Tentang CINTA (Embun & Bara)

Tentang CINTA (Embun & Bara)
Ternyata benar Galuh orang yang sama


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 8 malam. Bara sudah berada di depan toko Embun untuk menjemputnya sedangkan Embun baru selesai bekerja.


"Kamu sudah disini?" tanya Embun.


"Iya. Aku mau menjemputmu! ayo biar aku antar kamu ke kontrakan dulu untuk ganti baju," Bara menawarkan diri.


"Baiklah! Bye Trian aku duluan ..." Embun pulang bersama Bara. Bara menunggu di teras kontrakan Embun.


Embun keluar dan mengunci pintunya. "Ayo pergi!"


"Kamu cantik Embun." Bara meraih tangan Embun dan berjalan bersama.


Embun memang cantik memakai baju pemberian dari Bara. Dress berwarna merah muda lengan pendek selutut tanpa pernak pernik berlebihan.


Embun menaiki mobil yang Rian kendarai. Bara tidak pernah menyetir sendiri. Baru pertama ini Embun naik mobil mewah terasa canggung dan merasa tidak enak oleh Bara.


Bara meraih tangan Embun. "Santai saja jangan khawatir!" ucap Bara seakan tahu kalau Embun merasa canggung.


"Emmmh tidak." Embun menarik tangannya dari genggaman Bara.


Embun dan Bara tidak mengobrol hanya diam.


Kenapa situasinya malah jadi canggung begini ya?


Hati Embun.


Tringgg.


Embun mendapatkan pesan WA dari Trian. Ternyata Trian mengirimkan sebuah foto dan Embun membukanya.


[Ini aku dapatkan dari story nya Icha. Mudah-mudahan bukan pria yang sama ya dengan suaminya kakaknya Bara.] keterangan dari foto itu.


Sebuah foto yang menunjukan Icha sedang bersama dengan pacarnya dan dengan cake di tangannya.


Nanti aku tinggal melihat suaminya kak Alisha. Orang yang sama atau bukan.


Batin Embun.


"Ada apa Embun? apa ada masalah?" tanya Bara yang memperhatikan Embun seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ti-tidak ada apa-apa," gagap Embun.


"Kalau ada apa-apa bilang saja padaku ya jangan sungkan," ucap Bara.


Embun hanya tersenyum.


Aku tidak bisa menanyakan tentang suami kak Alisha pada Bara dan menunjukan foto ini. Karena aku sendiri belum tahu kebenarannya.


Hati Embun.


Mereka sudah sampai di rumah kak Alisha. "Ayo turunlah!"


Bara sudah turun terlebih dahulu tapi Embun masih di dalam mobil karena merasa canggung dan malu. Bara membukakan pintu untuk Embun.


"Ayo turunlah! kak Al pasti sudah menunggu," Bara mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Emmmh aku merasa malu dan juga gugup," ucap Embun.


"Ayolah!" paksa Bara.


Embun meraih tangan Bara dan turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah Alisha sambil bergandengan. Embun tidak melepaskan tangan Bara.


"Haiii kalian sudah datang. Ayo masuklah!" ajak Alisha.


Embun hanya tersenyum dan benar-benar merasa malu. Rumah Alisha begitu mewah dan besar dengan nuansa cream yang membuat suasananya menjadi tenang. Embun mengeratkan genggamannya pada Bara. Bara hanya tersenyum dan merasa senang Embun tidak melepaskan genggamannya.


"Duduklah!" suruh Al.


"Bang Galuhnya belum pulang? perasaan tadi mobilnya udah gak ada di parkiran deh," heran Bara.


Apa mungkin benar suaminya kak Al adalah pacarnya Icha? Icha sedang merayakan ulang tahun pacarnya, kan? dan disini suaminya kak Al belum pulang.


Pikir Embun.


"Bilangnya sih jam 8 juga akan pulang katanya ada urusan dulu penting," jelas Al.


"Terus kak Al percaya gitu aja sama bang Galuh?" tanya Bara.


"Kak Al percaya sepenuhnya pada bang Galuh. Udahlah kamu jangan berpikiran macam-macam terus ya," pinta Al.


Bara membuang napasnya dengan berat sepertinya menutupi aib kakak iparnya adalah beban yang begitu berat.


Kenapa Bara seperti yang tidak suka ya pada kakak iparnya terkesan tidak percaya pada omongan kak Al tadi.


