Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Masa kecil Bara & Daniel 2


__ADS_3

#Flash Back


23tahun yang lalu~


Saat bara berusia 10 tahun dan usia Daniel 7 tahun.


Bara pun pulang dan menangis


"Hei kalian kenapa? mengapa kalian menangis ha?!" teriakan sang kakek menggema. teriak tersebut seperti mampu merobohkan bangunan bahkan sedung sekalipun karena sangking tingginya.


"Kakek... Kakek.. mereka semua telah membuliku,, kakak datang menyelamatkan aku tapi mereka semua malah memukuli kakak.." nada khas Daniel kecil pun membuat mata bara membulat. walaupun niat Daniel kecil adalah untuk mengadu kepada sang kakek tapi membuat bara terkejut sekaligus takut. pastinya kakek akan sangat marah jika ia di pukuli oleh anak2 yang lain.


mata Valentino pun membulat.


ia melirik bara dengan sorot mata tajam.


plak...


Ia menampar bocah kecil tak berdosa itu dengan tamparan yang begitu keras hingga mampu memuat bara terjatuh hingga meringgis kesakitan.


"Kau di pukuli???Haaa?!! dimana saja kau di pukuli oleh bocah2 sialan itu?!! apakah disini?..." Valentino terus menerus memukuli bara tanpa ampun. dari mulai menampar, menonjok, dan memukuli anggota tubuh bara kecil saat itu.


bara hanya bisa menangis "Kakek.. hentikan,,, sakitt!!" bara hanya bisa menangis tanpa melawan sang kakek. ia pun hanya bisa memohon kepada sang kakek untuk menghentikan pukulan demi pukulan yang menghantam tubuhnya.


"Apa katamu?? berhenti haa?!!!" ujar Valentino meninggi.


ia masih memukuli bara tanpa ampun. bahkan saat Daniel mencoba untuk membela sang kakak. Daniel pula mendapatkan pukulan yang saka seperti bara.


"Kakek hentikan!!" teriak bara. "Pukul saja aku!! jangan Daniel. dia masih kecil..Aku mohon jangan pukuli kita.." sambung bara.


wajah mungil dan bulir air mata yang membasahi kedua kakak beradik itu. tidak bisa meluluhkan hati sang kakek yang begitu terobsesi untuk membuat mereka berdua kuat tak terkalahkan seperti dirinya.


"Kau memohon?!! kau mengatakan kata larangan?" suara Valentino mulai melengking "Terima ini.."


Valentino terus menerus memukuli Bara dan Daniel.


bocah kecil itu sangat kesakitan, bahkan kata2 permohonan membuat mereka sakit berkali2 lipat.


"Ayo Lawan aku!! lawan kakekmu ini cucuku!!!" ujar Valentino. yang masih terus menerus memukuli keduanya.


"Kakek aku mohon hentikan.. " Daniel kecil terus merenggek.


"Kakek tolong lepaskan Daniel,, pukul saja aku! jangan adikku!!" ujar bara.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kalian melawanku!! Cepat bara angkat tanganmu!! lawan kakekmu! tunjukkan seberapa hebat kau.." sambung Valentino meremehkan "Anak laki2 yang lemah tidak akan mampu mengurus perusahaan!"


Valentino terus menerus memukuli bara dan Daniel. "Jika kalian lemah!! bagaimana kalian bisa memimpin perusahaan dan bisnis gelap haa??!!!" Valentino terus menerus memprovokasi keduanya untuk melawannya "Bagaimana mungkin aku menyerahkan hartaku kepada kalian jika kalian lemah??!! jika kalian tidak mampu melawan mereka bagaimana mungkin kalian bisa melawan musuh yang jauh lebih hebat dari kalian haa??!" Valentino terus menghajar bara dan Daniel hingga babak belur.

__ADS_1


"Angkat tangan kalian boy.. dan Lawan kakek mu ini...Ayo!!"


"kakek hentikan!! kami tidak mungkin mengangkat tangan melawan kakek.." ujar bara


",Kenapa tidak??Anggap aku ini adalah musuhmu!!!" titah Valentino "Angkat tangan kalian, pelihatkan keberanian kalian!!! jadilah tangguh dan lawan aku!! kalahkan kakekmu ini!!!"


"Kakek..sakit.. hentikan" Daniel terus memohon dan menangis.


"Simpan air matamu itu Daniel.. disini tidak ada yang bisa menolong kalian Selain diri kalian sendiri!! ayo berdiri lawan kakekmu ini... sekarang!!!" teriak Valentino "bahkan ayah dan ibu kalian sekalipun."


Valentino kesal melihat cucunya tidak melakukan perlawanan.


"Adam!!" titahnya kepada tangan kanan sekaligus kepercayaannya itu.


