
pagi harinya, kara bangun lebih dulu ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. di dalam ia bercermin menatap wajahnya yang tampak berseri seri itu, ia memikirkan apa saja yang ia lakukan semalam dengan bara,, ntah apa yang merasuki dirinya sehingga ia begitu berani untuk memimpin permainan bahkan ia tidak membiarkan bara mengambil sela memimpin pemainan.
kara tersenyum sendiri menahan malu karena perbuatannya semalaman.
30 menit telah berlalu, kini kara sudah kelihatan segar ia keluar dari kamar mandi saat hendak menuju ruang ganti tangan kekar menarik tangannya, hingga terjerembab ke ranjang. ternyata bara yang telah menariknya, kara pun terjatuh dan bara berada di atasnya, posisi tersebut tampak intim.
Bara menelan ludah susah payah, melihat wajah istrinya yang cantik alami serta rambut basah nan berantakan menambah kesan sexy hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.
mata kara membulat, jantungnya berpacu dengan sangat kuat "Bara apa yang kau lakukan?" lirih kara sembari menatap wajah tampan suaminya.
"Apa lagi? melanjutkan yang semalam" nada bangun tidur membuat suara bara memiliki ciri khas serak basahnya. "Kau bahkan tidak membiarkan aku memimpin permainan. sekarang giliran aku yang memimpin" senyuman licik bara membuat siapapun orang yang melihatnya begidik ngeri.
bara pun segera mencium ceruk leher istrinya, harum segarnya di tambah aroma sabun bungga yang kara pakai membuat bara tak bisa menahan diri.
bulu kuduk kara meremang,, bukannya tidak mau tapi.. "Bara hentikan." ujar kara halus tapi tajam. bara pun berhenti, ia menatap wajah istrinya "Ada apa sayang?"
"Aku sedang datang bulan." ujar kara.
"Apa?!Bagaimana bisa!?apa tidak ada alat untuk menunda adanya datang bulan?" bara mengacak2 rambutnya frustasi "Oh Astaga menganggu kesenanganku saja!" kesal bara. ia pun segera berdiri sembari memperlihatkan wajah geramnya.
"Maafkan aku sayang,," lirih kara sembari memeluk erat tubuh suaminya dari belakang "Bersabarlah hanya seminggu setelah itu kau boleh melakukannya sampai kau puas oke?" wajah bara masih sangat kesal "Oh ayolah sayang,, aku berjanji, Sungguh..."
"Baiklah" ujar bara singkat.
bara pun berlalu menuju kamar mandi, saat hendak membuka pintu kamar mandi "Kau mau kemana?hari ini hari minggu,, apa kau akan bekerja di hari libur?" tanya kara.
"Tidak, hanya saja aku ingin mandi. melihatmu memakai handuk membuatku tidak bisa menahan diri, tidak mungkin aku menerkam mu saat kau menstruasi bukan?" kara hanya menghela nafas. sembari tersenyum lucu.
.....
"John bisakah kau membelikan aku pakaian baru?Aku sudah sangat bosan memakai pakaian itu dan itu saja." pinta Nadira.
John yang sedang makan, sebenarnya ia sudah muak dengan sikap manja Nadira, bahkan selalu sabar menghadapinya tapi mau bagaimana lagi?ia masih membutuhkan Nadira bukan untuk menjadi boneka hidup untuknya? terlebih John juga sudah tidak mencintainya lagi. sedari dulu John hanya tertarik dengan wajah cantik dan keelokan tubuhnya saja tidak lebih. lagi pula John juga membutuhkan Nadira untuk membantunya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga musuh tuannya bukan? untuk itulah John harus berpura2 mencintainya. "Baiklah sayang, kita akan pergi bersama nanti, kau boleh memilih pakaian mana yang kau inginkan. aku akan memberikan segalanya untukmu sayangku." kata manis John mampu membuat Nadira luluh, wanita itupun tersenyum manis dan sesekali mencium bibir pria itu. "Terimakasih sayang".
John pun membiarkan Nadira menciumnya, sesekali ia juga membalas ciuman itu.
__ADS_1
"John sebenarnya aku menyembunyikan sesuatu darimu." sambung Nadira.
John menatap wajah Nadira dari dekat. bahkan kini Nadira belum juga turun dari pangkuan John. "apa yang kau sembunyikan dariku?" wajah John mulai datar, nada bicaranya sudah tidak bisa di kontrol.
"Sebenarnya aku..." lirih Nadira.
"Katakan yang sejujurnya Nadira?!! apa yang kau sembunyikan dariku!!" teriak John. pria itu pun mulai berdiri sembari menatap Nadira dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.
"Berjanjilah kau tidak akan marah..." ujar nadira sesekali mendekat ke arah kekasihnya itu.
"Baiklah aku berjanji,, sekarang katakan apa yang kau sembunyikan dariku!"
