Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
51. Pertarungan Sengit


__ADS_3

Hari yang di tunggu tiba juga, Yoga berhadapan langsung dengan kelompok Shinesuke. Mereka kini saling berhadapan di sebuah tepi pantai. Keduanya sudah membawa banyak anak buah dan masing-masing dengan senjatanya.


Karena keduanya memang kelompok yang sadis dan berani mati. Hanya bedanya, kelompok Shinesuke itu benar-benar berani mati dan langsung membunuh tanpa ampun.


Yoga sendiri membawa anak buah yang memang karakternya sama persis dengan anak buah Shinesuke. Dia menatap wajah-wajah dengan tubuh bertato berbagai macam, dia memperkirakan kelompok Shinesuke itu pandai bermain pedang samurai.


"Tuan, sepertinya kita harus berhati-hati dengan kelompok mereka." bisik Mark.


"Aku tahu, makanya aku memerintahkan padamu untuk membawa pasukan inti. Karena mereka sama saja pembunuh berdarah dingin." kata Yoga.


"Ya tuan."


Shinesuke menatap Yoga dengan tatapan sinis, mulutnya yang selalu mengunyah permen karet itu terus saja menatap Yoga. Meneliti sejauh mana kemampuan laki-laki yang kini menjadi musuhnya seketika.


"Kazao, di mana laki-laki yang ingin memberikan gadis dari negara Asia Tenggara itu?" tanya Shinesuke pada Kazao.


"Alvin tuan Shinesuke?"


"Ya, siapa lagi? Bukankah kamu menyuruh dia membawa gadis yang dia janjikan itu?" tanya Shinesuke.


"Ya, kemana dia?" tanyanya lagi.


"Saya sudah mengeksekusinya tuan, dia tidak berhasil membawa gadis itu. Dan tuan tahu, gadis itu adalah istri dari laki-laki yang sedang menantang kita di depan sana." kata Kazao menunjuk Yoga.


"Benarkah? Waah, itu sangat menarik sekali." kata Shinesuke dengan senyum misteriusnya.


Kazao diam, dia tahu Shinesuke akan selalu memancing kemarahan lawannya. Tapi lawan kali ini berbeda, tidak mudah untuk di taklukkan.


Shinesuke pun mendekat, dia terus menatap Yoga dan mulutnya masih mengunyah permen karet. Dia buang ke depan lalu mengambil lagi permen karet itu dan di kunyah kembali.


Pedang di tangan kanannya dia tarik di tanah, lalu di sandarkan di pundaknya. Berhenti di depan Yoga yang berjarak lima meter, Yoga sendiri menatap tajam pada Shinesuke. Tangannya juga memegang senjata pedang.


"Apa yang kamu cari dari pertarungan ini tuan mafia?" tanya Shinesuke pada Yoga.


"Hemm, aku dapat mandat dari Mr. Vijay untuk mengirimmu kembali ke negerimu tuan Shinesuke." jawab Yoga.


"Hahah! Mengirimku ke negeriku sendiri? Aku bahkan ingin membumi hanguskan mafia laknat seperti kalian di muka bumi ini karena mengganggu kegiatan kami!" teriak Shinesuke.


"Aku tahu kamu bukan lawan yang lemah, tapi setelah ucapanmu tadi. Aku bahkan akan menguburmu hidup-hidup di tempat ini. Apa kamu pikir aku hanya bisa menembak? Lihatlah, bahkan pedang samuraiku lebih tipis dan tajam dan siap untuk mengoyakkan tubuhmu!" ucap Yoga.


"Hahah! Sebelum kamu mengoyakkan tubuhku, kamu yang lebih dulu akan aku cincang lebih dulu. Mungkin kamu tahu, aku ini siapa." kata Shinesuke sesumbar.

__ADS_1


"Oh ya? Kalau begitu, majulah!" ucap Yoga bersiap dengan pasang kuda-kuda untuk menghadapi kelompok Yakuza di depannya.


Shinesuke pun tersenyum sinis lalu tertawa terbahak. Yoga masih diam dengan kuda-kudanya, dia menatap lurus. Mencari sesuatu yang lemah dari lawannya.


Shinesuke pun bersiap setelah tertawa tanpa di ikuti oleh anak buahnya. Kazao juga melihat Yoga sepertinya memang bukan lawan yang patut di remehkan, seperti informannya. Yoga adalah benar-benar mafia yang di takuti di negaranya dan negara sekitar.


Nicholas dulu yang selalu meremehkannya juga harus mati dengan cara sadis oleh Yoga, bahkan di ledakkan tempat di mana pertarungan itu.


Kazao pun berhati-hati, dia bukannya takut. Tapi harus bisa mengatur strategi agar tidak mati konyol. Tetapi dia yakin, ketuanya Shinesuke tidak akan mudah untuk di kalahkan.


