
sarapan pagi telah usai, bara kini berada di ruang kerjanya ya walaupun hari ini adalah hari Minggu tapi ia masih tetap bekerja, sungguh di sayangkan bukan? hari libur tetap bekerja, lalu apa yang harus bara perbuat? ingin bermanja dengan istrinya pun tak bisa, pastinya gairahnya akan naik, berhadapan dengan istrinya saja ia tidak bisa menahan diri, apalagi bersama dengan istrinya pastinya ia sudah memakan istrinya di atas ranjang hingga lupa waktu. kerena itulah ia lebih memilih bekerja.
tok..tok..
"Masuk!" titah bara.
Ayu si pembantu termuda ternyata "Tuan.. Sekertaris Ken dan sekertaris sam sudah datang.." ujarnya sembari menundukkan wajahnya takut.
"Suruh mereka masuk!" sambung bara.
"baik tuan" Ujar ayu.
tak lama kemudian.
tok..tok..
Ken dan Sam pun memasuki ruangan sang tuan muda.
"Bagaimana? apa kalian sudah berhasil menemukan rubah wanita itu?!" tanya bara, ya walau suaranya lirih namun sangat tajam seperti belati yang menancap tepat pada sasaran.
Ken dan Sam bersitatap "Kami sudah menemukan wanita itu jauh2 sebelum anda meminta kami untuk mencarinya tuan." jawab Ken jelas.
seberapa pun Nadira pergi dan bersembunyi walaupun di ujung dunia sekalipun pastinya ia tidak akan lolos dari cengkraman bara terlebih Sam dan Ken sangat bisa di andalkan. sam dan Ken tidak bodoh sehingga mereka berdua tidak mengetahui dimana keberadaan Nadira. bahkan saat Nadira pergi dari rumah ini , Sam sudah mengetahui arah perginya Nadira. Sam dan Ken selalu bisa mengambil keuntungan dari situasi. mungkin Sam dan Ken membiarkan Nadira bersembunyi sekarang sembari menunggu perintah di dari tuan mudanya apa yang akan mereka berdua lakukan. terlebih mereka berdua selalu mengawasi pergerakan dan gerak gerik rubah betina itu.
Sam menunjukkan ekspresi datarnya "Dan selama ini, kami juga mengawasi pergerakannya tuan. apakah anda menginginkan kami menyeretnya kemari?".
"tidak. jangan Sekarang,, kita lihat dulu dan ikuti saja permainannya" kini ekspresi wajah bara kembali datar. wajah tampannya menunjukkan aura yang menyeramkan sembari sulit di artikan "Aku ingin tau. apa tujuan Nadira dan John sehingga mereka bersemangat sekali ingin mengusikku. lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk membunuh mereka berdua.! dan sebelum aku membunuhnya , akan ku siksa mereka berdua hingga mereka menjerit, menangis darah dan memohon bersimpuh di kakiku meminta kematian.".
.....
sementara di sisi lain terdapat pria paruh baya yang masih terlihat tampan nan segar bugar di usianya yang bisa di bilang tidak muda lagi.
Louis tersenyum miring di kursi kebesarannya, wajahnya menunjukkan kemisteriusan seorang mantan mafia besar la Savas pada masanya dulu. aura terpancar dari bola mata elang itu, pria ini memang teramat sangat tampan, sesuai dengan bibit unggul yang ia turunkan kepada para putranya.
luois menatap tajam Laurent yang kini telah terkapar di bawahnya, dengan beberapa memar dan darah yang ada pada sekujur tubuhnya. wanita paruh baya itu masih hidup,bahkan setelah di siksa suaminya habis2 an ia masih saja tidak takut dan tidak jera, justru Laurent malah ingin membalas dendam atas segala sesuatu yang ia rasakan selama ini, di acuhkan putranya dan di siksa suaminya, ia berfikir semua ini adalah salah kara karena telah membuatnya seperti ini.
"Bagaimana?Apa kau masih tetap pada pendirianmu?Ingin menghancurkan kebahagiaan putramu dengan wanita yang di cintainya?" suara mengelegar luois menghantam langsung ke dada Laurent.
__ADS_1
senyuman jahat terpancar di sebalik wajah cantik wanita itu. "Tentu saja,, aku ingin membunuh wanita itu! tak peduli seberapa keras kau menyiksaku tapi aku tidak akan menyerah padamu! ku pastikan Wanita itu akan mati di tanganku hahaha..!"
luois menggertakkan giginya, rahangnya mulai menegang, sembari menggoreskan pisau yang ia pegang ke lengan istrinya.
Laurent pun menjerit nyaring "Aaaaaakkhhhhh.Dasar bajingan!! Brengsek!!! pria tua tidak waras!!! Iblis!!!" kini tubuh Laurent penuh dengan darah yang mengalir dari sekujur tubuhnya, mulai pipi kanan dan kiri, bahu serta sayat2 an lain yang berasal dari tangan dan kakinya.
Sorot mata elang luois yang tajam mampu melumpuhkan lawan bicaranya "Ya!!! aku memang seorang bajingan dan brengsek!! tapi aku ini masih suamimu bukan sayangku?" ujar luois dengan senyuman kecut, ia pun membisikkan kalimat yang mampu membuat Laurent bungkam "Iblis ini mampu meluluhkan hatimu bukan?Tapi sayangnya kau mencintai pria brengsek sepertiku!"
