
"I.....ibu" ujar kara.
Nadira yang menoleh dan di ikuti oleh Laurent,, mereka berdua melihat keterkejutan kara dengan kedatangan Ibu dari bara itu. ntah kara tidak tau rasanya ia bahagia atau tidak melihat kedatangan ibu mertuanya, yang jelas ia sangat takut jika ibu mertuanya dan Nadira bersatu untuk memisahkannya dengan suaminya.
"Ahhh ternyata kau..." ujar Laurent "Hei kara, apa kau tidak ingin menyambut kedatangan ibu mertuamu?" sambungnya dengan nada sedikit meninggi.
"M..maafkan aku ibu" kara menghampiri ibu mertuanya itu, saat ia hendak memeluknya, Laurent menepis kuat tubuh kara, hingga membuatnya hampir terjatuh,, untung saja ada tangan kekar yang menangkapnya. Ehh siapa dia?
kara melihat ke atas ia ingin tau siapakah yang sudah menolongnya?Ia terkejut ternyata suaminya lah yang telah menangkapnya,, kini bara benar2 murka wajahnya penuh dengan amarah sehingga membuat Laurent dan Nadira takut seketika.
"Beraninya ibu mencelakai istriku...!" teriak bara membuat seluruh rumah menggema karena nada bicara yang tinggi nan tajam itu.
"Bara... K-kau berteriak padaku?Pada ibumu yang telah melahirkanmu dan membesarkan dengan rasa cinta dan kasih sayangnya?? hanya karena wanita ini" Laurent menatap wajah putranya, ia tidak percaya kini putranya berani meneriakinya bahkan biasanya putranya selalu patuh terhadap dirinya.
"Cukup!!!" teriak bara "Aku sudah muak mendengar ucapan mu yang terus2an mengatakan hal itu.. apa ibu tidak memiliki ucapan lain ?Selain itu?Kau mengatakannya seakan kau ingin aku selalu membalas Budi atas apa yang kau lakukan padaku selama ini" sambung bara tanpa mengubah nada bicaranya yang tajam. "Yaa kau adalah ibuku yang telah mengandung dan membesarkan ku hingga aku menjadi pria seperti ini,, aku begitu menghormatimu tetapi kau malah ingin menghancurkan rumah tangga putramu sendiri? kau ingin merusak kebahagiaan putramu dengan mengirim wanita lain?Aku sangat kecewa padamu ibu.. " ujar bara tanpa mengalihkan pandanga dari ibunya.
"B.. bara itu tidak benar" Laurent berusaha untuk mengelak,,Apakah bara tau kedatangan kemari hanya untuk membantu Nadira untuk memisahkannya dengan kara?Pikirnya.
"Aku bilang Cukup ibu!! kau tidak perlu mengelak lagi, karena aku sudah tau rencana jahatmu.!! aku tidak percaya memiliki ibu sepertimu,, seorang ibu yang ingin menghancurkan kebahagiaan putranya sendiri!."
"Baraa.." ujar kara lirih sembari menyentuh tangan suaminya berusaha untuk menahan gejolak amarah bara yang menggebu.
Laurent menyentuh tangan kara dengan sangat kasar "Hei kau wanita benalu.!!! aku yakin pasti kau lah yang membuat putraku seperti ini...Kau meracuni otak bara sehingga ia berani berteriak dan melawan orang tuanya sendiri!!! dasar wanita tidak tau malu!!".
"Ibu..!!!" teriak bara kini suaranya telah menggema. dengan amarah ia pun menyentuh tangan kara seraya memeluk istrinya itu. mencoba memberikan perlindungan. "Jangan kasar kepada istriku,! dia adalah karaaku, istriku, Menantumu!! jadi bersikap baiklah!!". sambung bara "jangan buat aku marah dengan menyakiti istriku,,, kau tau kan ibu jika putramu ini sudah marah ? tidak ada seorang pun yang bisa mengendalikanku termasuk kau sendiri.!!".
"Beraninya kau bara... mengatakan hal itu kepada ibumu..!!!" teriak Laurent yang tak kalah tingginya.
"Ada apa ini?" Daniel yang baru datang langsung di kejutkan dengan kedatangan sang ibu dan kemarahan kakaknya yang hampir memuncak "Ibu kau disini?" tanyanya.
