Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
My Son


__ADS_3

Bara duduk di kursi kebesarannya, dia kini tengah menanti informasi dari Sam, bahkan bara tidak tidur semalaman karena terus terusan memikirkan anak laki-laki itu. ntah mengapa dirinya benar benar yakin jika Jake bocah laki-laki itu benar benar anaknya.


jam terus berputar,


jam kini menunjuk angka enam lewat empat puluh lima.


tapi Sam belum juga menunjukkan batang hidungnya, kemanakah perginya kacungnya itu?menapa lama sekali?


Biasanya Sam tidak pernah terlambat dalam memberikan informasi. tapi kali ini? apa otak Sam kini sudah di penuhi oleh Sarah? karena si sarah itu baru saja melahirkan putra pertamanya. ya karena Sarah susah hamil. di sebabkan rahim Sarah lemah. makanya Sam sangat bahagia mendengar kabar jika istrinya itu hamil dan bahkan sekarang istrinya itu sudah melahirkan. tapi tuntutan pekerjaan membuat Sam tidak bisa menemui istri beserta anaknya.


mau bagaimana lagi?


nasib menjadi kacung ya memang seperti ini.


Bara benar benar frustasi,


dia ingin tau secepatnya, siapa sebenarnya bocah laki-laki itu,,,


dia ingin segera memastikan jika anak yang dia temui kemarin adalah anaknya.


"Tuan.."


"Sam,, aku sudah menantimu sejak tadi. bagaimana?Kau sudah mendapatkan informasi Tentang anak itu?"


Sam mengangguk pasti,


"Sudah tuan, " Sam memberikan beberapa berkas yang menunjukkan informasi tentang anak laki-laki yang bernama Jake Andrich Alexander.


tanpa menunggu berlama-lama bara langsung menyambar formulir tersebut dari tangan Sam, bara ingin segera memastikan jika feelingnya itu benar.


bara mengerutkan keningnya,,


"Dia di besarkan oleh ibu tunggal?"


Trnyata anak itu benar,, dia tidak memiliki seorang ayah.


lalu siapakah ayahnya,? kenapa Disini tertulis jika Jake Andrich Alexander di Besarkan oleh ibu tunggal atas nama Cassandra Alexander, nama panggilannya adalah (Sandra).


Siapakah Cassandra Alexander ini?


apakah dia kara istriku? Namanya hampir mirip dengan kara, istrinya, Kasandra Hana Larasati.! jika Cassandra ini adalah kara. mengapa dia mengganti namanya dengan Marga Alexander?Bukan Valentino? atas dasar apa?Dan kenapa?'


"Iya tuan, dan saya juga berhasil mendapatkan alamat rumah yang di tempatinya"


bara menatap Sam,


"Alamat rumahnya adalah jalan ***** nomor ×××"


"Terimakasih atas bantuanmu Sam. kau boleh pergi,,"


Sam mengangguk patuh,


dan berlalu meninggalkan bara sendirian.


"Akan ku pastikan sendiri, siapakah Cassandra Alexander ini sebenarnya,".


.....


Di meja makan, sembari mengunyah makanannya.. Jake terus menerus bercerita tentang harinya di sekolah kemarin. Jake memang anak kecil tapi dia begitu cerdas sehingga seusianya memang belum bersekolah tapi Jake memaksa ingin bersekolah,, untuk itulah mommy nya menyekolahkannya di sekolah dasar tidak jauh dari rumahnya, baru 2 bulan Jake kecil bersekolah tapi otaknya yang cerdas seperti mommy nya, membuat Jake bisa mengikuti pelajaran yang di berikan gurunya.


"Mommy kemarin ibu guru mengajarkan mata pelajaran tentang cita-cita. bahkan ibu guru bertanya padaku 'hei jake kecil yang tampan, apa cita citamu?' " Jake berkata sembari menirukan ucapan dari gurunya kemarin.


"Lalu?Kau bilang apa pada ibu guru?"


"Aku bilang saja jika aku ingin seperti 'Daddy' Ups" Jake menutup mulutnya dengan tangan mungilnya, dia takut jika mommy nya kembali marah terhadap dirinya seperti kemarin, anak laki-laki itu ketakutan mendengar bentakan dari mommy nya.


