
jam menunjuk pukul 9 pagi,,
sepasang dua insan yang kini masih tertidur lelap dengan selimut putih yang melilit tubuh mereka.
Kara mengerjapkan matanya,, dan melirik jam,,
betapa terkejutnya,,
jam menunjuk pukul 9 dini hari, tapi dia masih enak-enakan tidur dengan berpelukan kepada suaminya,, lalu anaknya?
apa sekarang dia sudah mulai melupakan anaknya?, karena sedang asik menikmati kembalinya suaminya.
kara bergegas untuk bangun,, menyingkirkan selimut putih tersebut, sembari mencoba berhati hati agar tidak membangunkan tidur nyenyak suaminya yang kini sedang sangat pulas.
Kara Bergegas mandi,,
tak lama dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono putih yang telah melekat sempurna di tubuh kara.
kara sekarang memang terlihat sangat sexy,
bentuk tubuh proporsional, kulit lembut yang masih sama,,, tetapi bedanya sekarang tubuh kara lebih berisi.. itulah nilai plusnya.
kara Menganti pakaian menuju walk in closet miliknya,, sembari memilah milih pakaian yang dia kenakan pada hari libur ini.
ya,, akhirnya tanpa berlama-lama kara keluar dari walk in closet dengan setelan baju santai. hanya memakai tank top hijau dan celana hotpants,,
kara tidak terlihat seperti seorang ibu beranak satu!.
Melihat keluarnya kara dari walk in closet,, membuat mata bara berbinar,, pagi-pagi sudah di pertontonkan tubuh molek istrinya yang tengah rapi dengan setelan baju santai, bau harum pula.
betapa indahnya,,
Bara berdehem,
"Ehemmm.."
kara menoleh,,
suaminya ternyata sudah terbangun dari tidur lelapnya,,
"Kau sudah bangun??Selamat pagii.." kata kara sembari memperlihatkan senyum manisnya di pagi yang hampir menjelang siang.
Bara benar-benar sangar bahagia,,
kemarin dia masih meratapi hidupnya tanpa istri dan anaknya,,
dan sekarang,,
dia telah kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya,,
dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia benar-benar sangat bahagia,,
"Good morning myQueen.."
Kara tersenyum malu,, mendengar ucapan suaminya yang romantis di telinganya,,
"Cepatlah mandi,, aku akan menyiapkan air hangat untukmu,,"
__ADS_1
"Oh ayolah sayang,, kemarilah sebentar,, berikan suamimu ini ciuman selamat pagi hm..."
"akal2anmu saja,, ini sudah jam 9.30 sayang,, aku harus memasak sarapan untuk Jake.. lagipula kalau aku memberimu morning kiss,, tidak mungkin kan jika kita tidak akan berakhir dengan morning ***,, " gerutu kara.
bara terkekeh,,
"Baiklah baiklah,, aku akan mandi,, jadi pagi ini tidak ada morning kiss atau morning ***?" goda bara lagi.
Huh suaminya memang menyebalkan!
"Tidak ada! cepatlah mandi aku akan menyiapkan air hangat untukmu dan setelah itu aku bisa memasak."
"Tidak perlu menyiapkan air hangat untukku sayang,, aku lebih suka mandi pagi dengan air dingin,, itu akan sangat segar.."
"Terserah kau saja,, aku akan menyiapkan sarapan.. jika kau sudah selesai, segeralah turun oke?"
"Yes honey.."
.....
Kara dengan sigap dan keahliannya dalam hal dapur membuatnya tidak terlalu lama berkutat menyiapkan sarapan untuk keluarganya,, kara tidak sabar menanti hari bahagiannya berkumpul bersama dengan suami, serta anaknya,, Dan.. ibu mertuanya (Laurent).
Dengan bantuan Olivia juga,,
kara telah selesai menyiapkan beberapa porsi makanan yang lezat.
ya!
makanan kesukaan bara dan putranya.
setelah menyiapkan beberapa makanan,
kara menuju ke kamar putranya, dan memintanya untuk sarapan bersama..
Alangkah terkejutnya kara, melihat putranya kini tengah tapi dengan stelan baju santai,, kaos hitam dan celana pendek? menggunakan kaca mata pula,, memangnya dia mau kemana?
kara terkekeh geli sembari menggelengkan kepalanya,,
"Jake kau sudah mandi?"
