Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Terungkap~


__ADS_3

Kara menangis sejadi jadinya ternyata kematian ayahnya bukan murni sebuah kecelakaan, tapi ada seseorang yang menyabotase mobil yang di tumpanginya sang ayah. hingga mobil tersebut kehilangan kendali dan jatuh ke jurang.


Yang membuat kara lebih sakit hati adalah karena yang membunuh ayahnya adalah ayah kandungnya sendiri. rasanya hati kara seakan2 di remas2 oleh ribuan tangan hingga membuatnya meringis sangking sakitnya mengetahui segala bukti yang ada.


terlebih bara,, suaminya menyembunyikan kebenaran sebesar ini darinya?Astaga tega sekali.


Bukannya kara mambenci ayahnya tapi ia begitu kecewa dengan perbuatan ayah kandungnya itu terhadap ayah tirinya, yang membesarkannya dengan kasih sayang dan rasa cinta seorang ayah kepada anaknya.


lalu bagaimana jika nanti Sarah mengetahui jika yang membunuh ayahnya adalah ayah kandung kara sendiri?


pastinya Sarah akan membencinya.


tidak,, kara tidak sanggup menerima rasa benci kakaknya itu.


hanya Sarah lah seorang keluarga yang ia miliki sekarang setelah kematian ibu dan ayah tirinya.


Kara teramat sangat kecewa kepada suaminya karena menyembunyikan kebenaran sebesar ini darinya, tapi di sisi lain ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ayah kandungnya telah membunuh seseorang dan orang itu adalah ayah tirinya?


astaga,,


apakah ini nyata?


hidup memang terkadang bercanda bukan?


kara menangis sekadi2nya sekarang tugasnya hanyalah menunggu kedatangan suaminya, ia ingin mendengarkan penjelasann dari suaminya, mengapa bara melakukan semua ini? menyembunyikan kebenaran besar ini seorang diri tanpa memberitahunya? Lelucon macam apa ini?!


kara mengingat masa-masa indah bersama dengan ayahnya dan ibunya, kebahagiaan yang tak berlangsung lama. karena ayahnya terus menerus memukuli dan menyiksa ibunya, setiap harinya kara selalu melihat ayahnya melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada ibunya, sebenarnya kara tau itu tapi mengapa Ibunya selalu menyembunyikannya dan mengatakan kepada kara jika tidak ada apa2 di antara kedua orang tuannya.


keluarga harmonis tapi palsu!


Sampai akhirnya, mungkin ibunya sudah tidak mampu lagi bertahan dengan ayahnya, hingga menggugat cerai sang ayah dan membawanya pergi jauh ke Italia khususnya kota Vanesia ini.


"Tuhan!! Mengapa hidup tak berlaku adil padaku?" jeritan kara mampu melemahkan siapa saja orang yang mendengar tangisannya. "Mengapa semua ini terjadi padaku??!!" jeritan serta tanggis sejadi-jadinya ia tumpahkan.


rasanya kara sudah tak mampu lagi untuk berbuat apa2 setelah ia tau kenyataan pahit yang menimpa dirinya.


"Haaaaa........" kara pun berteriak dan menangis sejadi-jadinya membuat para pelayan berdatangan mengetuk pintu kamarnya.


"Nona,, apa nona baik2 saja??"


"Nona..."


kara pun tidak menjawab panggilan dari para pelayan yang khawatir akan kondisinya di dalam kamar.


ntahlah Rasanya telingga kara sudah sangat tuli, hingga tak mampu mendengar para pelayan yang mulai berdatangan mengetuk pintu dan berteriak memanggil2 namanya.


para pelayan hanya mampu mendengar tangisan kara,


pak Han pun datang "Apa yang terjadi?"


"Kami tidak tau pak Han, tapi Nona berteriak dan menangis sejadi-jadinya di dalam kamar," ujar salah di antara para pelayan.


"Kami sudah memanggil2 nona tapi nona tidak mendengar,, bahkan pintu kamar telah terkunci dari dalam" timpal pelayanan yang lainnya.


