
"tuan. nona kara telah sadar. mungkin sudah cukup sampai disini kita mengawasinya, Sudah sebulan anda berada di ruangan rahasia rumah sakit ini hanya karena ingin mengawasi nona, sebaiknya kita pergi dari sini sebelum para anggota inti La Savas dan tuan bara sendiri mengetahui adanya anda di sini." jelas John "Pastinya jika tuan bara melihat anda berada di sini, ia akan curiga dengan kita dan saya yakin tuan bara meminta Sam untuk mencari tau ttng apa yang kita lakukan berada di rumah sakit ini."
yaa selama sebulan Jackson selalu mengawasi CCTV dari ruangan kara, memang ruangan rawat kara selalu di jaga oleh para mafia kepercayaan bara, sehingga Jackson dan john tidak bisa menemui kara, Jackson hanya bisa melihat dan mengawasi kara dari ruangan rahasia yang di siapkan oleh John sendiri pastinya, dan John juga yang telah membajak CCTV di ruangan kara. sehingga Jackson dengan leluasa dapat melihat kondisi kara dengan jelas melalui CCTV tersebut.
"Kau benar John. tapi kita jangan keluar dulu sebelum bara dan anggota yang lainnya sudah pulang, atau nanti mereka dapat melihat kita berada di sini" gunam Jackson yang kini matanya masih menatap CCTV.
Jackson sungguh terpesona dengan kecantikan kara, ya walaupun Jackson belum melihat secara langsung wajah ayu kara, tapi jika di lihat dari foto2 kara tampak cantik walaupun tanpa make up sekalipun, sungguh wajah kara memiliki keindahan dan kemurnian tersendiri, terlebih kebaikan hati yang di miliki oleh kara menambah nilai plus dalam dirinya, sungguh Tuhan memang menciptakan kara sebagai bentuk wanita yang sempurna. mahakarya yang indah bukan?
....
Bara yang kini telah sampai di rumah sakit, ia sudah berdiri di depan pintu ruangan istrinya, ntahlah di dalam hatinya ia sangat senang tapi juga menyesal karena bara berfikir jika dialah orang yang telah membuat istrinya mengalami koma selama 1 bulan penuh ini. sungguh bara masih merasa sangat bersalah jika saja waktu itu ia tidak mendiamkan kara dan menuruti keinginan istrinya untuk berbaikan dan menjalin hubungan yang baik dengan ibunya, pasti semua ini tidak akan terjadi. tapi terkadang takdir memang sejahat itu. selalu saja ada ujian yang menimpa. ntah ujian dalam hubungan rumah tangga ataupun yang lain.
Ken melihat raut wajah tuannya yang hanya diam memaku ia menyentuh bahu sang tuan muda seraya memberi semangat untuknya. sedangkan Daniel ia sangat kasihan melihat hal buruk yang selalu menimpa kakaknya akhir2 ini. selama ini bara sangat kacau bahkan ia sudah tidak lagi mengurus perusahaan dengan baik seperti biasanya mau tidak mau Daniel lah yang menggantikan kakaknya untuk mengurus perusahaan star.group dengan baik dan membiarkan kakaknya itu sementara waktu bisa menjaga kakak iparnya dengan leluasa.
bara seperti kehilangan jiwanya semenjak kara mengalami koma, bahkan kehilangan berat badannya karena selalu menjaga kara tanpa mempedulikan kesehatannya sendiri.
ceklek.. pintu ruangan terbuka, lamunan bara buyar ia melihat tangan kekar yang tengah membuka ruangan tersebut. ternyata Danie lah yang membuka pintunya.
Bara melihat wajah cantik kara, wanita yang ia rindukan selama ini, wanita yang ia cintai kini sudah sadar dan sekarang istrinya itu tengah duduk dengan menyenderkan kepalanya ke belakang sambil menatapnya dengan tatapan hangat. sesekali kara tersenyum melihat kedatangan suaminya itu. tetapi kara sedikit terkejut melihat wajah tampan suaminya penuh dengan memar dan sedikit darah yang berada di samping bibirnya.
kara mencoba untuk menghampiri suaminya itu, tapi kondisinya masih lemah sehingga kalah cepat dengan bara yang sekarang berada di hadapannya sembari menyentuh bahu kara.
bara memeluk erat tubuh istrinya, Sungguh ia merindukan wanita ini, cintanya, hidupnya, bara memeluk kara dengan sangat lama seperti mencari kenyamanan dari tubuh sang istri sudah lama ia tidak menyentuh dan merasakan kehangatan kara bukan? kini ia pun menyentuh pipi mulus istrinya dengan lembut, ia membelai pipi itu dengan telunjuk tangannya. sesekali ia melirik bibir ranum tersebut, tanpa menunggu lama bara langsung mencium bibir kara lembut, semakin lama ciuman tersebut semakin dalam, bara menekan tengkuk leher istrinya, Kini bibir mereka saling berpangutan sangat lama seakan memperlihatkan sisi kerinduan yang mendalam dari sepasang anak manusia itu.
