
"Kau kenapa sayang?" tanya bara yang melihat istrinya tiba2 terdiam mendengar ucapannya "Mengapa kau tiba2 terdiam seperti itu? apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?hemm?" sambung bara
"A.apa?" kara gugup dengan pertanyaan suaminya. apa yang harus ia jawab? Batinnya. terpaksa ia berbohong jika dirinya baik2 saja "Ahh. tidak apa2 aku hanya kenyang hehe" ujar kara sembari tersenyum manis memperlihatkan gigi putihnya.
"Eum.. bara. bolehkah aku mandi? rasanya tubuhku sangat lengket. karena dari tadi setelah kita sampai, aku belum sempat mandi karena ketiduran". sambung kara
Bara menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan istrinya. kara pun berlari menuju kamar ia sangat takut. bagaimana ini? tidak mungkin kan ia menolak suaminya lagi? lagipula ini sudah kewajibannya menjadi seorang istri. cepat atau lambat pastinya ia juga harus melayani suaminya.
"Baiklah kara... sekarang kau harus bersiap2." kara berkata kepada dirinya sendiri. ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. memberikan wangi2 an badan tak lupa parfum khas untuk bagian inti wanita.
ia juga menggosok tubuhnya menggunakan sabun khas dari Italia yang di belikan bara khusus untuk dirinya. setelah mandi. ia pun bersiap ke ruang ganti. untuk berganti pakaian.
betapa terkejutnya kara melihat lemari pakaiannya yang penuh dengan pakaian malam transparan. sungguh memalukan. ujarnya.
sebenarnya lemari pakaian tersebut telah tergabung menjadi satu dengan ruangan ganti. jadi jikalau kara berganti pakaian langsung saja mengambil pakaian untuk di kenakan di ruangan tersebut.
kini kara mengenakan lingerie berwarna hitam. di padu dengan kulitnya yang bersih nan mulus serta bentuk tubuhnya yang ideal membuatnya tampak seperti model internasional. kaki jenjang yang di milikinya mampu menambah kesan sexy pada dirinya.
kara merias wajahnya dengan sedikit bedak dan lipstik agar tampak lebih segar. sungguh kara sangat cantik. terlebih kesan senyum manis alami yang melekat pada dirinya. membuatnya terlihat menawan.
setelah dirasa semuanya sempurna. kara menunggu kedatangan bara. ia menunggu suaminya sembari menata rambutnya agar sedikit bervolume.
Ceklek..
pintu terbuka. ternyata itu adalah Suaminya.
__ADS_1
Bara melihat kara dari bawah sampai atas sungguh ia mengagumi kecantikan dan keindahan istrinya. ia pun menelan ludahnya dengan susah payah.
bara menghampiri istrinya lalu memeluknya erat. kara merasa sangat nyaman ia pun mengeratkan pelukannya. kini sepasang suami istri itu sedang berpelukan layaknya suami istri pada umumnya. bara mencium aroma tubuh istrinya yang menggoda ia sungguh sangat bergairah. tetapi ia berusaha untuk menahan dirinya agar tidak membuat istrinya takut. bara mulai melepaskan pelukannya dan kini ia menatap dalam2 manik mata coklat yang dimiliki oleh istrinya. sedangkan kara juga menatap lekat2 manik mata abu2 milik suaminya itu. perlahan tapi pasti bara mendekati wajah istrinya, hidung mereka mulai bersentuhan dan kini bibir mereka beradu. bara mencium bibir ranum kara dengan lembut tetapi lama dan saat mereka berdua hampir kehabisan nafas mereka melepaskan ciumannya untuk menghirup oksigen dalam2. di rasa oksigen sudah kembali normal. merekapun melanjutkan ciuman panasnya dengan penuh cinta. kara membalas setiap ciuman yang di berikan oleh suaminya. bahkan sekarang dirinya sudah benar2 rela menyerahkan kehormatan yang selama ini ia jaga untuk suaminya.
bara menghentikan ciumannya dan melihat wajah cantik istrinya tepat di depannya yang kini masih memejamkan matanya. "Apa kau sudah siap sayang?" ujar bara dengan nada lembutnya. kara menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan suaminya.
tanpa menunggu lama. bara membimbing kara menuju ranjang dan menidurkan istrinya dengan sangat lembut. bahkan kara sempat terkagum2 dengan kelembutan suaminya terhadap dirinya. kini posisi bara sudah berada di atas kara tetapi ia menjadikan tanggan kanannya sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak menindih istrinya. bara mencium bibir kara dalam2 namun penuh cinta dan kini ciuman itupun beralih ke leher, kini tangan kirinya ia gunakan untuk melucuti pakaian istrinya dengan masih menciumi tengkuk lehernya.
"Lakukanlah. aku sudah siap menyerahkan diriku untukmu sayang" ujar kara dengan suara parau.
mendengar ucapan istrinya. barapun tidak tanggung tanggung. sesuai permintaan istrinya. ia pasti akan mengabulkannya dengan senang hati bukan?
