
Kara tersadar,, dia mengerjap2kan matanya,,,
mata kara membulat,, kara takut. dimanakah ia sekarang?
tempat gelap tanpa ada celah, tubuh kara tak bisa bergerak karena Sekarang posisi tubuh kara sedang terikat, kaki dan tangan kara terikat oleh tali besar. sedangkan mulutnya kini tersumpal oleh kain.
kara ingin berteriak pun tak bisa,
apalagi dengan kondisinya yang seperti ini, di tambah lagi kara sedang hamil dan terlihat sangat lelah.
sebenarnya dimana aku?
siapakah orang yang sudah menculik ku???!!! (Batin kara).
kara sangat lemah sekarang.
Kara mencari ponsel miliknya,, dimanakah ponselnya??
jika ponselnya mati pasti bara tak mungkin menemukannya karena otomatis GPS yang bara pasang tak kan berfungsi!
kara melihat ponselnya berada di atas meja,,
dengan sekuat tenaga kara menggapai ponselnya dengan satu tangan yang terikat pula,, dan akhirnya kara dapat mengaktifkan ponsel kembali.
dengan tangan yang masih terikat, kara mengetik ponsel, ia mencari nama suaminya,, saat kara hendak menelfon..
"Hallo..Kara...???!!!" teriak bara,,
kini kara dapat merasakan kegelisahan dari suaminya..
kara hanya bisa terdiam tanpa menjawab karena kini mulutnya sedang tersumpal oleh kain.
tak lama pintu ruangan tersebut terbuka, dan memperlihatkan satu wanita yang sangat kara kenal dan dua pria asing.
kara terkejut.!
"Kita berjumpa lagi.." ujar si wanita dengan senyuman licik terukir di sebalik wajah polosnya.
kara mematikan ponselnya, dan benar saja ponsel kara terjatuh.
mata wanita itu membulat, dan sesegera mungkin si wanita merampas ponsel milik kara,,
"Beraninya kau!!!!" teriak si wanita.
Wanita itu melepaskan kain yang menjadi sumpalan mulut kara, dengan sorot mata permusuhan kara menatapnya.
"Nadira.. kau????!!!!" teriak kara tak percaya.
"Yaaa!!! ini aku! ternyata kau masih mengenaliku!"
wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Nadira.
"untuk apa kalian semua menculik ku??!!! lepaskan aku!!" teriak kara.
"Melepaskanmu?? itu tidak mungkin sayang.." lirih si pria tampan.
"Siapa kau?? kenapa kau menculikku?Apa salahku??!!"
"Aku Jackson. pria yang sangat mencintaimu."
"Omong kosong??!!kita bahkan tidak saling mengenal dan kita juga belum pernah bertemu!"
Jackson tersenyum "Kita pernah bertemu sebelumnya honey."
kara mengerutkan keningnya
"Kapan?Aku tidak merasa pernah bertemu dengan mu!"
"sebelumnya kita pernah bertemu di pesta topeng, kau ingat??? aku adalah si pria yang kau obati di dekat toilet waktu itu." jelas Jackson.
kara mengingatnya,,
__ADS_1
ternyata pria itu adalah orang yang pernah ia bantu sebelumnya.
"kau mengingatnya honey?"
"Kumohon lepaskan aku!" teriak kara.
"Itu tidak mungkin"
"aku pernah menolongmu waktu itu,, sekarang tolong lepaskan aku," lirih kara..
"Kau memang pernah menolongku,, itulah yang membuatku ingin memilikimu sayang,,, kau adalah wanita yang baik. ntah mengapa aku selalu terbayang-bayang akan wajah cantikmu dan aku begitu mencintaimu dan menginginkan dirimu." jelas Jackson.
kara seakan tak percaya dengan semua lelucon ini.
kara ingin lari!
dia ingin pergi!
"Tapi aku sudah menikah! aku memiliki suami yang aku cintai dan calon anak yang akan segera lahir di dunia ini. kumohon mengertilah Jackson,, kau adalah orang baik bukan? lepaskan aku..."
"Jangan dengarkan dia Jackson,, wanita ini sedang memprovokasi dirimu agar kau melepaskannya! ingatlah kau sudah bersusah payah menyusun rencana untuk mendapatkannya, dan sekarang kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan! jadi jangan bertindak bodoh dengan melepaskannya!!" jelas Nadira "perlu kau tau Jackson! dengan kau menyembunyikan kara,, kau dapat dengan mudah menghancurkan bara dan kau juga akan jadi penguasa!! ya La Dora phill akan menjadi penguasa bisnis gelap mafia karena kau telah menjatuhkan bara! sang ketua la Savas!! lagipula kau juga mencintai kara bukan?Dia akan menjadi milikmu sekarang!!"
"Benar tuan, Nadira memang benar." timpal John.
"Ya kau benar Nadira,," ujar Jackson.
Jackson menepuk bahu John "Terimakasih,, ini semua berkat kau! karena kau yang sudah memperbaiki kesalahan yang kau buat dengan menculiknya."
