
"Embun kenapa lama sekali sih di dalam toiletnya?" Bara mengetuk pintu toilet.
Tidak lama kemudian Embun keluar. "Maaf lama."
"Ayo kita kesana lagi." Bara menarik tangan Embun.
"Ayo kita ke meja makan! kita makan bersama," ajak Al.
Semua orang duduk bersama di ruang makan dan mereka makan bersama. Alisha begitu senang terlihat dari senyumannya yang tidak lepas dari bibirnya.
Kak Alisha begitu senangnya. Apa aku akan tega menceritakan semuanya? ya ampun aku harus apa sebenarnya?
Batin Embun.
"Embun kamu menginap aja ya disini. Ini udah malem soalnya," ucap Al.
"Biar aku pulang saja kak gak apa-apa," jawab Embun.
"Mau dong Embun. Biar pulangnya besok pagi aja ya," bujuk Al.
"Terserah Bara saja kalau begitu," ucap Embun.
"Biar aku antar pulang saja kak!" ucap Bara.
Bara tahu kakak iparnya seperti apa. Bara takut kalau Embun di apa-apain Galuh.
"Okey ... tapi, kamu harus sering-sering bawa Embun kesini yah," pinta Al pada Bara.
"Iya ...."
"Aku ke toilet dulu ya sayang." Galuh pergi ke toilet.
Embun ingin sekali menanyakan hubungannya dengan Icha pada Galuh. Embun melihat gelasnya kosong dan kemudian dapat ide untuk mengambil air di dapur.
"Ah airnya habis," gumam Embun.
"Biar mbak Marni ambilkan," ucap Al.
"Ah tidak usah kak! biar aku saja. Airnya di dapur, kan?" tanya Embun.
"Iya sebelum toilet!" jelas Al.
Embun berlalu pergi ke dapur dan mengambil airnya. Seperti tujuan awalnya Embun ingin menanyakan tentang hubungan bang Galuh dengan Icha. Embun menunggu Galuh keluar dari toilet.
"Ngapain kamu disini?" Galuh baru saja keluar dari toilet.
"Emmmh ini habis ambil minum Bang," ucap Embun.
"Baiklah! ayo kesana lagi," ajak Galuh.
"Tunggu Bang!" Embun mengeluarkan ponselnya dan menunjukannya pada Galuh.
__ADS_1
Raut wajah Galuh menjadi berubah dan terlihat tidak senang apa yang Embun perlihatkan.
"Dapat darimana foto itu?" tanya Galuh.
"Hahh ternyata benar ini bang Galuh?" ucap Embun.
"Kemarikan ponselmu padaku dan hapus foto itu!" pinta Galuh.
"Bang Galuh tega ya sama kak Alisha. Kak Alisha begitu baiknya dan sepertinya sangat sayang padamu juga. Dan Bang Galuh juga mempermainkan Icha!" jelas Embun.
"Kamu kenal Icha?" tanya Galuh.
"Iya! memangnya kenapa? takut ya aku bongkar?" ucap Embun.
"Hah buktinya cuman itu aja. Palingan editan doang!" elak Galuh.
"Lihat baik-baik Bang! ini bajunya aja sama mana mungkin editan," tunjuk Embun.
"Kemarikan ponselmu!" Galuh mencoba mengambilnya dari tangan Embun. Embun mencoba mempertahankannya tapi gelas yang di pegang di tangan satunya terjatuh bersamaan dengan ponselnya juga jatuh dan terlempar ke kolong rak di samping pintu toilet.
"Praaanggg ...." gelas dan ponsel Embun jatuh.
Embun kaget sedangkan Galuh sibuk mencari ponsel Embun yang jatuh entah kemana.
"Ada apa sih ini?" tanya Bara yang menghampiri Embun bersama kak Al dan Rian.
Embun menghampiri Alisha. "Kak! Bang Galuh selingkuh kak!" ucap Embun yang seperti menampar Al.
"Kamu jangan sembarangan ngomong ya!" ucap Al.
"Aku sangat percaya pada suamiku! memangnya mana buktinya kalau suamiku selingkuh?" tanya Al.
"Ada di ponselku. Tapi ponselku jatuh gak tahu kemana." Embun mencari-cari ponselnya.
"Kamu bohong, kan? makanya gak bisa nunjukin buktinya padaku," Al marah.
