
Semua berkumpul di markas yang sudah di tentukan. Dari segi penembak jitu, mahir dalam mengenadari mobil dan juga motor serta yang memiliki ilmu bela diri yang mempuni.
Yoga sengaja memanggil mereka untuk berkumpul, hanya untuk menunjukkan kekuatan anak buahnya. Tak lupa juga ahli hacker dia panggil dan ahli teknik mesin.
Dia tidak mau di remehkan terus oleh Nicholas, musuhnya ketika pertama kali dia menjadi mafia. Sepak terjang Yoga pada saat itu benar-benar membuat Nicholas geram. Karena semua bisnisnya hancur karena Yoga.
Jadi, lebih tepatnya Nicholas balas dendam padanya. Selama beberapa tahun sekarang ini dia menggalang kekuatan dan meminta bantuan dari benua Amerika.
"Jadi, sekarang ini mungkin kekuatan Nicholas sedang bagus. Kita bisa menggunakan akal cerdik kita untuk mengalahkan laki-laki bajingan itu." kata Yoga.
"Siap tuan!" jawab serempak anak buah Yoga.
Yang dia panggil ke markas adalah anak buah inti saja, yang lainnya memang di siagakan di tempatnya masing-masing agar tidak lengah ketika kelompok Nicholas itu menyerangnya di berbagai titik.
Karena Yoga tahu strategi Nicholas seperti apa. Maka, dia pun segera melakukan strategi yang mengimbangi strategi Nicholas.
"Malam ini kita bergerak, jangan sampai lengah atau dia yang lebih dulu menyerang kita." kata Yoga lagi.
"Baik tuan."
Setelah mengatakan itu, Yoga pun bangkit dari duduknya. Dia akan beristirahat lebih dulu sebelum penyerangan pada Nicholas dia lancarkan.
"Aku mau istirahat dulu, Mark. Kamu bangunkan aku jam enam sore." kata Yoga.
"Baik tuan, apakah anda butuh informasi tentang kegiatan nona Bela saat ini?" tanya Mark.
"Boleh, hubungkan cctvnya ke saluran TV di kamarku." kata Yoga lagi.
"Iya tuan, Jerry akan sambungkan ke saluran Tv anda di kamar." kata Mark.
"Hemm."
Dia melangkah pergi meninggalkan Mark yang masih berdiri menunggunya pergi ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Mark menelepon Jerry yang bertugas memantau kegiatan di mansion Yoga.
"Jerry, sambungkan cctv di mansion ke saluran TV di markas. Tuan Yoga ingin memantau kegiatan nona Bela." kata Mark.
"Baik tuan."
Klik!
_
Malam hari pun tiba, Yoga sudah bersiap dengan semua perlengkapan senjatanya. Dia dan Mark akan satu mobil menuju gedung di mana dia dan Nicholas akan bertemu dan berperang.
Sengaja Yoga menggiring kelompok Nicholas ke gedung tua kosong yang jauh dari keramaian. Dia tidak mau peperangannya dengan Nicholas itu akan menimbulkan keributan dan mengundang pihak kepolisian.
Semuanya sudah di atur dengan cermat dan teliti, tidak ada salah menurut Yoga. Anak buahnya juga sudah di tempatnya masing-masing sesuai tugasnya.
__ADS_1
Yoga dan Mark sudah berada di mobil, mereka mengendarai ke arah gedung tua. Di depan dua mobil pengawal Yoga dan di belakang juga ada tiga mobil.
Mobil-mobil itu berjalan beriringan di jalanan yang sudah sepi kendaraan lain. Dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota Roma itu.
Ada satu mobil melesat melewati iring-iringan itu, Yoga melihat mobil melintas cepat tampak mencurigakan sekali.
"Mark, kejar mobil di depan itu. Mungkin mereka sedang mengawasi kita, itu seperti anak buah Nicholas." kata Yoga.
"Baik tuan. Saya akan suruh mobil di depan untuk mengejarnya."
"Hemm."
Mark pun menghubungi anak buahnya di mobil pertama untuk mengejar mobil di depan itu.
"Jack, kejar mobil di depan itu!" ucap Mark.
"Baik tuan."
Mobil di depan pun melesat keluar iring-iringan, dia mengejar mobil yang tadi mendahului. Dan benar saja, dari arah belokan kiri tampak mobil lain mengejar mobil Jack lalu menembaki dengan mendadak, mobil Jack pun menghindar.
Dia menghubungi Mark kalau dia sedang di serang dari mobil lain.
"Tuan Mark, kami di serang dari arah belokan kiri. Mereka menembaki kita."
"Oke, aku kirim bantuan segera."
"Iya tuan."
Sedangkan di jalanan lain, saling serang dan tembak menembak terjadi di jalanan beda arah itu. Sengaja anak buah Nicholas sengaja memecah anak buah Yoga untuk menyerangnya. Dia tahu sebenarnya kehebatan Yoga tak tertandingi strateginya.
Namun, dia harus memancing beberapa anak buah Yoga untuk di serang dan di habiskan di jalanan sebelum mereka sampai di gedung tua di mana mereka akan berhadapan langsung.
