
pagi harinya saat kara terbangun dari tidurnya ia melihat kesamping. oh tidak.. kara tidak melihat suaminya.. mungkinkah suaminya berangkat bekerja pagi2 sekali tanpa membangunkannya?
kara melihat jam. ternyata ini baru pukul 7 pagi ternyata ia kesiangan. kara keluar dari kamarnya menuruni anak tangga demi anak tangga. ia melihat pak Han sedang mengawasi para pelayan yang sedang bekerja dengan tugas yang di berikan masing2.
pak Han melihat kara berdiri pada anak tangga terakhir dan melihatnya. ia menghampiri nona mudanya. "Nona anda sudah bangun?" ujarnya.
"Hemm" kara berdehem Dengan anggukan kepala. "Dimana bara?" tanya kara dengan nada lembutnya khas bangun tidur.
"Tuan bara berangkat pagi2 menuju perusahaan Nona. tuan Ken pagi tadi kemari, menjemput tuan untuk menghadiri pertemuan penting." jelas pak Han.
"baiklah. pak Han tolong buatkan makanan untukku yaa.. aku sangat lapar" pinta kara.
"Anda tidak perlu meminta Nona. karena tadi tuan muda sudah menyuruh saya untuk membuatkan makanan untuk anda sebelum berangkat ke perusahaan tadi" sambung pak Han.
Pria paruh baya itu berbicara dengan sopan kepada nona mudanya itu.
"Benarkah?? Baiklah aku mandi dulu setelah itu aku akan makan" ujar kara yang kini menundukkan kepalanya tanda penghormatan kepada pak Han. dan berlalu pergi dari hadapan pak Han menuju kamarnya untuk segera mandi.
walaupun pak Han adalah seorang pelayan, tapi karaa tetap menghormatinya karena bagi kara tidak peduli apa status pekerjaannya dan seberapa kaya Drajat seseorang tetapi jika ada orang yang lebih tua darinya.. maka kara akan selalu menghormatinya.
Sedangkan pak Han merasa sangat terkagum2 atas kebaikan hati sang nona muda. baru kali ini ada seorang atasan yang menghormati bawahan seperti nona mudanya. sungguh tuan bara sangat beruntung memiliki istri sebaik dan secantik nona kara. batinnya.
....
setelah kara makan dengan sangat lahap ia pun menuju taman. ia sungguh sangat kagum atas keindahan taman yang sangat indah nan luas itu.
"Wah taman ini sangat indah" ujar kara. ia pun melihat berbagai bunga indah di sana. terdapat bunga mawar merah, mawar putih, bunga melati, ada juga bunga matahari dan berbagai bunga indah lainnya.
__ADS_1
"Apa anda menyukai bunga Nona?" tanya ayu pelayan paling muda yang bekerja untuk mengawasi dan menjaga kara.
"Iya ayu. aku sangat menyukai bunga,, terutama mawar merah. aku sangat menyukainya." jelas kara sembari menyentuh mawar merah kesukaannya.
"Tetapi nona. bukannya bunga mawar itu berduri?" ujar ayu.
"Hati2 Nona atau tangan anda akan tertusuk durinya nanti" sambungnya.
"Bunga mawar berduri bukan untuk melukai tapi untuk menjaga diri." jelas kara. "Bunga mawar adalah simbol cinta, keindahan, dan keharuman. Karena itulah aku sangat menyukainya. apa kau tau ayu? aku sangat menyukainya warna merah." sambung kara.
"Benarkah itu nona? pantas saja anda terlihat sangat cantik jika memakai baju, atau gaun berwarna merah. karna merah adalah warna anda" ujar ayu sembari memuji kecantikan nona mudanya itu.
kara hanya tersenyum. ia sungguh sangat senang bisa melihat pemandangan indah. bahkan sekarang ia tidak sadar bahwa hari sudah semakin siang. terik matahari sudah berada di atas kepalanya sekarang. tapi ia masih saja tidak merasa bosan berada di taman dengan senyum yang selalu merekah di bibir indahnya itu.
Tanpa sadar kini bara sudah berada di rumah ia mencari istrinya. pak har mengatakan bahwa kara kini berada di taman.
bara menuju taman ia melihat kara kini tersenyum manis dengan melihat2 bunga2 yang tertata rapi di sana.
"Tuan. apa saya perlu mencari tau apa yang nona sukai?" Ken berinisiatif untuk membuat tuan mudanya senang dengan mencari tau tentang hal2 yang tidak di sukai dan di sukai oleh nona mudanya.
