Tentang CINTA (Embun & Bara)

Tentang CINTA (Embun & Bara)
Meluruskan salah paham


__ADS_3

Malam sudah menunjukan pukul 8 malam sudah saatnya toko Embun tutup tapi Rian masih terbaring di atas kasurnya tidak beranjak hanya melamun menatap langit-langit yang kusam.


"Apa lu gak akan nganterin Embun lagi?" Tanya Anwar.


"Tidak, bilang saja aku sudah tidur." Ucap Rian.


"Kalian lagi ada masalah?" Tanya Anwar penasaran.


"Tidak juga, sepertinya aku akan kembali ke kalimantan War tapi belum pasti juga sih. Makanya aku ingin membiasakan diri tanpa Embun sepertinya Embun juga sudah bahagia dengan orang lain." Jelas Rian.


"Jadi lu mau balik?"


"Iya."


"Apa yang lu bilang kalau Embun udah bahagia sama yang lain? Embun punya pacar?" Tanya Anwar.


"Aku tidak tahulah. Sudah sana pergi berisik!" Seru Rian.


"Dasar aneh lu!" Anwar pergi untuk menemui Monik.


Di depan toko tinggal Embun dan Monik.


"Embun apa sih yang terjadi antara kalian berdua?" Tanya Anwar pada Embun.


"Emang kenapa sayang?" Monik juga penasaran.


"Iya tingkah si Rian juga aneh. Apa ada masalah?" Anwar tak hentinya bertanya.


"Aku juga bingung pada Rian dia kenapa? gak ada hubungi aku gak ada nemuin aku juga." Jelas Embun.


"Rian bilang kamu sudah bahagia dengan yang lain dan Rian juga akan kembali pulang ke kalimantan." Tegas Anwar.


"Apa bahagia dengan yang lain? gak jelas sih. Gak tahu ah aku mau pulang dulu. Bye ...." Embun berlalu pergi.


"Kenapa sih mereka berdua sayang?" Tanya Monik.


"Aku juga heran pada mereka. Sudahlah ayo kita pulang." Ajak Anwar.


Embun sampai di kontrakannya dan merasa kepikiran apa yang Anwar katakan tadi.


"Aku harus menelpon Rian dan meluruskan sebenarnya apa yang terjadi." Gumam Embun.


[Hallo, Rian apa kamu baik-baik saja?]


[Aku baik-baik saja Embun. Kenapa? ada apa?]


[Apa yang anwar maksud kalau aku bahagia dengan orang lain? dan benar kamu mau balik ke kalimantan?]


[Bukannya kamu sudah jadian sama mas Pras, waktu itu aku mengikuti kalian dan aku mendengar kalau mas Pras menyukaimu.]


[Sepertinya kau salah paham? Kemari saja aku ingin bicara]


[Baiklah tunggu sebentar ya]


Dengan buru-buru Rian menuju kontrakan Embun dan Embun merasa konyol ternyata Rian menjauhinya karena hal semalam waktu mas Pras mengungkapkan perasaanya.


Tidak lama kemudian Rian sudah berada di depan kontrakan Embun.


"Embun ...." Panggil Rian.


"Kau sudah datang, masuklah bicara di dalam." Ajak Embun. Rian masuk dan tanpa menutup pintunya.

__ADS_1


"Apa yang mau di bicarakan Embun?" Tanya Rian.


"Hahaa aku hanya mau menjelaskan kalau aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mas Pras. Waktu itu memang benar kalau mas Pras mengungkapkan perasaannya tapi aku tidak punya perasaan apa-apa pada mas Pras dan sekarang kita biasa saja tidak ada hubungan lebih." Jelas Embun.


"Oh, ya mungkin salahku juga waktu itu tidak mendengarkan sampai selesai. Hehee ...." senyum Rian.


"Kamu ini ada-ada aja sih berpikiran seperti itu." Ucap Embun.


"Iya, aku kan takut kalau emang kamu jadian sama Pras dan kita masih dekat nanti gimana-gimana." Jelas Rian.


"Gak ih gak jadian. Kita masih berteman kan?" Tanya Embun.


Ternyata Embun memang hanya menganggapku teman saja.


Hati Rian.


"Tentu saja Embun, kau teman terbaikku disini." Senyum Rian.


"Eh iya Anwar bilang kamu akan pulang?" Tanya Embun.


"Iya ayahku sakit, semalam kak Al memberitahuku. Jadi sepertinya aku akan pulang dulu." Jelas Rian.


"Kapan pulangnya? bagaimana dengan kerjaanmu?" Tanya Embun lagi.


"Sepertinya lusa mungkin. Aku akan keluar saja dari kerjaan ini dan nanti kalau kembali aku akan cari kerja lagi." Jelas Rian.


