
Kara yang berada di dalam kamar, ia begitu sangat sakit hati melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain di hadapannya bahkan ia tidak tau siapa wanita itu ,tapi ntahlah rasanya kara seperti pernah melihatnya wajahnya seperti tidak asing baginya. ntalah dari mana asalnya wanita itu? mengapa ia begitu sangat dekat dengan bara. bahkan paling parahnya lagi ia tadi mendengar bahwa wanita itu kemari karena ibu mengirimnya datang. apa maksud semua ini? banyak pertanyaan yang ada di pikiran kara.. ia tidak mengerti dengan keadaan ini.. di tambah lagi hatinya sangat sakit seakan di tusuk oleh ribuan pisau tajam.
Ceklek..
pintu kamar terbuka,, tampak pria tampan yang kini berjalan mendekati kara,, siapa lagi kalau bukan bara, suaminya.
Bara memandang istrinya dengan tatapan penuh rasa bersalah sedangkan kara, ia masih saja diam pandangannya seakan kosong.
"Sayang...." ujar bara lirih sembari menyentuh pipi mulus istrinya dengan jari2 tangannya.
Kara menoleh, ia melihat wajah tampan suaminya yang begitu teduh dengan rasa bersalah "Iyaaa".
"Apa kau marah padaku?" tanya bara yang masih menatap bola mata indah istrinya.
"T.tidak" ujar kara singkat, ia menoleh tanpa melihat wajah tampan suaminya itu.
Pengalihan pandangan yang kara lakukan membuat bara langsung mengetahui jika istrinya berbohong. kara adalah tipe wanita yang tidak bisa menyembunyikan kebohongan, jika ia berbohong maka ia tidak berani menatap mata orang lain.
bara menggunakan jari jari tangannya, ia memegang dagu istrinya agar mau menatapnya. "Jangan berbohong" ujar bara, walaupun bernada lirih tapi penuh penekanan.
"Aku tidak berbohong" dusta kara, ia tidak berani menatap mata suaminya, kini ia menundukkan kepalanya.
"Tatap mataku!" titah bara, ia mengangkat dagu istrinya melihat kebenaran dari bola mata indah istrinya. "Aku tau banyak pertanyaan yang ingin kau tanyakan padaku.." sambung bara "Bertanyalah,, apa yang ingin kau tanyakan".
"Siapa wanita itu??!!" tanya kara yang kini menatap wajah suaminya.
"Wanita itu adalah Nadira, anak dari bibi ana dan paman Leo." jelas bara dengan tatapan mata yang masih menatap bola mata indah istrinya.
"Siapa bibi ana dan paman Leo?" lanjut kara
"dia adalah teman ibuku" jawab bara
"Kenapa wanita itu datang kemari? Apa maksud dari kedatangannya?" kara bertanya lagi dengan penuh penekanan. "Kenapa ia berani memelukmu di hadapanku?bahkan ia berbicara manja denganmu?" sambung kara.
"Ntahlah,, aku juga tidak mengetahuinya, apa maksud kedatangannya kemari." jelas bara.
kara melihat kebohongan dibalik bola mata suaminya tapi hasilnya nihil.. suaminya mengatakan yang sejujurnya ia tidak berbohong.
Kara langsung memeluk bara dengan sangat erat, sungguh ia takut jika kedatangan wanita itu kemari adalah untuk mengusik hubungan rumah tangga yang kini mulai membaik. ia baru saja menyerahkan dirinya kepada bara, berharap semuanya bisa kembali lagi dan ia ingin membuka lembaran baru dengan suaminya membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. tapi ntahlah kara sangat takut dengan kedatangan Nadira di rumah ini menjadi ancaman Pernikahan bagi pernikahannya dan suaminya.
Bara memeluk kara dengan sangat erat sembari mencium pucuk kepala istrinya dengan rasa cinta yang mendalam dan ketulusan hati yang ia miliki untuk istrinya seorang.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu" gumam kara lirih.
