Tentang CINTA (Embun & Bara)

Tentang CINTA (Embun & Bara)
Tinggal bersama Alisha


__ADS_3

" Kalian beristirahatlah! pasti kalian sangat lelah setelah perjalanan jauh tadi," suruh Al.


"Baiklah Kak! Kak Al juga harus istirahat ya jangan banyak pikiran biarkan saja aku yang mengurus semua perceraian Kak Al," ucap Bara.


"Kak Al harus kuat dan semangat ya demi anak yang kak Al kandung," Embun menyemangati.


"Iya kalian jangan khawatirkanku," ucap Al.


Embun dan Bara keluar dari kamar Alisha. "Apa aku pulang saja ke kontrakan? Aku juga sudah tidak bekerja berhari-hari."


"Apa kau akan tega meninggalkan kak Alisha dalam keadaan seperti itu?" tanya Bara. "Kamu berhenti saja bekerja lagian kamu akan menikah denganku," ucap Bara.


"Iya juga sih! pasti kak Al butuh teman apalagi sedang hamil seperti itu." jawab Embun. "Tidak Bara. Aku besok akan bekerja lagian kita menikah masih sebulan lagi masih lama."


"Masih lama gimana? kita harus menyiapkan semuanya Embun," ujar Bara.


"Iya. Aku akan ke kampung seminggu sebelum menikah untuk mengurus persiapan disana!" jelas Embun.


Embun masuk kekamarnya dan Bara juga ikut masuk dan duduk di sofa di kamar Embun.


"Ngapain ikut masuk?" tanya Embun.


"Aku juga mau istirahat dulu sebelum ke kantor menyusul Rian!" jawab Bara.


"Apa harus disini?" tanya Embun.


"Aku gak akan ngapa-ngapain Embun!" Bara berbaring di sofa.


"Emmmh baiklah!"


Embun melihat Bara tertidur di sofa dan Embun memberikan bantal untuk Bara. "Bara pakailah bantalnya nanti lehermu sakit!"


"Hemmm ..." Bara sudah tertidur.


Embun mengangkat kepala Bara dengan perlahan dan meletakkan bantalnya. "Emmh dasar *****. Ah mungkin kamu kecapean habis perjalanan jauh." Embun menatap Bara dan memberanikan mengelus pipinya.


"Ini calon suamiku? Tampan sekali kalau tidur. Terlihat polos seperti anak kecil." Embun tersenyum kecil.


Embun berlalu pergi keluar kamar karena merasa haus dan mengambil minum di dapur. Embun melihat mbak Marni sedang beberes, "Lagi beberes Mbak?" tanya Embun.


"Iya Non. Mau apa ke dapur? kenapa tidak panggil Mbak saja?" tanya Mbak Marni.


"Ah aku hanya ingin minum saja Mbak, tidak perlu merepotkan Mbak," ucap Embun. Embun mengambil minumnya dan duduk di kursi makan.


"Apa ini bahan untuk masak makan siang Mbak?" tanya Embun.


"Iya Non!" jawab Mbak Marni.


"Aku bantu masak ya Mbak!" ucap Embun.


"Jangan Non biar Mbak aja. Non istirahat saja!" suruh Mbak Marni.


"Tidak apa-apa Mbak." Embun mengambil sayurannya dan memotong-motongnya.


Embun tidak kembali ke kamar malah membantu Mbak Marni di dapur. Tidak lama kemudian Al keluar dan menghampiri Embun di dapur. "Kamu lagi apa Embun?"

__ADS_1


"Eh Kak Al. Aku hanya bantu Mbak Marni aja soalnya merasa bisan di kamar," jawab Embun.


"Emmmh kita keruang tv yu ngobrol disana," ajak Al.


Embun setuju saja dan mengikuti Alisha ke ruang tv.


"Duduklah Embun!" suruh Al.


"Iya Kak Al ada apa?" tanya Embun.


"Kalian akan menikah aku harap jangan terpengaruh ya dengan kondisi dan masalahku," ucap Al.


"Sebenarnya aku tidak enak kalau harus menikah padahal Kak Al sedang sedih. Apa undur saja semuanya Kak?" cetus Embun.


"Jangan Embun. Aku gak apa-apa kok beneran kalian jangan undur pernikahan kalian, aku malah seneng kalau kalian cepat menikah dan tinggal bersama." Al tersenyum.


"Kak Al aku tahu semuanya berat untuk Kak Al. Kalau ingin sandaran dan tempat berbagi masalah juga keluh kesah, Kak Al bisa berbagi denganku. Aku siap menjadi pendengar untukmu," jelas Embun.