"Emmmh begitu ya sudah kalau itu sudah keputusanmu." Senyum Embun.


Rian akan kembali ternyata benar. Ah jangan sedih Embun jangan.


Batin Embun.


"Tapi aku akan kembali Embun tenang saja paling seminggu atau 2 minggu aku di kalimantan." Ucap Rian.


"Kamu sudah makan malam?" Tanya Rian.


"Belum,"


"Ini aku sudah belikan tadi, aku juga belum makan malam." Ucap Rian.


Mereka pun makan bersama dan melupakan semua kejaidan salah paham kemarin.


Tunggu aku kembali nanti ya Embun aku akan mengungkapkan perasaanku padamu saat aku kembali. Saat ini aku belum mau mengungkapkan perasaanku.


Hati Rian.


Mereka sudah kembali seperti biasanya lagi bercanda tertawa bersama. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam Rian kembali pulang.


"Aku pulang dulu Embun, selamat malam." Pamit Rian.


Embun merasa senang dan ternyata Rian hanya merasa salah paham pada mas Pras.


"Konyol sekali sih," Senyum Embun.


"Tapi ternyata Rian tidak menganggapku lebih, dia hanya tidak ingin membuat mas Pras cemburu kalau memang aku benar jadian bukan karena dia sendiri yang cemburu." Gumam Embun.


"Sudah lupakan saja semuanya Embun, Rian hanya menganggapmu teman saja." Embun menutupi dirinya dengan selimut dan kemudian tertidur.


Keesokan harinya,


Rian menelpon asistennya dan memintanya untuk membelikan tiket pesawat untuk pulang besok.

__ADS_1


(Rian belikan tiket pesawat untukku besok aku akan pulang katanya ayahku sakit dan merindukanku.)


(Baiklah, nanti aku kabari lagi kalau sudah selesai)


(Sekalian juga aku pulang ingin menyelesaikan masalah kak Al dan Bang Galuh.)


(Baiklah, semua bukti biar aku siapkan juga.)


(Kirim juga aku uang.)


(Kirimnya kemana?)


(Coba nanti aku tanya dulu pada temanku disini, biar nanti kirim ke rekening temanku saja.)


Rian menutup telponnya dan menemui Anwar untuk meminta nomor rekeningnya untuk menerima uang dari asistennya.


"Anwar lu punya rekening bank?" Tanya Rian.


"Ada, untuk apa?"


"Kakakku akan mengirimiku uang untuk ongkos pulangku kan aku tidak punya ATM." Ucap Rian.


"Boleh, nih nomor rekeningnya." Rian menunjukan foto nomor rekeningnya.


"Oke, makasih ya Anwar."


"Iya sama-sama."


Rian mengirim pesan pada asistennya memberikan nomor rekening Anwar.


[Baiklah tuan aku sudah mengirimnya 50juta]


"Ya ampun aku lupa memberi tahu berapa ngirimnya, pasti si Anwar bakalan curiga nih." Gumam Rian.


Benar saja Anwar berlari menghampiri Rian. "Rian lihat ada yang transfer 50juta. Apa ini dari kakak lu?" Tanya Anwar penasaran setelah mendapatkan notifikasi dari bank.


"Emmmh iya dari kakakku."


"Kakak lu orang kaya? sebanyak itu uang yang di kirim." Anwar makin penasaran.


"Sebenarnya semuanya sangat ribet kalau di ceritakan sekarang. Nanti aku kembali dari kalimantan aku ceritakan semuanya dengan detail." jelas Rian.


"Apa sih sebenarnya? buatku penasaran saja." Heran Anwar.


"Pokonya lu jangan banyak bicara apalagi sama Embun, plis jangan bilang dulu sama Embun lu jangan bilang juga uang 50Juta ini." Pinta Rian.


"Ya lagian aku juga mau nyeritain apa? aku gak ngerti apa-apa." Wajah Anwar kebingungan.


"Iya soal uang ini, nanti aku sisain 10juta untukmu tapi jangan ceritakan dulu pada Embun dan Monik." Ucap Rian.


"Iya baiklah." Anwar menggaruk kelapanya karena masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Polos sama bego beda dikitlah.


"Ya udah nanti kamu ke bank dan ambilkan uangnya pasti kalau di ATM gak bisa ngambil uang 40Juta." Suruh Rian.


"Iya nanti saja kalau istirahat." Ucap Anwar.


"Ingat, jangan bilang siapa-siapa."


"Oke ...."


Untung Anwar tidak begitu paham dengan yang terjadi aku harap semuanya aman sampai aku kembali lagi kesini.

__ADS_1


Pikir Rian.


⬇️⬇️


__ADS_2