Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
07. Menjadi Mafia Handal


__ADS_3

Sejak kejadian di perbatasan timur tengah yang menggagalkan penyelundupan senjata api oleh anak buahnya yang sengaja mengambil satu mobil untuk di jual sendiri pada pemberontak itu, kini Yoga banyak sekali melakukan serangan dan mengalahkan musuh-musuh yang meresahkan dan membuat bisnis Antonio jatuh sedikit demi sedikit.


Tak kenal ampun untuk Yoga bagi siapa pun yang berhianat pada Antonio. Dia pernah dua kali mendapati anak buah Antonio yang berhianat.


Pertama dalam bisnis dan juga perkumpulan mafia. Di kelompok mafia yang berhianat justru orang dekat Antonio, Yoga sangat peka dan instingnya kuat dalam mengungkap siapa penghianat Antonio itu.


"Tuan Yoga, anda sungguh hebat untuk mengungkap siapa penghianat taun Antonio itu." kata Mark sang asistennya.


"Kupikir kenapa bisnis tuan Antonio sangat besar, tapi keuangan tidak ada yang masuk dengan benar. Beberapa kali aku periksa datanya, ternyata ada yang menyelewengkan dan berhianat di bisnis tuan Antonio. Apa lagi ketika aku melakukan sidak ke berbagai kelompok kecil mafia yang di bawah naungan tuan Antonio, mereka tahu apa yang akan aku lakukan. Dan mereka berbenah sebelum aku memeriksa mereka." kata Yoga.


"Saya juga sudah menduganya tuan Yoga, hanya saja saya bingung untuk mengungkap mereka yang telah berhianat pada tuan Antonio." kata Mark.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku atau pada tuan Antonio?" tanya Yoga.


"Karena saya tidak berani tuan, paman Gilbert juga tahu. Tapi waktu itu tuan Antonio mempercayai mereka, jadi jika saya bicara mengenai mereka. Tentu saya yang akan jadi kambing hitamnya, di tuduh saya yang berhianat. Hingga anda datang tak terduga kalau tuan Antonio menganggap anda adalah anak angkat tuan Antonio. Baru di sana semua terungkap." kata Mark.


Yoga terdiam, dia lalu menyuruh Mark untuk terus menyidiki siapa saja yang berhianat pada Antonio. Maka dia sendiri yang akan mendepak anak buah Antonio yang berani seperti itu.


_


Dua tahun menguji coba Yoga sebagai pewaris kekayaan dan kekuasaan di dunia mafia, Antonio merasa puas dengan apa yang di lakukan oleh Yoga. Dia berhasil membuat para penghianat.


Kini tidak ada lagi yang berani pada Antonio atau pun Yoga. Yogalah yang memegang kendali semua bisnis Antonio..


"Bagus Yoga, aku sangat bangga padamu. Dalam dua tahun ini kamu bisa menguasai semua bisnisku. Aku jadi tidak khawatir jika aku tinggalkan bisnisku sama kamu." kata Antonio.


"Mau pergi? Anda mau pergi kemana tuan?" tanya Yoga heran.


"Hahah! Aku mau pergi ke villaku saja, Yoga. Kamu jangan khawatir, istriku ingin berlibur. Aku tetap akan memantaumu dari jauh, jika ada apa pun. Kamu bisa menghubungiku." kata Antonio.


"Oh, jadi anda mau berlibur?" tanya Yoga.


"Ya."

__ADS_1


Yoga terdiam, dia hanya khawatir dan heran kenapa Antonio begitu percaya padanya dengan segala bisnis besarnya di serahkan padanya.


Tapi dia diam saja, yang dia lakukan adalah menuruti apa kata Antonio dan menjalankannya. Dia pun pergi ke tempatnya sendiri, Yoga memiliki rumah sendiri. Jadi dia beristirahat di rumah kecil, sengaja dia memilih rumah kecil untuk istirahatnya karena tidak akan di incar oleh musuh-musuhnya.


Pagi harinya, Antonio dan Anastasya sudah bersiap untuk pergi ke villanya. Di tengah pulau yang tak orang tahu, villa pribadi khusus untuk berlibur Antonio dan Ana.