"Tentu saja mom" ujarnya dengan nada sombong,, jika di lihat penampilan Jake seperti ini sama persis seperti Daddynya. apalagi sifat Jake yang menggemaskan,, memiliki raut wajah dingin tetapi sifat lucu.. membuat Jake 11 12 seperti bara.
"Siapa yang memandikanmu hm?tidak mungkin Olivia kan? Tadi Olivia membantu mom masak,,"
"Oh astaga mommy" ujar Jake kecil sembari menepuk dahinya "Tentu saja aku mandi sendiri tanpa bantuan Olivia, grandma atau siapapun.. aku sudah besar mommy,, lagipula usiaku hampir 4 tahun."
kara tertawa terbahak-bahak..
"Kenapa mommy tertawa? Mommy tidak percaya?"
"Tentu saja mommy percaya padamu sayang,, ayo kita turun mommy akan menunjukkan sesuatu padamu.."
Mata Jake kecil berbinar,
"Benarkah mommy?"
"Of course honey,, let's go.."
__ADS_1
kara mengandeng tangan munggil putranya,,
menuju ruang makan untuk sarapan bersama pastinya..
Rasanya kara sudah tak sabar melihat putranya bahagia,, Karena kini tidak akan ada lagi yang mengejek putranya dengan menyebut jika Jake tidak memiliki Daddy..
Sebenarnya kara sangat kasihan kepada putranya itu,
sering kali jika sekolah nya mengadakan pertemuan orang tua, banyak sekali anak yang bahagia karena di temani oleh kedua orang tuannya,, tetapi Jakenya,,, putra kecilnya yang malang selalu merasa sedih,, dia selalu beranggapan jika putranya itu tidak memiliki Daddy seperti teman temannya yang lain. terkadang kara sangat kasihan dengan putranya..
terapi Jake sangat pintar dalam menyembunyikan perasaannya,, bayangkan saja, anak seusianya sudah bisa berfikir dewasa bahkan tidak ingin membuat mommy nya sedih dengan menyebut kata Daddy,, padahal dia sangat menginginkan seorang Daddy yang akan selalu melindunginya seperti teman-temannya.
kini kara akan mewujudkan keinginannya putranya itu,,
dengan mempertemukan Jake dengan Daddy nya..
ya Daddynya,, ayah kandungnya!
Kara tidak sabar melihat betapa bahagianya putranya jika uncel Daddynya adalah benar benar ayahnya..
Jake asik mengunyah makanannya,,
seperti biasa Jake selalu bercerita tentang hari harinya di sekolah bersama teman-temannya terutama Maria,, si bocah wanita yang selalu menjadi teman setia Jake,, saat Jake sedih di situlah Maria,, gadis kecil itu selalu bisa membuat Jake tertawa bahagia. itulah sebabnya Jake sangat bahagia dan nyaman berteman baik dengan Maria.
"Mommy masakan mommy benar benar sangat lezat.." Jake berbicara sembari mengunyah makanannya dengan sangat lahap.
"Benarkah sayang?Kalau begitu habiskan makananmu oke?"
"Oke Mommy,,,"
"Anak pintar"
"Mommy apa kau tau?Kemarin di sekolah,, aku melihat Maria merenggek,, dia menangis."
"Kenapa Maria menangis hmm katakan pada mommy..?"
"Maria menangis karena Oliver,, dia merobek buku Maria. padahal saat itu, Maria sedang mengerjakan tugas yang di berikan ibu guru. tetapi si nakal Oliver merusak semuanya." geram Jake
"Lalu?Apa yang kau lakukan padanya?"
*Aku memarahi Oliver,, dan menyuruhnya pergi. setelah itu aku membantu Maria mengerjakan tugas yang di berikan ibu guru agar cepat selesai.. "
"Wah,, anak Daddy benar benar pahlawan." bara datang dan langsung mengecup pucuk kepala Jake kecil dalam dalam.
"Uncel Daddy disini?" tanya Jake "Ups" Jake pun segera menutup mulut kecilnya, dia takut mommy marah karena lagi lagi mengucapkan kata 'Daddy'.
Bara dan kara terkekeh gemas melihat tingkah menggemaskan putranya.
"sekarang kau tidak perlu takut menyebut kata 'Daddy' lagi honey.." ujar kara.
Jake kecil masih tak mengerti..
"Karena uncel Daddy ini adalah Daddymu." sambung kara
"Daddyku..?"
Bersambung~
__ADS_1