Ya ampun bagaimana ini? mana mungkin kak Al percaya pada Embun.
Batin Bara.
"Gimana ini?" bisik Bara pada Rian.
"Aku tidak bohong kak buktinya ada di ponselku! Bang Galuh selingkuh dengan temannya temanku. Hari ini Bang Galuh baru pulang merayakan ulang tahunnya dengan dia makanya terlambat pulang. Kemarin saja perempuan itu memesan cake di tempatku juga kak," jelas Embun.
"Kamu jangan mencoba fitnah suami saya, yah! aku pikir kamu seorang yang baik seperti yang sering Bara katakan. Tapi, kenyataannya tidak! sekarang pergilah dari rumahku dan jangan pernah kembali kemari lagi," suruh Al.
"Kak Al tenang ya! Hemmm Bang Galuh memang selingkuh kak," timpal Bara.
"Kamu ya Bara malah belain perempuan ini! kakak tahu otak kamu udah di cuci sama perempuan ini. Kamu tahu sendiri selama ini Bang Galuh baik banget padamu," jelas Al.
"Tapi kak ..."
__ADS_1
"Sudah sana kalian pergi dari rumah kakak! temuin kakak kalo emang kamu udah sadar atas kesalahanmu dengan memfitnah Bang Galuh." Alisha pergi menuju ke kamarnya.
"Kalian ya! benar-benar merusak rumah tanggaku!" Galuh menyusul Al.
"Mending sekarang kita pulang saja," ucap Rian.
"Baiklah! Ayo Embun." Bara meraih tangan Embun dan membawanya keluar dari rumah kak Al.
"Bara aku gak bohong aku serius. Kalau Bang Galuh itu emang selingkuh dengan temannya Trian namanya Icha," jelas Embun.
"Ayo masuklah dulu ke mobil dan kita bicarakan nanti." Bara membukakan pintu mobil untuk Embun.
"Antarkan Embun dulu," suruh Bara pada Rian.
"Baiklah!" Angguk Rian.
"Bara aku beneran gak bohong sumpah!" ucap Embun.
"Aku sudah tahu semuanya!" jawab Bara.
"Lalu kenapa kamu belum memberitahu kak Al?" tanya Embun.
"Pasti akan seperti tadi Embun. Kau lihat sendiri, kan? bagaimana kak Al membela bang Galuh? dan tidak percaya padamu," ucap Bara.
"Tapi Bara ...."
"Kita ingin mengumpulkan bukti lebih banyak lagi supaya kak Al bisa percaya," tegas Bara.
"Kenapa gak bilang aja sih Bara! pasti kak Al akan percaya padamu. Dengan kamu membiarkan ini semua, maka akan semakin dalam luka yang akan kak Alisha dapat." jelas Embun.
"Kita tidak boleh gegabah!" timpal Rian.
"Jadi pak Rian juga tahu?" kaget Embun.
"Kita sudah mengetahuinya! kita masih mencari cara dan waktu yang tepat," jelas Bara.
"Aku kasihan pada kak Alisha. Kak Alisha terlihat sangat mencintai suaminya tapi suaminya malah mengkhianatinya apalagi sedang hamil." Embun mengusap air matanya yang terjatuh.
"Kita atur semuanya untuk membongkar kelakuan bang Galuh!" ucap Bara.
"Jangan kelamaan! aku tidak tega pada kak Alisha. Tapi, sekarang pasti kak Alisha sangat benci padaku dan bahkan tidak ingin bertemu denganku lagi," pungkas Embun.
"Sudahlah jangan menangis lagi. Aku janji akan membongkar semua secepatnya," ucap Bara.
Embun hanya menatap jalanan yang gelap. Merenungi apa yang di lihatnya tadi, walaupun punya segalanya dan terlihat hidup sangat bahagia tetapi ternyata di dalamnya tidak sebagus yang terlihat. Pengkhianatan bang Galuh pada kak Alisha seakan menampar Embun kalau yang terlihat tidak sesuai dengan yang di pikirkannya.
Embun teringat ponselnya. "Ponselku?"
"Apa Embun?" tanya Bara.
"Ponselku tadi terjatuh di rumah kak Alisha waktu bang Galuh mencoba merebutnya dariku. Tapi tidak tahu jatuhnya kemana," jelas Embun.
__ADS_1
"Biar nanti aku carikan!" jawab Bara.
⬇️⬇️