
Hati kara seakan2 sulit untuk di kendalikan, ntah mengapa ia ingin menyelidiki kematian ayahnya dalam kecelakaan. apakah benar jika suaminya mengetahui sesuatu? jika iya. mengapa tidak memberitahu dirinya? seperti ada yang tidak beres bukan? kara terus menerus bertanya tanya. sebenarnya apa yang terjadi? apa yang tidak ia ketahui? memang benar dulunya bara mengatakan akan mencari tau segalanya tentang kecelakaan ayahnya, tapi kenapa sampai sekarang bara masih juga tidak memberitahunya sesuatu? bahkan kara hampir lupa dengan hal itu. jika Nadira tidak memberitahu nya pasti ia sudah benar2 lupa.
Bara melihat wajah istrinya, seperti sedang seseorang yang gelisah dan bimbang. "Kau kenapa sayang?Ada sesuatu yang menggangu pikiranmu Hem?".
tentu saja bara mengetahui sikap kara, tetapi bara tidak tau apa isi di dalam otak istrinya. dari segi wajah bara dapat membaca jika istrinya itu sedang memikirkan sesuatu.
kara mendonggak, ia menatap manik mata abu2 milik suaminya.
posisi keduanya kini sedang berpelukan. mereka baru saja menyelesaikan ritual suami istri yang sempat tertunda beberapa bulan lamannya. terlebih sekarang kara sedang hamil tidak mungkin bara mengajaknya membuat proyek tunggal putra setiap harinya bukan?
"Sayang,, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya kara dengan nada sensual yang khas.
"Tentu. apa yang ingin kau tanyakan Hem?"
"Tentang kecelakaan ayahku" ujar kara singkat.
kini wajah bara sedikit menegang, tapi ia berusaha untuk bersikap datar. Ngah ada apa tiba2 kara menanyakan hal itu?. pikirnya.
"Apa yang ingin kau tau tentang hal itu? mengapa tiba2 kau menanyakannya?" tanya bara singkat.
kini keduanya saling berpandangan menatap lekat2.
"Aku ingin tau tentang kecelakaan ayahku.." ujar kara "Sebenarnya ayahku benar2 mengalami kecelakaan, atau ada seseorang yang ingin mencelakainnya ?sehingga membuat nyawa ayahku melayang?."
"Jika aku memberitahu hal itu apakah kau akan mempercayaiku?"
"Katakan bara,, sebenarnya apa yang terjadi?" kara masih saja memaksa bara untuk mengatakan tentang kecelakaan sang ayah. "Kau bilang, kau akan mencari tau segalanya tentang kematian ayahku, tapi sudah sekian lama kau tidak memberitahu aku apa yang sebenarnya terjadi."
"Sebenarnya...
Belum sempat bara mengatakan sesuatu, ponselnya pun berdering,,
__ADS_1
"*Tuan maaf menganggu waktu anda tapi markas kita sedang di kepung oleh beberapa kelompok mafia musuh yang ingin menghancurkan kita. mereka menggunakan cara kotor untuk melacak keberadaan kita, dan sekarang kami tanpa persiapan sudah di kepung oleh beberapa kelompok hingga membuat kami lengah dan tak bisa melawan tuan. bahkan ada beberapa di antara kami yang sudah tewas.*"
"*kau tetap awasi pergerakan yang ada. kumpulkan anggota yang lain! dan ambil senjata di gudang penyimpanan bawah tanah! hubungi Ken, Sam, Daniel, David dan Justin. aku akan segera kesana!*" titah bara.
Tut.
ponsel di matikan.
Aura dalam diri bara mulai berubah, kini bara telah menjadi sesosok pria misterius, wajahnya menunjukkan kemarahan, rahang mengeras, matanya bak elang kini mulai menajam. sorot matanya mulai memperlihatkan kemarahan yang sudah mencapai puncak.
"Ada apa?" tanya kara. ia pun terkejut dengan raut wajah suaminya yang kini mulai berubah menjadi Singa yang lapar.