Nadira tampak gugup sesekali ia meremas tangganya sendiri, wajahnya pucat "John.. sebenarnya aku,,, hamil anakmu.!"
mata John melebar "Apa??!! kau hamil? bagaimana bisa? apa kau tidak menggunakan alat kontrasepsi?! aku tidak mau memiliki anak! gugurkan kandungan itu sekarang juga!!!" teriak John, wajahnya kini menunjukkan aura kemarahan.
Nadira pun menangis "John bagaimana bisa kau mengatakan hal kasar seperti itu?kau sudah berjanji jika kau tidak akan marah." lirih Nadira "Apa yang kau katakan?? menggugurkan kandungan ini ??!! aku tidak mau menggugurkannya.! ini adalah anak kita John. benihmu! buah cinta kita!! bagaimana bisa kau dengan mudahnya berbicara seperti itu?! kau sangat kejam John.!" Nadira terduduk sembari menangis. ia pun bersimpuh di bawah kaki John "Ku mohon terimalah anak ini John. ini adalah anakmu.. " .
sebenarnya John sudah muak dengan segala tingkah Nadira tapi mau bagaimana lagi? ia juga masih membutuhkan wanita ini. "Berdiri sayang" John pun menyentuh bahu Nadira agar berdiri di hadapannya. "aku akan membiarkanmu hamil dan melahirkan anakku.!" ujarnya.
"Lalu?"
"John,, maukah kau menikahi ku?aku tidak mau anak ini terlahir tanpa status yang jelas,,," ujar Nadira "John kau tau bukan? aku terlahir dari keluarga terpandang juga terhormat. mana mungkin anakku terlahir begitu buruk tanpa status? aku tidak mau mempermalukan keluarga ku! apa kata ayah dan ibuku nanti?! aku tidak mau merusak martabat keluargaku dengan melahirkan anak tidak jelas tanpa status yang jelas dan juga seorang ayah! John ayahku adalah seorang dokter bedah handal di negara Amerika! banyak para kerabat kami juga sebagai seorang penjabat. bagaimana mungkin kau tega menjadikan anak kita menjadi pewaris tidak sah?!" jelas Nadira.
astaga bagaimana mungkin pria bebas seperti John menikah dan memiliki anak juga keluarga, sungguh malapetaka yang besar bukan?
tapi bagaimana mungkin John melepaskan Nadira begitu saja? benar saja kata wanita itu. mungkin dengan menikah i Nadira selain ia bisa bekerja dan mengabdi kepada Jackson, ia juga memiliki anak yang akan menjadi pewaris dari harta ibunya nanti bukan? dan nanti jika anaknya dewasa, John akan melatih anak tersebut menjadi sepertinya.
"Baiklah sayang,, aku akan menikahimu! tapi dengan satu syarat!" ujar John tanpa bantahan.
"Apa syaratnya..?" tanya Nadira.
"Kita akan menikah secara diam2, yang hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat terdekatmu saja!. jangan khawatir pernikahan kita sah dimana hukum, agama dan juga negaraa" ujarnya.
"Tapi.." sebelum Nadira berbicara, John terlebih dahulu memotong ucapannya "Bukannya kau sekarang sedang menjadi incaran bara dan juga para anggotanya?untuk itu kita akan menikah secara diam2". sambung John.
__ADS_1
senyuman licik dari wajah pria itu terpampang nyata "Dan kita akan gunakan anak itu untuk memisahkan kara dan bara!".
"Maksudmu?" tanya Nadira tak mengerti dengan ucapan kekasihnya.
"jika kita tidak bisa memisahkan kara dan bara secara terang-terangan maka kita gunakan cara lain yang membuat kara sendiri yang akan meninggalkan bara,," ujar John sembari menyeringai licik
"Aku tidak mengerti" ujar nadira yang masih tidak mengerti.
"akan kita gunakan anak itu. untuk memudahkan kara dan bara! kau yang akan menjebak kara masuk ke lubang buaya." ujar John "Sayang,, bisakah kau melakukan sesuatu untuk ku?" pinta John.
"Tentu "
"Pergilah temui kara, jebak dia! katakan padanya jika anak yang kau kandung adalah anak bara." ujar John sembari memperlihatkan wajah tampan liciknya.
"tapi,, bagaimana jika kara tidak percaya?"
"serahkan itu padaku sayang,, aku akan membuat bukti palsu agar kara mempercayai kata2mu".
"Baiklah sayang."
"Bersenang-senang lah dulu bara dan kara, ku beri waktu kepada kalian bercinta dan berbahagia sepuas yang kalian bisa,, setelahnya kalian akan berpisah dan segera menangis darah!" aura misterius keluar dari wajah John. sembari mengatakan hal tersebut.
Visual Johnπ
...
Bersambung.
oh iya gays nanti author bakal buat cerita tentang anak anak dari bara dan kara sebagai lanjutan kisah dari mereka..
untuk itu Author butuh banget dukungan kalian nih ....
pokoknya Kalian jangan khawatir author bakal buat cerita semenarik mungkin untuk kalian. doa in author selalu ya gays terimakasih ππ»
__ADS_1
jangan lupa like komen sebanyak-banyaknya dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian semua π semoga kalian suka...