
Kejar-kejaran antara mobil Bela dan mobil orang tidak di kenal terus terjadi di jalanan perkampungan. Mereka melewati jalan yang sengaja tidak menimbulkan keributan juga. Hingga bantuan mobil datang di belakang, Stave terus berkomunikasi dengan anak buahnya untuk menghalau mobil yang mengejarnya itu.
Sampai pada akhirnya dua mobil yang mengejar itu pun baku tembak di jalanan yang sepi. Mobil Stave pun melaju menghindar mencari jalan pintas, dia segera pergi dari jalanan itu untuk menyelamatkan istri bosnya.
"Nona, apa anda tidak apa-apa?" tanya Stave.
"Ya, aku tidak apa-apa. Sempat kaget kenapa mereka mengejar kita?" tanya Bela duduk tenang kembali.
"Mereka ternyata memang anak buah suruhan Arman. Tapi anak buahku sudah mengurusnya, saya akan bawa nona pulang ke hotel lagi." kata Stave.
"Ya, baiklah." kata Bela.
Mobil melaju kencang menuju jalanan yang tadi di lintasi. Melewati jalan tol dan akhirnya masuk ke jalan perkotaan. Stave melihat Bela memejamkan matanya, dia pun melambatkan laju mobilnya hingga akhirnya sampai juga di depan hotel di mana Bela menginap.
Sementara itu, di belahan dunia bagian pasifik. Yoga dan Mark serta anak buahnya sedang menuju di mana tempat mereka menginap.
Tempat di mana akan ada pertempuran antara kelompok mafia Italia yang di pimpin oleh Yoga dan asistennya. Mereka akan melawan kelompok Yakuza Jepang, di mana ada Kazao anak buah Shinesuke sang pimpinan Yakuza Jepang itu.
Mereka memperebutkan kawasan Pasifik, di mana perdagangan di sana mengenai barang impor seperti bahan baku pembuatan mobil dan juga senjata terselubung ada.
Kelompok Yakuza yang di pimpin Shinesuke, yang ada kekerabatan dengan Yakuza terdahulu yaitu pimpinan yakuza Yamauguchi Gumi yang di pimpin oleh Kazuo Taoka pada era lima puluhan. Waktu itu memang ada dua kubu Yakuza, tapi di persatukan lagi oleh Yoshio Kodame seorang eks militer berpangkat admiral muda.
Hingga saat ini, para pimpinan Yakuza merambah ke dunia politik Jepang. Bahkan ada yang menguasai bisnis di Jepang juga, sehingga pertumbuhan ekonomi di sana terkadang melambat akibat kredit macet yang di timbulkan oleh kelompok tersebut.
"Kita harus berhati-hati tuan, mereka sangat tetorganisir dan rapi. Tapi identitas mereka mudah sekali di kenali. Makanya anak buah sudah saya tempatkan di berbagai titik." kata Mark.
__ADS_1
"Apakah Mr. Vijay dari India sudah mengetahui kalau kita akan datang ke wilayah bagian pasifik ini?" tanya Yoga.
"Ya, dia tahu kalau anda akan menerima kesepakatan dengannya. Tapi itu, Mr. Vijay juga takut kalau kelompok Yakuza itu akan menyabotase kedatangannya dan membunuhnya. Karena anda tahu sendiri kelompok Shinesuke itu akan terus memburu mangsanya." kata Mark.
"Hmm, jadi kita harus menghadang mereka lebuh dulu? Baiklah, memang kita harus berurusan dengan mereka. Siapkan orang-orang kita yang mampu melawan mereka, aku juga tidak mau mereka sampai masuk ke wilayah kita di Pasifik ini." kata Yoga.
"Baik tuan."
_
Selama tiga hari mereka berada di wilayah perbatasan antara India dan Pakistan, di mana ada juga kelompok tertentu memperkeruh suasana di perbatasan itu.
Kelompok Yoga datang dengan anak buahnya yang sudah di persiapkan. Tujuannya untuk menghalau kelompok Yakuza dan Kazao. Di mana Alvin bergabung dengan mereka.
Di perbatasan itu terdapat kelompok militan yang memperjual belikan senjata untuk berperang. Dan dari kelompok itu, Yoga bisa menyalurkan senjatanya. Menjualnya pada kelompok militan tersebut, tapi ternyata kelompok Yakuza itu menyabotase penjualan senjatanya.
Kini mereka bersiap untuk berperang di wilayah itu, senjata sudah di persiapkan. Mengintai kelompok Yakuza sejauh mana kekuatan mereka yang datang ke wilayah itu.
Meski keberadaan Yoga ada di sana, tapi pikirannya selalu tertuju pada istrinya. Dia selalu menanyakan keadaan Bela pada Stave yang bertanggung jawab dengan keselamatan Bela.
Dia sedang menghubungi Stave, ingin menanyakan perkembangan laporan istrinya terhadap Arman.
"Halo Stave, bagaimana dengan kasus yang di laporkan istriku?" tanya Yoga.
"Sudah tahap pemanggilan tuan, dan Arman sudah mengelak tiga kali pemanggilan dari kepolisian. Jadi mau di panggil paksa dengan mendatangi ke kantornya bersama pengacara Hosman Pais." jawab Stave.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan istriku? Apa dia baik-baik saja?" tanya Yoga lagi.
"Nona Bela sepertinya sedang sedih tuan." jawab Stave lagi.
"Kenapa?" tanya Yoga mulai panik.
"Mungkin nona Bela merindukan anda tuan." jawab Stave lagi.
"Oh ya? Hahah! Dia merindukanku?" tanya Yoga senang sekali.
"Ya, nona sering menanyakan anda juga. Apakah anda benar-benar sudah sembuh atau belum." jawab Stave lagi.
"Baiklah, aku akan selesaikan semuanya di sini. Setelah itu aku akan menjemputnya pulang ke Italia." kata Yoga lagi.
"Ya tuan. Semoga semuanya selesai."
"Ya, aku juga merindukan istriku. Katakan padanya agar menjaga diri baik-baik, aku dengar dia di kejar oleh orang suruhan Arman."
"Ya tuan, dan nona baik-baik saja. Mereka sudah di tangani oleh anak buahku."
"Hmem, kerja bagus."
Klik!
_
__ADS_1
_
*********