"Gilbert, berikan kepercayaan pada Yoga untuk mengelola semua bisnisku. Aku percaya padanya dia akan menjalankan semuanya dengan benar." kata Antonio pada asistennya.


"Ya tuan, di sampingnya ada Mark yang akan membantunya. Saya juga setuju anda menyerahkannya pada tuan Yoga, dia sangat handal dalam memimpin kelompok kita. Semua patuh padanya." kata Gilbert.


"Ya, kekhawatiranku kini sudah tidak lagi ada. Karena ada penerusku sekarang ini, aku yakin dia akan melindungi semua asetku dan juga orang-orang yang setia padaku." kata Antonio.


"Ya tuan."


"Sekarang, ayo kita pergi. Setelah satu minggu kamu boleh kembali ke Italia lagi, berkoordinasi dengan Yoga apa yang harus dia lakukan." kata Antonio lagi.


"Baik tuan."


Antonio dan Ana pun segera masuk ke dalam mobilnya. Dia akan berlibur di pulau pribadi serta villa yang jauh dari keramaian. Gilbert pun ikut dengan rombongan Antonio itu.


Rombongan mobil Antonio pun berangkat dari mansionnya, Ana sangat senang dia akan pergi jauh dari kegiatan sibuk suaminya sebagai seorang mafia dan pebisnis handal. Dia juga senang semuanya beralih pada Yoga, laki-laki yang dia temukan di tengah laut.


"Apa kamu suka rela semua bisnismu di ambil alih oleh Yoga?" tanya Ana, istrinya.


"Ya, aku sudah tenang. Aku sudah tidak butuh apa pun, hanya dirimu saja sayang." kata Antonio.


Ana pun tersenyum senang, mereka saling berpegangan tangan. Keduanya terkejut ketika tiba-tiba suara berondongan tembakan mengarah ke mobilnya.


Antonio langsung menghubungi Gilbert, dia meminta untuk menghubungi Yoga dan mengirimkan bantuan anal buah.


"Gilbert, lekas kamu hubungi Yoga!" ucap Antonio dalam sambungan teleponnya.


"Baik tuan."

__ADS_1


Klik!


Anak buah Gilbert dan Antonio yang mengawal kepergian Antonio itu membalas serangan mendadak itu, entah kelompok siapa itu. Antonio belum tahu, tapi kemudian dia menyadari ada beberapa orang dengan mengendarai motor.


Salah satunya mengacungkan tangan dengan tanda sebuah kelompok mafia. Dia pun terkejut, ternyata dia adalah kelompok mafia dari Tiongkok.


"Kurang ajar! Jadi dia datang kesini untuk memburuku?!" ucap Antonio.


"Suamiku siapa mereka?" tanya Ana panik.


"Tenang sayang, aku akan membalas mereka semua." kata Antonio.


Mobil yang di tumpangi Antonio dan Ana terus di hujani peluru. Hingga supir yang mengendarainya pun di tembaki, hingga Antonio pun mengambil alih.


Gilbert pun membantu Antonio menyerang balik para kelompok mafia Tiongkok itu.


"Jadi, mereka adalah anak buah Chen Xio?" ucap Gilbert.


dia terus membalas serangan kelompok mafia yang memakai helm dan dengan kode tangan kelompok mereka. Mereka melakukan itu untuk memberitahu kalau bosnya sedang membalas dendam pada Antonio.


Hingga berita Antonio di serang oleh sekelompok mafia sampai pada Yoga, dia pun marah. Yoga meminta pada Mark untuk mengurus semuanya di pulau Sisilia, urusan bisnisnya dia serahkan pada asistennya itu.


Dia akan membantu Antonio di jalanan yang di serang oleh kelompok mafia yang membalas dendam padanya.


"Anda naik helikopter saja tuan, dan harus cepat." kata Mark.


"Ya, siapkan semuanya Mark." kata Yoga.


"Baik."


Mark lalu memerintahkan anak buah untuk menyiapkan helikopter. Yoga akan segera menyusul ke kota Roma, di mana Antonio sedang di serang oleh kelompok Chen Xio.


_

__ADS_1


_


****************


__ADS_2