Laurent tidak menjawab pertanyaan dari putra bungsunya itu, ia menatap wajah putra sulungnya dengan sorot mata amarah.
"Daniel..!!" ujar bara singkat tapi tak bisa di bantah "Bawa ibu ke kamar.. Sekarang!!" titah bara. Daniel hanya mengangguk, ia sesekali melirik Nadira Ohh wow ternyata wanita itu tersenyum licik dengan drama pertengkaran ibu dan anak ini.. Daniel semakin yakin jika Nadira memiliki niat jahat yang lain.
"Ayo ibu" Daniel memeluk ibunya dan membawanya menuju kamar sesuai perintah dari kakaknya.
sedangkan Nadira melihat kepergian dari Laurent dan Daniel, ia pun pergi dari hadapan bara dan kara untuk menuju kamarnya.
"Sayang apa kau baik2 saja?" ujar bara yang khawatir dengan keadaan istrinya,, ia takut jika kara terluka.
__ADS_1
"Aku baik2 saja" kara tersenyum. " bara,, apa aku boleh mengatakan sesuatu?" sambungnya.
"Tentu sayang"
"Bara,, kau sudah menyakiti hati ibu,, kau tidak boleh berteriak kepadanya,," ujar kara dengan nada lembutnya "Bara jangan lupa,, jika kau adalah anaknya, walaupun seburuk apapun dia adalah ibumu tanpanya kau tidak akan lahir di dunia,, sekarang temuilah ibu dan minta maaflah kepadanya".
Mendengar ucapan dari istrinya, bara langsung berdiri ia marah,, ya memang ucapan kara benar tapi ia masih sangat kecewa dengan ibunya itu, Apakah ada seorang ibu yang ingin merusak kebahagiaan anaknya?di luar sana banyak ibu bahkan ribuan dan jutaan ibu menginginkan kebahagiaan anaknya.. tapi mengapa tidak berlaku kepada ibunya? yang lebih menyakitkan lagi jika ia mendengar ucapan buruk yang keluar dari mulut ibunya kepada istrinya,, itu sangat melukai hati bara.
ia tidak peduli jika ada orang yang membencinya, mengatainya, bahkan membunuhnya tapi ia tidak akan tinggal diam jika istrinya di perlakukan buruk oleh orang lain. ia selalu ingin istrinya bahagia, keinginannya adalah melindungi dan mencintai kara dengan sepenuh hati.
tapi kara, wanita yang terlalu baik, ntah bagaimana Tuhan menciptakan wanita seperti kara sehingga memiliki hati yang sangat indah. bahkan istrinya tau jika ibu mertuanya tidak menyukainya, bahkan ingin memisahkannya dengan putranya, tapi dengan mudahnya ia mengatakan kepada bara untuk menemui ibunya untuk meminta maaf atas segala sesuatu yang terjadi sekarang? bara tidak habis pikir dengan kebaikan hati istrinya itu. ntah kara adalah seorang peri, ataukah bidadari? sehingga memiliki hati yang murni seperti malaikat tak bersayap.
yaaa memang tugas seorang suami selain menafkahi lahir batin juga harus memberikan perlindungan yang layak kepada istri bukan? tapi jika menyangkut istri.. bara tidak bisa diam saja jika yang menjadi ancaman rumah tangganya adalah ibunya sendiri.
"Sudahlah.. aku tidak ingin membahas ini lagi" ujar bara "Jangan paksa aku untuk meminta maaf kepada ibuku, aku sudah sangat kecewa padanya.. dan ku mohon jangan memintaku untuk bersikap baik kepadanya,, untuk saat ini aku tidak bisa memaafkannya karena ibu sudah berbicara kasar kepadamu." sambungnya, bara berdiri dan berlalu dari hadapan kara menuju kamar, ia pun bergegas mandi seraya berendam untuk menghilangkan rasa stress yang Kini mulai berdatangan.
kara hanya melihat punggung kekar suaminya yang berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya, apakah bara marah dengan ucapannya? sehingga ia pergi ke kamar tanpa mengajak?
sebenarnya kara bermaksud baik ingin menyatukan ibu dan anak tapi sepertinya sangat sulit karena ibu mertuanya sangat membencinya sedangkan suaminya sangat mencintainya dalam hal ini sepertinya kara merasa bahwa dirinya lah yang membuat hubungan ibu dan anak mulai renggang.
