
Las Vegas~
Daniel kini berada di resort kasino megah,, bersama dengan David, Justin,dan Sam , Selain mengurus bisnis gelap permafiaan, mereka juga bersenang-senang.
bagaimana mungkin mereka melewatkan keindahan Las Vegas kota Nevada ini?kota yang dijuluki keindahan dan surga dunia para manusia.
Justin meneguk beberapa alkohol "Kawan, bagaimana kalau kita bersenang-senang?Ayolah mana mungkin kita menyia-nyiakan kesempatan berada di sini hanya dengan duduk manis dan meminum beberapa alkohol?Sungguh membosankan,, lebih baik kita Menyewa ****** untuk bersenang-senang?"
"Ide yang bagus.." timpal David.
Walaupun David masih sangat mencintai kara, tapi mereka butuh kesenangan bukan?tentu saja pria normal tidak bisa menahan diri jika sudah bernafsu.
Justin melirik Daniel, biasanya Daniel paling bersemangat jika mengangkut nona2 malam, tapi kali ini Daniel sungguh berbeda,, sedari tadi terlihat melamun dan memikirkan sesuatu.
"Hei Daniel,, kenapa kau diam saja?! bagaimana apa kau setuju jika kita memanggil beberapa ****** kemari?" tanya Justin sembari meminum alkohol yang ada di tangannya.
"Terserah kau saja,, " ujar Daniel singkat.
"Sam,, cepat bawa ****** kemari!" titah Justin kepada Sam.
Sam pun tidak berkutik sama sekali "Hei Sam! apa kau tidak mendengarku?!" teriak Justin.
"Tuan jangan berteriak padaku!" timpal Sam. kini Sam lah yang meneriaki Justin "Memangnya Anda siapa menyuruhku!! jika Anda mau,, panggil saja sendiri! Aku hanya bekerja dengan tuan bara dan tuan Daniel bukan anda!" sambung Sam
Justin pun berdecih malas "Cih,, sekertaris macam apa kau ini..!"
"Tuan jangan menghinaku atau anda akan menyesal nanti." ujar Sam. Justin pun menelan ludah susah payah, jujur saja Justin sangat takut dengan Sam terlebih Ken, ilmu bela diri yang melekat pada sekertaris sang ketua tidak di ragukan lagi kehebatannya pastinya.
....
Kini mereka berempat Sudah berada di Kasino Gambling Hall and Hotel Las Vegas. Justin dan David sudah berada di kamar masing-masing dengan wanita-wanitanya. sedangkan Daniel bersama dengan wanita berjalan ke kamarnya. Daniel pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
di kamar, saat Daniel baru saja keluar dari kamar mandi, ia di kejutkan dengan kedatangan seorang gadis dengan membawa pistol yang di todongkan kepadanya.
"Angkat tangan mu dan menyerahlah,, aku akan menembak mu sekarang juga!" teriak sang gadis cantik itu.
Daniel menatap gadis itu detail, Daniel baru ingat jika gadis ini adalah gadis yang ia tambrak tadi, "Tembak saja jika kau bisa" ujar Daniel santai.
__ADS_1
membuat gadis itu bertanya tanya, sebenarnya siapakah pria ini? apa pria ini begitu hebat atau seberapa menakutkannya pria yang ada di hadapannya ini? ntah mengapa baru kali ini gadis itu sangat takut dengan pria tampan nan kekar itu.
sebenarnya client nya memintanya untuk membunuh Daniel dengan bayaran sangat fantastis, pastinya orang seperti ini bukanlah orang sembarangan bukan?
gadis itu adalah seorang pembunuh bayaran, ia di bayar untuk menuntaskan misi membunuh seseorang, adanya gadis itu di hotel kasino tepatnya di kamar Daniel adalah untuk membunuh Daniel. atas keinginan client nya dengan bayaran yang bisa di bilang cukup mahal.
Gadis itupun menelan ludah susah payah, betapa tampannya pria yang ada di hadapannya ini? Terlebih pria ini seperti memiliki daya tarik tersendiri, aura misterius serta ketampanan dan bentuk tubuh atletis yang menggugah selera wanita. membuat gadis itu sejenak mengagumi keindahan karya Tuhan yang terpampang sempurna di hadapannya ini.
Dor...
gadis itupun menembak bagian bawah Daniel, tapi sialnya peluru tidak mengenai sasaran, Daniel sangat gesit Hingga dengan cepat bisa menghindari serangan peluru dari lawan.
gadis itupun berfikir sebenarnya siapa pria ini? pria yang dengan tenangnya ia sodongkan senjata tapi terlihat sangat
santai nya tidak memiliki rasa takut sedikitpun, bahkan gadis ini tidak pernah lengah seperti ini, biasanya gadis ini langsung bisa membunuh seseorang sangat mudah, hanya dengan sekali peluru saja, tapi pria ini? bisa dengan gesit bisa menghindari dari serangannya.