"Markas black diamond di kepung oleh musuh. hingga beberapa di antara kami mati karena tidak ada persiapan untuk melawan. seseorang telah menjadi pemberontak. ada penghianat yang sedang mencari tau tentang aku sehingga menyelinap masuk tanpa sepengetahuan ku. dan aku yakin penghianat itu adalah orang dalam yang sudah kami percayai!" jelas bara. "aku tidak akan memaafkan penghianat! kupastikan mereka akan mati di tanganku!".
bara berdiri, ia pun segera bergegas menuju markas Black Diamond yang berada di sebelah barat kota Vanesia. kara hanya bisa memandangi kepergian suaminya dengan sorot mata sedih.
beginilah memiliki suami seorang triliuner dan seorang mafia kalangan atas. banyak sekali musuh yang ingin menjatuhkan. bahkan ada beberapa ancaman lain yang siap untuk membunuh.
pastinya kara sangat takut, jika kepergian suaminya itu sedang bertempur melawan para pemberontak. ia takut terjadi sesuatu pada suaminya. tapi di sisi lain kara masih saja memikirkan tentang kecelakaan yang menimpa ayahnya. kara perlu mencari tau segalanya bukan siapakah sebenarnya dalang yang telah membunuh ayahnya? apalagi Nadira selalu mengatakan jika ayahnya mati bukan karena kecelakaan tapi karena ada seseorang yang benar2 ingin mencelakai ayahnya hingga membuat nyawa ayahnya melayang.
kara pun bergegas berpakaian, ia segera menuju ruang kerja bara, dengan hati2 ia menyelidiki segalanya, ia membuka laci bahkan beberapa berkas yang ia buka, ia melihat segala informasi Tentang suaminya. ia juga menemukan berkas2 pekerjaan kantor. kara pula membuka laptop suaminya tapi tidak menemukan apa2. ia pun mulai pasrah. dan hendak berjalan keluar ruangan. tapi tanpa di sadari kaki kara menginjak sesuatu. ia pun membuka karpet dan betapa terkejutnya kara melihat ada sebuah ruang rahasia di bawah meja kerja suaminya. sayangnya terkunci.
kara pun tidak habis akal. ia segera mencari kunci ruangan rahasia tersebut. kara menyingkirkan meja kerja bara dan segera berlari mencari kunci. ia baru teringat saat di laci ia menemukan sebuah kunci kecil. tidak ada salahnya mencoba bukan?
kara segera berlari menuju laci dan segera menyambar kunci tersebut, hingga saat ia mendapatkannya, kara pun segera membuka ruang rahasia itu. dan alangkah terkejutnya kara melihat sebuah tangga yang menuju ke bawah. ia pun mengambil ponselnya untuk menerangi jalan menuju ruang bawah tanah tersebut.
kara menuruni anak tangga demi anak tangga dan sampai ia menuju ruangan yang sangat rapi tapi banyak sekali senjata yang tersusun dari mulai pedang, pistol, cambuk, pisau, dan alat tajam yang lain.
kara terus berjalan sampai akhirnya ia menemukan sebuah ruangan yang sama persis seperti ruangan kerja. banyak sekali berkas dan buku2 tentang keluarga Valentino..
saat kara menoleh ia melihat sebuah kotak yang misterius, ia pun segera mengambil kotak tersebut dan bergegas lari dari ruangan rahasia itu.
__ADS_1
tak lupa kara membersihkan jejaknya dan segera pergi menuju kamarnya.
"Apa isi di dalam kotak ini?Apa ini bukti?"
kara begitu penasaran dengan kotak kecil tersebut, sebenarnya apa isi dari kotak tersebut?
sebenarnya kara sudah mencari tau berhari2 setelah Nadira memberitahu tentang kecelakaan Adijaya. tapi ia tidak menemukan apa2. kara sempat berfikir Apakah bara sudah mengetahui sesuatu? hingga membuatnya kesulitan untuk mencari tau sendiri apa yang terjadi?Atau sebenarnya bara sudah mengetahui jika kara kelak akan mencari tau sendiri? jika iya. mengapa seakan2 bara menutup segala kasus berita tentang kematian ayahnya begitu cepat?
Permasalahan ini membuat otak kara penuh dengan tanda tanya.
"Apakah bukti dari kecelakaan ayah ada di dalam kotak tersebut? jika iya aku harus segera membuka nya."
kara sangat penasaran.
kara segera mengambil palu untuk menghancurkan kotak. hingga ia bisa melihat apa sebenarnya isi dalam kotak tersebut.
"Hanya memory card?" lirihnya
kara membuka laptopnya dan memasukkan memory card tersebut kedalam laptopnya, ia pun segera memproses dan mencari tau apa sebenarnya yang ada di dalam memory card tersebut.
Dan kara pun kecewa karena ia tidak menemukan apapun selain sebuah Vidio.
kara segera mengKlik Vidio tersebut.
Alangkah terkejutnya kara melihat vidio tersebut.
hingga membuat kara menangis dan hatinya sakit seakan di remas2 oleh ribuan tangan kekar yang siap untuk menghancurkannya.
Bersambung~
Yuhuuu jadi penasaran..
__ADS_1
penasaran nga penasaran nga????
penasaran laahh masa engga?🤣🤣🤣