"Iya Embun iya."


Mereka mengobrol panjang lebar di ruang tv sedangkan Bara masih tertidur ceritanya akan tidur sebentar karena akan ke kantor tapi saat Embun kembali Bara masih tertidur.


Trek! Embun membuka pintu kamar. "Ternyata masih tidur saja. Katanya hanya istirahat sebentar!"


Embun menghampiri Bara. "Bara bangunlah kamu belum makan siang. Bara ...."


"Hmmm ..." Bara hanya sedikit bergerak membetulkan posisinya jadi menghadap Embun.


Embun berjongkok mendekatkan wajahnya pada wajah Bara. "Pipimu merah sekali tapi lucu juga apalagi caby gini." Embun menekan-nekan pipi Bara sambil tersenyum.


"Lagi memandangi ketampananku ya?" ucap Bara.


"Ti-tidak!" gagap Embun.


Bara tersenyum. "Akui saja! aku mendengarmu tadi bicara! pipimu merah sekali lucu caby gitu, kan?"


"Kamu mimpi kali!" elak Embun.


"Iya mimpi di elus bidadari, muaaachhh ..." Bara mencium tangan Embun.


"Apasih Bara!" Embun berdiri tetapi Bara menariknya sehingga membuat Embun terjatuh di pelukan Bara.


"Kemarilah tidur bersamaku!" Bara memeluk Embun.


"Bara lepasin ih!" Embun berontak tetapi Bara mengeratkan pelukannya. Mereka begitu dekat saling berhadapan Bara tidak melepaskan senyuman dari bibirnya.


"Suuut jangan banyak bicara biarkan aku memelukmu sebentar saja!" ucap Bara.


"Tapi Ba--" Bara membekap mulut Embun.


"Suuut Embun!"


Bara mengeratkan pelukannya dan terus menatap Embun.


"Nanti ada yang datang!" ucap Embun.

__ADS_1


Bara melepaskan pelukannya dan kemudian bangun. Bara menggeliat karena merasa tidurnya kurang nyaman. "Badanku pegal semua!"


"Suruh siapa tidur di sofa?" ucap Embun.


"Aku kan gak boleh tidur di kasur karena kamu yang tidur di kasur!" ucap Bara.


"Siapa yang tidur? aku daritadi di bawah bersama Kak Al," jawab Embun.


"Kenapa bukannya istirahat?" tanya Bara.


"Aku gak enak sama Kak Al! sana cuci muka kita makan siang. Aku udah laper!" ucap Embun.


"Kasian calon isteriku ingin makan nunggu calon suaminya dulu," goda Bara.


Embun hanya bergidik geli. Mereka turun untuk makan siang, Alisha sudah ada disana dan sepertinya sudah makan juga.


"Kalian makanlah! aku sudah selesai karena tadi bayiku ingin cepat-cepat makan," ucap Al.


"Iya Kak!" jawab Bara.


"Kak sepertinya aku akan pulang malam ini! apa Kak Al tidak apa-apa kalau hanya bersama Mbak Marni?" tanya Embun.


"Kenapa gak tinggal disini aja Embun?" tanya balik Al.


"Aku harus kerja kak udah beberapa hari gak kerja," jawab Embun.


"Yasudah pulang kerja kesini aja dan tidurnya disini," pinta Al.


"Benar kata Kak Al. Jadi kamu bisa nemenin Kak Al disini," ucap Bara.


"Tapi kesini dari tempatku lumayan jauh juga," ucap Embun.


"Nanti aku yang akan jemput tenang saja!" Bara mengacungkan jempolnya.


"Baiklah! tapi untuk malam ini aku kembali dulu ke kontrakan ya? mau beberes pasti berantakan banget," pinta Embun.


"Oke baiklah! nanti aku antar kamu pulang," ucap Bara.


"Makanlah kalian! Kakak mau ke kamar dulu. Pengen rebahan kakiku pegal-pegal." Alisha berlalu ke kamarnya.


"Habiskan! setelah ini aku akan ke kantor. Jangan rindu padaku ya," goda Bara.


"Apa sih?" ketus Embun. "Apa tidak akan mandi dulu?" tanya Embun.


"Tidak! aku akan tetap tampan walaupun tidak mandi!" Canda Bara.


"Iya tahu!" ucap Embun.


"Cieee mengakui kalau ternyata aku beneran tampan!" Bara menaikan alisnya.


"Iiih nyebelin banget sih!" ketus Embun.


"Hahaa ... hahaa ..." Bara hanya tertawa melihat tingkah Embun.


⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2