Pak Han mulai khawatir dan mencoba untuk mengetuk pintu


"Nona...!! nona mendengar kami? Tolong buka pintunya nona.."


"Percuma pak, nona tidak akan membuka nya, satu2nya cara adalah kita harus membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan,, kami takut terjadi sesuatu pada nona" sambung pelayan lain.


"Tapi,hanya tuan lah yang memiliki kunci cadangan tersebut, lalu bagaimana kita bisa membuka nya? bahkan pintu kamar tuan sangat kokoh tidak bisa di dobrak begitu saja bahkan di gergaji sekalipun." jelas pak Han.

__ADS_1


Sebenarnya kamar bara memang awalnya kedap suara, tapi saat bara dan kara bungkam karena masalah berbulan-bulan yang lalu,membuat bara tepaksa membuat kamarnya tidak kedap suara dan memasang CCTV di seluruh kamar agar tetap mengetahui serta mengawasi pergerakan istrinya dan apa yang kara lakukan.


"Lalu bagaimana pak han? kami menghawatirkan kondisi nona di dalam, kami semua takut jika terjadi sesuatu pada nona, pasti tuan akan marah dan mengatakan kita lalai menjaga nona, kami takut tuan menghukum kami.


Pak Han berfikir sejenak "Aku akan menghubungi tuan.."


...


Di dalam mobil, bara yang sedang berkendara di jalanan kota vanesia yang mulai ramai karena hari menjelang pagi,,


bara masih bergulat dengan fikirannya atas apa yang terjadi.


ntahlah Rasanya ia sudah sangat lelah dan ingin beristirahat sekarang.


Dering ponsel bara berbunyi..


"*.......*"


"*Apa? kenapa istriku menangis? kalian memang tidak becus bekerja!! jika terjadi sesuatu pada istriku akan ku hukum kalian semua!!*"


"*.....*"


"*Tunggu aku! aku akan segera sampai!!!*"


Keparat...


bara segera melaju dengan kecepatan tinggi hingga mobil yang di tumpanginya berliak liuk mengitari kota Vanesia agar segera sampai ke rumah.


ntah apa yang terjadi,,


intinya bara sangat khawatir kepada istrinya sekarang,,


yang ada di fikirkan bara hanyalah segera sampai ke rumah.


Tak lama kemudian bara pun sampai.


Ia bergegas naik ke atas dan melihat sekeliling para pelayan dan para pengawal berbaris dan menunduk ketakutan.


Pak Han menghampiri bara,


"Tuan, nona mengunci dirinya sedari tadi di dalam kamar, kami sudah berusaha untuk meyakinkan nona untuk membuka pintunya, tapi nona tidak mendengarkan kami,, nona terus menerus menangis dengan sejadi jadinya, membuat kami semua takut jika terjadi sesuatu di dalam" jelas pak Han.


bara hanya mendengar tanpa menggubris perkataan dari pak Han, ia mengetuk pintu kamar sembari berusaha meyakinkan istrinya agar membuka pintu kamarnya.


"Sayang,,," lirih bara


"Kau dengar aku?Aku sudah pulang,,, kumohon buka pintunya,, aku ingin melihat dirimu,,"


tak ada jawaban..


"Apakah ada sesuatu yang membuat hatimu terluka hingga kau menangis seperti itu sayang?.."


tak ada jawaban


"Apa yang membuatmu menangis Hem?dan siapa yang telah membuatmu menangis? katakan padaku? aku akan menghabisinya.."


masih tak ada jawaban.


"Kau kenapa sayang? katakan padaku?."


dan masih tak ada jawaban.

__ADS_1


"Buka pintunya sekarang!! kara ku perintahkan padamu untuk membuka pintu sekarang juga!!" kesabaran bara pun sudah menghilang begitu saja,, bahkan nada bicara yang tadinya lembut kini berubah menjadi nada perintah yang sangat kasar. membuat para pelayan dan pengawal menundukkan ketakutan.


"Tu.. tuan" pak Han berusaha untuk mengendalikan diri bara agar tidak terbawa emosi.


