
Pesta pernikahan Sarah Gabriella Adijaya dan Sammuel Ed berjalan dengan khidmat mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan bersama2 dengan lantang dan saling pandang, Mereka berdua terlihat seperti pasangan paling bahagia di dunia.
Sarah dan Sam berciuman di Altar pernikahan. dan para tamu bertepuk tangan gemuruh untuk sepasang pengantin baru itu.
Sarah menggunakan gaun pengantin putih panjang berkilauan, hiasan rambut sederhana nan indah, rambut pirang gelombangnya di gelung dan menyisakan sedikit anak rambut di bagian poni, Sarah Sangat cantik bak seorang putri dari kerajaan.
sedangkan Sam menggunakan setelan jas toxendo putih serta sedikit hiasan bunga mawar yang ada di atas saku jasnya, Sam tampak begitu gagah menggunakan setelan tersebut. Sam bagai pangeran yang sedang memegang tangan seorang putri raja.
sepasang pengantin itu masih berpegangan tangan dan mengambil foto bersama, kedua orang tua Sam berada di sisi kanan dan sisi kiri sang pengantin.
mereka semua bak keluarga yang bahagia,
Kara tersenyum sekaligus bahagia untuk kakaknya.
setelah kematian ayah Adijaya, kara tidak pernah melihat Sarah sebahagia ini sebelumnya.
sesekali kara menitihkan air mata bahagia yang tiada tara, bara yang berada di samping kara menggenggam tangan istrinya menyalurkan kebahagiaan yang Tiada Tara.
Sarah melambaikan tangannya kepada kara,
Sarah pun menghampiri kara seraya memeluk kara dengan dalam dan penuh rasa sayang.
"Bagaimana kabarmu?Apa kau baik2 saja? Dan calon keponakanku,,, apakah dia baik2 saja di dalam sana?" Sarah bertanya seraya menyentuh perut kara yang membuncit.
"Aku baik2 saja kak begitu pula calon anakku,,, kami sehat. dokter mengatakan aku akan segera melahirkan dalam hitungan hari." ujar kara. "Ngomong2 selamat atas pernikahanmu kak,, aku bahagia untukmu. semoga tuhan selalu memberkati keluarga kalian dengan begitu banyak kebahagiaan."
Sarah tersenyum, iapun menggenggam tangan kara, ", Terimakasih adikku,,"
Sam datang, ia pun langsung merangkul bahu Sarah, "Terimakasih nona,," ujarnya.
mereka berdua adalah sepasang pengantin yang romantis,, bahkan mereka saling menyuapi di atas panggung dan berdansa bersama, serasa dunia bagai milik mereka berdua!.
para tamu pun bertepuk tangan gemuruh, sesekali mengabadikan momen romantis kedua mempelai itu dengan memotret dan memvidio.
Kara kelelahan, ia pun menggenggam tangan bara amat dalam sebagai tumpuan agar dirinya tidak terjatuh.
__ADS_1
Hamil tua seperti ini, membuat kara terkadang cepat sekali kelelahan, bahkan terkadang kara pingsan. juga terkadang pula kara mengalami mual di pagi hari sampai siang. bara hanya bisa geleng-geleng kepala.
mungkin saja anaknya akan menjadi nakal seperti dirinya, belum lahir saja anaknya selalu menyusahkan mommy dan daddy-nya.
Terkadang bara merasa jengkel jika istrinya itu mengalami ngidam yang tak masuk akal. misalnya kara ingin makan ikan asin yang ada di Indonesia yang hanya di jual di pasar internasional.
bukannya bara tidak bisa menuruti keinginan istrinya itu, tapi kara hanya mau makan ikan asin ada di pasar tradisional di Indonesia. jika di perlukan bara mampu membeli pabriknya sekaligus. tapi gilannya anak sialannya itu yang belum lahir selalu menyusahkan dirinya.
bahkan kara juga pernah mengidam minta berfoto dengan para aktris dan aktor flm yang ia sukai. membuat bara kesal setiap harinya jika terus terusan di buat seperti ini.
jikalau kara mengidam mau di belikan rumah, mobil, hotel tentu saja bara mampu untuk menuruti keinginan istrinya, tapi kara selalu saja mengidam hal2 gila yang hampir di luar nalar manusia.
bahkan lebih parahnya lagi,, kara ingin naik pesawat dan kapal pesiar secara bersamaan, hingga membuat bara hampir pingsan dengan tingkah dan ngidam gila istrinya. kara selalu menangis jika keinginannya tidak terpenuhi, bahkan kara selalu mengatakan jika semua itu bukan atas keinginannya tapi keinginan calon anaknya yang akan segera lahir.