Cassandra terdiam,


"Mommy,,,," lirih Jake


"Jake selesaikan sarapanmu oke?dan segeralah berangkat ke sekolah nanti kau terlambat. mommy akan menyiapkan tasmu sebentar." ujar Cassandra sembari mengelus pipi putranya itu dengan kasih sayang.


Jake sedih,


anak itu takut jika mommy marah kepadanya.


"Mommy,,," Jake kecil menatap mata ibunya dengan sorot keteduhan "Apa mommy marah? Maafkan Jake mommy,, Jake berjanji tidak akan menyebut kata 'Daddy' lagi oke?I'm promise."


Cassandra sedikit berjongkok, untuk mencium pucuk kepala putranya itu, "Mommy tidak marah honey,"


"Benarkah?mom tidak marah?" mata Jake kecil berbinar.

__ADS_1


"Sungguh,, sekarang selesaikan makanmu oke?Mom akan menyiapkan tasmu sebentar,, Olivia akan mengantarmu ke sekolah."


sembari menunjukkan senyum manisnya,


"Oke Mommy"


"Anak pintar"


Cassandra mengelus rambut halus putranya sebelum dirinya berlalu meninggalkan meja makan untuk menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan putranya ke sekolah.


selang beberapa saat kemudian,


"Jake kau sudah menyelesaikannya makananmu?"


"Sudah mom,,"


"Sekarang berangkatlah ke sekolah,, ingat pesan mom jangan..."


"Jangan menjadi anak nakal, pembangkang,, ingat pesan guru dan jangan berbicara kepada orang asing" ujar Jake menirukan kalimat mommy nya yang sempat menggantung "Begitu kan mom?I'm understand."


"Good luck,,,, Hati2 di jalan oke?"


"Oke Mommy."


"Olivia, aku menitipkan Jake padamu,, jaga anakku baik-baik. jika dia menghilang lagi, maka tamatlah riwayatmu!" tindas Cassandra.


Olivia menelan ludah susah payah.


"Baik Nona." ujarnya ketakutan "Ayo tuan muda."


Jake kecil mengangguk pasti. sembari melambaikan tangannya.


"Bay mommy"


"Good bay boy"


Cassandra hendak berbalik untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda.


tetapi,


sebelum putranya keluar dari pintu,,


Jake berteriak kegirangan.


tanpa berbasa Basi dan menunggu lama lama,, bara langsung memeluk Jake kecil dengan erat, seakan dia tidak percaya dengan kenyataan ini.


dia bertemu dengan istri dan anaknya?


selama ini dia mencarinya kemana mana ternyata keluarga kecilnya berada di sini? patutlah bara tidak bisa menemukan istri dan anaknya dengan mudah, ternyata mereka mengganti marga mereka?Tapi kenapa?apa alasannya?


persetan dengan marga!


yang terpenting sekarang keluarganya kini telah utuh, bara tidak menginginkan apapun lagi, selain kembali bersama dengan istri dan anaknya lalu bahagia bersama.


Cassandra berbalik untuk melihat siapakah yang membuat jake terdengar bahagia.


ternyata yang di maksud putraku adalah dia? Daddy? apakah Daddy yang di maksud Jake adalah bara?Ayah kandungnya? (Batin Cassandra alias kara).


sedangkan Olivia yang tidak tau menahu apa apa pun hanya terdiam bagai orang bodoh yang kehilangan arah, karena kembali terpaku melihat ketampanan pria yang sempat dia jumpai di taman kemarin.


Degg...


Tubuh Cassandra mendesir,dia benar benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


antara bahagia ataukah terkejut dia benar-benar tidak bisa berfikir jernih sekarang.


dia melihat pemandangan ini di depan matanya?


apakah ini mimpi?


tudak mungkin!


Dia benar-benar datang?Tidak mungkin! Apakah semua ini nyata?


bagaimana dia bisa di sini? Bagaimana dia tau jika aku di sini?dan bagaimana pula dia bisa menemukanku?. (Batin Cassandra.).


"Kara... istriku..." lirihnya.


*Deg...


Apakah ini sungguh benar benar nyata?Dia memanggil namaku?

__ADS_1


mengapa rasanya aku ingin sekali memeluknya Suara itu... Aku merindukannya*,,,


Cassandra masih terpaku, dia tidak bisa berfikir jernih.


