Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
33. Kekesalan Yoga


__ADS_3

"Marni Andriani dan Alfiansyah? Siapa mereka? Kenapa namaku ada pada kartu lahir ini?" gumam Bela.


Dia membuka lagi lembaran kedua, di sana ada akta kelahiran yang asli miliknya dan ada kartu keluarganya juga. Hanya saja di sana tertulis di kartu keluarga namanya sana dan nama Marni saja.


Usianya baru satu bulan ketika akta itu terbit, tapi kemudian dia pun membuka lembaran berikutnya. Akta kelahirannya dengan nama yang sama, Bela Salsabila tapi nama kedua orang tuan yang berbeda. Arman Maulana dan Belinda Shafira.


"Yang benar itu yang mana, kenapa ada dua akta kelahiran dan dua kartu keluarga dengan kepala keluarga yang berbeda pula?" ucap Bela lagi dengan kebingungannya.


Dia pun menutup lagi berkas-berkas itu, dia jadi tambah pusing yang mana yang benar itu. Dia memang harus mendengarkan penjelasan Yoga, kenapa bisa dia begitu akurat mendapatkan kedua akta dan kartu keluarga dua-duanya.


"Baru jam dua siang, dia bilang akan pulang nanti malam. Aku harus menunggu dia pulang dulu dan meminta penjelasan darinya." ucap Bela lagi.


Akhirnya dia pun keluar dari kamarnya, Bela sangat lapar sekali. Langkah kakinya menuju ruang makan, di sana sudah menunggu para pelayan yang siap melayaninya jika membutuhkan sesuatu.


Satu pelayan menghampiri Bela dan menunduk tanda hormat.


"Apa anda mau makan nona?" tanya pelayan itu.


"Iya, aku lapar. Siapkan makanan untukku." kata Bela.


"Baik nona, anda duduklah dulu. Kami menyiapkannya sebentar." kata pelayan itu lagi.


Bela melangkah menuju kursi yang biasa duduk, menunggu pelayan menyiapkan makanan dan menghidangkannya di depannya. Sungguh, dia sangat lapar sekali siang ini. Dan memang waktu jam makan siang sudah lewat, jadi dia telat makan siang.


_


Sementara itu, sepulang dari kunjungannya di Jerman. Yoga meminta menyambungkan video cctv di mansionnya, dia ingin melihat istrinya saat ini sedang apa di mansion.

__ADS_1


"Mark, suruh Jerry menyambungkan cctv di mansion ke dalam laptopku." kata Yoga memerintahkan pada Mark sang sekretarisnya.


"Baik tuan." kata Mark.


Dia pun memberi tahu Jerry yang bertugas mengawasi mansionnya selama dia tidak ada di sana. Dan Jerry langsung menyambungkannnya ke sambungan internet di laptop Yoga.


Yoga melihat laptopnya dan memperhatikan setiap waktu yang ada di dalam kamarnya ketika pagi hari setelah Bela bangun pagi. Dia memperhatikan istrinya duduk di atas ranjang dengan membolak balik map tebal dan juga memperhatikan berkas itu.


Yoga pun tersenyum sinis, dia lalu mengalihkan posisi Bela saat ini. Dan tampak dalam laptop Bela sedang berada di ruang makan, dia makan dengan santai dan wajahnya tampak berpikir keras.


Sesekali tampak dalam video cctv itu, Bela bercengkrama dengan pelayan di ruang makan itu. Lagi-lagi Yoga pun tersenyum miring, dia senang istrinya kini terlihat tenang meski dia tahu kalau saat ini pikiran Bela sedang berkecamuk setelah melihat dan membaca isi map tebal yang dia berikan itu.


"Tuan, apakah kita akan bertemu dengan tuan Nicholas hari ini?" tanya Mark.


"Laki-laki itu?" tanya Yoga dingin.


"Ya, dia yang selama ini menganggap kita remeh." jawab Mark.


"Baik tuan." jawab Mark.


Dia pun mengambil sebatang cerutu lalu memyulutkannya api. Menghisapnya dengan cepat kemudian di hembuskan asapnya ke atas.


Mark tahu, jika Yoga merokok. Maka dia sudah benar-benar ingin melakukan perlawanan pada musuh-musuhnya yang mulai meremehkannya.


"Siapkan semuanya Mark. Seharusnya dari dulu laki-laki itu aku bunuh saja, ternyata dia tidak kapok juga." kata Yoga.


"Saya sudah menyuruh anak buah untuk bersiaga dan bergerak cepat." kata Mark.

__ADS_1


"Bagus, jangan kasih ampun. Aku juga ingin dia menghadapku malam ini." ucap Yoga lagi.


"Ya tuan. Bagaimana dengan Arman? Apa kita akan bergerak?" tanya Mark.


"Biarkan saja dulu, dia sedang menikmati apa yang dia dapatkan. Dan kehancurannya itu tergantung dari istriku, jika dia menginginkan Arman hancur. Maka hancurkan dia tanpa ada yang tersisa." kata Yoga lagi.


"Baik tuan. Mengenai tuan Alvin, setelah saya selidiki. Dia masih berhubungan dengan Chen Xio, tetapi Chen Xio juga bergabung dengan orang-orang Yakuza di Jepang." kata Mark memberikan laporan pada Yoga.


"Ooh, jadi dia bergabung dengan kelompok Yakuza Jepang?" tanya Yoga.


"Ya tuan, dan informasi mengenai tuan Gunawan juga dari kelompok itu. Sekarang dia sedang mendekati Arman untuk memberikan informasi masalah uang di bank Swiss itu. Saya rasa nona Bela pasti akan di cari oleh papanya itu." kata Mark lagi.


"Jadi, aku harus secepatnya menjelaskan pada Bela." kata Yoga lagi.


"Sebaiknya secepatnya tuan, karena istri anda itu labil. Dia sedang bingung saat ini."


"Ya aku tahu, setelah menyelesaikan masalah Nicholas. Aku akan selesaikan masalahnya itu, dan akan menghukum Arman setelah itu." kata Yoga.


Dia merasa kasihan pada Bela, selalu hidupnya di gadaikan demi kepentingannya untuk mendapatkan harta dan kekayaan.


Kini Yoga pun bersiap untuk malam ini, dia akan bertemu dengan seluruh anak buahnya dan akan melalukan serangan pada Nicholas. Dia telah meremehkannya karena bukan keturunan langsung dari Antonio.


Dia juga sangat geram ketika identitasnya sebagai laki-laki miskin dan keberuntungan berpihak padanya setelah bertemu dengan Antonio.


Antonio hanya memberinya fasilitas dan kekayaan, tetapi semuanya dia yang melakukan dengan tekad yang besar untuk menjadi yang terkuat dan tak terkalahkan. Dan saat ini dia di remehkan lagi oleh Nicholas, musuhnya di wilayah Eropa.


_

__ADS_1


_


************


__ADS_2