
Sepulangnya Bara dari perusahaan. ia pun bergegas menuju kamar untuk menemui istrinya. ia memasuki kamar dan melihat kara sedang bercermin di meja rias dengan memoles wajahnya dengan sedikit make up.
Sungguh cantik bukan?π€©
Kara melihat bara di cerminnya. sungguh kara ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah bara yang menatapnya tanpa berkedip seakan2 bara memang terhipnotis oleh kecantikannya.
"Bara.." panggilnya.
Bara mendengar kara memanggilnya pun segera menghampiri istrinya. dengan lembut ia membantu kara merias diri dengan memasangkan antingnya, kalung pemberiannya tidak lupa cincin dan gelang pemberian mendiang ibu dan ayah kandungnya.
Kara melihat bara dengan teduh ia merasa bahwa memang dirinya kini sudah siap menerima suaminya dengan sepenuh hati dan bersedia menyerahkan diri untuk bara. atas segala sesuatu yang bara lakukan untuk kara dan membahagiakan kara itu lebih dari cukup membuatnya percaya jika kini bara memang sudah berubah menjadi pria bertanggung jawab dan tidak mudah tertarik lagi dengan Para wanita di luar sana.
bara membantu kara dengan telaten. kini kara sangat cantik. bahkan bara sampai lupa jika dirinya belum mandi karena sedari tadi sibuk mengurus perusahaan, rapat dengan para kolega bisnisnya dan saat di rumah ia membantu istrinya merias diri. sungguh pria yang bertanggung jawab bukan?π€
"Terimakasih bara" ujar kara sembari menatap wajah tampan suaminya sembari menyentuh pipi mulus suaminya dengan telunjuk tangan kanannya.
"Hemm" bara hanya berdehem. ia masih terpaku dengan perilaku kara yang tiba2 menjadi agresif.
"Sekarang mandilah dulu. aku akan menyiapkan makan malam untukmu" sambung kara sembari berjalan menuju lemari mengambil pakaian untuk suaminya.
"Baiklah sayang" bara menjawab dengan nada lembutnya. ah iya bara baru ingat jika adiknya kini sudah sampai di rumahnya. "Sayang. apa Daniel sudah sampai?" tanyanya.
"Sudah. Daniel baru sampai siang tadi. aku menyuruhnya beristirahat mungkin dia masih lelah karena perjalanan dari negara A sampai negara I menempuh waktu cukup lama." jelas kara "Mungkin sekarang Daniel masih berada di kamarnya."
"Syukurlah jika Daniel sudah sampai. baiklah aku mandi dulu sayang. tolong siapkan makan malam untukku yaaa.. aku sangat lapar" sambung bara sembari berjalan menuju kamar mandi.
"iya. aku akan meminta bantuan pak Han untuk menyiapkan makan malam" .
kara menuju dapur ia meminta bantuan pak Han dalam menyiapkan makan malam untuk suaminya dan adik iparnya.
"Pak Han tolong bantu aku potong sayurnya" ia meminta pak Han menantunya dalam memasak untuk makan malam nanti.
.
tidak lama kemudian masakan pun telah siap dan kini tersusun rapi di meja makan. makan malam siap di santap.ππ
"Ayu..." kara memanggil ayu. ayu mendengar panggilan dari nona mudanya pun bergegas menuju sumber suara
"Iya Nona" ujarnya.
"Ayu. tolong panggilkan Daniel katakan padanya makan malam sudah siap" ujar kara "Aku akan memanggil bara terlebih dahulu" sambungnya.
"Baik nona" ayu.
...
Kini mereka ber tiga berkumpul dan makan malam bersama di meja makan. bara yang melihat adiknya ia bertanya "Bagaimana keadaan ibu dan ayah Daniel?"
"Ibu dan ayah baik2 saja kak. mereka merindukan mu" jawab Daniel sembari mengunyah makanannya "Oh iya mereka bertanya kapan kau akan mengunjungi mereka?" sambung Daniel.
"Ntahlah. aku belum mengetahuinya. kau tau kan Daniel, jika kakakmu ini sangat sibuk." ujar bara dengan tatapan datar yang mengarah kepada adiknya.
__ADS_1
"Iya kak. aku juga sudah mengatakan kepada ayah dan ibu jika kau sangat sibuk. terlebih sekarang kau bukanlah orang sembarangan. perusahaan mu sudah menjadi yang pertama di berbagai negara. kau harus berhati-hati pasti banyak musuh yang ingin menjatuhkan mu." jelas Daniel sembari memberi peringatan kepada kakaknya.