.....
"Sayang apa kau baik2 saja? apa yang kau rasakan? apa kepalamu masih sakit? mana yang sakit?" ujar bara yang terus bertanya seakan sangat khawatir dengan keadaan istri tercintanya itu.
Kara tersenyum melihat tingkah manis suaminya yang sok memberikan perhatian "Sayang,, aku baik2 saja,, aku sangat merindukanmu". ujar kara sembari memperlihatkan senyuman manis. sungguh senyuman itu adalah senyuman yang terbaik dan yang paling indah untuk bara. "seharusnya aku yang bertanya padamu,,, apa yang terjadi dengan wajahmu? kenapa wajahmu penuh dengan memar dan beberapa darah yang terus mengalir di sudut bibirmu?" kara bertanya seakan mengintimidasi.
Bara menatap dalam2 bola mata indah istrinya "Kau tidak perlu memikirkan wajahku sayang, walaupun kini wajahku penuh memar dan darah tapi semua ini tidak akan mengurangi ketampananku bukan?" bara menyeringai lebar, bisa2nya dalam keadaannya yang seperti ini bara masih saja bisa bercanda. kara pun tersenyum manis.
__ADS_1
"Tapi.."
sebelum kara melanjutkan bicaranya bara memotong ucapan tersebut "Sttttt" bara meletakkan telunjuk tangannya di depan bibir ranum istrinya "Jangan pikirkan tentang diriku sayang, yang terpenting sekarang adalah kau. aku ingin kau sembuh" ujar bara tegas. kara mengangguk.
"Kau tau sayang,, sudah lama kita tidak membuat proyek tunggal putra,, aku sudah berpuasa cukup lama,, aku sangat merindukanmu dan ingin memakanmu sekarang juga,, tapi melihat keadaan mu sekarang, membuatku tersiksa karena harus berpuasa lagi" ujar bara dengan nada tersiksanya.
kara tertawa mengejek "Sabarlah sayang,, aku akan segera sembuh dalam waktu dekat, dan kita akan melakukannya sampai kau puas,"
Mata bara membulat sembari tersenyum lebar "Benarkah?" kara mengangguk "Baiklah kau harus segera sembuh, beristirahatlah sayang aku akan menjagamu di sini oke?".
"Oke." ujar kara singkat.
bara memeluk kara ia berbaring di sisi sebelah kiri istrinya itu, ya walaupun ranjang rumah sakit ini tidak terlalu besar tapi cukup untuk menampung keduanya.
....
Sementara di sini lain tampak sebuah rumah besar milik Sarah. di dalam rumah tersebut terdapat sepasang anak manusia yang kini tengah memadu kasih.
mereka berdua yang kini ter engah2, hawa kamar yang tadinya dingin pun kini sudah mulai memanas, karena kegaduhan yang mereka perbuat.
dan setelah selesai melakukannya, mereka pun berpelukan sembari membungkus seluruh badan keduanya dengan selimut tebal milik Sarah.
"Apa kara baik2 saja?" tanya Sarah. ia menatap wajah Sam yang mempesona itu.
Sam yang baru saja memejamkan matanya hendak untuk tertidur mendapatkan pertanyaan yang membuatnya kesal karena mengganggunya. "Ya nona kara baik saja. bahkan sekarang tuan sendiri yang menjaga nona di rumah sakit".
"Syukurlah. Eumm Sayang,, bisakah besok kau mengantarku untuk menemui adikku?" sambung Sarah.
"Tentu, sekarang tidurlah,, aku sangat lelah" ujar Sam singkat.
"Baiklah".
__ADS_1
....
Bersambung~
πππ
π€£π€£π€£π€£
Kevin Wilberd π€©
Sarah Gabriella Adijaya π
Sammuel ed.π
Baratama Andreas Valentino π²π
Nadira Ioana.
Kasandra Hana Larasati ππ
__ADS_1