
Masih di pernikahan Sarah dan Sammuel~
"Eumm,, Shasha, Justin, permisi sebentar. aku ingin pergi ke toilet" lirih kara.
Shasha tersenyum manis sembari menyentuh bahu kara "Hati2,, kau mau aku temani?" tanya Shasha.
kara menggeleng "Tidak perlu, terimakasih" ujar kara tersenyum manis.
kara berlalu dan menuju toilet, di masa kehamilan yang sudah hampir mendekati persalinan, Ntah mengapa kara selalu bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan buang air kecilnya. kara sampai kualahan apalagi hamil tua kara sering mengalami kelelahan.
David hanya melihat kara pergi menuju kamar mandi.
sebenarnya David ingin mengawasi kara tapi apa boleh buat?Kara menuju toilet apa perlu dirinya ikut menemani kara?
Tak lama kemudian, kara keluar dari kamar mandi.
mata kara membulat, bulu kuduknya meremang, ia tidak dapat berteriak, pandangan kara mulai kabur dan kara....
Bara datang, ia mencari kara kemana mana tapi tak ada,, dimana perginya istrinya?Hamil besar seperti ini, kara akan kesulitan berjalan dan sering kelelahan.
Bara mencari di setiap sudut gedung tapi ia tak melihat kara, bara mulai panik dan segera menelfon Ken.
"Iya tuan.*"
"Ken apa kau tau kemana perginya istriku?" tanya bara dengan nada bicara sedikit khawatir.
"Tadi saya melihat nona pergi ke toilet tuan," jelas Ken
"Aku sudah mencarinya kemana mana tapi istriku tidak ada!" ujar bara "Ken cepat!!! lacak dimana keberadaan istriku dan cepatlah pergi ke ruang CCTV sekarang juga!"
"Baik tuan."
Tut...
bara sangat khawatir,
Justin dan Shasha menghampiri bara sembari memberikan sebotol wine untuk merayakan kebahagiaan Sam.
Justin mengerutkan dahinya
"Ada apa bung?Kau terlihat sangat gelisah."
bara mondar mandir bak orang yang sedang kebingungan.
"istriku,,, dia tidak ada!"
"Apa???!!!Aku tadi melihatnya bahkan kami sempat berbincang,, kara sedang berada di toilet" ujar Justin.
"Aku sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ada!"
"Astaga kemana perginya gadis itu! jangan2 kara di culik." Justin mulai khawatir dan panik.
"Apa maksudmu??!!!" teriak bara
David yang tadinya tak terlihat pun kini tiba2 datang dengan perasaan ikut khawatir.
__ADS_1
"Kara di culik???!!!!"
Justin kelagapan dengan teriakan kedua sahabatnya. hingga ia tak tau harus menjawab apa.
"Mungkin saja kara di culik, lalu? kemana perginya kara? tidak mungkin dia kelayapan dengan perut besar seperti itu." jelas Justin. "Kau tau kan bara,, kita memiliki banyak musuh,, pasti mereka akan mencari tau segala informasi Tentang dirimu dan apa saja kelemahanmu."
bara mengacak2 rambutnya kasar.
"Kara bukan kelemahan ku tapi dia adalah kekuatanku!" nada bicara bara kini mulai meninggi "tak kan ku biarkan semua itu terjadi!".
"Tuan.."
bara yang melihat kedatangan Ken langsung menghampirinya "Bagaimana?"
"Nona muda di culik oleh segerombol orang berbaju hitam." jelas Ken "Saya melihat dari CCTV saat nona kara sedang keluar dari toilet ada yang membekap mulut Nona, sehingga nona langsung pingsan dan di bawa pergi."
Sorot mata bara berapi2, kini bara sangat marah!
"ini semua gara gara kau bara!!! seharusnya kau menjaga kara, bukan malah berbicara dengan orang lain dan meninggalkan istrimu sendirian!!" David yang tersulut emosi langsung menyalahkan bara sehingga bara murka dan langsung menghantam tubuh David hingga tersungkur dan bibirnya mengeluarkan darah.
Bugh,,,
bugh,,,
"Bara hentikan!!!" teriak Justin sebagai penengah.
"Sialan kau David!! aku pergi hanya untuk mengambilkan kara minum karena dia lelah aku memintanya untuk beristirahat,, jika kau tak tau maka jangan banyak bicara!!! Keparat,!"
