya Yoga.


"Sedang mengurus semua aset tuan Antonio dan akan di alihkan ke tangan anda tuan." kata Mark.


"Apa? Kenapa padaku semua? Bukankah anak buah tuan Antonio itu banyak, kenapa tidak di bagikan saja." kata Yoga.

__ADS_1


"Kami sudah dapat jatah masing-masing tuan, jadi kami tidak bisa mengusik kekayaan milik tuan Antonio." kata Mark.


"Aku tidak bisa menerima itu, Mark."


"Anda harus menerimanya tuan, anda juga bisa menggunakannya untuk balas dendam pada Chen Xio. Karena laki-laki itu pasti akan menyerang anda dan semua bisnis tuan Antonio akan di serang juga." kata Mark.


"Jadi, kita harus bagaimana?"


"Dengan Chen Xio?"


"Ya."


"Terserah anda tuan, tapi menurutku Chen Xio tidak akan berhenti sampai dia mengambil alih pabrik dan juga bisnis tuan Antonio. Karena ada sebagian saham milik Chen Xio ada di perusahaan tuan Antonio." kata Mark.


"Aku tidak tahu jika ada perusahaan yang bekerja sama dengan Chen Xio, jadi kita harus menyerang secara diam-diam dengan menyelidiki seberapa besar saham yang di miliki Chen Xio pada perusahaan tuan Antonio." kata Yoga.


"Baik tuan, apakah anda akan meruntuhkan bisnisnya juga?"


"Tentu saja, kupikir mengalahkan dia dengan cara seperti itu akan membuat dia kalangkabut. Kita serang dengan caraku saja." kata Yoga.


"Tunggulah nanti setelah selesai hari pemakaman tuan Antonio selesai."


"Ya, kupikir juga begitu." kata Yoga.


Mereka masih menerima tamu rekan bisnis Antonio di rumah duka. Pemakaman Antonio dan cerita pembunuhan Antonio oleh kelompok Chen Xio.


Yoga sangat ramah pada rekan bisnis Antonio, mereka memuji kelihaian Yoga dalam berbisnis dan memimpin beberapa perusahaan yang dulu di pimpin oleh Antonio.


Mereka juga setuju jika Yoga yang menjadi pemimpin perusahaan dan juga menggantikan Antonio.


_


_

__ADS_1


****************


__ADS_2