Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
18. Kehancuran Bisnis Alvin


__ADS_3

Chen Xio menceritakan awal mula dia bisa berurusan dengan Yoga. Dia juga menceritakan bagaimana dia tahu kalau laki-laki itu adalah anak angkat mafia Italia bernama Antonio yang sudah dia bantai ketika akan pergi ke villa miliknya.


"Jadi, anda sudah membunuh ketua mafia Italia yang sangat terkenal itu?" tanya Alvin tidak percaya.


"Ya, itu juga dengan pengintaian yang sangat ketat sekali dan akurat. Anak buahku sangat pintar, mereka bisa bergerak cepat dan membunuh langsung Antonio." kata Chen Xio menceritakan kisah awal mula bertemu Yoga.


"Tapi, kenapa anda mau balas dendam pada laki-laki sampah itu?" tanya Alvin.


"Karena dia telah menyerangku dan mengepung markasku. Beruntung sekali aku bisa lolos dan menyusun strategi baru untuk mengalahkan dia kembali. Ya, kita lakukan dengan mengalahkan bisnisnya lebih dulu. Apa kamu tahu laki-laki yang pernah datang menemuimu itu adalah asistennya?" tanya Chen Xio.


"Asistennya? Mr. Mark?"


"Ya. Dia adalah asistennya yang bekerja dari jauh di Italia sana, kita hancurkan sama-sama raksasa bisnis Antonio yang sekarang di pegang Yoga." kata Chen Xio.


"Waah, anda tahu banyak ya tentang laki-laki itu. Baiklah, ayo kita hancurkan laki-laki pecundang itu. Kita akan lawan dan mengerahkan segala kekuatan kita." kata Alvin penuh percaya diri kalau Chen Xio akan membantunya dalam menghancurkan Yoga.


Sementara itu, Yoga di tempat hotel di mana biasa dia dan anak buahnya bertemu dan mengadakan rapat tertutup dan sangat rahasia itu. Yoga sedang melihat cctv yang dia ambil dari kantor Alvin.


Anak buahnya yang mengambilnya, di mana dia tempatkan di kantor Alvin tersebut.


"Hemm, jadi dia sudah datang ke negera ini? Berniat mau menghancurkanku dengan Alvin? Heh, jangan mimpi kamu, Chen Xio." kata Yoga.


"Alvin tahu identitas anda, tuan Yoga." kata Steve.


"Biarkan saja, dia tidak akan berani menceritakan siapa diriku pada Arman dan istriku. Karena dia pasti akan kekurangan dukungan dari mereka, itu akan menguntungkanku." kata Yoga.


"Hemm jadi anda membiarkan Chen Xio berkeliaran d negeri ini dan membuat kekacauan?" tanya Steve.


Mereka sedang melakukan zoom dengan Mark, dan Javier. Keduanya sedang mendengarkan Yoga bicara. Di samping merencanakan apa yang harus di lakukan oleh mereka.


"Jadi kalian paham apa yang aku katakan?" tanya Yoga.


"Ya tuan." jawab Mark dan Javier.


"Kamu segera bergerak mengambil semua produk bahan mentah pada para penambang itu. Beri mereka harga tinggi agar Alvin tidak bisa membeli dari para penambang manapun karena sudah kita kuasai." kata Yoga lagi.


"Lalu kapan saya datang ke sana tuan? Apa harus menunggu Javier menyelesaikan semuanya?" tanya Mark.

__ADS_1


"Tunggu dulu, aku yakin Chen Xio tahu kamu Mark. Kemungkinan akan menempuh jalur hukum dan jalur kekerasan nantinya. Steve akan mencari pengacara handal untuk memberikan kekebalan hukum jika kamu di tuntut. Karena Chen Xio ada di belakang Alvin, maka kita harus bergerak dengan hati-hati dan tak terbaca." kata Yoga.


"Aku kenal salah satu pengacara handal di negeri ini tuan,dia bagus sekali dan sering di gunakan jasanya oleh kalangan pengusaha internasional." kata Steve.


"Cari dia dan minta bantuan hukumnya, berapapun yang dia minta bayarannya. Beri saja, bagiku tidak masalah harus mengeluarkan uang sebanyak itu. Ya, meski itu sebagian bukan milikku." kata Yoga.


"Tapi tuan Antonio telah menyerahkan semua asetnya pada anda, tuan Yoga." kata Mark.


"Ya, aku tahu. Tapi untuk melakukan itu memang butuh uang yang banyak." kata Yoga.


"Maka, gunakan uangnya tuan untuk membalas semua orang-orang yang selalu menghina dan meremehkan anda. Tuan Antonio sudah memberikan semuanya pada anda." kata Mark.