Hati Embun.


Embun kaget melihat tangannya masih menggenggam tangan Bara. Seketika refleks Embun langsung melepaskan tangan Bara.


"E-eeh maaf kak." Embun melepaskan tangan Bara.


Bara hanya tersenyum pada Embun.


"Jangan canggung Embun santai saja," ucap Al.


"Iya kak santai ko tenang aja," senyum Embun.


Memalukan sekali sih kenapa juga ini tangan gak lepas sih dari tangannya Bara.


Batin Embun.


Rian yang memperhatikan Embun dan Bara merasa senang akhirnya mereka bisa bersama dan duduk berdampingan. Tapi, tidak dengan Alisha yang terlihat gelisah menunggu kedatangan suaminya yang tak kunjung pulang. Alisha mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban.


Rian mengambilkan minum untuk Al. "Duduklah! jangan berdiri terus kasian bayimu," ucap Rian. "Ini minumlah!"


"Makasih Rian." senyum Al.


Ini apalagi di hadapanku? Pak Rian so sweet begitu pada kak Al? Aku malah merasa kalau Pak Rian adalah suaminya kak Al. Aaaahh ini sungguh membingungkan!.


Batin Embun.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan Galuh masih saja belum kembali.

__ADS_1


Tiit! Tiit!


Suara klakson mobil Galuh sudah terdengar, tandanya Galuh sudah pulang. Embun, Bara dan Rian hanya menunggu di ruang tamu tanpa mengikuti Alisha yang menyambut Galuh dengan bahagia.


"Sayang kemana aja sih aku udah nungguin kamu daritadi loh?" rengek Al.


"Maaf sayang tadi mobilku mogok di jalan. Jadi aku mencari bengkel dulu habis itu ngebenerinnya juga lama," Galuh beralasan.


"Trus kenapa di telpon gak di angkat-angkat bikin aku khawatir saja?" tanya Al.


"Oh maaf sayang tadi ponselku di dalam mobil saat aku cari bengkel jadi gak ke angkat," jelas Galuh.


"Ya udah ayo kita ke dalam udah ada Bara juga sama pacarnya." Al menarik tangan Galuh untuk masuk ke dalam rumah.


"Maafkan aku ya sayang. Muaachh ...."


Alisha hanya tersenyum.


Di ruang tamu Bara sudah terlihat bosan dan sebenarnya ingin sekali pergi darisana. Embun meminum minumannya dan kaget saat Galuh muncul bersama Al dan berjalan berangkulan.


"Uhukkk ..." Embun tersedak minumannya.


"Kamu tidak apa-apa Embun?" Bara memberikan tisu pada Embun.


"Ti-tidak tidak apa-apa," gagap Embun.


"Hati-hati makanya kalau minum. Bajumu jadi basah, kan?" ucap Bara.


"Taraaaa ... kejutan kecil untukmu," ucap Al senang.


"Aah makasih loh sayangku. Aku seneng banget," Galuh memeluk Al.


Ciiih keterlaluan sekali suaminya kak Alisha ini! sok baik banget sih. Padahal dia baru aja ngerayain ulang tahunnya bareng Icha. Kasian sekali kak Al ya ampun, apa mungkin aku harus ceritakan semua ini pada Bara?


Hati Embun.


Alisha mempersembahkan cakenya dan menyalakan lilinnya kemudian Galuh meniup lilinnya dan memeluk Alisha.


"Makasih ya sayang. Makasih juga buat kalian udah ada disini," ucap Galuh.


"Kenalin ini pacarnya Bara," bisik Al pada Galuh.


"Haiii saya Galuh suaminya Alisha panggil aja Abang seperti Bara juga," jelas Galuh.


"Iya nama saya Embun." Angguk Embun.


"Emmmh aku mau ke toilet dong membersihkan bajuku sebentar," bisik Embun pada Bara.


"Baiklah biar aku antar," ucap Bara. "Kak, Embun mau ke toilet aku mau mengantarnya dulu."


Embun masuk ke dalam toilet dan membersihkan bajunya yang basak kena jus. Embun mengecek kembali ponselnya dan melihat dengan teliti foto yang Trian kirimkan tadi.


"Lelaki yang bersama Icha benar bang Galuh ternyata! bajunya juga sama, Ya ampun bagaimana ini? apa aku harus beritahu Bara?" Embun merasa kalut.


⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2