
seorang pria menjerit histeris,,
pria itu seperti di siksa sangat lama. dia kehilangan kedua kakinya, sembari sayatan yang melukai angota tubuhnya. serta Merta darah yang mengucur deras di balik wajah tampannya yang kini terlihat memprihatinkan.
tubuhnya yang kekar penuh dengan luka,
sayatan hingga sayatan atau kulit yang mulai terkelupas, berkali kali membuat Pria itu meringis dan berteriak histeris. teriakan itu seakan adalah teriakan penuh dengan siksaan.
Jackson..
ya pria itu adalah Jackson.
setelah kehilangan kedua kaki 2 bulan lalu,, tembakan peluru yang mengenai kakinya tidak di keluarkan oleh bara, tetapi bara malah memotong kedua kakinya menggunakan pisau tajam besar membuat Jackson berteriak kesakitan.
terlebih saat itu, para anak buah Jackson melarikan diri menggunakan mobil. tetapi naasnya bara telah mengebom seluruh mobil yang di tumpangi oleh anak buah Jackson. oleh sebab itulah para anak buah Jackson mati tak tersisa.
setiap hari, bara selalu menyiksa Jackson habis-habisan. tubuh Jackson penuh dengan luka cambuk, luka sayatan yang setiap kali membuatnya menjerit kesakitan.
dan hari ini adalah hari terakhir Jackson hidup di dunia.
mungkin saja bara sudah muak menyiksanya. hingga kini bara memiliki pilihan untuk membunuh Jackson dengan mengikutinya hidup-hidup sembari bantuan Sam dan Ken.
jika di bayangkan, rasanya sangat menakutkan.
menguliti orang hidup-hidup.. yang benar saja.
bara benar benar psikopat.
"Apa kau sudah siap untuk mati?" suara dingin khas otoriter bara membuat Jackson langsung dapat mengenali.
"Aku sudah memohon padamu bukan?" lirih Jackson.
"Bagus..! tapi aku mengurungkan niatku untuk mengulitimu."
"Kenapa?"
"Aku hanya akan memotong kedua tanganmu dan menembak kepalamu. itu hampir sama dengan menguliti bukan?" seringai jahat nan mengerikan itu membuat Jackson begidik ngeri.
bara perlahan lahan mulai mendekat.
Sam pun menyerahkan pisau besar nan tajam itu kepada bara.
sedangkan Ken, dia masih tetap berada di belakang bara bak seperti bayangan.
"Kita mulai." bara kembali menyeringai.
kali ini lebih menakutkan. bara memperlihatkan wujud aslinya kepada Jackson jikalau dirinya itu benar benar berhati iblis.
Jackson mengira dengan bara tidak jadi mengulitinya mungkin bara akan memberikan kematian ringan kepada dirinya dengan menembaknya Saja. tapi terbebas dari hukuman menguliti hidup hidup membuat Jackson harus menanggung kematian tanpa kedua tangan dan kaki. betapa mengerikannya..?
Jackson menutup matanya.
bara langsung memotong tangan kanan Jackson tanpa berbasa-basi. membuat Jackson berteriak histeris. bara menyeringai gila.
Jackson berharap dirinya segera mati.
agar Tuhan menyiksanya di neraka paling bawah.
karena Jackson sudah tidak sanggup dengan siksaan yang berulang kali bara berikan.
lagi lagi bara kembali memotong tangan kiri Jackson.
membuat Jackson kembali meringis dan kembali berteriak.
terakhir,,
Ken menyodorkan pistol ke pada bara.
dengan sigap. Jackson menutup matanya.
Dor...
bara menembak kepala Jackson hingga menembus otak.
membuat kepala Jackson meledak dan darah muncrat dimana-mana.
tamatlah sudah akhir cerita dari Jackson!.
bara tidak menyesal tapi dia malah menyeringai gila.
dirinya benar benar memperlihatkan jika dia memang iblis.
psikopat!
Sam dan Ken sudah terbiasa dengan apa yang tuannya lakukan. jadi buat mereka itu semua hanya hukuman yang setimpal atas apa yang Jackson perbuat.
