
pergumulan besar yang di lakukan bara membuat kara kewalahan untuk mengimbanginya, hingga hari sudah mulai siang kara pun belum juga terbangun dari tidurnya, ternyata sudah jam 9.30 kara masih terlelap bahkan bunyi alarm sekalipun tidak bisa membangunkannya. mau bagaimana lagi? bara sudah berpuasa cukup lama hei 7 hari bukanlah waktu yang singkat bukan? karena itulah, saat kara sudah selesai menstruasi, bara langsung memakan istrinya di hari itu juga. sangking tidak tahannya bara melihat kemolekan tubuh serta Merta wajah cantik istrinya itu.
bara tersenyum manis, wajah tampannya bak seperti malaikat Yunani itu pagi ini memancarkan sinar berseri2. ia pun menatap istrinya yang masih tertidur pulas dengan tubuh yang terbungkus oleh selimut tebal itu. ia pun memikirkan semalam, bagaimana istrinya memanjakan setiap sentuhan yang mereka berdua lakukan. sudah berapa lama mereka bergumul memadu kasih bersama hingga lupa waktu.
lamunan bara buyar, ponselnya berdering.
"*halo! ada apa kau menelfon ku pagi2 ha??!*" kesal bara. karena Ken telah menganggu lamunan indahnya.
"*Apa yang anda lakukan tuan?hingga tidak sadar jika hari sudah mulai siang? *" ujar Ken berbasa basi.
bara menelan ludah, ternyata ia sekarang seperti kambing congek yang lupa akan waktu karena istrinya. "*Ada apa kau menelfon ku Ken?!" timpal bara
"*begini tuan, jadwal anda hari ini adalah menemui client dari Amerika, ia datang untuk membahas produk baru yang akan di luncurkan*" jelas Ken.
"*Apa kau tidak bisa mengambil alih untuk menggantikanku Ken?!*"
"*Maaf tuan, tapi rapat kali ini sangat penting, untuk itu alangkah baiknya jika anda sendiri yang menghadirinya*" sambung Ken.
"*Baiklah, aku akan segera datang.!.*" gunam bara
Tut..
"Hufttt tuan memang terbiasa menutup telefon secara tiba2" geram ken.
....
__ADS_1
kini bara pun sudah selesai bersiap, ia harus segera menghadiri rapat penting bukan? tiba2 bara merasa ada tangan kecil yang memeluknya dari belakang,, ahh ternyata istri kecilnya, kara sudah terbangun dari tidurnya ternyata.
"Kau mau kemana pagi2 sekali?" suara parau khas bangun tidur kara mampu membangkitkan gairah bara.
Bara pun membalikkan tubuhnya, agar dapat leluasa melihat wajah cantik istrinya, bara tersenyum miring "Pagi? Amour ini sudah siang.." .
Kara membulatkan matanya "Benarkah???Jam berapa sekarang?"
"10.11" ujar bara singkat.
"Astaga aku kesiangan" kara pun segera menuju kamar mandi, saat ia hendak melangkah, bara mencekal lengannya. "Kau mau kemana Amour ? setelah kau membangkitkan gairahku,, kau ingin lari dari cengkraman suamimu begitu Hem?.." kini aura wajah bara berubah seperti harimau yang siap memangsa.
wajah kara pucat pasi, ia menelan ludah susah payah.. bara terus mendekatinya berjalan selangkah demi selangkah, sedangkan kara mundur bahkan sekarang kara tidak bisa bergerak karena tubuhnya terhimpit oleh tembok dan suaminya,, bagaimana caranya melarikan diri dari singa lapar ini?
"apa yang akan kau lakukan?" tanya kara.
"Tapi..." sebelum kara melanjutkan ucapannya, bara terlebih dulu memotong ucapan kara mengunakan telunjuk tangannya "Sttttt" sambung bara . Perlahan2 bara pun mendekatkan bibirnya ke bibir kara, hampir saja bibir mereka bersentuhan tetapi Ponsel bara berdering, membuat bara kesal, sedangkan kara mencoba untuk menahan tawa.
"*Halo ada apa lagi?!!Kau menganggu kesenanganku Ken!! *" teriak bara sembari menunjukkan ekspresi wajah kesal.
"*Maaf menganggu kesenangan anda tuan, tapi para client telah menunggu anda sedari tadi, kami tidak mungkin memulai rapatnya tanpa anda..*" jelas Ken.
"*Baiklah aku akan segera kesana!*" bara pun mematikan ponselnya.
kara pun tersenyum "Ada apa?" tangannya.
__ADS_1
"Aku akan pergi bekerja untuk menghadiri rapat penting.." gunam bara.
