Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
19. Arman Dan Belinda Mencari Tahu


__ADS_3

"Apa? Di akuisisi?!"


Teriak Alvin ketika Mark mengatakan dia akan mengakuisisi perusahaannya karena kerja sama mereka gagal. Mark menatap Alvin yang tampak marah mendengar ucapannya itu.


"Bagaimana bisa?! Anda jangan sembarangan bicara mr. Mark." kata Alvin dengan geram sekali.


"Anda lupa dengan surat perjanjiannya. Bukankah anda juga menyetujuinya jika anda gagal dalam mengembalikan uang atau mengirim barang. Maka perusahaan anda akan di akuisisi oleh perusahaan kami." kata Mark lagi.


"Tidak mungkin! Itu mungkin saja hanya kecurangan anda mr. Mark!" ucap Alvin dengan penuh amarah.


Mark hanya menatap dingin ke arah Alvin, dia lalu memberi isyarat pada anak buahnya yang ada di belakang untuk memberikan berkas yang dia siapkan sebelumnya. Berkas berisi surat perjanjian itu dia ambil dan buka, lalu di letakkan di atas meja Alvin.


Alvin masih menatap tajam, kemudian dia mengambil berkas di meja dan membacanya penuh seksama. Memang surat perjanjian itu yang di berikan oleh Mark padanya, bahkan Alvin merasa bodoh karena tidak meneliti surat perjanjian itu.


Dia hanya tertarik dengan uang yang di investasikan padanya sebesar empat puluh persen keuntungan yang dia dapatkan dari uang investasi tersebut. Jadi sangat menggiurkan bagi Alvin, sehingga dia lupa dan mengabaikan isi surat perjanjian itu.


"Itu hanya kecurangan anda saja mr. Mark!" kata Alvin menolak surat perjanjian itu.


"Heh, dalam surat perjanjian itu ada tanda tangan dan nama anda dengan menyetujui syarat dan ketentuannya. Kenapa anda menolaknya?" tanya Mark.


"Ini tidak mungkin, itu pasti surat perjanjian palsu. Anda pasti mengubahnya kan?!" tanya Alvin dengan berteriak kencang dan melotot matanya.


Mark mengepalkan tangannya, dia lalu memberi isyarat pada pengacara yang dia sewa dari negara itu dan satunya lagi dari negaranya sendiri untuk menguatkan semua ucapannya itu.


"Mr. Andrew. Jelaskan pada mr. Alvin kalau menolak dan mengingkari perjanjian bacakan juga semuanya agar dia tahu apa kesalahannya pada perusahaan kami." kata Mark dengan tegas.


"Baik tuan Mark." kata pengacara Andrew.


Pengacara Andrew pun membacakan surat perjanjian yang telah di sepakati dulu. Hal yang membuat Alvin terkejut memang ada tindakan akuisisi perusahaannya pada perusahaan pihak kedua, yaitu perusahaan Mark.


Semua mendengar pembacaan pengacara itu, dengan pelaporan yang akan di layangkan pada kepolisian jika Alvin tidak mau perusahaannya di akuisisi.


Alvin menatap kesal, dia tidak bisa berkutik lagi. Chen Xio yang sudah membantunya saja tidak bisa mengalahkan kekuatan dari orang-orang Yoga itu. Alvin ingin membalaskan semuanya, tapi dia tidak bisa.


"Baik. Aku setuju, silakan ambil perusahaanku. Tapi tunggu saatnya aku akan ambil kembali apa yang harusnya jadi milikku!" ucap Alvin.

__ADS_1


"Ya, berusahalah mr. Alvin. Kami menunggu anda untuk bersaing lagi atau bahkan bekerja sama lagi dengan kami." kata Mark dengan senyum miring.


Alvin mengepalkan tangannya, dia pun duduk kembali di kursinya. Mendengus kasar dan entah akan berbuat apa lagi.


"Saya tunggu satu minggu anda mengumumkan pada karyawan kalau mulai sekarang perusahaan anda di akuisisi oleh kami dan akan berganti nama perusahaan." kata Mark.


"Terserah anda saja!" ucap Alvin.


Mark tersenyum penuh kemenangan, dia memberi hormat pada Alvin untuk perpisahan dengan laki-laki angkuh yang sedang kacau itu. Mereka semuanya keluar dari ruangan Alvin.


"Aaargh!"


_


Alvin sudah hancur, perusahaannya di akuisisi oleh perusahaan Mark. Sudah satu bulan lebih perusahaan Alvin di ambil alih.