"Baiklah sayang sesuai permintaan mu. ini akan sedikit sakit tapi percayalah... aku akan membuatmu terbang dan menikmati setiap sentuhan yang ku berikan hemm?" bara memulai aksinya dengan membuka seluruh pakaiannya.
Kini sepasang suami istri itu telah memulai dengan berhubungan selayaknya seperti pengantin baru. sungguh bara sangat bahagia. karena ia satu-satunya pria yang menyentuh istrinya. bara dengan lembut memanjakan istrinya sedangkan kara ia selalu menerima sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh suaminya. walaupun ia merasakan sedikit sakit tetapi seiring berjalannya waktu rasa sakitnya berubah menjadi rasa nikmat yang membuat sepasang suami istri itu teramat sangat bahagia. terlebih bara melakukannya dengan sangat baik, lembut tetapi terasa sangat nikmat.
pagi harinya, matahari memancarkan sinarnya yang cerah dan memasuki celah2 kamar sepasang pengantin yang masih kelelahan itu.
Bara terbangun dari tidurnya, ia memeluk kara yang kini masih berada di atas tubuhnya. ia membiarkan istrinya tertidur nyenyak di atasnya sembari mengecup pucuk kepala istrinya itu. ia kembali teringat dengan apa yang telah ia lakukan bersama dengan kara semalam. ia sangat bahagia. bara sedikit membuka selimutnya ia melihat bercak darah yang sangat banyak berada di Sprai putih miliknya. membuatnya tersenyum penuh arti. dengan itu. ia terbukti bahwa dirinya memang pria pertama yang menyentuh istrinya.
Kara terbangun karena pergerakan tangan yang membuatnya terganggu. ia pun mengangkat kepalanya dan melihat wajah tampan suaminya yang kini menatap dirinya.
"Selamat pagi sayang.. apakah tidurmu nyenyak hem?" bara mengeluarkan suara indah khas bangun tidur. sangat sexy batin kara 🤣
"Tidak." ujar kara singkat.
__ADS_1
"Maksudmu?" bara tidak paham apa maksud dari ucapan istrinya itu.
"Aku tidak bisa tidur nyenyak. apa kau tau? aku tidak bisa bergerak leluasa karena bagian bawahku terasa sangat sakit" kara melihat wajah tampan suaminya yang kini berada di hadapannya. dengan sedikit mengomelinya.
"Haha tidak apa2 sayang. rasa sakitnya akan hilang nantinya. kau tenang saja. apa kita bisa melakukannya 1 ronde lagi?" ujar bara penuh permohonan.
sungguh rasanya kara ingin sekali memukul pria tampan ini. walaupun bara suaminya sendiri tetapi kara tidak habis pikir dengan tenaga yang di miliki oleh suaminya itu. semalam ia sudah di gempur habis2an bahkan tidak tidur sampai pagi. sekarang masih mau lagi? Ohhh astaga suamiku yang tampan tenagamu itu. terbuat dari baja atau apa?Batin kara.
"Tidak!" ujar kara dengan nada tegas.
"Kumohon sayang. aku berjanji ini tidak akan sakit,,, percayalah.. " bara masih memohon kepada sang istri kecil pujaannya itu.
Serasa tidak tega dengan suaminya. kali ini kara luluh dan mengijinkan suaminya melakukannya lagi. bara tersenyum penuh arti bahkan ia terlihat sangat bahagia. hufttt astaga apakah memiliki suami tampan dan tubuh maskulin akan kehabisan tenaga seperti ini? kara sangat lelah 🤭
"Sayang Ayo kita mandi bersama. setelah itu kau beristirahatlah aku akan menyiapkan makanan untukmu" bara mengajak istrinya untuk mandi bersama. sedangkan kara hanya menurut. karena ia benar2 sangat lelah sekarang.
kara pasrah apapun yang di lakukan bara terhadap dirinya. walaupun kini mereka mandi bersama,, tetapi bara tidak melakukannya lagi. bahkan bara membersihkan tubuh istrinya seraya memandikan kara dengan cinta kasih seorang suami terhadap istri.
setelah mandi bersama bara yang masih menggunakan handuk melilit sempurna di pinggangnya. ia pun menggendong kara menuju ranjang. kara masih menggunakan handuk kimono sebagai penutup tubuhnya.
"Sayang. tunggu sebentar, aku akan menyuruh Ken membawakan pakaian untukmu" ujar bara yang sedang menggunakan celana boxer miliknya. kara hanya mengangguk pasrah. ia melihat pemandangan indah dari jendela kamarnya. bahkan posisi kara yang berada di dalam kamar pun dapat melihat secara langsung keindahan luar.
bara keluar dari kamar, ia pun meminta Ken membeli pakaian indah untuk kara. sedangkan dirinya sedang sibuk memasak di dapur membuatkan makanan lezat untuk sarapan paginya dan istrinya.
__ADS_1
Baratama Andreas Valentino 🤩 (Bara/Suami kara).