Tentang CINTA (Embun & Bara)

Tentang CINTA (Embun & Bara)
Galuh masih bisa berkelit


__ADS_3

Keesokan harinya.


Embun datang ke toko dengan lesu tidak ada semangat hari ini di dirinya. Karena masalah semalam di rumah Alisha membuatnya tidak bisa tidur dan terus kepikiran juga.


"Kamu kenapa sih Embun?" tanya Monik yang sudah datang lebih dulu.


"Aku lagi banyak pikiran!" keluh Embun.


"Kenapa aih? cerita dong padaku," ucap Monik.


"Ya nanti aku ceritakan kalau udah ada Trian juga. karena ini juga menyangkut Icha temannya Trian," jelas Embun.


"Ada kejadian apasih? aku kemarin libur, kan? wah aku ketinggalan gosip seru nih," ujar Monik.


"Ya pokoknya nanti aja aku cerita kalau Trian udah dateng. Ayo masuk ah dan mulai beres-beres." Embun menarik tangan Monik.


Trian baru saja datang dan membantu Embun juga Monik beres-beres toko sebelum buka. "Hay kalian maaf ya aku sedikit terlambat. Aku bantu kalian yah."


"Eh Embun, ini Trian udah dateng cepetlah ceritakan apa yang terjadi padamu?" pinta Monik.


"Ada apa Embun? apa yang terjadi?" tanya Trian khawatir.


"Iya nanti dulu biar kita selesaikan beres-beresnya nanti aku ceritakan kalau sedang nunggu pelanggan." Embun melanjutkan merapihkan roti-rotinya di etalase.


"Ayolah Trian cepat selesaikan aku sudah tidak sabar mendengarkan cerita Embun." Monik mempercepat menyapunya.


Setelah semua beres dan mereka membuka tokonya akhirnya Embun menceritakan semuanya, apa yang terjadi pada Embun tadi malam. Sontak cerita Embun Membuat Trian dan Monik kaget terutama Trian yang tidak menyangka kalau Icha bisa seperti itu.


"Kau sungguh serius Embun?" ucap Trian.


"Aku sudah menduga kalau si Icha emang gak bener!" tebak Monik.


"Semuanya itu benar! dan kalian tahu kalau kakaknya Bara itu sedang hamil besar. Aku kasihan padanya," jelas Embun.


"Apa mungkin Icha tidak tahu kalau pacarnya sudah punya istri?" bela Trian.


"Aku lihat si Icha gak sepolos itu Ian," timpal Monik.


"Aku hanya tidak menyangka saja Mon. Dari dulu dia anak yang baik, Baik banget malah. Tapi ternyata," ujar trian.


"Makanya aku merasa bingung juga. Apalagi sekarang kakaknya Bara benci padaku karena dia pikir kalau aku memfitnah suaminya," jelas Embun.


"Yang sabar ya Embun. Aku juga merasa kasihan mendengarnya apalagi kalau lagi hamil seperti itu," ucap Monik.


"Apa aku tanyakan saja pada Icha?" ide Trian.

__ADS_1


"Emmmh sepertinya begitu Ian. Kamu suruh aja Icha datang kesini nanti kalau dia istirahat atau dia pulang kerja terus kita tanya langsung. Jangan kamu tanyain di WA," saran Monik.


"Bener yang Monik bilang biar semuanya jelas," jawab Embun.


"Baiklah! aku akan menyuruh Icha datang kemari nanti kalau dia sudah pulang kerja. Aku harap dia tidak tahu kalau dia berpacaran dengan suami orang lain," harap Trian.


Siska datang menghampiri mereka. "Lagi ngomongin apasih? kayanya serius banget," ketus Siska.


"Engga ngomongin apa-apa cuman ngobrol biasa," jawab Embun.


"Tapi kenapa muka kamu sedih begitu?" Siska kepo.


"Engga usah kepo deh kamu," timpal Monik.


"Iih aku gak ngomong sama kamu lagian juga. Sana ke depan giliran kamu jaga di depan," ketus Siska pada Monik.


"Ini juga aku mau ke depan iih." Monik berlalu pergi.


Siska duduk bergabung bersama Trian dan Embun menunggu pelanggan. Otomatis mereka menyudahi obrolannya tentang Icha.


...----------------...


Di kantor Juna.


"Kenapa Bang Galuh marah? bukan kah itu memang kenyataannya?" ucap Bara.


"Apa buktinya? mana?" tantang Galuh.