"Aku juga mencintaimu" jawab bara..
Disela-sela pelukan hangat suami istri itu, ketukan pintu kamar berbunyi..
kara menoleh, "Ada yang mengetuk pintu"
"Biar aku yang membukanya" ujar bara, ia berdiri dengan mengelus pipi kara dan berlalu untuk membuka pintu kamar.
"Ada apa?" ujar bara.
ternyata bi indah "Tuan,, tuan Daniel menunggu anda di dalam kamarnya" ujar bi indah dengan kepala menunduk.
"Baiklah aku akan segera kesana" jawab bara singkat
"Baik tuan, saya permisi" bi indah menundukkan kepalanya tanda hormat dan pergi dari hadapan tuan mudanya itu.
bara kembali menuju kamar,
"Siapa?" tanya kara.
"BI indah" jawab bara
"Ia mengatakan bahwa Daniel menungguku di kamar.. ntahlah apa yang ingin ia bicarakan" jelas bara, kara hanya mengangguk angguk tanda mengerti. "Baiklah sayang, aku akan menemui Daniel Terlebih dahulu,, kau beristirahatlah, kau terlihat sangat lelah" ujar bara.
"Baiklah sayang" timpal kara.
bara keluar dari kamar utama dan menuju kamar sang adik. ceklek pintu terbuka, bara melihat Daniel duduk di sofa sembari merokok dan meminum beberapa alkohol yang terdapat di meja tersebut.
Melihat kedatangan kakaknya, Daniel berdiri seraya mempersilahkan kakaknya untuk duduk terlebih dahulu sebelum ia menceritakan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Daniel.. kau berhutang penjelasan padaku!" ujar bara dingin.
"Baiklah kak, duduklah terlebih dulu,, aku akan menceritakan apa yang terjadi saat kepergian mu berbulan madu kemarin." jelas Daniel.
Bara duduk di sofa panjang dekat ranjang Daniel.
"Sekarang katakanlah apa yang sebenarnya terjadi!" ujar bara tanpa berbasa basi.
"Begini kak, Kedatangan Nadira kemari atas perintah dari ibu!" jelas Daniel dengan wajah serius.
__ADS_1
"Maksudmu?" timpal bara yang tak mengerti maksud dari ucapan adiknya itu.
"Ibu mengirim Nadira kemari untuk menghancurkan pernikahan mu dan kakak ipar."
"Apa??!!" bara terkejut dengan rasa marah ia berdiri "Mengapa ibu mengirim Nadira untuk mebgancurkan pernikahan ku?!" tanya bara.
melihat kakaknya marah, Daniel pun langsung berdiri dan menghampiri bara seraya menyentuh bahu sang kakak "Karena ibu tidak menyukai kakak ipar, sebenarnya saat ibu mengetahui kau akan menikah dengan kakak ipar, ia tidak menyetujuinya, tetapi dengan paksaan dari ayah, ibu terpaksa datang di pernikahan mu" jelas Daniel.
"Kenapa ibu tidak menyukai kara?Apa sebenarnya maksud ibu? mengapa ia Setega itu sampai2 ia mengirim wanita lain untuk menghancurkan pernikahan ku!" ujar bara yang kini sangat marah dan kecewa dengan niat jahat ibunya untuk menghancurkan pernikahannya dengan istrinya.
