Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Orang ketiga


__ADS_3

Tanpa bara dan daniel ketahui ada sosok wanita yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


Deg...


apakah ibu mertua sangat membenci ibuku? sehingga ia juga tidak menyukaiku? tapi apa salahku? bahkan dalam hal ini aku tidak mengerti apa2 mengapa ibu mertua ingin memisahkan ku dengan suamiku bahkan ia adalah putranya sendiri,, ibu macam apa yang ingin merusak kebahagiaan anaknya sendiri?~ (Batin kara).


Air mata kara pun menetes dengan sangat deras....


"Aku tidak akan tinggal diam, aku akan mempertahankan rumah tangga ku apapun yang terjadi, walaupun aku harus menentang siapapun yang ingin menghancurkan kebahagiaan ku dengan suamiku,, sekalipun orang itu adalah ibu mertuaku sendiri". ujar kara kini ia bukanlah wanita yang lemah,, ia akan mempertahankan rumah tangganya bersama dengan Suaminya apapun yang terjadi. sekalian ia harus menentang ibu mertuanya sendiri.


.....


Malam harinya saat semuanya berkumpul untuk makan malam dengan tak tau dirinya, Nadira duduk di kursi sebelah bara,, hal ini membuat kara hanya bisa diam, sebenarnya kara bukan tidak berani untuk melawan wanita ini tapi ia hanya tidak ingin membuat keributan di malam hari. sehingga saat Nadira duduk di kursi sebelah kanan bara,, maka kara duduk di kursi sebelah kiri bara.


"Sayang,, tolong ambilkan aku sayur itu..." pinta bara sembari menunjuk makanan yang ia inginkan kepada istrinya.


Kara mengangguk,, saat tangan kara akan menyentuhnya Nadira menepis tangan kara dengan sangat kasar. "Tidak perlu,, biar aku saja yang mengambilkannya untuk bara" ujarnya.


Kara hanya diam, ia ingin melihat seberapa jauh suaminya membela dirinya.


Nadira memberi bara makanan dengan cepat bara berdiri. "Kau tidak perlu melakukan semua ini!! aku hanya ingin istriku yang menyiapkan makan untukku, dan bukan Kau!!" teriak bara, ia sengaja menekan kata istriku agar Nadira tau posisinya. bahwa dirinya hanyalah tamu tak di undang yang tidak tau malu ingin menghancurkan rumah tangga orang lain.


Nadira terkejut ia memandang bara dengan tatapan mata yang tajam,, ia marah bara tidak memperlakukannya dengan baik. "Bara! aku hanya ingin menyiapkan mu makan saja apa itu salah?" ujarnya "Kau tidak perlu berteriak seperti itu,, aku tidak tuli,, aku bisa mendengar ucapan mu!" sambungnya.


Sedangkan Daniel yang sedari tadi duduk di samping kara, ia tadinya hanya diam, tapi melihat Nadira yang tidak tau malu dan sering membuat ulah membuat Daniel ingin sekali menyeret wanita itu pergi dari rumah ini.


"Hei wanita sialan..!!" teriak Daniel "Apa kau tidak lelah membuat ulah Haa??!! Aku muak melihatmu yang sok ingin ikut campur itu!! apa kau tidak bisa duduk dan tenang menikmati makan malam?" sambung Daniel "Kau membuat selera makanku hilang.." ujar Daniel ia pun akan berlalu dari meja makan dan pergi ke kamarnya, sungguh ia di buat pusing oleh satu wanita ini.


"Daniel..." panggil kara dengan nada lembutnya.


Merasa dirinya di panggil oleh kakak iparnya,, Daniel menoleh "Iya kakak ipar.." ujarnya.


"Duduklah,, kita akan makan bersama.." ujar kara, ia melihat mata Daniel dengan wajah teduhnya membuat Daniel luluh tidak bisa menolak ucapan kakak iparnya.


"Baiklah kakak" Daniel kembali duduk di Meja makan.


sedangkan bara,, ia hanya diam dan berusaha untuk menenangkan diri agar tidak terbawa suasana yang membuatnya kesal.

__ADS_1


"Sayang,,," panggil kara kepada suaminya sembari melihat bola mata bara.


Bara melihat wajah cantik istrinya yang menatap matanya dengan tatapan lembut membuatnya duduk kembali dan menyelesaikan makan malam bersama.


"Mari kita makan malam bersama," ujar kara sembari menyentuh tangan suaminya. "Masalah seperti ini tidak perlu di perbesar, lebih baik kita makan dengan tenang sekarang" sambung kara yang tidak ingin memperbesar masalah.


Bara mengangguk, ia membuang makanan yang di berikan Nadira olehnya. "Pak Han..!" teriak bara ia memanggil sang kepala pelayan dengan suara lantangnya.


Serasa namanya di panggil sang tuan muda, pak Han dengan cepat menuju arah sang pemilik suara "Iya tuan".


"Cepat buang piring makanan ini!! aku hanya ingin makan jika Istriku yang menyiapkannya untukku!!" ujar bara sambil menyodorkan piring makanannya.


