Takdir Menantu Terbuang

Takdir Menantu Terbuang
43. Kazao Datang


__ADS_3

Alvin datang ke kantor Arman sesuai dengan janjinya. Karena dia ingin tahu rencana apa yang akan di lakukan oleh Arman itu.


Saat ini dia sudah datang dan berada di ruang kantor, Arman belum datang. Sudah pukul sebelas belum juga datang, menurut sekretarisnya tadi ada tamu yang datang dan mengajak Arman pergi.


"Kemana om Arman itu, kok dia lama banget sih?" gumam Alvin.


Melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, hatinya gelisah. Sejak semalam dia gelisah, apa lagi tadi pagi Kazao menghubunginya dan meminta apa yang pernah dia janjikan.


Kazao juga di telepon agar segera kembali ke Jepang dengan membawa orang yang telah di janjikan oleh Alvin.


Maka dari itu, Alvin akan bertekad untuk menceritakan tentang rancananya dan juga siapa sebenarnya Bela itu pada Arman.


Tuuut suara telepon di ponsel Alvin berbunyi, dia mengambilnya di kantong celana. Melihat siapa yang menelepon, bibirnya berdecak kesal melohat siapa yang meneleponnya.


"Shiit! Dia kenapa selalu menggangguku." umpat Alvin.


Teleponnya dia silent lalu di masukkan lagi ke dalam kantong celananya. Tak berapa lama, Arman pun datang. Dia juga tampak gusar sekali, dia melirik ke arah Alvin lalu duduk di kursinya.


"Om, kenapa denganmu? Apa terjadi sesuatu?" tanya Alvin heran dengan wajah Arman yang tegang itu.


"Gawat, Vin. Tuan Mark datang sepagi ini ke kantorku dan mengajakku pergi tadi, kupikir memang tuan Mark itu bukan siapa-siapa Yoga. Ternyata dia itu asistennya laki-laki pecundang itu." ucap Arman.


"Maksudnya bagaimana om? Aku tidak mengerti." kata Alvin.


Arman pun menceritakan semua yang dia lakukan setelah Alvin perusahaannya bangkrut. Mencari tahu siapa itu tuan Mark dan juga meminta kerja sama, bahkan dia menawarkan Bela pada bosnya.


Alvin mendengarkan cerita Arman itu, dalam hati dia mengecam tindakan Arman yang telah menjual anaknya demi sebuah bisnis. Tapi dia juga mengakui kalau apa yang di lakukannya itu memang perlu di lakukan jika harus mendapatkan keuntungan banyak.


"Aku tidak menyangka dia ternyata bos tuan Mark." kata Arman.


"Om tidak bertanya padaku siapa itu tuan Mark. Aku kenal orang yang dulu pernah jadi musuh laki-laki itu, dia membantuku. Tapi nyatanya aku kalah juga dan perusahaanku jadi bangkrut." kata Alvin.


"Waktu itu kamu pergi Vin, jadi om tidak bisa tanya sama kamu." kata Arman.


Baik Arman dan Alvin sama-sama licik, mereka ingin mengerjakan sesuatu sendiri tanpa melibatkan keduanya. Harus bertindak sendiri dan keuntungan juga buat sendiri.

__ADS_1


Tapi kali ini, keduanya membutuhkan satu sama lain. Mereka kini berpikir bagaimana menghancurkan Yoga dan mengambil Bela dari tangan laki-laki itu.


"Om, Bela harus kita culik dari laki-laki pecundang itu. Kita harus mendapatkannya." kata Alvin.


"Kamu ingin sekali Bela kembali padamu, lagi pula sangat susah Bela aku ambil lagi. Kerana dia di lindungi oleh suaminya. Ada apa sebenarnya, Alvin?" tanya Arman penuh selidik.


Alvin diam, dia ragu untuk menceritakan siapa sebenarnya Bela pada Arman. Jika dia cerita, maka Arman akan bertindak sendiri. Itu yang tidak mau terjadi, sedangkan dia sedang di kejar-kejar juga oleh Kazao.


