Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Happy family


__ADS_3

Mendapati bahwa istrinya kini sedang menstruasi, bara keluar dari kamar sembari membawa selimut,, dia ingin tidur dengan anaknya.


"Kau mau kemana?" tanya kara.


"Aku akan tidur bersama Jake."


"K-kenapa begitu?"


"aku tidak akan bisa tidur denganmu jika aku tidak mampu menyentuhmu,, itu akan sangat menyakitiku." lirih bara dengan nada tersiksa.


mana mungkin bara bisa menahan diri bersama dengan kara jika hanya tidur dengan berpelukan tanpa bisa mengajaknya bercinta.


kara terkikik geli,


"Apakah semenyakitkan itu?"


"Tentu saja,,," lagi lagi bara menunjukkan ekspresi wajah tersiksa.


"Baiklah kalau begitu.. ayo kita bercinta."


Bara mengerutkan keningnya.


"Apa kau tidak waras?Kau sedang menstruasi.. aku tidak mau melihat darah yang keluar dari kewanitaanmu saat aku sedang berada di dalam dirimu."


Kara tertawa terbahak-bahak.


"Aku hanya bercanda... sesungguhnya aku tidak benar-benar menstruasi."


Mendengar lelucon tersebut,,


membuat bara kesal,, dan dengan gesit bara langsung bisa mengunci pergerakan istri nakalnya itu.


kini bara telah memegang tangan kara erat,,


bahkan kara sudah berada di bawahnya.


"Beraninya kau membohongi suamimu hm?.. terimalah hukuman ini sayang,,," bara menyeringai, wajahnya sangat menakutkan,, bahkan bola mata bara berubah menjadi menakutkan yang terselimuti oleh amarah sekaligus gairah yang membara.


"M-maafkan aku sayang..." lirih kara ketakutan.


"Of course honey,, aku memaafkanmu. tapi, laksanakan dulu tugasmu sebagai istri yang baik hm..?"


"A-aku..."


sebelum kara menyelesaikan ucapannya,, bara sudah membungkam mulutnya dengan ciuman yang lembut, dalam dan penuh gairah..


hingga mereka berdua hanyut dalam percintaan yang membara.


....


"Sayang,,, apa kau sudah menyiapkan tas sekolahmu?"


"sudah mommy."


"Sudah mengerjakan PR?"


"Yess mommy.."


"Good job."


Jake tersenyum.

__ADS_1


"Mommy dimana Daddy?"


kara menoleh,


"Daddy sedang bersiap. karena hari ini Daddy akan mengantarmu ke sekolah."


mata Jake berbinar, dia tersenyum bahagia.


"Benarkah mommy? Daddy akan mengantarku ke sekolah?"


"Yes honey,, anything for you."


"Thankyou mommy" Jake mencium pipi mommynya.


kara tersenyum, "Habiskan makanamu dulu honey,, lalu segeralah berangkat ke sekolah atau kau akan terlambat."


"Okey mommy."


tak lama kemudian,


"Good morning myQueen,, " bara melirik istrinya "And good morning my Son."


"Good morning Daddy.." Jake membalas dengan senyuman pagi yang indah. "Daddy,, apakah hari ini kau akan mengantar ku ke sekolah,?".


"Yes honey, hari ini daddy akan mengantarmu ke sekolah,, Apa kau senang?"


"Aku sangat senang dan bahagia,, karena Daddy mengantarku ke sekolah.. yeyyyy"


bara tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah putranya.


"Oh ya honey,, Daddy punya sesuatu untukmu."


"Apa itu Daddy?"


Jake bergegas turun dari kursi untuk membuka kotak pemberian Daddynya.


mata Jake berbinar,


"Wah menggemaskan sekali.. "


"Apa kau suka honey?"


"Sangat,, terimakasih Daddy.." Jake pun mengendong anak harimau itu dan pergi memeluk bara.


"Bara,, kau memberikan Jake peliharaan anak harimau?" tanya kara "Itu berbahaya,, aku takut nanti Dia melukai putra kita."


"Tidak perlu takut sayang, Tiger hewan lunak. dia akan patuh kepada perintah Jake dan kita. dia akan menjadi garang jika tuannya terancam. bahkan si Tiger ini hewan yang setia." jelas bara "Tiger adalah anak harimau peliharaanku di Vanesia." sambungnya. "Bahkan aku berniat memberikan Jake anak singa dan masih banyak lagi. lalu kita akan membuat kebun binatang khusus hewan peliharaan kita, bagaimana?Jake kau suka..?"