"Tentu. cari tau segalanya apa yang di sukai istriku dan apa yang tidak di sukai istriku." titah bara.
"Baik tuan." kini Ken pergi setelah menundukkan kepalanya sopan kepada tuan mudanya.
Bara menghampiri kara. ia pun memeluk kara dari belakang seraya melingkarkan tangannya di perut kecil istrinya.
"Astaga Bara. kau membuatku terkejut" ujar kara. "Kapan kau pulang? Kau pulang lebih awal... ada apa?Apakah ada sesuatu yang tertinggal?" tanyanya.
"Tidak. aku pulang cepat karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang harus ku kerjakan di perusahaan." jelas bara.
__ADS_1
"Apakah kau mau makan siang?aku akan buatkan makanan untukmu. kau ingin makan apa?" tanya kara. jujur saja dengan posisinya yang dekat dengan bara sekarang membuatnya sangat gugup. kini jantungnya tidak bisa memompa dengan baik.
"Aku tidak ingin makan siang. aku hanya ingin selalu seperti ini denganmu. apa kau keberatan?" bara bertanya kepada istrinya ia sedikit menolehkan kepalanya. kini bara melihat dengan jelas melihat pipi mulus istrinya itu.
"T-tidak." sambung kara singkat.
"Lalu kenapa kau terlihat gugup jika berdekatan denganku. aku Juga merasakan jantungmu berdetak lebih cepat sekarang" goda bara. ia sungguh sangat gemas melihat istrinya yang sedang menahan rasa gugupnya itu. astaga kara tertangkap basah karena jantungnya memang berpacu lebih cepat sekarang. ohhh apakah bara mendengar jantungnya? π kara mencoba menenangkan dirinya dan menutupi kegelisahannya kepada bara. ia bahkan menggelak dengan ucapan bara barusan.
"A.aku tidak gugup." dusta kara. "Jantung ku berpacu berdetak lebih cepat karena kau memelukku dengan sangat erat bara. aku hampir kehabisan nafas" lanjutnya.
"Benarkah itu sayang?" kini bara membalikkan tubuh kara. sehingga kini kara berdiri berhadapan dengannya. kara mencoba untuk menyembunyikan kegelisahannya dari suaminya. tapi sialnya bara sudah mengetahuinya.
Bara memiliki akal untuk menggoda kara. iapun mendekat kan wajahnya seperti akan mencium kara. sedangkan kara ia takut dan mengejamkan matanya. bara tersenyum manis. ia membisikkan sesuatu kepada kara. "Apa kau sudah Mulai mencintaiku sayang?apa rasa cintamu kembali lagi kepadaku?"
kara membelalakkan matanya ia tidak tau harus berkata apa. ia Juga tidak tau tentang perasaannya kepada suaminya sekarang. bahkan ia juga sedang bertanya2 kepada dirinya sendiri. apakah ini cinta?Apa cintanya kini sudah kembali lagi kepada bara setelah sekian lama ia kubur dalam2 rasa cinta itu? ntahlah kara tidak tau. yang jelas ia belum yakin apa rasa cintanya kembali ataukah hanya sekedar mengagumi Pesona bara yang sedari dulu tidak di ragukan lagi. ahhh ntahlah kara sangat binggung.
"Eumm.. bara di sini sangat panas. ayo kita kembali ke dalam. aku sangat lelah bisalah aku beristirahat sekarang?" kara mengalihkan pembicaraan. sesungguhnya kara tidak bermaksud untuk itu. tetapi kara juga tidak tau tentang perasaannya sekarang. sejujurnya ia masih trauma tentang kejadian yang pernah ia alami dulu bersama dengan bara. ia takut bara akan mengkhianatinya lagi seperti dulu.
"Tentu" jawab bara datar.
Kara berlalu dari hadapan bara dengan cepat. ia pun menuju kamar mandinya dengan membasuh wajah nya.
"kara... sebenarnya apa yang terjadi padamu? kenapa sekarang kau seperti ini?" kara melihat wajahnya di cermin sembari berbicara kepada dirinya sendiri Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"Apakah ini cinta?Apa aku mencintai bara?"
.
Wohooo Kara CLBK nih gayss.π€£
__ADS_1
jangan lewatkan update chapter terjebak cinta Cassanova ya gaysπ
oh iya jangan lupa like komen dan vote ya agar author selalu bersemangat buat update cerita2 menarik untuk kalian baca. terimakasih ππ»