"Kalau begitu, ayo kita lakukan penyerangan dengan cerdas. Siapkan semuanya, aku yakin Chen Xio pasti menantang kita dengan kekuatan fisik dan kekuatan kemampuan kita juga." kata Yoga lagi.


Semua nampak setuju, kini rapat mereka pun selesai. Steve di tugaskan untuk mengumpulkan semua anak buahnya yang sengaja dia sebar di berbagai daerah sebagai turis asing yang sedang berlibur di negeri ini.


Mereka akan berkumpul saat ini, karena Chen Xio sudah bergerak untuk melawannya kembali. Pertarungan pasti akan terjadi dan entah itu kapan, semua sudah di selidiki oleh anak buah Yoga.


Yoga pun kembali ke rumahnya, dia melihat papa mertuanya masih berada di ruang kerjanya sambil menelepon seseorang. Sepertinya Arman sedang gusar karena mendengar bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan milik Yoga itu akan terhenti dan pihak investor akan meminta ganti ruginya.


"Apa tidak ada pihak penambang yang mau menjual bahan itu pada Alvin?" tanya Arman di telepon.


"Berapa nilai beli Alvin pada para penambang itu? Atau dari investor lain itu pada penambang?"


"Jauh lebih besar mereka membelinya, kita membeli dengan harga dua kali lipat. Sedangkan mereka tujuh kali lipat, bisa di bayangkan akan sangat rugi jika kita membeli dengan harga di atas itu."


"Waah, berarti mereka sangat ingin sekali perusahaan Alvin hancur."


"Aku tidak tahu siapa mereka yang mau menghancurkan perusahaan Alvin."


"Jadi, harus berhati-hati dalam bertindak."


"Ya, tapi sepertinya Alvin dapat bantuan dari pengusaha asal Tiongkok. Katanya ada kelompok mafia yang sengaja ingin menghancurkan Alvin, dan entah siapa pula mereka."


Arman diam, dia tidak bisa bicara lagi. Dia juga sedang khawatir kerja sama bisnis dengan Alvin akan gagal bahkan jadi rugi besar.


Yoga, di depan pintu ruang kerja Arman tampak tersenyum. Dia lalu melangkah pergi dan naik tangga untuk beristirahat malam ini, besok dia harus bergerak untuk melumpuhkan semua yang di lakukan oleh Alvin dan Chen Xio.

__ADS_1


Baru dia mendapat kabar lima menit lalu, kalau anak buah Chen Xio sudah memasuki bandara dengan senjata lengkap. Artinya, mereka mengajak berperang dengan Yoga.


Yoga sendiri sudah menyiapkan semuanya, dia sudah menyusun strategi melawan Chen Xio dan memukul mundur laki-laki yang telah membunuh Antonio itu.


"Kali ini, tidak akan aku biarkan kamu lolos lagi Chen Xio. Akan ku bunuh sekalian dengan anak buahmu, termasuk Alvin yang telah membuat Bela semakin benci padaku." kata Yoga.


Dua hari ini Alvin sangat kalangkabut dengan informasi kalau Mark akan datang dan menuntut hak dan kerugian yang dia terima karena menjadu investornya.


Dia duduk di kursi kebesarannya di kantor, menunggu saat-saat menegangkan dan entah akan terjadi apa dalam kantornya nanti.


Tok tok tok.


Pintu ruangannya di ketuk, tampak Maya datang memberitahu kalau di luar ada Mark dan beberapa orang bersamanya.


"Apa anda akan menerima mr. Mark pak Alvin?" tanya Maya.


"Huh, ternyata dia datang lebih cepat dari yang kuduga." kata Alvin masih panik dengan kedatangan Mark.


"Ya, tuan. Kata mr. Mark mereka akan tetap masuk meskipun anda menolaknya, sebaiknya menuruti mereka saja katanya." kata Maya.


"Baiklah, suruh mereka masuk saja. Tidak ada gunanya aku menghindar terus." kata Alvin.


Maya mengangguk, dia berbalik dan keluar untuk memberitahu kalau Alvin sedang menunggunya. Tanpa basa basi lagi, Merk dan empat orang lainnya pun masuk.


Salah satu dari mereka itu adalah pengacara handal yang akan melindungi Mark dari jerat hukum jika seandainya Alvin melawan.


"Siang mr. Alvin." sapa Mark dengan wajah dingin menatap Alvin.


"Ya mr. Mark. Anda mau menagih janji kan?" tanya Alvin berbasa basi dengan senyum penjilatnya.


"Tidak, aku akan mengakuisisi perusahaan anda sekarang juga mr. Alvin." kata Mark.


"Apa?!"


_


_

__ADS_1


*************************


__ADS_2