"wah benarkah itu Daddy? Terimakasih Daddy..." Jake pun mengendong Tiger di anak harimau menuju kandang buatan yang telah di siapkan Daddynya.


"Tapi bara.."


"Sttt,, tidak ada bantahan! kau tenang saja sayang,, aku pastikan kekhawatiran mu itu tidak akan terjadi.. oke?" bara menyentuh kedua pipi kara menghadap dirinya. "lihatlah putra kita,, Dia terlihat sangat bahagia bukan?"


"Terserah kau saja,," kara membuang nafas berat.


kara memang tidak bisa berbohong jika putranya itu memang terlihat sangat bahagia, semenjak adanya Daddynya, bahkan Jake mulai sering bermain dengan bara. Jika Daddynya pergi Jake selalu saja bertanya kepadanya 'Mommy, kemana Daddy?' , 'Mommy, kenapa Daddy belum pulang juga?'. begitulah pertanyaan yang terlontar dari mulut kecil Jake. terkadang kara juga sangat kasihan jika Jake sedih kehilangan Daddynya lagi.


dan yah,


mungkin lebih baik seperti ini..

__ADS_1


kara juga bahagia jika putranya itu bahagia..


semoga saja keluarganya tetap seperti ini. bahagia dan selalu bersama.


"Oh ya sayang,, kapan Jake ulang tahun? Bukankah sebentar lagi dia akan berulang tahun bukan?" tanya bara.


"iya,, ulang tahun Jake Minggu depan sayang."


"Kita harus mempersiapkan pesta ulang tahun Jake dengan sangat meriah kalau begitu."


"Tidak perlu berlebihan sayang,, kita membuat pesta ulang tahun untuk Jake sederhana saja. dan mengundang beberapa teman dekatnya. karena Jake tidak terlalu suka keramaian. dia tidak pandai bersosialisasi." jelas kara.


"Ah putraku,, ternyata seperti Daddynya." bara tersenyum penuh kemenangan.


kara tak terima jika putranya hanya sama seperti ayahnya.


lagipula dia yang mengandung,, pastinya Jake harus lebih mirip dengannya bukan?


"Apa maksudmu Jake mirip denganmu? putraku lebih mirip dengan mommynya."


"Tentu mirip dengan Daddynya,, lihatlah wajah putraku,,, mirip denganku,, mata, hidung, Alis sama persis denganku.. dan sikapnya yang penyendiri, dingin , cerdas dan pintar. Jake itu seperti Daddynya." ujar bara dengan nada arogan.


"Omong kosong! bibir Jake mirip dengan ku dan ya sifat keras kepalanya, penurut dan baik seperti mommynya. jangan lupa aku yang mengandung Jake. jadi Jake itu seperti mommynya."


"Hei sayang, jangan lupa jika kau tidak bisa hamil sendiri tanpa bantuan ku,, jadi dia anakku."


"Dan kau tidak akan Sudi bukan jika benihmu itu tertanam di dalam rahim wanita lain?aku yang menampung benihmu itu, dan tentu saja Jake itu anakku dan lebih mirip denganku."


"Tapi darahku mengalir deras di dalam nadinya, kau sendiri yang mengatakan itu bukan?" bara menyeringai.


Mendengar pertengkaran kedua orang tuannya,


Jake geleng geleng kepala,


terkadang orang tuannya itu seperti anak kecil yang sering bertengkar.


"Mommy,,, Daddy hentikan!" ujar Jake sebagai penengah.


"Kalian seperti anak kecil." sambung nya "Aku ini putra Daddy dan Mommy! aku mirip Daddy dan juga mirip mommy,, jadi Daddy dan mommy jangan bertengkar hanya karena masalah kecil seperti ini. " Jake menepuk dahinya.


"Ayo kita berangkat ke sekolah Daddy,, kita sudah terlambat."


"Baiklah honey,, let's go to school.."


"Good bay mommy.."


"Good bay honey .."


kara mencium pucuk kepala Jake dalam-dalam.


"Mommy jangan lupa,, jaga Tiger baik-baik. "


"Siap bos" kara tersenyum.


"Ayo Daddy.."


"Ayo honey..."


bara menancap pedal gas Lamborghini miliknya,, menuju sekolah putranya. dengan kecepatan normal agar tidak membahayakan keselamatan Jake. putra kesayangannya.


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian πŸ€— semoga kalian suka 😁 terimakasih πŸ™πŸ»


__ADS_2