"buang mayatnya, jadikan mayatnya sebagai santapan harimau kesayanganku!! ahh pasti Tiger sudah sangat kelaparan. " titahnya "Sisanya berikan pada lion."
Ken dan Sam mengangguk patuh.
"Ahh aku harus membersihkan diri."
.....
1 tahun kini sudah berlalu...
__ADS_1
bara kara dan yang lainnya telah berkumpul di acara pernikahan Daniel.
ya Daniel akhirnya menikah juga dengan Carrol.
Carrol sangat cantik dengan mengenakan gaun pengantin indah berwarna hitam, dengan desain sederhana tapi begitu mewah. sesuai dan sangat pas dengan tubuh moleknya.
sedangkan Daniel, kini menggenakan toxendo hitam senada dengan Carrol. Daniel terlihat gagah nan tampan di althar sembari menunggu Carrol yang sedang berjalan menuju arahnya.
"saya Daniel Gazebo Valentino menerima engkau carroline Arabella sebagai istri satu-satunya yang sah di mata tuhan, saya berjanji akan selalu mengasihimu dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, senang maupun sedih sampai maut memisahkan, dan saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga." Daniel mengucapkan janji suci dengan suara lantang
"Saya Carroline Arabella menerima engkau Daniel Gazebo Valentino sebagai suami satu-satunya yang sah di mata tuhan, saya berjanji akan mengasihimu dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, senang maupun sedih sampai maut memisahkan, dan saya berjanji segala milikku adalah milikmu juga." sambung Carrol.
"Sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri. silahkan berciuman sebagai tanda cinta kalian." ujar sang pendeta.
Daniel pun melahap bibir indah Carrol. dengan penuh gairah dan nafsu.
Carrol Pun melepas ciuman tersebut agar Daniel mengerti jika dirinya masih di atas altar pernikahan.
"Kita lanjut nanti malam saja." lirih Carrol tak tau malunya. Daniel hanya tersenyum.
para tamu pun bertepuk tangan dengan gemuruh. atas pernikahan mereka berdua.
"Wah babby Lucas tertidur,, lihatlah dia sangat tampan." shasha mencium Lucas, adik Jake yang masih lelap tertidur.
"Dia sangat tampan." sambung cloe.
"Dia seperti Jake." Sarah datang dan langsung memeluk kara "Bagaimana kabar kalian?"
"Baik." ujar bara dan kara bersamaan.
"dimana Seth?" tanya kara.
"Seth di gendong Daddynya." Sarah tersenyum "Sayang kemarilah.."
Sam datang bersama Dengan Seth di gendongannya.
"hai Seth.. " kara menyentuh pipi gembul Seth.
"cloe dimana Ken dan putramu Marcus?" tanya Shasha.
"Marcus bersama dengan Jake dan William, sedangkan Ken.. ntahlah dimana dia.." Ujar cloe.
Daniel dan Carol bergandengan.
"Selamat atas pernikahan kalian"
"Terimakasih Shasha dan Justin."
"Selamat atas pernikahan mu Daniel"
"Terimakasih kak.." Daniel tersenyum.
Kara mengangguk.
"Bolehkah aku menggendongnya?Dia sangat tampan."
"Tentu ."
Carrol mengendong Lucas dengan senyum bahagia yang khas.
"Sayang kau jangan terlalu lama mengendong Lucas,, kau sedang hamil." ujar Daniel.
"Ah ya benar sekali."
"Biar aku yang mengendongnya."
Carol memberikan Lucas kepada cloe.
"Kau hamil?" tanya Justin
"Ya "
"Berapa bulan? kenapa tidak terlihat?"
"Baru 3 bulan." jelas Carrol.
"Hei bara adikmu memang gila,, di hari pernikahannya istrinya hamil 3 bulan. yang benar saja." gerutu Justin.
"Hei sayang berkacalah,, dulu sebelum kita menikah kau juga menghamili ku 2 bulan." timpal Shasha.
"Aku hampir lupa."
