
Sesampainya Bara di rumah, ia berjalan menaiki anak tangga dengan cepat dan segera memasuki kamar, ia tersenyum tipis melihat istrinya yang masih terbalut selimut tebal di dalamnya, sungguh kara sangat menggemaskan jika tidur lelap seperti itu,, terlebih tubuhnya hanya di baluti oleh selimut tebal karena ia masih telanjang.
Bara segera menuju kamar mandi, ia tidak mungkin mendekati istrinya dalam keadaan seperti ini bukan? Bau keringat dan asap rokok.
Setelah mandi, bara bergegas menggunakan celana boxer miliknya dan segera tidur di samping istrinya seraya memeluknya dengan sangat erat, bara memang suka bertelanjang dada seperti ini jika berada di rumah.
"Selamat malam sayang,, aku mencintaimu" gunam bara lirih sembari mencium pucuk kepala istrinya sekilas sebelum ia tertidur lelap.
....
Pagi harinya, kara terbangun lebih dulu,, ia merasakan sesak karena ada tangan kekar yang memeluknya begitu erat, kara melihat wajah tampan suaminya dari dekat sembari tersenyum manis,, sungguh sempurna, bara terlihat tampan bahkan saat ia tertidur pulas seperti ini,, ia seperti bayi besar yang lucu, terlebih sifat manjanya kepada kara membuat jantung kara sesekali berdegup kencang seperti ingin melompat saja,,,
Bara memang diciptakan dengan sangat sempurna, perawakan kekar atletis, dada bidang indahnya, perut kotak2 tanpa lemak, wajah tampan bak malaikat Yunani, mata tajam bak elang, bibir tebal, bola mata abu, hidung mancung, bulu mata lentik, serta rahang tegas. menambah kesan karismatik yang mempesona.
"Kau sudah puas memandangi ketampanan suamimu ini sayang?Hem..." ujar bara membuat kara terkejut,, apa ini mimpi? kara melihat wajah tampan suaminya tertidur pulas tapi siapa yang tadi berbicara?Apakah nyawanya belum terkumpul sempurna sehingga ia mendengar ucapan suaminya tadi?.
Bara membuka matanya perlahan, kini ia melihat wajah cantik istrinya alami tanpa polesan make up, bahkan bangun tidur seperti ini kara juga tampak sangat cantik terlebih rambutnya yang sedikit berantakan menambah kesan sexy pada dirinya.
"B..Bara,, kau Sudah bangun?" kara malu kini wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena tertangkap basah sedang memandangi ketampanan Suaminya saat tidur.
"Aku sudah bangun saat kau bergerak tadi,, kau tau sayang? kau menganggu tidur lelap ku." ujar bara dengan nada khas bangun tidur.
"Maafkan aku.." ujar kara
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf kepadaku sayang,, bagaimana jika kau menebus kesalahanmu?" ujar bara dengan nada memberi tawaran.
"Bagaimana caraku menebus kesalahan sederhana ini?" ujar kara tak mengerti dengan maksud ucapan suaminya itu.
Bara mencium bibir kara sekilas dengan tersenyum "Caranya adalah dengan melakukan satu ronde di pagi hari bagaimana?" ujar bara dengan tersenyum penuh kemenangan. ia selalu saja bisa mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. kara tidak habis pikir dengan suaminya.
"A.apa?Pagi ini?Kita sudah melakukannya tadi malam,, aku masih sangat lelah.." keluh kara, ia tidak habis pikir dengan tenaga banteng yang dimiliki suaminya, tadi malam ia sudah di gempur habis2an bahkan sampai kelelahan, dan sekarang? Masih mau satu ronde lagi??Yaampun.π€£
"Ayolah sayang hanya satu ronde saja.. tidak lebih dari satu jam bukan?" nada bicara bara seperti memohon tapi seperti memaksa.
"Yang benar saja" cibir kara, "Baiklah, jika kita melakukannya sekarang, kita tidak akan melakukannya lagi nanti malam bagaimana?" ujar kara yang kini malah mengerjai bara, sungguh ia juga pintar dalam membalikkan kata2 jika bara bisa mengambil keuntungan darinya, maka kara juga harus bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri bukan?