Bara mengambil amplop coklat dari lacinya. "Ini! aku punya bukti-buktinya."


Galuh membuka amplop itu dan melihat apa isinya. Galuh kaget saat melihat foto-foto itu. "Darimana kamu dapat foto ini? jangan mengada-ngada ya?"


"Benar, kan? semua foto-foto itu benar, kan?" teriak Bara.


"Ini palingan cuman editan!" elak Galuh.


"Itu foto, Rian dapatkan setelah mengikutimu Bang!" jelas Bara.


"Rian?" gumam Galuh. "Ya pasti itu editan! kamu tahu sendiri kalau Rian teman dekat Alisha, aku merasa kalau selama ini si Rian menyukai Alisha. Itu masuk akal Bara kenapa Rian mengedit foto seperti ini!" Galuh mencoba meyakinkan Bara.


"Aku anak IT Bang! aku tahu betul mana editan mana bukan," tegas Bara.


"Bara plis percayalah padaku. Aku tidak selingkuh! apa kamu ingin rumah tangga kakakmu sendiri hancur karena fitnah seperti ini!" Galuh melemparkan foto-foto itu.


"Bang Galuh sendiri yang sudah menghancurkan rumah tangga Abang sendiri bukan aku!" tegas Bara.

__ADS_1


"Aku tidak selingkuh Bara! tidak. Aku akan terus meyakinkan Alisha kalau kamu dan pacarmu yang berbohong." Galuh keluar dari ruangan Bara.


Galuh bertemu dengan Rian di depan pintu ruangan Bara. Galuh mendorong Rian sampai mentok ke tembok. "Kamu jangan ikut campur urusanku ya! atau aku yang akan menyerang balik dirimu yang sudah mencintai istri orang lain!" Galuh berlalu pergi.


Rian heran dengan Galuh dan masuk ke dalam ruangan Bara. "Apa yang terjadi tuan?"


"Bang Galuh mengelak kalau selama ini dia selingkuh dan sial sepertinya kak Al sudah berhasil di bohongi bang Galuh." Bara menggebrak mejanya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? barusan saja bang Galuh juga mengancamku akan menyerangku balik," jelas Rian.


"Ini yang aku takutkan dari awal! pasti kak Al tidak akan percaya pada siapapun begitu saja," jelas Bara.


"Sepertinya Alisha harus memergokinya sendiri baru dia akan percaya," pikir Rian.


"Kita pikirkan lagi saja nanti! sekarang kita harus pokus juga pada pekerjaan." Bara membuka laptopnya dan sejenak melupakan kejadian tadi.


"Eh Rian! aku lupa kalau ponselnya Embun hilang. Tolong kamu belikan ponsel untuk Embun. pasti dia akan butuh ponsel," suruh Bara.


"Baiklah! ponsel yang seperti apa?" tanya Rian.


"Keluaran terbaru! seperti punyaku saja," ucap Bara.


"Apa aku antarkan juga ke toko Embun ponselnya?" tanya Rian.


"Nanti saja akan aku antarkan sendiri kalau pulang kerja," jelas Bara.


"Baiklah! aku pergi sekarang." Rian berlalu meninggalkan ruangan Bara.


"Hahh aku tidak pokus bekerja gara-gara bang Galuh. Aku ingin bicara dengan Embun tapi ponsel Embun hilang. Aku tidak bisa mencari ponsel Embun di rumah kak Al karena kak Al pasti masih marah padaku dan tidak ingin menemuiku," gumam Bara.


"Aku harus memikirkan bagaimana caranya membongkar semua kebusukan bang Galuh itu." Bara kembali pokus pada laptopnya karena banyak pekerjaan yang harus Bara selesaikan.


Sore hari tiba dimana waktu bekerja di kantor sudah selesai.


"Aku pulang duluan ya. Mau ketemu sama teman SMAku katanya ada penting denganku," ucap Icha pada Galuh.


"Pergi sendiri saja ya. Aku juga akan langsung pulang biar Alisha tidak semakin curiga padaku," ucap Galuh.


"Oke sayang sampai ketemu lagi besok. Muaaachhh ..." Icha mencium pipi Galuh.


"Hati-hati sayang." Galuh melambaikan tangannya pada Icha yang berlalu pergi.


"Aku harus pulang tepat waktu dan harus menghabiskan banyak waktu dengan Alisha agar dia tidak curiga dan aku masih bisa berhubungan dengan Icha." Galuh merapikan tasnya dan berlalu pulang.


⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2