
sesampainya kara di mall mewah, ini merupakan hari bahagia kara,, bisa menghirup udara segar. kara pun bergegas berbelanja sesuai kebutuhan yang ia inginkan,, kara memilah milih barang yang ia gunakan sehari2nya, ternyata ini adalah salah satu mall mewah milik keluarga Valentino. sebenarnya seberapa kaya kah keluarga tersebut hingga memiliki beberapa usaha selain sebagai pengusaha batu bara terbesar?
tanpa sadar,, saat kara berjalan menuju kasir dan hendak membayar tagihan,, ia pun menabrak seseorang hingga membuatnya terpaku.
pria itupun tersenyum manis "Hai.." sapa sang pria, sedangkan kara masih terpaku,, dengan apa yang ia lihat saat ini. "Kara,, bagaimana kabarmu,, tak kan kau lupa denganku bukan?" ujar sang pria, membuat keterkejutan kara memudar seketika.
kara pun mengedip2kan matanya,, sesekali ia tersenyum "Brian,, tentu saja aku tidak lupa dengan dirimu.." sambung kara lirih.
"Aku tau itu, kau memang tidak mungkin melupakan aku dengan begitu mudah bukan?" ujar Brian.
ya pria itu adalah Brian. Brian memang sengaja mengikuti kara agar ia bisa menemui pujaan hatinya itu. walaupun Brian begitu sangat sakit hati atas penghianatan yang di lakukan oleh sang mantan kekasih. membuatnya tidak bisa melupakan kara justru ia begitu mencintai kara,, di tambah lagi,, Brian mengetahui pengorbanan kara untuk membebaskan kakaknya dalam sekapan bara, juga Brian mengetahui jika semua yang dilakukan kara adalah demi kebaikan bersama. kara tidak mau jika dialah yang menjadi tawanan selanjutnya setelah kakaknya, untuk itu kara mengorbankan diri menikahi bara agar tidak ada hal buruk terjadi lagi di masa depan.
tentu saja Brian mengetahui segalanya karena Siska lah orang yang memberi tau Brian akan segala pengorbanan kara. dulu saat Siska, Sarah dan kara bersama,, dan saat kara pulang, sarahpun menceritakan segalanya tentang pengorbanan kara kepada Siska. hal itulah yang membuat Siska langsung menemui Brian dan mengatakan segalanya kepada Brian. di saat itu keputusan Brian sudah bulat, ia ingin menghancurkan bara dengan tangannya sendiri, bahkan ia menutup usaha lukis yang ia dirikan sendiri demi belajar dengan sang ayah tentang berbisnis, dan sekarang Brian sudah begitu mahir dalam berbisnis, usahanya pun sudah mulai berkembang pesat saat ia mimpin sebagai CEO penerus ayahnya. ya walaupun perusahaannya masih jauh di bawah kekuasaan bara , tapi Brian tidak patah semangat,, ia akan terus berusaha membuat perusahaan menjadi perusahaan terbesar dan bisa bersaing dengan bara,, setelah itu ia akan merebut kara dari bara.
bagi Brian, bara adalah musuh terbesar dan juga sangat kuat, bahkan ia mengetahui jika bara sedang pergi ke luar negeri meninggalkan kara sendiri, Brian juga tau bara pergi ke Las Vegas untuk menemui adiknya. Brian selalu mengawasi pergerakan bara dan juga para pengikutnya, tidak lupa sang pujaan hati yang masih begitu ia cintai. membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak menemuinya,, dan sekarang saat Brian tau jika kara telah berbelanja di mall membuat ia mengikuti kara untuk segera menemuinya.
kara pun tersenyum mendengar ucapan Brian, "Umh maaf Brian, aku harus segera pulang, suamiku pasti Sudah menunggku." ujar kara.
saat kara hendak bergerak pergi, Brian pun mencekal tangannya seraya memeluknya begitu erat hingga membuat kara terkejut.
"Jangan pergi,,, aku sangat merindukanmu." lirih Brian.
mendengar ucapan tersebut, membuat kara tersadar dan langsung mundur selangkah untuk memberikan jarak antara dia dan Brian.
kara tidak mau jika ada orang yang salah menilai tentang dirinya, melihatnya bersama dengan pria lain di saat suaminya tidak ada, ia juga mengingatkan statusnya adalah sebagai seorang istri dari pengusaha sukses di negara ini. tidak mungkin kara diam saja di perlakukan seperti itu di hadapan semua orang bukan?
plak...
kara menampar wajah tampan Brian.
"Apa maksudmu mengatakan hal seperti itu?!" ujar kara tajam "Apa kau tidak tau?siapa orang yang ada di depanmu Sekarang?Aku adalah istri dari Baratama Andreas Valentino pengusaha terkenal di berbagai negara,, apa kau tidak malu ha?" sambung kara.
__ADS_1
semua orang pun menatap kara dan Brian,, membuat semua orang berbisik2 membicarakan keduanya.
"Kara,, kenapa kau seperti ini?Kau berubah! kau tidak seperti kara yang dulu.." ujar Brian tak percaya dengan kara,, sepertinya kara sudah berubah sehingga kini Brian tidak bisa mengenali kara yang sekarang. sungguh sangat berbeda dengan kara yang dulu, yang ia kenal Begitu lembut, ceria dan hangat.