Shinesuke maju, begitu juga Yoga maju satu langkah setelah dia bersiap dengan memasang kuda-kuda.


"Seraaaang!"


Teriakan Shinesuke mengagetkan semuanya, tapi mereka waspada dan anak buah yang di belakang pun kini maju berlari menyerang satu sama lain. Yoga pun memberikan perintah pada anak buahnya juga, dia maju ke depan dan langsung menyerang Shinesuke.


Mereka bertarung awalnya biasa seperti pertunjukkan, tapi lama kelamaan semakin sengit. Mark kini berhadapan dengan Kazao, mereka juga bertarung dengan senjata tajam.


Sedangkan dari jauh, tampak Mr. Vijay memperhatikan pertarungan antar kubu mafia yang memperebutkan lahan bisnis. Dia yang meminta bantuan Yoga, sang mafia untuk menghalau kelompok Shinesuke itu.


"Huh, dua kelompok kejam sedang bertarung. Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya? Bukankah berperang secara akal sehat itu lebih baik?" ucap Mr. Vijay.


Trang! Trang! Trang!


Hap! Hiat!


Set! Set! Set!


Sabetan demi sabetan mengarah pada lawan terus saja di lancarkan. Yoga banyak menghindar, dia sedikit kewalahan dengan serangan yang begitu cepat. Baru kali ini dia menghadapi lawan tangguh dan begitu cepat permainan pedangnya.


Tetapi dia juga berpikir cepat agar terus bisa menguras tenaga Shinesuke lebih dulu. Baru setelah itu dia bisa menghajarnya secara terus menerus.


Bug!


"Aargh!"


Yoga terpukul bagian punggungnya ketika Shinesuke berputar menyerangnya, tanpa membuang waktu dia memukul Yoga kencang. Sehingga laki-laki itu pun tersungkur, kemudian dengan cepat langsung berbalik dan menangkis tusukan pedang samuria milik Shinesuke.


Trang! Trang! Trang!


Shinesuke tidak membiarkan Yoga bebas begitu saja, dia terus menyerang tanpa memberikan celah bagi Yoga untuk menghindar dari serangannya.

__ADS_1


"Hiaaaat!"


Begitu ada kesempatan lengah Yoga, Shinesuka pun mengayunkan pedangnya ke arah Yoga yang masih terdesak. Tapi sejurus kemudian, Yoga langsung menangkis dan menendang kaki Shinesuke hingga laki-laki bertato di sekujur tubuhnya itu pun keseimbangannya tidak bisa di kuasai. Dan akhirnya dia juga tersungkur.


Tanpa membuang kesempatan lagi, Yoga pun mengayunkan pedangnya ke arah Shinesuke beberapa kali. Meski ada tangkisan dari laki-laki itu, Yoga terus menyerangnya.


Kini berbalik, Shinesuke yang terdesak dengan serangan Yoga. Yoga juga terus menyerangnya, dia terus mendesak hingga beberapa kali Shinesuke mundur dan terpojok.


"Matilah kamu Shinesuke!" teriak Yoga mengayunkan pedangnya cepat.


Tapi kemudian tangan Yoga seperti ada yang menahannya. Dia berputar, ternyata Kazao menahan tangan Yoga dan menyerangnya juga dengan menusukkan pedangnya.


"Aaargh!"


Yoga terjatuh, dia menoleh ke arah siapa yang menyerangnya itu. Karena sebentar lagi dia berhasil membunuh Shinesuke yang terlempar pedangnya.


Tanpa membuang waktu, Shinesuke pun mengambil pedangnya. Dia melangkah menuju Yoga yang terjatuh juga, dia melihat dua orang yang sedang mendekat padanya.


Kazao dan Shinesuke, menatap tajam pada Yoga. Lalu tersenyum miring.


"Mafia dari Italia yang sangat di takuti, sebentar lagi akan tamat riwayatnya di tanganku!" ucap Shinesuke dengan keras.


Tangannya memberi isyarat pada Kazao agar tidak perlu membantunya lagi untuk mrmbunuh Yoga. Yoga sendiri merasa heran, di mana asistennya itu?


Matanya menyapu seluruh tempat itu, tanah lapang di pinggir pantai yang sudah tidak tampak warna putihnya. Banyak mayat bergelimpangan di sana dengan darah yang mengelilingi.


Ada beberapa orang yang masih terus bertarung dengan senjata masing-masing. Yoga pun berusha berdiri, dia tidak bisa menyerah begitu saja.


"Apa kamu mau lari?" tanya Shinesuke sinis.


"Bagiku pantang untuk lari dari kematian." jawab Yoga.


"Hahah! Bagus kalau begitu, akan aku bunuh dan mrncabik-cabik tubuhmu laki-laki dari tenggara!" teriak Shinesuke langsung mengayunkan pedangnya dan mengarahkannya pada Yoga.


"Hiiiiiaaat!"


_


_


**********

__ADS_1


__ADS_2