"Aku tau itu" jawab bara singkat
"Eum.. Daniel. apa ibu dan ayah tidak merindukan ku?" tanya kara.
"Tentu saja mereka merindukanmu kak. kau adalah menantu pertama dari keluarga Valentino pastinya mereka sangat menyayangi dan merindukanmu. terlebih kau adalah istri dari putra sulung kesayangannya itu." sambung Daniel sembari menatap mata kakak iparnya dengan tersenyum manis.
"Benarkah?" ujar kara antusias. "Aku juga merindukan mereka" kara tersenyum ia juga merasa sedih. sejujurnya ia sangat merindukan kehangatan dan kasih sayang dari orang tua. sudah lama ia tidak merasakan kasih sayang orang tuanya setelah perceraian ibu dan ayahnya. juga sepeninggal ayah tirinya yakni Adijaya.
Bara yang melihat istrinya menunjukkan kepalanya. bara pun mengetahui jika kara sangat merindukan kasih sayang orang tuannya. karena bara sering melihat kara memeluk foto kedua orang tuanya.
bara menggenggam tangan istrinya dengan erat ia seperti memberikan semangat lewat genggam an tangan tersebut. merasa tangannya di genggaman pun kara menoleh seraya melihat wajah suaminya dengan teduh yang sedang menggenggam tangannya. ia sangat beruntung memiliki suami yang sangat mengerti dirinya dan memahaminya sekarang.
*_Rasanya aku tidak tega jika melihat mu bersedih. Apakah aku harus memberi tau mu kebenaran yang sesungguhnya? jika ayah kandung mu lah yang membunuh ayah tirimu?_*(Batin bara)
#Flash on
"Tuan saya dan Ken sudah mencari tau siapakah orang yang terkait dalam pembunuhan tuan Adijaya." ujar Sam sembari ingin mengatakan kebenaran tentang kematian Adijaya kepada tuannya itu.
"Katakanlah!" perintah bara sembari menghisap rokok yang berada di tangannya
sebelum Sam mengatakan kebenaran. ia pun menoleh melihat Ken yang sedang menganggukkan kepalanya tanda jika Sam lah yang harus mendatangkan kebenaran tersebut.
"Ternyata dugaan saya benar tuan. jika dalang dalam pembunuhan tuan Adijaya adalah Tuan Diego ayah kandung dari nona kara sendiri." jelas Sam
"Apa?!" bara terkejut sembari membuang sisa rokoknya "Kenapa? apa alasan Diego membunuh Adijaya?"
"Kami juga memiliki bukti yang mengarah kepada tuan Diego bahwa dialah pelakunya." sambung Ken. "Bukti tersebut berupa Vidio yang kami rekam tempo hari".
"Saya pernah mengatakan kepada anda bahwa saya sudah menangkap salah satu orang yang terlibat dalam pembunuhan tuan Adijaya bukan? kami mengancam orang itu, jika tidak mengatakan suatu kebenaran maka saya akan membunuh keluarganya. dan dia pun menyerah seraya mengakui segalanya kepada kami. tentunya kami tidak akan melewatkannya begitu saja tuan. kami pun merekam segala sesuatu yang ia katakan sebagai bukti" sambung Sam.
"Ini buktinya tuan" Ken pun memberikannya bukti yang ada di dalam memory card kepada tuan mudanya.
bara mengambil bukti tersebut ia pun membuka dan melihat Vidio rekaman seorang pria yang tengah duduk terikat oleh rantai besi sembari mengatakan segala sesuatu yang ia lakukan atas perintah dari Tuan Diego. ayah kandung kara sendiri.
"Ken! Sam! bawa bukti ini!!. simpan dengan baik! jangan sampai ada yang mengetahuinya.!!" titah bara.
mendengar perintah dari tuannya, mereka berdua pun mengangguk dan bergegas mengambil bukti tersebut dan menyimpannya dengan baik.
*_Bagaimana aku bisa mengatakan ini semua padamu? jika kau mengetahui kebenaran ini?_*(Batin bara) ia tidak bisa melihat istrinya kembali bersedih atas kematian ayahnya yang di sebabkan oleh ayah kandungnya sendiri. pastinya kara akan membenci ayah kandungnya.
