
Daniel dan sam yang kini sudah berada di markas besar La Savas bagian Utara pun, berdiri dengan wajah dinginnya.
mereka terlihat tenang dengan kedatangan anggota La Dora Phill yang akan bergabung dengan La Savas. Sementara itu, bara yang datang dengan para anggota inti La Savas pun berjalan dengan tegap nan gagah, auranya sungguh memancarkan wujud asli pria itu. begitu menakutkan.
Kini bara berjalan maju melihat beberapa anggota La Dora Phill yang mahir dalam bela diri, menembak, dan memanah, semuanya tampak tidak lebih dari Anggota La Savas sendiri.
anggota mafia La Savas yang di ketuai oleh Bara, mereka luar biasa pintar dalam menjalankan bisnis gelap, perdagangan persenjataan, para sniper mahir profesional, para pemanah handal, bahkan ada juga yang pandai bela diri, tanpa menggunakan senjata pun mereka sudah bisa mematahkan tulang para musuh dengan sekali tendangan. Sungguh menakutkan bukan? itulah yang membuat mereka kuat, sejauh ini tidak ada anggota mafia lain yang berani menentang dan melawan anggota La Savas. jika mereka berani mengusik La Savas maka sama saja dengan masuk ke lubang neraka paling menakutkan di dunia. para musuh hanya berani melawan dari belakang, seperti para penyusup, bahkan mereka hanya bisa mengandalkan pembunuhan bayaran untuk menjatuhkan bara.
Jackson Phill ia berjalan ke arah bara, kini mereka berdua berhadapan, "Aku sudah membawa para anggota ku untuk bergabung bersama dengan anggota La Savas, sekarang apa kau setuju untuk berdamai denganku?" ujar Jackson.
Bara menyeringai , para anggota yang lain bergidik ngeri melihatnya " oh ayolah Jackson, tidak perlu terburu2".
"Lalu?"
"lebih baik kita mencarikan nama penggabungan antara la Savas dan La Dora Phill" Daniel kini berada di sampingnya kakaknya, dengan wajahnya yang tampan tapi menunjukkan ekspresi misterius.
"Ide yang bagus" ujar Jackson. "kau yang berhak menamainya bara,, karena kau adalah ketuanya bukan? lalu kau menamai apa anggota kita ini?" sambungnya.
"Black Diamond" tegas bara. "ku namai Black Diamond. sebagai nama penggabungan antara La Savas dan La Dora Phill."
"Mereka tidak akan terkalahkan, dan akan menjadi satu-satunya mafia terbesar di sejarah kita." ujar bara.
"Black Diamond? bukankah Berlian hitam?" tanya Justin.
"Ya" jawab bara "kita memang berada dalam dunia hitam, tapi kita juga adalah seorang berlian yang tidak bisa di kalahkan, seperti permata yang indah tapi kita sangat berharga tidak mudah untuk di hancurkan, Kita juga sangat kuat bahkan menjadi yang paling kuat dari yang terkuat." jelas bara dengan suara tajamnya langsung menusuk daun telinga para pendengarnya.
Sementara di dalam kamar, kara yang bosan berniat untuk datang menemui kakaknya, sudah lama sekali bukan kara tidak bertemu dengan kakaknya itu.
__ADS_1
"Semuanya sudah,, dan sekarang mari kita pergi" ujar kara pada dirinya sendiri.
kara menuruni anak tangga demi anak tangga, saat ia berada di depan pintu dan hendak keluar tiba2 ia di kejutkan oleh ibu mertuanya.
Laurent menatap kara sinis "Mau pergi kemana?" ujarnya dengan nada sedikit meninggi
Kara yang ketakutan pun berusaha untuk menetralkan diri "Ibu,, A.aku mau pergi menemui kakakku, Sudah lama aku tidak berjumpa dengannya,, bolehkah aku pergi ibu,,"
"Tidak!" suara Laurent kini meninggi, "Berani sekali kau seenaknya pergi, kau itu seorang istri! apa kau tidak pernah menjalankan tugasmu menjadi istri sesungguhnya untuk putraku haa??! aku tidak habis pikir kenapa bara menikahi wanita yang tidak tau diri sepertimu!! seharusnya bara menikah dengan Nadira,, dia gadis yang baik."