"Cukup!!" teriak kara "Aku memang sudah berbeda! inilah aku yang sebenarnya, dan kau jangan temui aku lagi! karena aku adalah seorang wanita yang sudah bersuami! kau dengar??!!" sambung kara.
saat kara hendak melangkah, Brian pun berteriak hingga membuatnya terdiam dan menangis membelakangi Brian. "Aku tau kau melakukan semua ini demi kakakmu,, kau mengorbankan diri untuk kebebasan kakakmu dan aku kan kara?kau tidak perlu mengelak karena aku tau segalanya!" teriak Brian.
"terserah apa katamu! yang jelas kau salah besar! aku melakukan semua ini karena aku mencintai suamiku itu saja!" ujar kara.
setelah mengatakan hal itu, kara pun langsung pergi,, untuk pulang.
*"Kara mengapa kau melakukan ini semua?Aku tau kau berusaha menyembunyikan segalanya dariku, tapi aku mengetahui segalanya,, kara aku tau kau masih mencintaiku,, tunggu aku..! aku akan segera membebaskan mu dari pria jahat itu!*" (batin Brian).
Brian pun mengacak2 rambutnya frustasi.
...
di perjalanan pulang, ia pun menangis tanpa suara di mobil.
bukannya kara menyesal karena telah meninggalkan Brian, tapi kara menangis karena Brian telah mengetahui segalanya,, kara sempat berfikir siapakah orang yang telah memberi tau Brian? apakah kakaknya? ataukah suaminya? tapi tidak mungkin jika keduanya yang mengatakannya kepada Brian bukan? lalu siapa?
kini fikiran kara tampak sangat kacau, terlebih sedari tadi ia seperti tidak enak badan,, sudah beberapa Minggu terakhir kara sering merasa mual bahkan pusing, tapi ia tidak berfikir macam2 mungkin ia sedang tidak enak badan atau mag nya kambuh.
....
kara kini telat sampai di rumah, ia pun membawa barang belanjaannya masuk kedalam,, saat kara hendak menaiki tangga ia pun me mendengar suara suaminya dari belakangnya,,
"Bagaimana? apa kau sudah puas bertemu dengan mantan kekasihmu itu ha?" teriak bara,, suara bara lantang mengema hingga seluruh rumah, para pelayan pun hanya diam dan menunduk takut melihat kemarahan tuan mudanya itu.
bara pun berjalan mendekati istrinya, ia menatap nanar istrinya, begitu mengerikan baru kali ini kara melihat kemarahan suaminya itu. wajah yang tampan berubah menakutkan, serta aura menyeramkan melekat sempurna,sorot matanya yang tajam bagai elang mampu menusuk langsung ke hati serta rahangnya yang mulai mengeras sudah bisa memperlihatkan betapa marahnya suaminya itu.
__ADS_1
"Bara,, kapan kau pulang?" lirih kara, ia pun berusaha untuk menyentuh sang suami, tapi bara mengelak.
"Tidak perlu berbasa-basi, aku tau segalanya!" teriak bara. "Kau pergi dari rumah menuju mall untuk bertemu dengan kekasihmu bukan?!" sambung bara, tanpa mengubah nada bicaranya.
"A.apa maksudmu?" tanya kara yang tak faham dengan ucapan suaminya itu.
bara pun tersenyum kecut sembari memperlihatkan beberapa foto kara dan Brian sedang berpelukan dan bertatapan. "Kau lihat?! jangan berpura pura tidak tau!" teriak bara lagi.
kara pun melihat semua foto tersebut "Ini tidak seperti yang kau fikirkan,, aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Brian dan dia,,," sebelum kara menyelesaikan ucapannya bara pun memotong ucapan tersebut. "Cukup!! aku tidak butuh penjelasan mu! aku sangat kecewa padamu kara!! kau menemui pria lain saat suamimu tidak ada di rumah? terlebih pria itu adalah mantan kekasih mu sendiri?!! apa kurangnya aku ha? sehingga kau tidak mendengarkan perintah suamimu untuk tidak keluar rumah tanpa ijin haa???!" sambung bara.
kara hanya bisa menangis, percuma ia menjelaskan segalanya kepada suaminya, kemarahan bara sudah mencapai ubun2 dan ia juga tidak mau mendengarkan penjelasannya.
"Sam!!! Ken!!!" teriak bara
"iya tuan" ujar keduanya.
"Bawa pak Han dan semua pengawal yang menjaga istriku tadi ke ruang bawah tanah!! siksa mereka semua! hingga mereka tidak berani melawan perintah ku! untuk berjaga-jaga agar semua ini tidak terjadi lagi!" titah bara. Sam dan Ken pun mengangguk hormat.
"Bara.." lirih kara
bara pergi dari hadapan kara menuju ruang bawah tanah.
sejujurnya bara sangat kecewa dengan apa yang ia lihat, tadinya ia begitu bahagia saat hendak pulang ke Italia, ia begitu tidak sabar bertemu dengan istrinya karena sangat merindukannya, tapi ponsel bara berdering, memperlihatkan beberapa foto kara dengan Brian begitu mesra. membuat amarah bara memuncak. hingga bara membuang bunga yang sempat ia beli untuk memberikan suprais kepada istrinya atas kepulangannya secara mendadak.
tetapi.. siapakah orang yang telah mengirimkan foto kara dan Brian kepada bara? hingga membuat bara salah faham? serta membuat hubungan kara dan bara renggang?
...
bersambung..
duuhh jadi penasaran Ama kelanjutan ceritanya nihh ππ€£
__ADS_1
makin menarik aja haha..
oke Jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru yang lebih menarik buat kalian.. semoga kalian suka π terimakasih ππ»