"Yaa aku tau itu, tapi seharusnya setelah kau mengambil minum untuk kara, kau harus langsung memberikannya,! apa kau tidak tau ha??Jika kara menunggumu dan melihatmu sedang berbincang dengan client mu! kara tidak ingin menganggumu,,!!! Justin dan Shasha bahkan sempat berbicara dengan kara!! tapi kara ingin ke toilet! Shasha menawarkan diri untuk menemani kara,, tapi kara menolak!!! aku tau karena aku selalu mengawasi setiap pergerakan kara!!!" jelas David.
bara kembali memukul wajah David sehingga memar dan bara kembali menghantam pukulan maut kepada David.
bara memukuli David secara membabi buta hingga David tak tinggal diam.
David menunjukkan perlawanan,
ia menendang dada bara hingga bara terpental. David kembali menghampiri bara dan memukul wajahnya.
bara pula tak tinggal diam!
apalagi dirinya sudah tersulut emosi membuat bara kembali memukul perut David.
David sempat mundur beberapa langkah karna pukulan bara yang mengenai perutnya,,
bahkan wajah David sudah memar akibat pukulan dari bara yang membabi buta.
Justin dan Ken melihat perkelahian kedua orang itu, langsung tak tinggal diam!
Justin mendorong David, agar tidak membalas bara akibat pukulan yang ia terima. sedangkan Ken mencekal bahu tuan mudanya agar mundur dan tidak kembali memukul si keparat David.
"Apa-apaan kalian ini??!!! bertengkar?Lebih baik kita mencari dimana keberadaan kara!!!" timpal Justin sebagai penengah.
"Benar tuan, lebih baik kita mencari dimana keberadaan Nona muda sebelum terlambat." gunam Ken.
bara mengibaskan tangan Ken dan merapihkan jasnya.
__ADS_1
bara langsung pergi dari gedung dan bergegas mencari keberadaan istrinya.
sedangkan David,
tentu saja David langsung pergi untuk mencari kara dan menyusul bara.
.....
bara menginjak pedal gas Ferrari miliknya dengan kecepatan tinggi melebihi rata2, bara berliak liuk mengitari kota Vanesia, dengan perasaan khawatir di campur kegelisahan membuat dirinya sangat takut jika terjadi sesuatu kepada istrinya dan calon anaknya.
bukan apa2! jika musuhnya yang mengincarnya maka dirinya akan sukarela menyerahkan dirinya dan berkorban untuk istri dan juga anaknya.
tapi,,, musuhnya bahkan sudah menculik istrinya, terlebih sekarang kara sedang hamil besar.
oh tidak bara tidak bisa berfikir jernih!
ia takut jika musuhnya akan membunuh istri dan juga anaknya. pastinya bara akan frustasi dan menjadi gila karena kehilangan orang yang ia cintai.
bara melihat ponsel miliknya,
ia sempat memasang sebuah alat pelacak di dalam ponsel kara,, tapi Bahkan alat itu tak berfungsi.
bara sudah dibuat sangat frustasi karena alat pelacaknya tidak bekerja dengan normal.
"Kau dimana sayang...?" lirih bara.
bara terus menerus mencari kara,
Ken yang memberitau kepada Sam tentang penculikan nona mudanya,, membuat Sam terkejut. adik iparnya telah di culik oleh segerombol orang berbaju hitam yang di yakini itu adalah para musuh musuhnya.
Sam yang berprofesi sebagai hacker pun langsung menyambar komputer miliknya dan mengotak ngatik komputer tersebut bak seorang profesional ahli komputer.
Sam melacak keberadaan nona mudanya melalui GPS yang tuan mudanya pasang dalam ponsel milik nona nya.
disisi lain kara adalah adik iparnya dan di sisi lain pula kara juga adalah nona mudanya. membuat Sam harus bergegas untuk mencari dan melacak dimana keberadaan kara.
Ken pergi meninggalkan Sam yang sedang fokus mengotak ngatik komputer miliknya, Ken yang sejatinya adalah pria lincah dan cepat. Ken pun langsung pergi untuk melihat CCTV di berbagai kota agar mendapatkan petunjuk kemana penculik itu membawa Nona mudanya pergi.
Bara masih mengitari jalanan kota vanesia, ia di buat terkejut karena dering ponselnya di saat bara sedang benar2 dalam keadaan kacau.
"*Hallo.."
"Kara*....!!!!"
Bersambung~
π±π±π±π±
kira kira siapa ya gays yang ngulik kara??
Coba tebak.
Penasaran Ama kelanjutan ceritanya nihh π
oke jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian π€ semoga kalian suka π terimakasih ππ»
__ADS_1
Happy Reading π