"Pak Han!! cepat ke ruang kerjaku! bukalah laci meja kerja yang ku gunakan, ambil kunci yang berada di dalamnya dan cepat bawa kemari sekarang juga?!" titah bara, pak Han mengangguk sembari bergegas untuk mengambil kunci tersebut.


tapi saat kaki pak Han hendak melangkah,


kara sudah membuka pintu hingga membuat bara langsung menoleh dan menatap mata sayu istrinya itu.


Bara hendak memeluk kara, tapi tangan kara mengatakan tidak, ia menahan bara yang akan mendekapnya begitu saja, seolah olah kara menolak pelukan hangat suaminya untuk dirinya.


"A.ada apa sayang katakan padaku.. kau sebenarnya kenapa Hem?" lirih bara.


kara menatap manik mata abu2 milik suaminya begitu lekat dan dalam Namun sulit untuk di artikan.


"Kau menangis?Mengapa kau menangis? ada sesuatu yang menyakitimu? katakan padaku ada apa? jangan diam saja!"


bara terus menerus bertanya,


sebenarnya apa yang terjadi kepada istrinya?


bahkan tadi saat ia pergi kara baik2 saja lalu,, kenapa sekarang kara terlihat sangat marah padanya? bara dapat melihat sorot mata kemarahan istrinya itu.


"Cukup!!!" teriak kara.


"Hentikan Perkataanmu itu!! kau tidak perlu berpura2 lagi!!"


Bara menggerutkan dahinya tak paham maksud dari ucapan istrinya itu. "Maksudmu?"


"Kau menipuku!!! kau menyembunyikan sesuatu padaku!! kau menyembunyikan kebenaran besar tentang kematian ayahku!! tega sekali kau melakukan ini semua padaku haa,?!! mengapa kau tidak memberitahu hal sebesar ini padaku?!!Aku membencimu!!! Sangat!!!" kara mengatakan tentang kebenaran yang ia ketahui.


"Menipu? Menyembunyikan sesuatu?Apa maksudmu sayang??Ku rasa kau sedang berhalusinasi.." wujud pembelaan bara membuat kara murka.


"Lalu apa ini?" kara menunjukkan memory card yang ia temukan di ruang rahasia tersebut kepada Bara.


Mata bara membulat,


"Aku menemukan ini di ruang rahasia, dan aku sudah melihat semuanya,, rekaman video itu,," kara pun menangis histeris,,


kaki kara melemas, kara menangis sejadi-jadinya membuat bara tak mampu untuk melihat.


"Sayang,, ini tidak seperti yang kau maksud,, aku bisa menjelaskan segalanya padamu.." lirih bara,


bara berusaha untuk memeluk kara tapi kara segera menepisnya, "Jangan sentuh aku!!!"


"Sayang,, jangan katakan itu.."


"Ku bilang jangan sentuh aku!!Tega sekali kau menyembunyikan hal sebesar ini padaku??Apa hak mu haa?" kara masih terus saja menangis bahkan lebih keras.


"Tidak sayang,, sebenarnya aku ingin mengatakannya tapi menunggu waktu yang tepat agar kau tidak seperti ini. aku yakin kau sangat kecewa dengan apa yang terjadi tapi ku mohon jangan seperti ini.." bara mampu meraih tangan kara dan memeluk istrinya itu dengan dekapan. tanpa sadar bulir air mata bara jatuh membasahi pipi mulus nya, sesekali bara mencium pucuk kepala istrinya.


kara menangis, dan memukuli dada suaminya dengan sangat keras tapi tak mampu membuat bara kesakitan.


kara pun pasrah,,


ia menangis dan terus saja menangis hingga pandangan kara melemah,,


kara pingsan,


bara merasa istrinya tidak melakukan perlawanan, tanpa sadar bara melihat istrinya tak sadarkan diri berada di dekapannya. ia pun khawatir dan mulai panik.

__ADS_1


"Pak Han!! cepat panggilkan Abraham kemari!!" titahnya.


Bersambung`~


__ADS_2