Daniel pun kini berhasil membekukan wanita itu di dinding, posisi seperti ini begitu intim. ntah kapan Daniel sudah begitu dekat hingga menyeka tangan gadis itu, sekilas daniel mengagumi kecantikan gadis yang ada di hadapannya,, alis tebalnya, mata besar tapi begitu tajam seperti pisau yang baru di asah, hidung mancung, serta bibir tebal ranum berwarna kemerahan. membuat Daniel begitu menginginkannya.
"Oho ternyata kau adalah seorang pembunuh bayaran" ujarnya "Siapa yang menyuruhmu kemari?" tanya Daniel,, walaupun lirih tapi sangat tajam.
"Aku tidak tau.!" tegas gadis itu.
posisi yang begitu dekat, bola mata yang saling bertemu, serta aura permusuhan dapat terlihat jelas pada keduanya "Sungguh aku tidak mengenal siapa clientku sebenarnya!" ujarnya "Aku hanya di minta untuk membunuhmu dengan bayaran fantastis" sambungnya "Dan,, asal kau tau tuan, ntah siapa dirimu aku tidak mengenalmu dan aku juga tidak mau tau siapa dirimu sebenarnya. kau mengerti!" gadis itupun lolos dari bekuan Daniel, hingga berhasil pula menodongkan pisau di hadapannya.
"Menyerahlah *****... kau tidak akan bisa membunuhku dengan mudah!" ujar Daniel.
pintu pun terbuka, mereka berdua melihat keterkejutan seorang wanita yang ternyata wanita itu adalah seorang Jalan* . saat wanita itu hendak menjerit, gadis sang pembunuh bayaran pun melemparkan pisau tersebut hingga menusuk sempurna di perut jalan* itu.
"Ternyata kehebatanmu tidak di ragukan lagi.." Daniel pun terkekeh melihat kehebatan gadis itu.
"Dan sekarang giliran kau tuan" ujar gadis itu.
gadis itupun berlari untuk mengambil pistol yang tadinya terjatuh karena serangan Daniel. saat gadis itu hendak mengambil pistolnya, Daniel dengan gesit melemparkan tubuh gadis itu hingga terpental di lantai. jiwa psycopath Daniel meronta-ronta hingga Daniel berhasil terlebih dulu mengambil pisau dan menancapkannya di kaki gadis itu.
gadis itupun menjerit kesakitan. tapi usaha gadis itu tidak sampai disitu saja, gadis itu masih tidak menyerah,, bahkan gadis itu sudah bisa menggapai pistol, dan dor,,, lengan Daniel terkena tembakan. gadis itupun melarikan diri dengan melompat ke jendela hotel tersebut.
Daniel tersenyum,, "Gadis yang pemberani."
__ADS_1
Sam, David dan Justin pun datang menuju kamar Daniel,,
"Astaga Daniel Lenganmu..!" teriak Justin
"Apa ada masalah? kami mendengar suara tembakan dari kamarmu,untuk itulah kami semua kemari.!" ujar David "Lenganmu tertembak,, siapa yang melakukan semua ini?" tanya David.
"Seorang gadis." ujar Daniel singkat sembari tersenyum manis.
"Apa???!!!!seorang gadis?! astaga berani sekali gadis itu!" timpal Justin.
"Tuan Daniel, duduklah saya akan mengobati anda.." Sam pun mengambil kotak obat untuk mengoperasi kecil Daniel, Sam mengambil peluru yang ada di tubuh Daniel dengan sangat hati2 dan setelah itu, Sam membalut luka Daniel Dengan perban.
"Kalian semua tenanglah,, kita sudah biasa mengalami hal seperti ini bukan?" sambung Daniel.
"Tapi Daniel,, kau terluka karena seorang Gadis." timpal David.
"Lalu?Aku sendiri yang akan memberikan pelajaran pada gadis itu." ujar Daniel "Sam! cepat kau buang mayat jalan* itu! dan pastikan semuanya murni kecelakaan." titah Daniel. Sam pun mengangguk.
"Dan yaa Sam! apa kau sudah mendapatkan apa yang aku suruh?!" sambung Daniel
"Tentu saja tuan, saya sudah menemukan segala informasi Tentang gadis itu." jelas Sam
"Baguslah.." senyum terukir di wajah tampan Daniel.
"Saya permisi tuan." gunam Sam
"Yaa. dan jangan lupa urus mayat itu segera!" titahnya
"baik tuan." ujar Sam.
sedangkan David dan Justin hanya bisa geleng-geleng kepala karena tidak tau apa yang di maksud Daniel dan Sam.
bersambung~
yuhuuu jadi penasaran siapa gadis pembunuhan bayaran itu...
kira2 siapa ya gays? dan siapa yang menyuruhnya???
__ADS_1
coba tebakπ π
Jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru yang lebih menarik buat kalian π€ semoga kalian suka π terimakasih ππ»