"Sama sama tuan." ujar John.
kara tak percaya dengan apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar!!
ternyata selain Jackson menginginkan dirinya, Jackson pula ingin menjatuhkan suaminya?!
kara tidak akan membiarkan itu semua terjadi!
La Savas tidak boleh kalah dengan La Dora phil!!
tak kan kara biarkan Jackson merenggut hidup suaminya dengan merebut dirinya dan juga bisnis gelap turun temurun dari keluarga Valentino.
"Dasar Bajingan!!!aku tak menyangka bisa bertemu dengan pria sejahat kalian dan wanita iblis sepertimu Nadira!!" teriak kara.
"Sttt tenanglah sayangku..!!" Jackson menyentuh bibir kara dengan jari telunjuknya.
kara meludah ke arah Jackson.
membuat pria itu menolehkan kepalanya ke kiri.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!!!"
Nadira maju selangkah dan menampar wajah cantik kara.
Plak...
plak...
"*****!!!! jika aku tidak mencintaimu sudah pasti kau ku bunuh!! jika di perlukan,, akan ku bunuh anakmu juga!!"
Kara menatap Nadira dengan kobaran api permusuhan yang kental "Tak kan ku biarkan kalian membunuh anakku??!! ingat itu!!! Bara akan datang! ku pastikan dia akan segera membunuh kalian semua tanpa ampun!!!"
Nadira menyeringai licik.
"Hei kara jangan mimpi!! bara tak akan bisa menemukanmu!!!!" ujar Nadira. "Oh ya kara,, kau tau? aku berbohong padamu..,"
kara terdiam sembari menatap Nadira yang tertawa kegirangan.
"Aku hamil,, lihatlah kara,, perutku sudah membuncit sepertimu, dan sebentar lagi aku akan melahirkan" jelas Nadira "Kau tau??anak yang aku kandung bukanlah anak dari bara! tapi anak dari John." Nadira menunjuk John.
"Kemarilah sayang,, " sambung Nadira sembari meminta John untuk datang menghampirinya,, "Kara,, perkenalkan,, ini adalah John. suamiku dan ayah dari anakku!"
Kara tertawa kecut
__ADS_1
"Sudah kuduga! kau tak perlu mengatakannya,, aku sudah mengerti wanita apa kau itu!"
"Beraninya kau mengejekku??!!!" Nadira hampir memukul kara tapi Jackson mencekal tangan Nadira.
"Berani kau memukulnya??!! Akan ku buat kau menyesal seumur hidup!!!" titah Jackson.
Nadira pucat pasi,
dia takut dengan ancaman Jackson.
karena Jackson adalah pria yang tidak main-main dengan ucapannya,, dan Jackson pula adalah seorang mafia dan juga seorang psycopath.
jika Nadira melawan pasti dia akan mati di cabik cabik oleh pria tampan psycopath itu!
Nadira mengibaskan tangannya kasar.
"ku peringatkan padamu Nadira! jika kau berani saja memukulnya maka kau akan mati di tanganku!"
Nadira menelan ludah susah payah, karena mendengar ancaman dari Jackson.
"John. bawa istrimu pergi dari ruangan ini!" titah Jackson.
John mengangguk "Baik tuan"
Nadira dan John keluar dari ruang tersebut.
Kara seakan seperti seorang tawanan yang di sekap dengan sangat ketat.
Jackson mendekati kara,,
ia pun mengecup pucuk kepala kara dengan lembut.
"Aku mencintaimu,," lirih Jackson.
Cihhh!!
kara menggeleng-gelengkan kepalanya,, jika saja dirinya tidak terikat sudah pasti kara akan menampar wajah Jackson.
Jackson tertawa mengejek,
"Kau tidak bisa berbuat apa-apa honey..." ujarnya dengan seringai licik yang khas.
"punya hak apa kau??? Sehingga berani menciumku haa??!!!" teriak kara.
"Tentu saja aku punya hak, sebentar lagi aku akan menikahimu!"
"Omong kosong!!! lelucon macam apa ini???!! apa kau gila??!! aku Sudah menikah dan aku sedang hamil!!"
"Persetan dengan kau sudah menikah dan kau sedang hamil aku tak peduli!!! yang jelas aku akan segera mengurus surat perpisahan mu dengan bara! dan yaa.. aku juga akan membunuh anakmu setelah ini!"
mata kara membulat,
"Jangan bunuh anakku!!!!" teriak kara "Banyak wanita cantik yang ada di dunia ini! mengapa kau hanya menginginkan aku??Bahkan aku adalah wanita yang sudah memiliki keluarga!"
kara benci pria gila yang ada di hadapannya ini!
Pria psycopath yang gila akan dirinya!
apakah di dunia ini tidak ada gadis lain sehingga dia begitu terobsesi untuk memiliki kara seutuhnya??!!
"tapi aku hanya ingin kau!"
kara membisu dengan pernyataan2 yang Jackson lontarkan.
kara benar2 di buat frustasi dengan lelucon takdir yang sedang mempermainkannya!.
"Wil you Marry Me?"
kara melirik Jackson, dengan sorot mata berapi api.
Bersambung~
__ADS_1