"Baik tuan" pak Han menundukkan kepalanya tanda penghormatan kepada sang tuan dan mengambil piring tersebut untuk membuangnya sesuai perintah bara.


"Sayang,, ambilkan makanan untukku" pinta bara yang bernada lembut kepada istrinya.


"Baiklah sayang" kara mengelus pipi bara dengan lembut, ia pun segera menyiapkan makanan untuk suaminya. "Makanlah.."


"Terimakasih sayang" bara tersenyum manis ia makan begitu lahap sembari menyentuh tangan istrinya dengan mengecup berkali2.


Sungguh ia di buat kesal oleh perilaku bara kepada dirinya,, jika ini bukan karena balas dendam kepada bara ia juga tidak akan melakukan hal serendah ini,, sedangkan kini kekasihnya juga menyuruhnya untuk memisahkan rumah tangga bara dan kara, sebenarnya apa yang terjadi? pikirnya.


_Masa bodohlah dengan permintaan nenek lampir itu,, apa dia itu gila? sehingga menyuruh wanita lain untuk memisahkan rumah tangga anaknya sendiri?Ahh aku benar2 di buat pusing oleh mereka semua_(Batin Nadira).


Nadira melanjutkan makan malamnya dengan sangat cepat ia pun langsung pergi menuju kamarnya.


Sedangkan Daniel, ia hanya sesekali melirik Nadira, ia harus selalu mengawasinya, Daniel yakin ada yang tidak beres dengan Nadira, ia berfikir jika Nadira memiliki niat jahat yang lain. dan tugas Daniel harus segera mencari tau.


...


Di kamar saat kara dan bara sedang berpelukan, seperti biasa mereka berdua selalu berkeluh kesah bersama, sehingga kini hubungan rumah tangganya bersama suaminya semakin harmonis, dengan kepercayaan, kesetiaan, kasih sayang, cinta dan keterbukaan. tetapi kara ia juga merasakan takut yang mendalam jika nanti ia harus kehilangan suaminya, bahkan sekarang ada wanita yang tidak tau malunya ingin menghancurkan kebahagiaannya dan rumah tangganya bersama dengan Suaminya.


kara bukanlah wanita yang lemah,, ia akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya apapun yang terjadi.


"Sayang,,," ujar kara di sela2 pelukan hangat suaminya.


"hemm" bara berdehem sembari mengecup pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu" ujar kara dengan tulus "Aku tidak mau kehilanganmu sungguh" sambungnya kini ia menatap wajah tampan suaminya.


"aku juga sangat mencintaimu," ujar bara "Kau tidak akan kehilanganku, aku tidak akan membiarkan itu terjadi,, percayalah.." sambung bara,,


kini wajah mereka saling mendekat, hidung mereka sudah bertabrakan,, mereka berciuman dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta,, semakin lama mereka berciuman dengan pangutan2 yang mengagumkan,, bara memproses lebih dalam bibir istrinya dengan lembut tapi menuntut. sedangkan kara,, ia membalas setiap ciuman yang di berikan suaminya untuk dirinya. ciuman itu terhenti karena mereka berdua sudah hampir kehabisan nafas.


"Sayang..." ujar bara kini dahi mereka masih bersatu. mengambil lebih banyak oksigen.


"iyaaa" kara melihat sorot mata sensual suaminya,, ia tau suaminya sedang ingin melakukan hal lebih.


"Aku ingin, ayo kita lakukan.." pintanya, sebelum melakukan hal lebih , seperti biasa bara selalu meminta persetujuan dari istrinya, ia tidak ingin menyakiti hati kara jika melakukan tanpa persetujuannya.


"Lakukanlah..." kara


Merasa dirinya sudah mendapat lampu hijau dari istrinya, bara langsung menyambar bibir ranum milik istrinya itu, sungguh rasanya sangat manis... sehingga ia selalu ingin dan ingin melakukan hal lebih jika bersama dengan kara,, istri tercintanya itu.. bara menanggalkan pakaian istrinya satu persatu dengan lembut sedangkan ia tidak pernah memakai baju jika sudah bersama dengan kara,, ia hanya memakai celana boxer miliknya,, tanpa menunggu lama bara langsung melakukan penyatuan.. sehingga membuat mereka berdua menikmati permainan yang mereka buat sendiri,,, erangan demi erangan yang mereka keluarkan membuat mereka berdua sangat bahagia rasanya seperti terbang melayang sungguh sangat nikmat.


mereka menyelesaikan aktifitas olah raga malamnya pada tangah malam. dan mereka tertidur dalam pelukan hangat yang masih terbalut selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka. Sungguh melelahkan bukan?🤭



Karaaaa🤩😋



Baraaa🤩😋


Bersambung...


Penasaran?


yuk jangan sampai ketinggalan update cerita selanjutnya dijamin makin seru nih gays🤣


maapin author ya sekarang jarang update cerita karena author sibuk banget kerja gays.. eitss tapi kalian jangan sedih author usahain deh buat update tiap harinya hehe...


doa in author ya agar author sehat selalu dan sukses.. amin.


oiya gays jangan lupa like komen dan vote ya agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru yang lebih menarik untuk kalian semua 🤗 semoga kalian suka terimakasih 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2