Bara ... Suamiku.. aku merindukanmu..


tidak!


dirinya tidak boleh egois,


walaupun Cassandra ( kara ) merindukan suaminya tetapi dia tidak boleh egois dengan memikirkan anaknya, sekarang yang terpenting adalah anaknya,,, kara tidak ingin anaknya celaka dengan kembali membina rumah tangga bersama dengan suaminya.


walaupun dirinya benar benar masih mencintai bara dan begitu merindukannya.


terlebih Jackson masih mencarinya dimana mana.


bagaimana jika Jackson menemukannya?


Alasan kara mengubah marganya adalah dia takut jika Jackson dapat menemukannya dengan mudah. karena Sudah pasti Jackson akan melacak seluruh dunia menggunakan satelit atas nama Kasandra Hana Larasati.


kara sudah bersusah payah, melarikan diri dari cengkraman Jackson bertahun tahun silam atas bantuan Ibu mertuanya.


ntah lah mengapa tiba-tiba waktu itu Laurent membantunya untuk melarikan diri, tapi kara tidak ingin repot repot memikirkan hal lain, karena yang terpenting baginya sekarang adalah putranya.


Laurent jugalah yang telah membunuh John saat hendak menyelamatkan kara, karena waktu itu kara hampir tertangkap oleh John. dengan keberanian Laurent dan darah psycopath yang kental dalam nadinya, membuat jiwanya untuk membunuh meronta, serta keterlibatan kara dalam bekerja sama dengan ibu mertuanya itu mampu membuat mereka berdua berhasil membunuh John dan lolos melarikan diri.


Bara menitihkan air matanya,


ya sekarang bara tengah berdiri di ambang pintu rumahnya dengan membawa Sam yang berada tepat di belakangnya seperti bayangan yang tidak akan pernah bisa meninggal tuannya.


tanpa berlama-lama, kara langsung melepaskan pelukan keduanya,


hendak memisahkan anak juga suaminya.


"Olivia! cepat bawa Jake pergi!!" tindasnya.


"Jake, pergilah ke sekolah,, kau sudah terlambat honey." lirihnya terhadap putranya.


"Oke Mommy." ujar Jake kecil "Good bay uncel Daddy.."


bara yang tadinya menangis, kini tersenyum manis mendengar ucapan Anaknya. dengan lembut dia menjawab "Oke boy,, belajarlah yang rajin buat mommymu bangga." sesekali bara melirik kara. tetapi kara memalingkan wajahnya.


Jake tersenyum manis.


"Let's go to school Olivia ."


Olivia mengangguk, dan segera membawa tuan mudanya itu pergi ke sekolah.


kini tinggal mereka bertiga,


"Sam tunggulah di mobil, aku akan segera datang."


"baik tuan."


....


bara menatap kara dengan tatapan yang sulit di artikan.


dia ingin memeluk dan memadu kasih kepada istrinya tetapi sepertinya kini tatapan serta wajah kara tidak menunjukkan ekspresi bersahabat.


"Untuk apa kau datang kemari?!" ujar kara dengan nada dingin yang khas.


"Aku ingin menemuimu dan anak kita."


"Anakku!" ujar kara tanpa bantahan "Atas dasar apa kau mengatakan jika putraku adalah anakmu?!"


"Apa maksudmu?Dia putramu itu artinya dia anakku!"


"Bukan!Jake hanya putraku, dan kau tidak berhak mengakuinya sebagai anakmu!Sekarang pergilah dan jangan datang ke sini lagi karena aku tidak ingin menemuimu!"


bara mengerutkan keningnya,


dia tidak menyangka jika istrinya kini menjadi wanita yang kasar, bukankah kara adalah wanita yang lembut dan penyayang?


bara seperti tidak mengenal wanita yang ada di hadapannya ini.


"Ada apa sebenarnya,, kenapa kau berubah?Apa semua ini?Kenapa kau mengubah margamu menjadi Alexander bukan Valentino.?"


"Tidak ada yang berubah!Kau tidak perlu tau kenapa aku mengubah marga namaku menjadi Alexander itu urusan ku. kau tidak perlu ikut campur!"


"Tentu saja aku harus tau!Aku masih sah menjadi suamimu dan kau adalah istriku!"

__ADS_1


"Hentikan omong kosong mu itu Mr.Valentino!" tegas kara. "Pergilah dari rumahku! Dan jangan pernah temui aku lagi!"


Bersambung~


__ADS_2