Mendengar ucapan menyakitkan dari ibu mertuanya, kara berusaha untuk menahan diri untuk tidak menangis,, ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak menetes,, sungguh menyakitkan bukan? memiliki ibu mertua yang tidak menyukaimu,, bahkan membandingkan mu pada wanita lain.
"Sekarang!!cepat pijat kakiku,, aku sangat lelah" titah Laurent. kara masih diam mematung "Hei! apa kau tidak dengar haa?? Cepat kemari!! pijat kakiku!"
"Baik ibu" gunam kara pasrah dan menurut. Laurent pun tersenyum kecut melihat kara yang berlagak sok menjadi penurut.
....
"Apa kau baik2 saja?" ujar bara lirih sembari memejamkan matanya membayangkan wajah cantik istrinya, kekonyolannya, ia merindukan kara,, istrinya yang menggemaskan itu. biasanya pagi2 kara selalu membangunkannya, menyuruhnya mandi, bahkan memasakkan makanan special untuknya tapi kali ini,, berbeda, bara masih kesal dengan ucapan kara kemarin.
"Aku sungguh merindukanmu" sambungnya.
"Tuan.." ujar Sam. bara membuka matanya menatap pria berambut cokelat gelombang itu.
"ada apa? kenapa kau mengangguku! hahh?!"
Sam menelan ludah susah payah ia berusaha untuk terlihat tenang yaaahh walaupun ia sangat ketakutan. "Begini tuan, tadi pak Han menelfon, ia mengatakan bahwa nona kara sedang di perlakukan buruk oleh nyonya Laurent" jelas Sam
Bara yang kini mulai di kuasai oleh amarah, ia pun berdiri "Apa??!! berani sekali ibu memperlakukan istriku dengan buruk!!apa yang ibuku lakukan kepada istriku hah?!" teriakan bara membuat seisi ruangan menggema.
__ADS_1
"Nyonya Laurent meminta nona kara memijatnya sedari pagi hingga siang tuan,, bahkan Nyonya Laurent meminta nona kara memasak makanan kesukaannya tanpa memberi tau nona menu favorit nya, bahkan nyonya Laurent juga menyuruh nona kara untuk mencari tau sendiri apa yang di sukainya dan apa yang tidak di sukainya". jelas Sam.
Bara mengacak2 rambutnya frustasi, ia sangat marah,, sungguh jika bukan ibunya sendiri mungkin ia sudah membunuh orang yang sudah memperlakukan istrinya seperti itu, tapi ini ibunya sendiri,, oh astaga bara sudah di buat gila,,
Aura kemarahan kini sudah melekat pada diri bara,, ia ingin pulang ke rumah melihat keadaan istri tercintanya, apakah kara baik2 saja?
"Tuan anda mau kemana?" tanya Ken, yang melihat tuannya pergi dari ruangan dengan wajah datarnya.
Ken melihat Sam baru saja keluar dari ruangan ia menatap Sam seperti biasa saling kode mengode lewat tatapan mata.🤭😂
tatapan Ken sedang Bertanya kepada Sam. Ada apa? sedangkan Sam hanya diam.
....
Di sisi lain terdapat dua pria yang tertawa penuh kemenangan, ia adalah Jackson pria tampan yakni musuh bara sendiri, ntah apa yang membuat Jackson begitu terobsesi untuk mendapatkan kara,, ntahlah ini obsesi ataukah cinta? Jackson tidak tau, yang jelas ia benar2 menginginkan kara,,
"sekarang,pasti bara sedang frustasi karena ibunya lah yang menjadi penghalang antara dia dan istrinya,, haha" Jackson tertawa.
"Tuan,, anda benar2 sangat luar biasa, " puji John "anda tidak perlu repot2 mengotori tangan anda sendiri untuk memisahkan tuan bara dan nona kara,, karena kita memiliki banyak boneka yang bekerja,," sambungnya " dan pastinya Ken dan Sam serta yang lainnya juga tidak curiga dengan anda". senyum menyeringai terukir di balik wajah tampan Jackson. ia sangat senang karena perlahan2 ia mulai berhasil menjatuhkan bara.
...
Bersambung~
Huh jadi penasaran Ama kelanjutan ceritanya makin kesini makin jossss🤣wapik.. haha
jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian semua 😁 semoga kalian suka terimakasih 🙏🏻
__ADS_1
Btw moon maap wajah author ngikut di post biar kalian semua selalu dukung author hehe🤭😁
Salam kenal dari author untuk kalian semua~