"tapi mengapa wajahmu seperti itu honey?" sambung bara
"Sebenarnya aku ingin menghabiskan waktuku bersama denganmu, tapi pekerjaan telah menganggu kesenanganku. Damn it!" kesal bara "Baiklah aku akan pergi,, sampai nanti" bara pun mencium pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta.
"sampai nanti honey, berhati hatilah.." bara mengangguk.
....
sementara di markas besar Black Diamond kini terdapat 3 pria tampan yang sedang bermain-main dengan para anggota yang lain. Daniel, David, dan Justin. mereka tertawa terbahak-bahak karena telah menyiksa para penghianat serta para musuh hingga tidak sadarkan diri. banyak memar dan darah keluar dari wajah dan juga tubuh tawanan itu.
memang Daniel adalah seorang psycopath, ia bahkan sering menyiksa para tawanan dengan sangat sadis hingga mereka menjerit kesakitan bahkan meminta untuk segera terbunuh. bagi para tawanan di bunuh adalah anugerah dari pada di siksa di ruang bawah tanah. karena bentuk penyiksaan yang ada sangatlah kejam. hingga mereka semua rela bersimpuh darah demi memohon untuk kematiannya. Daniel memang menuruni sifat brengsek dari ayahnya yang seorang psycopath itu. bahkan jika luois memang kejam. Daniel lah yang lebih kejam jika menyiksa karena Daniel tidak memiliki belas kasihan sedikutpun terhadap para tawanannya itu. berbeda dengan luois, ia memang luois seorang mafia terbesar pada jamannya dulu juga seorang psycopath gila, tapi Louis masih memiliki hati nurani untuk memaafkan.
"Kau memang kejam bung." teriak Justin. membuat David dan Daniel tersenyum miring.
"Tentu saja.! aku tidak akan lelah untuk menyiksa orang2 yang telah mengusik keluargaku terlebih kakakku! aku tidak akan tinggal diam.! bagi ku kakakku adalah ayahku juga hidupku.! karena dulu saat ayah masih menjalankan bisnis gelap, kakakku lah yang menjaga dan merawatku. bahkan ibuku yang dulunya adalah sang pembunuh bayaran pun juga tidak pernah mengurusku?. mereka memang menyayangi putra2nya tapi tidak pernah memperdulikannya.," Daniel tiba2 teringat dengan masa kecilnya yang pahit bersama dengan ayahnya.
dulu, bara dan Daniel tidak pernah di perdulikan oleh ayah dan ibunya, luois masih menjalankan bisnis gelap sedangkan Laurent juga masih bekerja sebagai pembunuh bayaran. setiap harinya bara selalu mendapat pukulan dari kakeknya. bukan kakeknya tidak menyayangi bara dan juga Daniel tapi Valentino ingin cucunya menjadi pria yang kuat dan tidak lemah. hingga saat Daniel dulu merenggek mengadu kepada kakeknya saat ia dan temannya bertengkar. justru Valentino memukuli Daniel juga. Valentino sangat menyayangi cucunya hingga terobsesi membuat cucunya sepertinya, selain sebagai penerus besar perusahaan Star.Group cucunya nanti juga adalah penerus dari bisnis gelap mafia terbesar Eropa.
Semenjak kecil, bara dan Daniel sudah di latih menjadi pria kuat nan kejam oleh Valentino (Sang kakek). hingga saat bara dan Daniel menginjak dewasa Valentino meninggal dunia. dan saat itulah bara telah menjabat sebagai CEO penerus dari perusahaan baru bara terbesar Italia yakni Star.Group. dan juga menjadi pemimpin terbesar dari bisnis gelap mafia Eropa dalam bisnis gelap tersebut Daniel lah yang membantu menjalankannya. dalam bisnis Gelap permafiaan tiada seorang pun para mafia lain yang mengetahui jika bara lah pemimpin sebenarnya. yang mereka ketahui adalah Andreas V nama lain dari bara sendiri tapi pada mafia yang lain belum pernah melihat siapa orang tersebut. yang mafia lain ketahui adalah bahwa Daniel lah Si Andreas V pemimpin besar para mafia.
David pun mendekati Daniel sembari menepuk bahu sahabatnya itu "Sudahlah,, jangan mengingat hal itu lagi.."
Daniel menatap David sekilas "David, siksa mereka semua! aku ingin menenangkan diri. dan ingat! jangan ganggu aku!" titah Daniel,. David pun mengangguk.
__ADS_1
Daniel pun pergi dari Marka besar Black Diamond. "Hei Daniel. kau mau kemana?" tanya Justin tanpa balasan dari Daniel.
bersambung~