Tentang CINTA (Embun & Bara)

Tentang CINTA (Embun & Bara)
Rian mulai bekerja


__ADS_3

Embun sudah selesai mandi dan kaget melihat apa yang Rian pakai.


"Kau pakai baju siapa?. Hahaa..." tanya Embun.


"Baju dari pak haji bilangnya punya anaknya." jawab Rian.


"Hahaa kau terlihat seperti bapak-bapak." Embun tertawa.


"Ya mending daripada pakai bajumu kayak bencong." ucap Rian.


"Ya sudah, pakai saja dulu yang ada nanti kalau aku gajian aku beliin kamu baju. Sekarang aku mau beli sarapan dulu kamu tunggu disini." jelas Embun.


"Oke..."


Embun membeli sarapan nasi uduk seperti biasanya. Tidak lama kemudian Embun sudah kembali dengan kresek di tangannya.


"Ini makanlah, hari ini kamu mulai bekerja. Bekerjalah yang rajin dan bener." pesan Embun.


"Iya Embun bawel banget..." ketus Rian.


"Bukannya bilang terima kasih malah ngatain segala." ucap Embun.


"Iya terima kasih Embun." senyum Rian.


"Nanti kalau aku sudah sukses dan punya banyak uang kamu orang pertama yang aku cari." tambah Rian.


"Aah jangan dulu mimpi pagi hari nanti saja malam. Sekarang kamu kerja aja dulu yang bener." ucap Embun.


"Deuh kamu malah matahin semangatku." seru Rian.


"Hahaaa jangan anggap serius aku hanya bercanda saja biar gak garing." senyum Embun.


Mereka tertawa bersama dan menghabiskan makannya kemudian Rian pergi lebih dulu karena masuk jam 8 sedangkan Embun masuk jam 9.


"Aku duluan ya, doakan aku." senyum Rian.


"Sana pergilah."


Masih ada waktu, Embun membereskan dulu kontrakannya sebelum pergi bekerja.


"Kasihan Rian jauh dari keluarga dan kena apes juga. Semoga dia betah dan bisa bertahan hidup di kota yang keras ini." gumam Embun beberes sambil memutar lagu BTS paforitnya.


...----------------...


Anwar sudah menunggu Rian untuk membuka toko, disana juga ada 2 orang pekerja lain Radit dan Hamzah dan seorang admin mbak Sari. Tetapi yang tinggal di mess hanya Anwar.


"Maaf aku lama." seru Rian.


"Tidak, baru mau buka kok. Bantu aku buka toko." ajak Anwar.


Mereka membuka tokonya dan semua karyawan sudah datang. Anwar mengenalkan Rian pada semua orang dan meminta semua orang membimbing Rian untuk bekerja.


Bagi Rian bekerja bukanlah hal yang sulit apalagi hanya melayani pembeli saja.

__ADS_1


Rian sudah menyelesaikan S3 nya di jurusan IT, S1 dan S2 nya di jurusan bisnis pasti Rian sangat cerdas tetapi itu tidak bisa di gunakan dengan nama Rian lagi pula semua berkasnya di tinggal di rumahnya.


Embun yang baru datang melihat Rian sebentar dari jauh dan melambaikan tangannya memberikan semangat. Rian tersenyum melihat Embun.


"Lu suka sama Embun?." tanya Anwar.


"Suka lah, Embun cantik juga baik." Rian tersenyum.


"Baguslah biar kalau kencan bisa barengan." ucap Anwar.


"Lu udah lama pacaran sama temennya Embun?."


"Udah 2 tahun."


"Lama juga ya, bagus deh."


Mereka mengobrol di waktu luang mereka saat tidak ada pembeli.


Di toko sebelah baru buka, mereka buka setiap hari sistemnya libur gantian seorang-seorang. Embun kebagian hari selasa liburnya.


Istirahat siang tiba, Rian menghampiri Embun menunggu Embun untuk makan siang, karena Embun sudah berpesan makan siang bersama. Rian menunggu di depan toko Embun.


"Kamu temennya Embun itu?." ucap Siska sinis.


"Iya mbak." senyum Rian.


"Jangan senyum-senyum gituh sok akrab." Siska masuk ke dalam toko.


"Ciiih jadi cewe sombong sekali sih." gumam Rian.