"Ntahlah kak, tapi aku mendengar percakapan ayah dan ibu saat itu,, ibu mengatakan bahwa kakak ipar sama seperti ibunya,," jelas Daniel "Ntah kenapa ibu membenci ibu dari kakak ipar kara,, tapi setahuku saat aku mendengar percakapan dari ayah dan ibu,, kata akhir yang ayah katakan adalah *Jika yang ibu lakukan itu salah besar! jangan sampai rasa dengkimu itu membuatmu menyesal karena telah menyakiti orang yang tidak bersalah*," jelas Daniel panjang lebar. "Dari hal itu, aku bisa menafsirkan,, ibu tidak menyukai kakak ipar dan ibu sangat membenci kakak ipar kara, karena kakak ipar adalah anak dari nyonya Saras (musuh ibu) , ibu membencinya karena rasa dengki yang dimiliki oleh ibu sendiri terhadap Nyonya Saras dulunya kak." sambung Daniel. "Sebab itulah ibu mengirim Nadira untuk mebgancurkan pernikahan mu, terlebih lagi ibu juga ingin menjodohkan mu dengan nadira karena wanita itu adalah anak dari teman dekatnya."
"Ntahlah Daniel, aku sangat kecewa dengan ibu" ujar bara "beraninya ibu mengirim wanita lain untuk mebgancurkan pernikahan ku dengan istriku,, karena rasa dengki yang masih melekat pada dirinya kepada ibu Saras.. bahkan istriku tidak tau apa2 dalam hal ini... " bara sungguh sangat marah sekarang,, ia berusaha untuk menahan amarahnya.
"Tenanglah kak, aku akan mengurus wanita sialan itu jika dia berani mengusik rumah tangga mu, dan jika wanita itu berani macam-macam dengan kakak ipar,, maka lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkannya bersama dengan karirnya.." ujar Daniel dengan senyum tipis penuh arti, sungguh senyum Daniel sangat menakutkan.
"Ku percayakan segalanya padamu adikku!" bara menyentuh bahu Daniel.
"Baik kak, kau tenang saja,, aku tidak akan membiarkan orang yang mengusik ketenangan mu bersenang-senang dan berkeliaran di luar sana,, ku pastikan mereka akan ku habisi dengan tanganku sendiri!" ujar Daniel, bara memeluk erat adiknya,, sepasang kakak adik itu terlihat kompak dan saling menyayangi.
"Terimakasih adikku" ujar bara
"Tapi kak..." bara melepaskan pelukan tersebut ia kembali menatap adiknya,, "Tapi?.." ujar bara tak mengerti ucapan dari kata tapi yang akan Daniel katakan.
"Tapi,, aku rasa ada yang tidak beres" ujar Daniel.. "Aku yakin ada yang Nadira tutupi" sambungnya.
"Maksudmu?" tanya bara.
"Kak kau tau,, dulu Nadira tidak menyukaimu,, lalu kenapa sekarang ia sangat terobsesi dengan mu bahkan ingin sekali menghancurkan pernikahan mu? bahkan ia ingin membuatmu kembali padanya,," jelas Daniel. "Kau dulu sempat tidur dengannya bukan?" tanya Daniel.
"Yaa, aku sempat pernah menjalin hubungan satu malam dengannya, aku pernah tidur bersamanya bahkan kara melihatku sedang bermain dengan Nadira,, itulah yang membuat kara pergi dariku dan memutuskan hubungan kami!" jelas bara "Sejak itu, Nadira sangat membenciku bahkan kata terakhir yang ia ucapkan adalah ia ingin membalas ku dan membuatku menyesal!" sambung bara
"jika ia ingin membalas mu dan membuat mu menyesal,, lalu kenapa ia begitu terobsesi ingin membuatmu kembali padanya? aku tidak yakin jika motif kedatangan kenari hanya ingin menghancurkan pernikahan mu,, aku yakin ia memiliki niat jahat yang lain.." jelas Daniel.
"Dan kita harus mencari tau apa rahasia lain yang Nadira sembunyikan" ujar bara dan Daniel serempak...
"Nadira,,, Nadira beraninya kau mau mengusik rumah tanggaku,,, kan ku pastikan kau akan menyesal seumur hidup!" ujar bara dengan nada tajamnya.
~Bersambung...
jangan lewatkan update chapter terbaru yang kini makin menarik perhatian kalian π€
__ADS_1
haha dukung author selalu ya gays π
oh iya jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter untuk kalian semua π€ terimakasih ππ»