Laurent menelan ludah susah payah "Kau tau Laurent? kini kara sudah sembuh total, ia sudah siuman beberapa Minggu yang lalu dan sekarang ia sudah pulih..!" sambung luois.
"Apa??!! bagaimana bisa wanita itu hidup?!!!" teriak Laurent.
"Tidak mungkin kara mati konyol, ia masih muda hidupnya masih panjang ,pastinya ia masih memiliki semangat untuk terus hidup! karena bara bukan?" sambung luois.
"Hahahaha.. kau begitu sangat yakin rupanya" tawa Laurent berhasil membuat Louis menggertakkan giginya tanda kemarahan yang hampir memuncak "Lihat saja! kupastikan wanita itu akan mati di tanganku!".
Louis mencengkeram pipi mulus berpoles darah pada wajah Laurent,"Dan... sebelum kau membunuhnya! aku dulu yang akan membunuhmu!!!" Louis mengibaskan wajah istrinya. hingga kini wajah cantik paruh baya itu mengibas ke kiri.
luois pun meninggalkannya. kini Laurent terkapar di bawah sembari meneriakinya dengan kata2 kasar yang tak pantas untuk di ucapkan.
"Bajingan!!!! brengsek!!! psycopath gilaa!!!?Aku membencimu!! sangat!!" Laurent meludah.
....
"Apa yang sedang kau lakukan My Amour" ujar bara yang berbicara di depan pintu ruang Lukis kara sembari melipat tangannya, sungguh jika di lihat bara terlihat sangat tampan terlebih ia tidak memakai baju hanya sekedar memakai celana hitam panjang sembari memperlihatkan otot perut yang terpahat indah di depan istrinya bara sangat sexy.
"astaga bara kau mengejutkanku.." ujar kara sembari menelan ludah susah payah melihat pemandangan indah di depan mata. "A.aku sedang melukis" sambungnya
bara pun berjalan mendekati kara, sembari sesekali mencium tengkuk leher istrinya itu. "Apa yang kau lukis Amour?" bara mulai berbicara Dengan nada sensual.
kara merasakan hawa panas yang berhasil membuatnya menggelinjang "A.aku sedang melukis langit yang cerah dengan beberapa awan yang menghiasi langit tersebut".
"Wah benarkah Amour?"
Wajah kara bersemu merah padam antara malu atau senang.. ntahlah ia begitu bahagia dengan panggilan baru yang keluar dari mulut suaminya itu. panggilan itu terlihat sangat indah jika bara yang mengucapkannya.
"Kau tersenyum?Apa yang membuatmu tersenyum malu seperti itu Amour hem?" bara pun menyadari bahwa istrinya sedari tadi tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Tidak ada" timpal kara singkat.
"Benarkah?"
kara pun mengangguk "Apa kau tau sayang? aku suka kau memanggilku dengan sebutan itu.." kara pun tersenyum manis sembari malu dengan perkataannya barusan.
"Apa kau menyukainya?" kara mengangguk "Baiklah aku akan terus memanggilmu seperti itu" sambung bara. "Sebagai imbalannya kau harus memberikan suamimu nama panggilan juga bukan?" bara pun mengedipkan sebelah matanya.
Bara tetaplah bara ia pasti bisa mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri dalam berbagai cara bukan? Menyebalkan.
"Kau ingin ku panggil apa?" tanya kara
"Ntahlah,, aku ingin kau sendiri yang mencarikan nama panggilan indah untukku"
kara pun berfikir sejenak "My honey?" ujar kara antusias "Bagaimana?Apa kau menyukainya?"
"indah sekali... jika kau yang mengatakannya untukku.." bara pun mencium pucuk kepala istrinya dalam2. "Apa menstruasi mu sudah selesai?aku tidak bisa berpuasa lagi.." kini wajah bara menunjukkan ekspresi tersiksa.
Kara terkekeh geli "Astaga honey,, aku baru menstruasi 3 hari dan kau menunjukkan ekspresi wajah seperti itu" kara pun tertawa terbahak-bahak "Kau tau? jika wajahmu seperti itu sangat lucu".
"Lalu sampai kapan aku menunggu menstruasi mu selesai? kenapa lama sekali???" gerutu bara.
"4 hari lagi honey,, bersabarlah,," kara mencubit pipi mulus suaminya gemas. bara hanya diam karena sangat kesal.
"Kau tau? menstruasi adalah musuh terbesarku!" setelah mengatakan hal tersebut bara pun berlalu dari hadapan istrinya menuju kamar mandi untuk merendam diri sembari menahan untuk tidak memakan istrinya. kara pun tersenyum manis melihat tingkah konyol suaminya itu.
Bersambung~
πππππππ
gimana gays? Uda pada setuju kah? aku buatin novel cerita anak2 dari bara dan kara? sebagai lanjutan novel ini? kalau setuju komen di bawah yaaa??? author tunggu komentar baik kalian π terimakasih
oh iya gays jangan lupa like komen dan vote ya agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian π€ semoga kalian suka π
Author ngikut post biar kalian semua kenal author yaaaπ€£π€
salam kenal dari author untuk kalian semua π
__ADS_1