"A.apa?Aku bisa mati jika harus berpuasa dulu.." ujar bara "Baiklah kita tidak melakukannya sekarang, tapi nanti malam kau tidak boleh menolaknya.. oke? bagaimana kau setuju?" ujar bara yang mencoba memberikan solusi. pastinya ia yang selalu mendapatkan keuntungan pribadinya..
"Dasar, istri kecilku yang menggemaskan.." ujar bara tersenyum ia tidak habis pikir dengan tingkah laku istrinya yang menggemaskan itu,, terlebih kara memang sangat pandai membalikkan kata2 membuat bara terkadang merasa sangat gemas jika berhadapan dengan istrinya,,
....
Di meja makan,, saat semuanya sedang menikmati masakan lezat buatan kara sendiri yaa walaupun di bantu juga oleh cheff profesional yang di datangkan bara langsung dari luar negri untuk menjadi koki di rumahnya, tidak peduli seberapa Mahal gaji cheff tersebut perbulan, tapi bara kan teramat sangat kaya pastinya ia bisa membayar seluruh pekerja disini bukan? dari beberapa pelayan, pengawal pribadi, sopir, satpam, dan lain2.
"Sangat lezat" puji Daniel. ia pun melirik Nadira sekilas, Daniel ingin membuat Nadira terbawa suasana. "Kakak ipar,, kau tau? masakanmu ini sangat lezat bahkan lebih lezat dari masakan ibuku apalagi koki internasional sekalipun.Buatku masakanmu lah yang paling lezat di dunia" sambung Daniel "Kau memang yang terbaik".
Pujian Daniel sangat berlebihan membuat kara merasa tidak enak hati "Kau terlalu berlebihan Daniel,,".
__ADS_1
"tidak kak" ujar Daniel sembari menggunyah makanan tersebut "Wah kakak, kau sangat beruntung memiliki istri seperti kakak ipar,, selain cantik, ia juga sangat baik dan terlebih lagi bisa memasak,, wahh kakak ipar memang seorang istri sungguhan." sambung Daniel yang tidak henti2nya memuji kara.
"Tentu saja Daniel, istriku ini memang yang terbaik" bara melihat istrinya sembari tersenyum manis ia menggenggam tangan kara dengan erat seraya menciuminya.
Nadira yang merasa tidak di pedulikan pun segera berdiri dan pergi dari sana menuju ke kamarnya, ia binggung bagaimana cara memisahkan kara dan bara sedangkan kini hubungan mereka sudah mulai membaik dan sangat harmonis,, bara juga terlihat sangat mencintai kara. akan sangat sulit memisahkan mereka berdua bukan?
"Aaaaaa" teriak Nadira "Aku sangat binggung...!!!". Nadira terus menerus berjalan kesana kemari memikirkan cara untuk memisahkan rumah tangga kara dan bara.
...
Kini kara hanya di rumah sendiri bersama dengan Nadira dan para pelayan serta pengawal lainnya untuk menjaga kara. sedangkan bara, ia sudah berangkat menuju Perusahaan star.group dan Daniel ia juga pergi keluar rumah,, mengunjungi David dan Justin.
Saat di kamar kara sungguh Bosan, apa yang harus ia lakukan sekarang?Ingin membantu para pelayan yang lain bara tidak mengijinkannya, ia Juga sudah bosan melukis,, setiap harinya ia sudah sering melukis, berkebun juga sudah sering lalu,, apa yang harus ia lakukan? ahh ya mungkin berada di taman mampu membuatnya tenang dengan melihat keindahan bunga2 bermekaran di sana,, terlebih sekarang banyak bunga yang ia tanam, mawar merah,mawar putih, Kamboja, matahari, melati,anggrek dan lain sebagainya.
Kara bergegas menuruni anak tangga untuk segera menuju ke taman samping, tapi saat ia melewati ruang tamu,, betapa terkejutnya ia melihat kedatangan ibu mertuanya.
"I...ibu"
Laurent dan Nadira menoleh, mereka melihat kara terkejut dengan kehadiran wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia yang tidak muda lagi.. dia adalah Laurent, ibu mertuanya.
Bersambung~
Wuhuuuu haha penasaran Ama kelanjutan ceritanya π€
__ADS_1
oh iya jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian semua π semoga kalian suka π€ terimakasih ππ»