"Rumit om, kalau aku ceritakan juga. Om pasti bilang susah, sekarang laki-laki itu punya anak buah banyak. Bisnis bersarnua juga banyak dan di mana-mana, makanya dia terlalu kuat untuk di hancurkan." kata Alvin.


"Lalu, bagaimana untuk menculik Bela?" tanya Arman.


"Om mau menculiknya?" tanya Alvin.


"Ya, aku bahkan menjualnya dengan imbalan tinggi pada mafia. Yang nyatanya itu adalah suamunya, menyebalkan sekali." kata Arman.


Dia bersedekap, mengingat bagaimana angkuhnya Yoga ketika menghadapinya dengan meeting zoom. Betapa bangganya dia menyerahkan Bela dengan imbalan uang dan kejayaan bisnisnya. Benar-benar Arman tidak menyangka akan seperti itu jadinya.


Setelah Bela pulang, justru dia baru mengetahui kalau yang membeli Bela adalah suaminya sendiri.


"Ya om, sejak bisnisku hancur. Aku tahu semuanya, aku tidak memberitahu om kalau yang menghancurkan bisnisku adalah Yoga." kata Alvin.


"Heh, kamu yang pecundang ternyata." kata Arman sinis.


"Aku hanya berpikir, untuk mencari bantuan organisasi lain om. Agar bisa menghancurkan laki-laki itu, ternyata tidak mudah. Bahkan organisasi yang kumasuki itu justru sedang menekanku sekarang. Mereka ingin aku segera menyerahkan gadis yang dulu aku janjikan padanya." kata Alvin.


"Kamu menjanjikan Bela?" tanya Arman.


"Iya om, dan aku harus segera membawanya ke Jepang. Om bisa bantu kan?" tanya Alvin.


"Sebenarnya agak sulit sekarang ini, kenapa waktu itu tidak kamu lakukan?"


"Karena waktu itu aku belum tahu siapa Bela."


"Jadi ada rahasia pada anakku itu? Katakan padaku, apa itu?" tanya Arman penuh selidik.

__ADS_1


Alvin diam, lagi-lagi dia ragu dengan keberanan tentang Bela. Arman menatap penuh selidik, Alvin menunduk menarik napas panjang.


"Alvin, ada apa dengan Bela?" tanya Arman lagi.


"Dia itu pewaris satu-satunya yang sangat ka ...."


Tok tok tok.


Belum selesai bicara, pintu ruang kantor Arman di ketuk dari luar. Muncul sekretaris Arman, di belakangnya ada laki-laki yang membuat Alvin terpaku dan tegang. Dia menatap datar tapi kemudian dia pun menunduk takut.


Arman sendiri bingung diapa yang datang ke kantornya itu.


"Anda mencari siapa?" tanya Arman menyelidik laki-laki berdiri tegap bermata sipit itu.


"Saya Kazao Shimizu, teman tuan Alvin." jawab laki-laki bernama Kazao itu.


"Ooh, anda teman Alvin dari Jepang itu?" tanya Arman.


"Ya, dan saya ada perlu dengan tuan Alvin. Bisakah saya bicara dengannya dan membawanya pergi?" tanya Kazao.


"Sebentar, ada keperluan apa anda mencari Alvin?" tanya Arman.


"Tanyakan pada tuan Alvin." kata Kazao melirik pada Alvin.


"Yang tadi aku ceritakan om, tentang Bela." ucap Alvin.


"Ooh, hahah. Silakan duduk saja dulu tuan Kazao, kita bicarakan lebih lanjut bertiga. Aku tahu masalahnya." kata Arman tertawa kecil dan mendekati Kazao untuk duduk dengannya.


Alvin menarik napas panjang, ini yang dia khawatirkan. Jika Arman tahu, maka dia yang akan lebih dulu kerja sama dengan Kazao itu.


"Mari kita bicarakan bisnis menyenangkan tuan."


_


_

__ADS_1


************


__ADS_2