"Iya Tuan" ujar Adam sopan.


"bawa mereka berdua, cambuk mereka tanpa bekas kasihan!! meski mereka berteriak sekalipun!. sampai mereka berani mengangkat tangan untuk melawan kalian semua!" titah Valentino.


Adam pun mengangguk.


mendengar ucapan sang kakek membuat Bara dan Daniel ketakutan setengah mati.


"Kakek tidak!!"


"Kakek jangan!!!"


"Maafkan kami!!"


Valentino tidak memperdulikan cucu2 kecilnya yang sedang berteriak meminta tolong.


"Kakek..!!"


"Ma...af..kan ka..miiii.."


"Ka..mi.. ber..jan..ji.. ti..dak... a..kan... le..mah..."


Valentino hanya bungkam melihat cucunya meringgis kesakitan.


"Tuan muda,, kalian dilarang mengatakan kata permohonan atau rasa sakitnya akan berkali kali lipat..!" ujar Adam


"Ayo tuan.. angkat tangan kalian dan lawan kami!!"


cambukan demi cambukan...


pukulan demi pukulan...


menghantam tubuh kedua bocah kecil itu.

__ADS_1


hingga mereka berdua pingsan.


"Ku rasa sudah cukup sampai disini.." lirih Valentino.


"Jaga cucuku baik2 aku akan datang kembali besok!" ujar Valentino "Buat mereka menjadi seorang pria tangguh dan tak terkalahkan. buat mereka berani untuk mengangkat tangan melawan kalian semua. jangan biarkan mereka mengucapkan kata terlarang! lakukan penyiksaan jika mereka tidak berani melawan. sampai mereka mampu menyelamatkan diri dari sini!" titah Valentino.


"Baik tuan." ujar Adam.


"Aku akan sering datang kemari setiap harinya dan melihat penyiksaan apa yang kalian lakukan kepada cucuku untuk menjadi pria kuat,pemberani, dan tak terkalahkan kelak!" sambung Valentino. Adam pun mengangguk.


seperti itulah kisah masa kecil Bara dan Daniel tidak jauh2 dari pukulan, cambuk, dan hantaman keras yang keduanya alami. masa kecil tanpa lindungan orang tua. dan yang bisa menyelamatkan kita dari siksaan tersebut adalah kita sendiri.


Bara dan Daniel melewati semua rasa pahit itu bersama2. hingga 5 tahun lamanya mereka berdua sudah benar2 menjadi pria yang tangguh, kuat, pemberani dan tak terkalahkan.


hingga di umur bara yang ke 15 tahun ia sudah di angkat menjadi pewaris dari perusahaan Start.Group dan menjadi pewaris mafia selanjutnya setelah ayahnya.


#Flash off.


"Kakak. apa yang kau pikirkan?" ujar Daniel.


tentu saja Daniel dapat mengetahui jika kakaknya masih mengingat luka lama itu. luka lama yang mereka berdua alami yang membuat mereka mengalami trauma masa kecil.


"Tidak ada.." ujar bara singkat.


Ken dan Sam pun datang.


"Tuan kami sudah menyekap Para penghianat yang lain. anda ingin kami melakukan apa selanjutnya tuan?anda ingin kami menghabisi mereka atau menyiksa mereka?" tanya Ken


Bara menatap Ken sekilas "buat mereka semua menjadi tawanan. siksa mereka! buat mereka memohon untuk mati!!" titah bara "sayat kulitnya dan potong tangan mereka semua karena telah berani mengangkat senjata untuk melawan kita!" sambung bara.


"Dan untuk para musuh yang masih hidup. biarkan mereka berada di penjara. siksa mereka menggunakan penjara putih hingga membuat mereka gila karena selalu berillusi!" bara masih memerintah. "Dan untuk orang yang telah menembak Justin. biarkan dia! aku sendiri yang akan mencabik2 tubuhnya dengan tanganku sendiri!"


David pun hanya bisa diam.


"Bara,, para anggota kita sudah banyak yang tewas.. lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya David.


"Ntahlah aku belum memikirkannya,, sekarang yang terpenting adalah kesembuhan justin. setelah itu kita akan memikirkan dan mendiskusikan bersama2." ujar bara.


"Sekarang kau David! jaga Justin baik2 biar Daniel dan Sam yang mengurus bisnis gelap kita!" titah bara "Aku dan Ken akan tetap mengurus perusahaan start.group."


"Daniel. aku memberikan tanggung jawab kepadamu untuk mengurus bisnis gelap kita!" titah bara dan Daniel pun mengangguk.


"Aku dan Ken tetap berada di posisi!"


mereka semua pun mengangguk setuju dengan perintah sang ketua.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2