#Flash off.
di kamar saat kara sedang berpelukan dengan suaminya,
Kara yang melihat suaminya terdiam pun terheran heran. apa yang sebenarnya bara pikirkan?(Batinnya).
"Bara..." panggil Kara
mendengar namanya di panggil pun. bara menoleh "Iya sayang ada apa?" tanyanya.
"Apa yang kau pikirkan? tumben sekali kau melamun. ada sesuatu yang menggangu pikiran mu?" tanya kara.
__ADS_1
"Ah tidak. aku hanya memikirkan pekerjaan saja" dusta bara.
"memangnya ada apa dengan pekerjaanmu bara?"
"Sedikit ada masalah tapi bisa ku atasi sendiri. kau tau kan jika suami mu ini sangat pintar dan cerdas. tentu saja aku bisa menyelesaikan masalah Perusahaan ku sendiri. Terlebih aku ini sangat tampan." ujar bara tak lupa dengan sifat Arogannya yang selalu melekat pada dirinya. π€
tok.. tok...
"kakak ipar"
"iya sebentar" ujar kara sembari sedikit meninggikan nada ucapannya. "Seperti itu Daniel. ada apa malam2 kemari?" tanya bara.
"Aku akan membuka pintunya. sebentar..." kara pun berjalan menuju pintu kamarnya seraya membuka pintu tersebut. terlihat Daniel yang sedang tersenyum manis kepada kaka iparnya.
"ada apa??! kau ini menganggu saja" bara pun tak suka dengan adanya adiknya ia kesal karena telah menganggunya menghabiskan waktu bersama dengan istrinya.
Daniel tersenyum penuh kemenangan karena telah mengganggu waktu kakak dan kakak iparnya "Maaf menganggu kalian. apakah sudah di mulai? atau baru pemanasan?" tanya Daniel
kara yang tidak mengetahui maksud dari adik iparnya pun bermaksud untuk bertanya. tetapi sebelum ia mengatakan sesuatu, bara sudah lebih dahulu memotong ucapan yang belum ia lontarkan untuk adiknya.
"Tentu saja baru pemanasan. memangnya ada apa kau iri? pergilah!! cari wanita dan nikahi jangan hanya kau tiduri saja!" elak bara.
"Oho.. tenanglah kak. untuk apa aku iri? aku kemari hanya ingin memberi kalian ini" ujar Daniel sembari menyerahkan tiket bulan madu untuk kakak dan kakak iparnya itu.
"Tiket bulan madu?" kara terkejut seakan tak percaya bahwa yang ia pegang sekarang adalah tiket bulan madu untuknya. artinya sebentar lagi ia akan menjadi istri bara seutuhnya.
"Ya tiket bulan madu. apa kalian menyukainya?" ujar Daniel dengan senyum penuh arti
"tidak ku sangka kau memang adikku yang pengertian" bara tersenyum ia pun memeluk adiknya singkat tanda terimakasihnya
"Tentu saja. bagaimana Apa Kalian menyukainya?" tanya Daniel.
"kami sangat menyukainya. iya kan sayang?" ujar bara dengan memeluk bahu istrinya. sedangkan kara masih terpaku dengan menyentuh tiket tersebut.
"I.iya kami menyukainya. terimakasih Daniel" ujar kara
"sama2 . baiklah aku pergi dulu. dan sambunglah permainannya oke. sampai nanti" Daniel pamit dan berlalu dari hadapan kakaknya menuju kamar miliknya.
"Sampai nanti." bara.
bara kembali menutup pintu kamarnya, ia melihat istrinya diam dan masih terpaku "Apa kau akan terus diam seperti ini?" ujar bara sembari memeluk kara dari belakang. "Apa kau tidak menyukainya?" sambungnya.
kara yang tersadar ia pun menjawab pertanyaan dari suaminya "A.aku sangat menyukainya." ujar kara singkat."Aku akan menyiapkan beberapa pakaian untuk kita".
"Itu Tidak perlu sayang, biarkan Ken yang mengurus segalanya termasuk pakaikan yang kita kenakan nanti. sekarang ayo kita tidur ini sudah larut malam" bara mengandeng tangan istrinya. ia membawa kara ke ranjang king size nya untuk tidur karena malam sudah semakin larut. "Selamat malam"
"Selamat malam" kara....
#Kira2 kara mau nga ya gays?
penasaran? makanya jangan sampai ketinggalan baca novel dari author π€
jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter menarik untuk kalian semua π semoga kalian suka π€ terimakasih ππ»
__ADS_1