Kabar kehancuran perusahaan sudah sampai di telinga Arman dan Belinda. Mereka terkejut dengan kabar bahwa perusahaan Alvin sudah di akuisisi oleh perusahaan yang mengajaknya kerja sama.


Dia juga mendengar kalau perusahaan Alvin di hancurkan oleh seorang mafia Italia juga. Campur tangan mafia Italia, sehingga Alvin jadi bangkrut dan tidak bisa memimpin perusahaannya lagi.


"Papa sedang berpikir ma, siapa mafia yang menghancurkan Alvin itu. Apa dia tahu siapa dia ya?" ucap Arman bergumam sendiri.


"Papa tidak tanya sama pak Sasmita?" tanya Belinda.


"Pak Sasmita hanya mengatakan kalau Alvin di hacurkan oleh kelompok mafia di Italia." katq Arman.


"Papa cari tahu siapa dia, kita bisa ajak kerja sama dengan kita pa." kata Belinda.


"Tidak semudah itu ma kita harus kuat juga, baik materi dan juga kekuatan anak buah. Harus cari uang lebih banyak untuk mendapatkan simpati mafia itu, karena tidak sembarangan jika harus bekerja sama dengan para mafia ma." kata Arman.


"Lalu, kita harus bagaimana?" tanya Belinda.


"Kemana laki-laki sampah itu pergi, ma?" tanya Arman.


"Yoga?"

__ADS_1


"Ya, laki-laki sampah itu."


"Kemarin mama usir pa, mama kesal dia selalu saja bawa uang hanya dua juta, tiga juta hasil kerjanya. Itu tidak cukup untuk Bela, apa lagi untuk perawatan dia." kata Belinda mendengus kasar.


"Ya sudah, jangan pikirkan pecundang itu. Papa ada ide cerdas ma." kata Arman.


"Ide apa pa?" tanya Belinda penasaran.


"Bela itu masih muda dan cantik, bagaimana kalau kita perkenalkan dengan mafia yang jadi musuh Alvin itu? Apa mama setuju?" tanya Arman.


"Pa, apa papa yakin?" tanya Belinda tidak percaya dengan ide suaminya itu.


"Yakin ma, kita bisa bernegoisasi dengan dia. Pasti seorang mafia akan tertarik sama gadis muda dan cantik. Ya, papa hanya mau mencari keberuntungan saja. Jika dia mau bekerja sama dengan papa dan perjanjian kia buat jangan seperti Alvin. Kita janjikan Bela sebagai umpannya." katq Arman.


"Pa, kenapa papa Bela jadikan Bela umpan? Dia anak kita pa." kata Belinda kurang setuju dengan usulan suaminya.


"Tapi jika mafia itu suka sama Bela, kita yang akan untung ma. Kita juga masih bisa memiliki Bela, hanya saja dia akan jadi milik mafia itu. Menurutku tidak buruk ma." kata Arman lagi.


Belinda berpikir dengan ucapan Arman, memang benar. Pikir Belinda, tapi bagaimana dengan anaknya sendiri?


"Sudah. Mama jangan berpikir panjang, papa yakin dengan ide papa itu. Siang ini papa akan terbang ke Italia untuk mencari tahu siapa mafia terkuat di sana. Apakah dia juga yang telah menghancurkan perusahaan Alvin dan mengambil alih pimpinannya. Papa akan cari tahu dan ingin bekerja sama dengannya." kata Arman.


"Mama ikut ke Italia pa. Mama juga ingin jalan-jalan keluar negeri." kata Belinda.


"Tidak ma, mama di rumah saja dengan Bela. Mama bujuk Bela untuk melupakan Alvin, dia sudah tidak bisa di harapkan lagi. Uang dari mana dia dapatkan untuk memenuhi keinginan Bela. Bahkan mengajak jalan keluar negeri saja tidak kesampaian." kata Arman.


"Ya baiklah, tapi papa harus memberi kabar sama mama ya kalau semua berjalan lancar bertemu dengan mafia itu." kata Belinda.


"Ya, papa yakin akan berhasil." kata Arman.


Arman pun bersiap pergi ke Italia, untuk mencari tahu siapa mafia yang sengaja menghancurkan Alvin dan juga ayahnya. Dia akan bernegosiasi dengan mafia tersebut, dia akan meminta bantuan investasi juga agar bisnisnya semakin sukses dan berkembang pesat karena investasi dari mafia tersebut.


_


_

__ADS_1


********************


__ADS_2