"Oh tuhan apa yang harus aku lakukan?".
Sementara di dalam kamar, Nadira sangat senang melihat drama pertengkaran antara ibu dan anak. haha ini baru awal karena bara sudah tau bahwa ibunyalah yang ingin memisahkannya dengan kara, bahkan bara terlihat sangat kecewa kepada ibunya.
"* Sayang bagaimana keadaan disana? apa kau sudah membuat hubungan bara dan kara mulai renggang?*" ujar pria di sebalik telefon yang tak lain adalah John kekasihnya.
"*tenanglah sayang,, aku memiliki kabar baik yang akan membuatmu senang*" ujar Nadira santai.
"*Benarkah? Cepat katakan apa yang terjadi di sana sayangku.. hemm*" John tak sabaran
"*Kau memang tidak sabaran yaa*" ujar Nadira yang sedikit kesal "*bibi Laurent datang kemari*" sambungnya.
"*lalu?*"
"*bibi Laurent bertengkar hebat dengan bara,, apa kau tau sayang? ternyata bara sudah tau jika ibunya lah orang yang ingin memisahkan rumah tangganya,, bahkan bara terlihat sangat marah ia juga mengatakan tidak ada seorang ibu yang ingin menghancurkan kebahagiaan putranya,, semua ibu di dunia ingin anaknya bahagia,,*" jelas Nadira.
"*benarkah sayang?Lalu? bagaimana dengan Laurent?Apa dia diam saja putranya berbicara seperti itu padanya?*" tanya John.
"*Tentu saja bibi Laurent marah, bahkan jika di lihat dari sorot matanya seperti bibi Laurent sangat murka*" lanjut Nadira
__ADS_1
"*haha baguss,, ini awal yang bagus*" John tertawa "*Terus awasi mereka semua sayang, dan jangan lupa dengan peran penting mu berada di sana untuk memisahkan kara dan bara*" ujar John.
"*baiklah sayang*" sambung Nadira "*Eumm.. ngomong2 aku sangat merindukanmu... kita sudah lama tidak bercinta apa kau tidak merindukanku,,??? hufftt rasanya aku tidak bisa menahan untuk terus merindukanmu.*" ujar Nadira dengan nada bicara menggoda.
"*Haha kau hanya merindukan bercinta dengan ku bukan merindukanku..*" ujar John terus terang seraya tertawa yang membuat Nadira tersenyum malu "* aku juga sangat merindukan mu terlebih,, aku juga merindukan permainan hebatmu di atasku Hem...*" sambung John yang tak tau malu.
"*Berhenti mengangguku sayang..*" ujar Nadira "*ahh ya aku harus ke kamar melihat bibi, jangan sampai bibi merasa aku tidak memperdulikannya, dengan begitu bibi akan selalu berada di pihak kita bukan?*" sungguh licik pasangan kekasih ini.
"*ya sayang,, temuilah bibimu itu,, dan jangan lupa selalu hubungi aku Oke?*"
"*Of course Bby, good bay I love you*"
"*I love you more*"
Tut.
Tanpa di sadari ada orang yang diam2 mendengar ucapan Nadira dan John di telefon bahkan orang itu sempat merekam pembicaraan mereka.. siapakah dia???
"Kau akan segera tamat Nadira!!" ujarnya
Bersambung~
Yuhuuu jadi penasaran nih siapa yaa orang yang sudah mengetahui tentang kebusukan Nadira?
ataukan bara? kara? David? Justin? Daniel?Ken?atau Sam? dan atau bahkan nyonya Laurent sendiri?π²
Coba tebak gays..
Jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter menarik untuk kalian semua π€ semoga kalian suka π terimakasih ππ»
Oh iya maafin author ya sekarang Uda jarang banget update karena author sibuk nih gayss kerja,, tapi jangan sedih dong gays author usahain deh buat update tiap hari buat kalian semua.. jangan lupa doa ini author dan dukung author selalu yaaa ππ terimakasih.
Kara π€©
Baraπ€©π
__ADS_1