"Apa kau lelah sayang?" tanya bara.
Kara mengangguk. "Duduklah,," titah bara.
"Kau mau minum?" sambung bara. kara mengangguk lagi.
"Akan segera ku ambilkan, tunggu disini dan jangan pergi kemana2."
kara kembali duduk, ia melihat suaminya membawa segelas air, tapi ada orang yang menepuk bahu bara, dan kini bahkan bara berbincang-bincang dengan orang itu, apa orang itu temannya?
Kara menghembuskan nafas kasar, dirinya sangat kesal.
kara memanyunkan bibirnya.
"Hai kara,, sedang apa kau duduk di sini sendiri? Dimana bara?" tanya Justin.
ya Justin kini telah kembali pulih, bahkan Justin menghadiri pernikahan Sam bersama dengan...?
"Bara sedang mengambil minum." jawab kara "Oh ya Justin,, siapa dia?" tanya kara.
"Ahh yaaa kara, aku hampir lupa..." sambung Justin. "Perkenalkan, ini Shasha calon istriku dan Shasha ini kara istri bara sahabat dekatku."
__ADS_1
Shasha dan kara berjabat tangan tanda perkenalan.
"Wah Justin, selamat. ternyata kau memilih calon istri.." ujar kara. "Ku harap kau benar2 mencintainya dan tidak menyakiti hatinya,"
"Hei tentu saja,, aku sangat mencintai Shasha,, lihatlah kara..! dia adalah calon istriku kami akan segera menikah dalam waktu dekat. aku tidak akan mungkin menyakiti hatinya." jelas Justin sembari merengkuh tubuh Shasha agar terhimpit dengannya. Justin terlihat sangat posesif.
Kara melihatnya pun juga sangat bahagia..
"Oh ya kara,, kau hamil?Apakah sebentar lagi kau akan melahirkan?" tanya Shasha.
"Ya,, aku akan melahirkan dalam hitungan hari." jawab kara.
"Lalu?Apa kau sudah mengetahui jenis kelamin Anakmu?"
"Tentu, dokter mengatakan anakku berjenis kelamin laki-laki."
"Wah2 selamat, semoga nanti persalinan mu berjalan normal.."
"Terimakasih Shasha." kara tersenyum.
mereka berdua baru berkenalan kini sudah menjadi teman dekat saja.
sedangkan David yang tadinya hanya menatap kara, melihat wanita pujaan hatinya sedari tadi hanya bisa tersenyum dan selalu mengawasi pergerakan dari kara.
ya sedari tadi David hanya memperhatikan kara, tanpa melepaskan pandangan matanya kepada hal lain. selain menatap wajah cantik kara yang tidak pernah hilang dan selalu membekas di hatinya.
ya kara adalah satu satunya wanita yang membuat David benar2 jatuh cinta pada pesonanya.
sembari meneguk beberapa alkohol David masih menatap kara, senyuman itu mampu membuat hati David berdegup kencang. tatapan mata kara mampu membuat David seorang Cassanova kelas kakap itu jatuh sejatuh jatuhnya dalam perangkap kara.
Ken yang sedari tadi bersama dengan David, hanya bisa diam dan memperhatikan apa yang di tatap oleh David sampai David tidak mendengarkan ucapannya sedari tadi? ternyata David hanya menatap kara.
Ken hanya bisa geleng-geleng kepala sesekali menepuk dahinya. tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
ternyata David mencintai kara.
__ADS_1
baru kali ini Ken melihat sorot mata David yang menunjukkan kekaguman dan rasa cinta yang mendalam terhadap istri bosnya itu.
bersambung~