"Dasar bodoh!!" umpat Daniel.
mereka semua pun tertawa terbahak-bahak dengan sikap dan kebodohan Justin.
"Dimana David?Aku tidak melihatnya.." tanya Sam.
"Mungkin dia datang terlambat." sambung Ken.
"Aku di sini."
David tiba tiba menampakkan batang hidungnya.
"Darimana saja kau?" tanya Justin.
__ADS_1
"menunggu dia berdandan."
"Hei David, jangan begitu kau! anakmu dari tadi menangis. kau malah diam saja." Ashley tak terima.
"Aku tidak tau cara mengurus bayi."
"Cih.Dasar pria yang mau enaknya.."
Mata Justin membulat.
"Ashley kau hamil lagi?" tanya Shasha.
"Ya, baru 4 bulan."
"Kau bilang tidak mau menikah dengannya tapi,, kau bahkan tidak bisa menahan hasratmu untuk tidak menghamilinya.. " ujar Ken.
"Aku hanya terpaksa,,, lagipula dia selalu mengajakku bercinta." David melirik Ashley.
"Omong kosong!!Kau sendiri yang langsung melucuti pakaianku dan langsung menerjang ku!!" Ashley membela diri.
"omong-omong dimana Jake, Marcus dan William?" tanya kara karena sedari tadi tidak melihat putranya.
"Astaga itu dia,, mereka bertiga sibuk menggoda bocah perempuan di sana." ujar cloe.
"anak itu,, memang seperti ayahnya." ujar Shasha
"Suamimu bukan aku " Ken tak terima. "Aku hanya mencintai cloe,, dari dulu.. aku tidak brengsek seperti suamimu."
"Ken kau mengatai putraku?" bara angkat bicara
"T-tidak tuan,, maksudku anak Justin William.. "
"Hei Ken lihat!! anakmu juga menggoda gadis muda dengan menurunkan roknya.." Shasha tertawa dengan tingkah ketiga bocah itu.
"Marcus?"
Shasha mengangguk.
ternyata benar saja, Marcus si bocah 7 tahun itu menggoda gadis dengan menurunkan roknya hingga membuat ketiga bocah itu berlari karena kejaran gadis gadis itu.
"Anak itu benar benar kurang ajar.!"
"Sama seperti kau!" gerutu cloe.
"Aku tidak.."
"Benarkah? dulu kau sering menendang bokongku."
"Cloe.. kau!!" ken tak terima
"Apa?!" cloe memelototi Ken.
"Haha Ken. kau mati kutu di hadapan istrimu?" David tertawa di sambung Justin dan Sam.
"Benar benar pertunjukan menarik." Justin kembali tertawa terbahak-bahak.
"Aku baru melihat Ken seperti ini." Sam menimpali.
Ken tersenyum geli dengan dirinya sendiri.
"Aku lelah sekali..." gerutu Carol.
"Aku juga.." sambung Sarah.
"Lebih baik kalian istirahat.." ujar Shasha.
"duduk dulu Carrol, kau tidak boleh kelelahan,, kau sedang mengandung." ujar kara
Carrol duduk, sedangkan mereka semua asik berbincang sembari tertawa bahagia.
"Mommy,,," ujar Jake yang tiba tiba datang
"Yes honey."
"aku akan bermain mobil balap yang di belikan Daddy dengan Marcus dan William di rumah."
"kau pulang sendiri?"
"tidak mommy, aku pulang bersama dengan Marcus dan William."
"Baiklah,, hati-hati..honey.."
"Mom and dad sampai jumpa.." sambung Marcus.
"Marcus,, hati-hati" sambung cloe.
"Good bay mom and dad." William berlari
"William,, jangan pulang terlambat.." teriakan Shasha."Anak itu benar benar.." gerutu Shasha.
bersambung~
Hai gays..
detik-detik chapter terakhir nih..
__ADS_1
dukung author selalu yaaaπ
jangan lupa like komen dan vote,, agar author selalu bersemangat buat update cerita versi menarik buat kalian π€ Terimakasih ππ»π