"Gak apa-apa."


"Ayo kita makan di warteg langgananku." ajak Embun.


Mereka makan bersama di warteg, Embun memesankan makan 2 porsi untuk berdua.


"Mau makan apa neng Embun?." tanya bu Imah pemilik warteg.


"Biasa aja bu, telor sama capcay. Kamu mau makan apa Rian?." tanya Embun.


"Samain aja."


"Samain bu, sambelnya banyakin ya punyaku." pinta Embun.


"Oke neng...."


"Ini makanlah..." suruh Embun.


"Makasih ya Embun. Emmh kamu makan seperti ini setiap hari?." tanya Rian.


"Iya makan disini setiap hari, Hehee..."


"Menunya juga gini?." tanya Rian.

__ADS_1


"Ya engga lah, soalnya ini akhir bulan jadi menunya seadanya uang apalagi jatah makanku di bagi 2 sama kamu." ucap Embun.


"Maaf ya, karena aku jadi makannya seadanya." Rian merasa tidak enak.


"Tenang saja slow kalau sama aku mah, makanlah" ucap Embun dengan mulut penuh makanan.


Mereka makan dengan lahap apalagi Rian sekarang sudah terbiasa dengan makanan sederhana. Setwlah selesai mereka kembali ke toko.


"Tokomu kan tutup jam5 sore kalau aku jam8 malam. Jadi untuk bawa baju kamu ke mess nanti aja ya nunggu aku pulang sekalian anterin aku." jelas Embun.


"Iya Embun. Aku tunggu kamu." nurut Rian.


"Bye.... aku masuk dulu."


Dari kejauhan mas Pras memperhatikan Embun dan kemudian memberanikan diri bertanya pada Embun tentang Rian.


"Itu temen kamu yang waktu itu kamu bilang?." tanya mas Pras.


"Iya mas," senyum Embun.


"Udah makan siangnya?."


"Udah mas, mas Pras udah makan siang?."


"Ini baru mau beli. Aku keluar dulu ya." mas Pras pergi dan Embun kembali melayani pembeli yang kebetulan lumayan rame.


Dengan semangat mereka melayani pembeli. Kalau rame biasanya suka dapet bonus dari si koko. Bonus makan malam ataupun uangnya.


Ko Chandra datang ke toko setiap sore hari karena memang punya percetakan juga, jadi kalau siang sibuk di percetakannya. Siska sering menghampiri koko kalau tidak ada pembeli dan tersisa 3 orang saja yang pasti bergosip adalah pengisi waktu luang mereka.


"Wah lumayan sekali hari ini." ucap Trian.


"Aku jadi gak sabar dapat bonus akhir bulan adalah penolong banget. hahahaa...." ucap Monik.


"Iya, aku juga berharap dapat bonusnya uang. karena uangku sudah menipis apalagi aku memberi makan si Rian." ujar Embun.


"Kamu sih sama orang gak di kenal aja baik banget. Gimana kalau dia kabur." ucap Monik.


"Ya aku merasa kasihan saja, aku mikirnya kalau aku di posisi dia gimana gitu. Tapi dia anaknya baik kok nurut juga. Ya kalo kabur gak apa-apa." jelas Embun.


"Ya kalau kabur kamu rugi dong Mbun, udah ngasih makan dia, ngasih tempat berteduh nyariin kerja juga." tambah Trian.


"Ah itung-itung aku beramal aja lah kalau masalah itu." jawab Embun.


"Eh jadiin pacar aja, lumayan ganteng loh si Rian." ucap Monik.


"Iya sih ganteng, tapi ah engga ah aku engga mau berharap sama siapapun. Kayanya dia biasa aja padaku." tegas Embun.


"Cieee Embun mengakui juga kalau ternyata Rian ganteng. Hahaaa..." Trian dan Monik tertawa.


"Kalian yah, mentang-mentang pada punya pacar jadi ngebully aku... aku bilangin yah sama Anwar sama Fahri kalau kalian genit sama si Rian." ancam Embun.


"Yaah kamu malah ngancem lagi gak asik ah." ucap Monik.

__ADS_1


"Hahaaa hahaaa kalian takut juga ternyata kalau di laporin." Embun tertawa lepas merasa senang menggoda teman-temannya itu.


⬇️⬇️


__ADS_2