"Mereka sengaja memancing kita keluar dari jalur tuan Yoga." kata Jack.
"Iya, tapi yang penting kita selesaikan saja. Semuanya mereka sudah terbaca Jack."
"Ya, kita habisi mereka."
Dor! Dor! Dor!
Wuuush, mobil menghindar dari serangan tembakan beberapa kali. Jack sangat lihai mengecoh mereka yang mengejarnya.
Sementara itu, Yoga sudah sampai di gedung tua dengan beberapa abak buah dalam mobil. Ada juga yang berkendara motor, mereka sudah siap untuk berperang melawan Nicholas.
Dengan langkah tegap dan percaya diri, Mark dan Yoga masuk dalam gedung tua itu. Beberapa anak buahnya sudah siap dengan penuh siaga.
Tak lama, anak buah Nicholas pun datang. Mereka juga sama siaganya, mereka juga saling menatap tajam. Saling menunjukkan bahwa mereka adalah yang terkuat.
Memang malam ini adalah duel antara Yoga dan Nicholas. Karena Yoga sangat kesal sekali dengan remeh Nicholas padanya, maka dari itu dia menggiring Nicholas untuk berduel dengannya.
__ADS_1
Yoga sudah berdiri di ruangan besar dan penuh dengan barang-barang rusak yang sengaja di biarkan begitu saja. Tak berapa lama, masuk Nicholas dengan santainya. Dia tersenyum sinis pada Yoga yang berdiri dengan tenang sambil memegang pedang di tangannya.
"Heh, apa kamu bermain pedang?" tanya Nicholas.
"Ya, aku ingin menebas lehermu." kata Yoga.
"Oh ya? Kamu tahu, aku terkenal dengan gerakan menembak cepat." kata Nicholas dengan sinis.
"Buktikan!" ucap Yoga dengan dingin dan tenang.
Kini keduanya saling diam, menatap tajam satu sama lain. Senyuman Nicholas mengembang lagi, dia sedang mencari cara agar mental Yoga jatuh dan goyah. Karena dia juga mengakui kalau Yoga memang tidak bisa di anggap remeh.
Meski dia dia sering meremehkannya, tapi jika berhadapan langsung. Nyali Nicholas sedikit menciut, tapi dia menutupinya dengan ucapan sinis pada Yoga.
Tangan Nicholas menarik kokang senjata, dia menodongkan senjata apinya pada Yoga. Yoga sendiri belum bergerak, dia masih berdiri dengan tenang. Dan tangannya masih memegang pedangnya.
Nicholas pun berbalik, tapi kemudian dengan cepat dia menembakkan senjatanya pada Yoga. Tapi ternyata Yoga lebih sigap menangkis tembakan Nicholas itu.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Beberapa kali tembakan Nicholas ke arah Yoga beberapa kali di tepis dengan pedangnya. Yoga mengayunkan pedangnya dengan begitu cepat, dia maju dan berjalan cepat ke kanan ke kiri untuk menangkis peluru yang melesat ke arahnya.
"Hiaat! Set! Set!"
Pedang Yoga menebas cepat bagian lengan Nicholas. Dan senjata api Nicholas pun terpental, dia pun menoleh pada Yoga dengan tatapan tajam.
"Heh, tak di sangka Yoga begitu gesit juga. Ternyata benar apa yang di kabarkan oleh semua orang. Hahah!"
"Sudah kalah masih saja berlaga tenang. Aku bisa dengan cepat membunuhmu, bangsat!" ucap Yoga.
"Wah wah wah, tuan Yoga begitu garang ternyata. Tapi sayang, tempat ini sudah saya kuasai dan kepung." kata Nicholas dengan senyuman sinis dan tatapan tajam.
"Oh ya? Aku bahkan sudah tahu apa yang ada di pikiranmu itu." kata Yoga.
Tangan Nicholas dengan cepat mengambil pistol di belakang bajunya dan menodongkannya ke arah Yoga. Dia menarik pelatuknya dan menembak Yoga.
Sejurus kemudian, Mark yang tak jauh dari tempat itu dengan cepat menembak Nicholas. Dan dengan cepat pula, Yoga pun menebaskan pedangnya ke arah perut Nicholas hingga perut Nicholas pun robek dan mengeluarkan darah segar.
Nicholas pun terjatuh, Yoga berdiri dengan tegap. Menatap tajam pada laki-laki yang kini sudah tak berdaya. Dia pun mendekat, menginjak dada Nicholas.
"Aku sudah katakan akan membunuhmu Nicholas, mulut besarmu memang perlu di sumpal. Tapi sepertinya perutmu yang harus di robek biar tidak sesumbar dan meremehkan siapa pun." kata Yoga.
Setelah bicara seperti itu, Yoga pun berbalik dan pergi meninggalkan Nicholas yang sedang sekarat. Mark dan anak buahnya juga mengikuti Yoga pergi, dia juga memerintahkan untuk meledakkan gedung tersebut.
Duaaarrr!
_
__ADS_1
_
***********